
Seberapa pun reader, like dan favoritnya, author akan tetap selalu update sampai kelar halu/khayalan di kepala author 😸
Reader jangan lupa tinggalkan jejak dukungan ya... Biar lebih semangat nulisnya. 🙏🏼🙏🏼🙏🏼
Reader yang memberikan dukungan, semoga rejekinya melimpah. Aamiin.
Jangan lupa bahagia.
.........
"Aku sungguh tidak bisa mempercayakan sisa hidupku pada mas Anand. Sudah jelas bagaimana karakter hasil didikan tante." Tara melawan dengan berani.
Suasana semakin panas dan tidak terkendali. Nyonya Gita masih kekeh kalau Tara harus menikah dengan Anand. Diskusi semakin alot.
"Kamu jangan sombong, Tara! Masih untung Anand mau menikahimu. Jika tidak, memangnya siapa lagi yang akan mau dengan janda beranak." Nyonya Gita mulai emosi dan merendahkan Tara.
"Gita! Jaga ucapanmu!" Tuan Yoga tidak terima putrinya dihina.
"Apa papa dan mama masih akan mendorongku ke jurang penderitaan? Mama mertuaku sungguh baik sekali bukan?" Tara menyindir.
"Indra sebaiknya kamu didik istrimu dulu agar bisa sadar akan kesalahannya. Bukan hanya nyari ribut saja." Tuan Yoga mulai marah.
"Bagaimanapun juga lebih baik Tara menikah dengan Anand, Yoga. Hanya Anand yang bisa menerima Tara dan anak Aryan." Tuan Indra masih tidak mau mundur karena terlanjur termakan bujukan istrinya.
Plok... Plok... Plok... Gala datang sembari tepuk tangan.
"Ternyata Tuan dan Nyonya Cakra Wangsa memang sudah sependapat sekarang."
"Siapa bilang kalau cuma Anand yang akan menerima Tara dan anaknya. Aku akan menerima Tara dan anak Aryan. Aku yang akan menjaga dan melindungi mereka selama aku masih hidup." Gala menjawab kegelisahan Tuan Yoga.
"Apa salahnya menjadi janda? Menjadi janda tidaklah rendah. Justru kelakuan nyonya Gita yang begitu rendahan. Aku tidak masalah menikahi Tara meskipun dia adalah janda beranak sepuluh." Ucap Gala penuh keyakinan.
"Gala, kamu datang." Tuan Yoga sangat bahagia dan memeluk Gala.
"Tentu, pa. Aku datang untuk cintaku yang sempat terlepas, kini aku harus merebutnya kembali." Gala memeluk Nyonya Lita juga.
"Apa maksud mu, Yoga?" Tuan Indra tidak terima.
"Aku memang meminta Raji untuk memanggil Gala pulang. Aku tahu Tara dan Gala dulu saling mencintai." Tutur Tuan Yoga.
"Jadi maksudmu adalah Tara memiliki pria idaman lain?"
"Tara selingkuh?" Teriak Nyonya Gita tidak terima.
"Jadi kamu selingkuh di belakang Aryan? Jadi untuk apa kamu menangisi kepergian Aryan?"
"Atau jangan-jangan anak yang di kandungan mu itu juga bukan anak Aryan?" Cecar Nyonya Gita.
__ADS_1
"Gita, tutup mulutmu. Kenapa kamu memfitnah Tara ku?"
"Aku tidak menyangka kamu adalah mama mertua yang begitu buruk untuk Tara ku." Nyonya Lita akhirnya berani membalas omongan Nyonya Gita.
"Bukannya sudah jelas? Tadi Yoga bilang kalau Tara dan Gala dulu saling mencintai, itu berarti mereka selingkuh di belakang Aryan." Nyonya Gita memojokkan.
"Nyonya Gita, jangan terlalu arogan. Saya tahu semua tentang anda, jangan memutar balikkan fakta." Ucap Gala santai.
"Apa maksud mu?" Nyonya Gita sewot.
