
Like dan komentar kalian membuat author semangat nulis, apalagi kalau ditambah favorit, vote dan hadiah.
Jadi, please 🙏🏼 jangan lupa like dan komentarnya, kalau berkenan tambahkan favorit juga, terus kasih vote dan hadiah.
Reader yang memberikan dukungan, semoga rejekinya melimpah. Aamiin.
Jangan lupa bahagia. Terima kasih 🙏🏼
.........
"Tara lihatlah kedua jagoan mu." Gala datang bersama dua orang perawat membawa kedua anaknya ke kamar rawat inap Tara.
"Baby Aryan..." Tara semangat.
"Cucuku…" Mama Lita bergegas ingin mengambil alih salah satu cucunya dari tangan perawat.
"Maaf nyonya, ini waktunya IMD atau inisiasi menyu-su dini. Setelah ini nyonya bisa mengajaknya sebentar." Perawat menjelaskan dengan sopan.
"Baiklah, IMD lebih penting. Silakan mbak…" Mama Lita mempersilakan sang perawat.
"Hey… Gala…! Apa kamu ingin mengintip Tara? Ingin melihat baby twin sedang IMD?"
"Maksudnya, ma?" Gala belum paham.
"Ck… Kamu tidak boleh melihat! Jadi kamu sebaiknya tunggu di luar dulu!" Perintah Mama Lita.
"Terus kenapa mama boleh di sini?" Gala bingung.
"Ck… Kamu punya ponsel kan? Kamu searching aja sendiri, apa itu IMD." Mama Lita mengusir Gala.
For Your Information. Inisiasi menyu-su dini adalah proses bayi menyu-su segera setelah dilahirkan, di mana bayi dibiarkan mencari p*ting su-su ibunya sendiri bukan disodorkan. Inisiasi Menyu-su Dini atau IMD akan sangat membantu dalam keberlangsungan pemberian ASI eksklusif dan lama menyusui. Dengan demikian bayi akan terpenuhi kebutuhannya hingga usia 2 tahun dan mencegah anak kurang gizi.
Kedua perawat bingung kenapa Nyonya Lita mengusir Gala, namun mereka tidak berani bertanya. Mereka pikir Gala adalah ayah dari kedua baby twin atau mungkin saja agar tidak terasa canggung makanya Gala disuruh keluar dulu. IMD pun berjalan lancar, Tara begitu bahagia dengan kehadiran kedua anaknya. Setelah IMD selesai dan baby twin sudah tertidur pulas, Nyonya Lita pun menyuruh Gala masuk lagi.
"Apa kamu sudah memikirkan nama mereka?" Tanya mama Lita pada Tara.
"Atau mas Aryan sempat memikirkan nama anaknya?" Sahut Gala.
"Tidak sempat, tak mengapa… Biar aku yang memberi nama." Tutur Tara.
"Apa tidak tanya pendapat papa Yoga dan papa Indra?" Saran Gala.
"Tidak mengapa… Kan anak Tara, jadi Tara berhak memberikan nama." Mama Lita mengambil keputusan dengan bijak.
"Aku ingin menamai mereka Artha dan Arga Cakra Wangsa."
"Artha singkatan dari Aryan dan Tara yang memiliki makna arti kehidupan atau bisa berarti kekayaan. Sedangkan Arga singkatan dari Aryan dan Gala yang memiliki arti gunung yang tinggi. Kekayaan dan gunung yang memberikan kehidupan bagi manusia disekelilingnya. Semoga kelak anak-anakku ini bermanfaat dan mau menolong sesama, tidak serakah akan duniawi."
__ADS_1
"Aamiin…" Serentak mengamini.
"Tidak pakai Maheswari?" Tanya Gala.
"Itu terlalu panjang, kasian kalau nanti ujian nasional, hahaha…" Tara berkelakar.
"Kamu ini…" Mama Lita menepuk lengan Tara.
"Nanti kalau anak kita baru pakai 1 Maheswari dan 1 Bagaskara." Tara menatap Gala.
"Okay..." Gala tersenyum salah tingkah, apalagi sekarang sedang ada mama Lita di samping mereka.
"Duh… Mama jangan dijadiin obat nyamuk dong!" Protes mama Lita.
"Mama bisa aja." Tara menyahut, Gala hanya tersenyum malu pada mama Lita.
"Apa aku boleh mencoba menggendongnya?" Pinta Gala.
"Sini, mama ajarin." Mama Lita menawarkan bantuan pada Gala.
Gala pun belajar mengendong salah satu baby twin. Awalnya terlihat kikuk, begitu baby dalam dekapan, dia merasa lebih releks dan lebih nyaman.
"Anak papa ganteng sekali." Ucap Gala spontan dan menci-umi sang baby.
Mama Lita menyenggol Tara. "Lihat! Sepertinya dia lupa itu anak siapa. Baby twin tidak akan kehilangan sosok ayah meskipun Gala yang menjadi ayah sambungnya. Mama justru tidak yakin dengan Anand."
