
Reader jangan lupa tinggalkan jejak dukungan ya... 🙏🏼🙏🏼🙏🏼
Reader yang memberikan dukungan, semoga rejekinya melimpah. Aamiin.
Jangan lupa bahagia.
.........
Sudah 3 hari pasca kecelakaan, Nyonya Gita sudah pulang ke kediaman Cakra Wangsa. Tuan Indra masih meminta polisi mengusut kasus kecelakaan yang menimpa istrinya. Tuan Indra merasa yakin jika kecelakaan itu bukan murni kecelakaan tunggal melainkan kecelakaan yang sudah direncana oleh orang lain.
Pak Sastro adalah sopir yang menyopiri mobil Nyonya Gita waktu kecelakaan sore itu, dia bisa saja sebagai saksi atau malah menjadi tersangka atas terjadinya kecelakaan itu. Polisi mendatanginya ke rumah sakit untuk dimintai keterangan, meskipun kondisi masih dalam perawatan tidak menghentikan polisi untuk melakukan penyelidikan.
Berdasarkan keterangan Pak Sastro, sore itu jalanan sepi dan gerimis mengundang berubah menjadi hujan yang cukup deras. Hanya mobil yang dia sopiri yang sedang melintas di jalan itu, baik dari belakang maupun dari depan tidak ada kendaraan lain yang melintas. Pak Sastro masih ingat saat tiba-tiba ban mobil bagian depan pecah dan menimbulkan dentuman cukup keras, setelah itu disusul dengan ban belakang yang pecah juga. Dia berusaha mengerem dan mengendalikan laju mobil namun mobil limbung ke sebelah kiri dan bergesekan dengan pembatas jalan. Bunyi rem berdecit keras dan ditambah dengan bunyi velg yang bergesekan dengan aspal. Tidak ada keterangan berarti dari Pak Sastro karena dia hanya menceritakan rincian kejadian.
Pak Sastro sebenarnya samar-samar mendengar suara orang starter motor dan suara motor itu mulai menjauh. Pak Sastro tidak yakin apakah pendengarannya itu benar atau suara motor itu dari desa di belakang kebun itu. Karena merasa tidak yakin, Pak Sastro memilih diam dan tidak memberitahukannya pada polisi. Dia pun yakin jika Nyonya Gita pasti tidak mendengarnya.
Di kediaman Cakra Wangsa 1 minggu setelah kejadian kecelakaan itu, akhirnya Nyonya Gita pulih dan bersedia bertemu dengan polisi serta memberikan keterangan. Nyonya Gita tidak harus datang ke kantor polisi tapi polisi yang mendatanginya untuk dimintai keterangan. Nyonya Gita memberikan keterangan yang sama dengan sang sopir. Pada saat kejadian itu Pak Sastro tidak mengantuk ataupun dalam pengaruh obat dan alcohol. Dia juga mencoba mengerem mengendalikan laju mobil agar mobil tidak menabrak terlalu keras. Pak Sastro sudah lama menjadi sopirnya dan hubungannya dengan keluarga Cakra Wangsa sangat baik. Apalagi dengan terjadinya kecelakaan ini secara fisik keadaan Pak Sastro lebih parah dari pada Nyonya Gita.
Polisi memberi informasi pada Tuan Indra bahwa telah ditemukan beberapa paku yang besar-besar yang menancap pada ban yang pecah. Polisi pun merasa heran dari manakah datangnya paku-paku sebanyak itu. Polisi pun masih menduga-duga, bisa saja ada pengendara yeng melewati jalan itu dan membawa paku namun tidak sadar jika paku-paku itu tercecer di jalan karena wadahnya yang robek atau berlubang. Kasus ini sangat sulit dipecahkan, apalagi guyuran hujan dan motor pengendara lain yang berseliweran dan berhenti untuk menonton evakuasi saat itu telah menghapus jejak dan bukti. Kemungkinan besar polisi akan menghentikan penyelidikan karena sangat minim barang bukti.
...…...
Sudah seminggu ini Tara jarang ke butik maupun ke kantor papanya. Terkadang Tara menemani Aryan menjenguk dan menjaga mamanya. Mau tak mau mereka bertemu dengan Anand, sudah pasti Anand akan menunggu dan menjaga mamanya juga. Ada rasa kesal dan benci saat bertemu dengannya, namun Tara seolah tidak menganggap keberadaan Anand di situ. Anand yang berusaha baik dan mengajak Tara mengobrol pun tidak pernah digubris.