"Bukankah tante Gita mengincar kekayaan yang Tuan Indra berikan pada Aryan?"
"Bukankah Anand pun juga mengincar 60 % kekayaan Tuan Indra yang akan diberikan pada Aryan?"
"Bahkan sebelum anda mengusir Indi, Anand sudah berencana memenangkan sayembara demi 60 % harta Cakra Wangsa. Dia juga berencana kembali pada Indi jika sudah mendapatkan harta itu." Papar Gala.
"Tutup mulutmu! Kamu jangan memfitnah anakku!"
"Bukankah kamu mau menikahi Tara juga karena hartanya?" Nyonya Gita berusaha mengembalikan serangan dari Gala.
Tara sepertinya hobi sekali menyiram orang dengan teh. Tangan Tara reflek menyiramkan secangkir tehnya pada Nyonya Gita.
"Tante tidak tahu apa-apa tentang Gala, jadi jangan sembarangan memfitnah. Dia tidak seburuk tante dan Anand." Sarkas Tara.
Semuanya kaget melihat Tara begitu membela Gala. Semua tidak menyangka jika Tara bisa berbuat sangat tidak sopan terhadap mama mertuanya.
"Jika dihitung kekayaan Gala, takutnya tante akan shock karena tidak percaya." Sinis Tara.
"Aku sangat percaya pada Gala, bahkan mas Aryan juga sangat percaya pada Gala. Mas Aryan sudah meminta pada Gala agar melindungi aku dan anakku." Jelas Tara.
"Mana mungkin Aryan sempat meminta Gala untuk melindungi kamu dan anakmu. Aku juga melihat bagaimana Aryan pergi. Itu hanya akal-akalan mu untuk bersama dengan pria idaman mu saja."
"Papa juga tidak percaya dan marah saat aku minta Tara menjauhi Gala. Sekarang terbukti mereka selingkuh kan?" Nyonya Gita protes pada Tuan Indra.
"Nyonya Gita, anda selalu saja tergesa-gesa. Aryan memintaku melindungi Tara setelah diketahui Tara hamil. Mungkin firasatnya sangat kuat. Setelah menghajar Anand waktu itu, saya pergi ke Pakistan. Anak yang Tara kandung memang anak Aryan. Saya akui saya sangat mencintai Tara, tapi saya tidak pernah merusak kesucian Tara atau merusak kepercayaan papa Yoga." Gala menghadapi keadaan dengan kepala dingin.
"Saya bukan Anand yang suka berzina dengan pacarnya. Saya mencintai dan menghormati Tara, bukan sekedar nafsu. Malah justru Anand yang anda bangga-banggakan sempat menyamar menjadi Aryan dan melecehkan Tara. Untung saja saya masih sempat melindungi Tara dari Anand yang mesum." Nyonya dan Tuan Cakra Wangsa ditampar kenyataan.
"Papa Yoga dan mama Lita? Aku, Gala meminta Tara untuk menjadi istriku, apakah papa dan mama akan mengijinkan? Maaf kalau lamaran ini aku hanya datang seorang diri dan dalam keadaan yang kurang mengenakkan." Gala meminta ijin pada Tuan dan Nyonya Maheswari.
"Kami tidak akan memberi ijin." Ucap Nyonya Gita.
"Mama percaya kamu bisa menjadi yang terbaik untuk Tara dan anaknya." Nyonya Lita bahagia karena Gala mau menerima Tara.
"Papa akan sangat setuju jika kamu yang bersama Tara." Tuan Yoga memeluk Gala.
"Yoga, Tara masih menantu kami!" Nyonya Gita gusar."
__ADS_1
"Kami tidak mengijinkan Tara menikah dengan Gala." Ucap Tuan Indra.
"Tante jangan khawatir, aku tidak akan meminta 60 % kekayaan Cakra Wangsa. Meskipun itu adalah hak mas Aryan dan harusnya menjadi hak anakku dan aku sebagai istri mas Aryan."
"Bukankah mas Aryan juga sudah meminta papa Indra untuk memberikan semuanya pada mas Anand?"