"Pasti mama akan membantu kalian mendidik dan mengasuh baby twin. Mereka mengemaskan sekali." Janji mama Lita.
Gala asyik memandangi baby mungil yang ada di gendongannya dan tidak menghiraukan apa yang sedang Tara dan mama Lita bicarakan. Dia hanya bisa tersenyum dan sesekali ingin menci-um dan menci-um baby, lagi dan lagi.
"Anak papa ganteng ya, ada mirip dikit sama mama Tara. Nanti kalau udah gede dibuatin adek yang cantic ya, biar mama Tara ada saingannya." Gala seolah-olah berbicara dengan baby yang sedang dia gendong.
"Baru aja lahiran, udah mikir bikin adek. Ck… Sabar dong…!" Tiba-tiba Tuan Yoga datang menyahut.
"Mana cucuku, aku juga ingin menggendongnya." Pinta Tuan Indra.
"Aduh para kakek muncul berebut. Aku duluan yang gendong, papa gendong yang satunya lagi." Gala menolak memberikan baby yang sedang dia gendong.
"Yang satu digendong Indra, terus papa gendong yang mana?" Tuab Yoga protes.
"Iih… Papa ngalah dulu dong, papa kan sudah pernah gendong Tara pas masih bayi. Sekarang biar aku dulu yang gendong anakku." Gala menolak.
"Ck… Sudah berani ya perhitungan sama papa? Ma, calon mantu kaya gini enaknya diapain?" Ancam Tuan Yoga.
"Ah… Papa gitu sih… Ya udah ini..." Memberikan baby yang ada dalam gendongannya pada papa Yoga.
"Ha… Ha… Sini… Sini… Sama kakek ya…" Papa Yoga bahagia.
__ADS_1
"Tara, apa kamu sudah memikirkan nama mereka?" Tanya papa Indra.
"Sudah, pa. Papa tidak keberatan kan? Kalau aku yang memberi nama pada mereka berdua?" Tanya Tara.
"Tidak, yang penting maknanya bagus, mereka kan anakmu dan Aryan, jadi kamu berhak menamai mereka." Jawab papa Indra.
"Namanya Artha dan Arga Cakra Wangsa yang berarti kekayaan gunung yang bermanfaat bagi kehidupan di sekelilingnya." Jelas Tara.
"Bagus, papa suka." Sahut papa Indra.
"Semuanya pakai A. Berarti kamu nanti harus bikinin papa cucu lagi, pakai nama Maheswari dan Bagaskara." Pinta papa Yoga.
"Tuh kan, pa. Tadi aja ada yang bilang baru aja lahiran, udah mikir bikin adik." Ledek Gala.
"Ha… Ha… Ha… Nikah dulu dong baru mikirin bikin adik buat si kembar." Jawab papa Yoga.
"Ck… Kalian ini para pria tidak mikirin sakitnya wanita saat lahiran. Tunggu Tara sembuh dulu dong, baru mikirin acara nikahan." Mama Lita menginterupsi.
"Nikahan? Siapa yang menikah?" Tiba-tiba Anand datang.
"Pernikahanku dengan Gala." Jawab Tara tegas.
"Apakah kamu sudah memikirkannya dengan baik? Kenapa kamu justru menikah dengan bodyguard mu?" Protes Anand.
Tuan Indra menatap Anand dengan tajam hingga Anand pun tidak berani mendebat Tara lagi.
"Wow… Baby twin, seperti aku dan Aryan. Pa, bolehkah aku menggendongnya sebentar?" Pinta Anand.
"Jangan, dia sedang tidur, nanti dia bisa kebangun dan menangis." Papa Indra menolak permintaan Anand.
Anand pun hanya bisa melihat dan mengelus baby yang sedang digendong sang kakek.
"Kamu nanti gendongnya kalau mereka sudah agak besar aja, kalau sekarang masih riskan." Lanjut papa Indra.
Tuan Indra takut kalau Anand merasa tersinggung dan menjadi marah, benci atau mendendam. Beberapa bulan ini, Anand sudah mengalami banyak perubahan setelah tidak terlalu mendengarkan kata-kata Nyonya Gita.
"Tara, nanti cintailah mereka dengan adil agar dia tidak menjadi salah seperti aku." Tiba-tiba Anand berpesan pada Tara.
"Iya, mas Aryan juga pernah berpesan kalau anak kami kembar, kami harus mencintai dan memperhatikan mereka dengan adil. Terima kasih sudah mengingatkan." Jawab Tara.
Keheningan sejenak menghantui, mengenang kembali, mengingat kembali sosok Aryan yang telah tiada.
.................
Apakah mereka akan sampai ke pernikahan?
Ikuti terus ceritanya ya 🙏🏼👍🏼
__ADS_1
Yuk ditunggu jempolnya👍🏼, komentarnya dan dukungannya❤. Terima kasih telah bersedia mampir membaca.