"Anak yang kamu kandung adalah cucu Cakra Wangsa juga. Kami juga punya hak. Sebagai kakeknya, aku tidak mengijinkan kamu menikah dengan pria lain selain Anand." Tuan Indra tidak mau kalah.
"Apa itu benar-benar keinginan papa atau hanya pengaruh dari tante saja?" Tara mencoba menyadarkan Tuan Indra.
"Anakku tetaplah cucu mu, pa. Tapi aku tidak percaya jika harus mendidik anakku bersama mas Anand dengan bayang-bayang tante Gita. Bukankah papa lebih tahu tentang mas Anand dan tante Gita?"
"Anakku juga akan menjadi penerus Maheswari, aku sungguh tidak mau jika anakku dididik menjadi anak yang gila harta." Tara memelas di depan papa mertuanya.
"Lancang sekali mulutmu, Tara!" Teriak Nyonya Gita.
"Gala mencintaimu juga cuma karena harta!" Emosi Nyonya Gita meluap-luap.
"Apa kamu tidak tahu kalau Gala juga punya bisnis bersama Tara? Selain itu Gala juga punya properti dan pendapatan dari bisnis-bisnisnya yang lain." Tuan Yoga membela Gala.
"Mana mungkin dia yang cuma anak karyawan mu bisa memiliki banyak usaha." Nyonya Gita tidak percaya.
"Ha... Ha... Ha... Itu bisnis Gala sendiri, seperti Aryan yang merintis usaha sendiri. Bukan seperti seseorang yang hanya sembunyi di bawah ketiak mu. Gala ku sudah aku ajari bisnis sejak masa sekolah."
"Rasanya aku senang sekali jika Tara dan Gala bersatu. Meskipun hati ini masih sedih kehilangannya Aryan karena dia adalah menantu yang baik."
"Indra, maafkan kali ini aku harus bersikap tegas. Aku tidak mau mengorbankan hidup putriku satu-satunya demi keserakahan istrimu. Aku lebih punya hak atas anak yang Tara kandung, aku juga kakeknya. Aku juga tidak bisa mempercayakan anak dan cucuku pada Anand, meskipun belakangan ini dia sedikit berubah jadi lebih baik. Ditambah lagi istrimu meragukan anak yang Tara kandung, itu berarti istrimu tidak menerimanya sebagai cucunya." Tuan Yoga kali ini bertindak tegas dan tidak terpengaruh dengan omongan Nyonya Gita lagi.
"Aku memohon padamu, Ndra. Tolong pikirkan baik-baik. Aku sungguh tidak terima jika cucuku nanti di bawah bayang-bayang Anand dan istrimu. Kamu pasti lebih tahu bagaimana tabiat mereka." Tuan Yoga rela memohon pada besannya itu.
"Cucuku pasti akan lebih aman bila bersama keluarga Maheswari. Aku akan mendidiknya menjadi penerus Maheswari selanjutnya. Tentu juga sebagai penerus Aryan Cakra Wangsa, pasti dia bangga memiliki ayah seperti Aryan. Seperti yang telah Tara katakan tadi, jika yang istrimu permasalahankan adalah harta keluarga mu, maka kami tidak akan menuntut 60 % yang kamu janjikan pada Aryan."
Nyonya Lita memeluk Tara, bersyukur karena suaminya membela hak putrinya. Tara seakan mendapatkan semangat untuk menjalani hidup tanpa Aryan. Kedatangan Gala dan dukungan dari papa mamanya membuat Tara semangat kembali.
.................
Akankah Tara menerima Gala kembali?
Akankah Tuan Raji akan merestui Tara dan Gala?
Akankah Tuan Indra mau menerima keputusan Tara dan Tuan Yoga?
Akankah Nyonya Gita menerima kekalahannya?
Ikuti terus ceritanya ya 🙏🏼👍🏼
Yuk ditunggu jempolnya👍🏼, komentarnya dan dukungannya❤. Terima kasih telah bersedia mampir membaca.
__ADS_1