__ADS_1
Pagi ini Tara pergi ke butik, meskipun dia tidak datang beberapa hari, masih ada karyawan-karyawan kepercayaannya yang bisa diandalkan untuk menjalankan operasional butik. Tara pun menyempatkan diri berkeliling mengecek ke setiap bagian hingga akhirnya dia ke ruang kerjanya. Begitu sampai di depan pintu ruang kerjanya, Tara terpikir untuk mengunjungi Gala di ruang sebelah. Tara mengetuk pintu, namun tidak ada jawaban. Dia pun masuk karena penasaran dimanakah Gala. Tara masuk ke ruangan Gala tanpa menunggu jawaban, namun dia tidak menemukan orang yang dia cari. Tara meraih ponsel di saku bajunya lalu dicarinya nomor Gala dan segera meneleponnya.
"Nomor yang anda tuju sedang tidak aktif, cobalah beberapa saat lagi." Suara sambungan telepon.
Tara mematikan panggilan teleponnya dan mencoba menelepon Gala lagi. Setelah beberapa kali mencoba menghubungi, jawaban yang terdengar masih sama, nomor tidak aktif. Tara bingung karena tidak biasanya Gala seperti itu. Tara terpikir untuk memanggil Frans orang kepercayaan Gala, mungkin saja dia tahu kemana Gala pergi.
Frans sudah masuk ke ruangan Tara, dia sudah tahu kenapa dia dipanggil.
"Frans, apa kamu tahu Gala kemana? Bahkan nomor teleponnya tidak bisa dihubungi." Tidak sabar.
"Sudah seminggu ini dia menyerahkan semua pekerjaannya yang di sini padaku." Tutur Frans.
"Apakah dia mengatakan hal lain atau apa?" Tara semakin bingung karena tidak biasanya Gala seperti itu.
"Maaf, Tara. Setahuku Gala ingin pergi menenangkan hatinya dulu, tapi aku tidak tahu dia pergi kemana." Jawab Frans jujur.
"Meskipun Gala pergi, dia tetap menyuruh beberapa bodyguard untuk mengawal kamu dari jauh." Ujar Frans.
"Gala yang terbaik, aku hanya butuh dia seorang saja."
"Maaf kalau aku lancang. Jika kamu hanya membutuhkan Gala, lalu kenapa kamu menikah dengan orang lain dan tidak berusaha memperjuangkan Gala?" Perkataan Frans langsung menghunus ke hati Tara.
"Sebaiknya kamu biarkan Gala pergi untuk sementara, biarkan dia mencari kebahagiaannya sendiri." Imbuh Frans.
__ADS_1
Tara bergegas pergi dan tidak mempedulikan perkataan Frans. Jelas terlihat raut wajah sedih, kecewa dan penyesalan. Tara dihadapkan pada pilihan yang sulit, dia merasa apapun keputusan yang dia ambil pasti akan melukai orang-orang yang dia cintai.
"Aku sudah memberitahu Tara tentang kepergian mu untuk sementara waktu. Tara terlihat sangat sedih karena kamu pergi tanpa pamit padanya. Dia bergegas pergi entah kemana." Frans mengirim pesan pada nomor Gala yang baru.
Tara pergi ke kantor papanya, mungkin saja Gala masih di sana atau dia bisa bertanya pada ayah Gala. Sesampainya di kantor pusat Maheswari Corporation Tara langsung menuju ruangan Gala, namun asisten Gala memberitahu bahwa Gala sedang tidak ada di tempat. Tara pun mendatangi ruangan ayah Gala dan menanyakan kemana perginya Gala.
"Nak Tara, sebaiknya kamu tidak mencari Gala. Tolong mengertilah posisi Gala, biarkan dia pergi untuk sementara waktu." Hanya itu yang dikatakan oleh ayahnya Gala.
Tara pergi tanpa menemui papanya. Dia bergegas pulang dan ingin mengecek kemungkinan Gala masih di paviliunnya.
"Gala, apa kamu marah padaku karena aku sedikit menghindar darimu? Bahkan kita jarang komunikasi lagi." Ucap Tara dalam hati.
"Setidaknya kamu harusnya memberitahu aku jika kamu ingin pergi untuk sementara waktu. Tapi mengapa kamu tidak memberitahu aku sama sekali? Aku merasa dicampakkan dan tidak dianggap lagi. Gala, mungkin hatimu sesakit ini saat aku memutuskan menikah dengan mas Aryan dan membuat jarak di antara kita." Air mata membasahi pipi.
Gala sedang berada di mobil menuju bandara. Tekatnya sudah bulat untuk sementara waktu dia butuh healing di tempat dimana tidak ada kenangan antara dia dan Tara.
"Setelah pergi untuk beberapa waktu semoga nanti aku bisa lebih ikhlas melihatmu bahagia dengan mas Aryan. Aku berharap kamu tidak akan marah padaku karena aku pergi tanpa pesan. Aku selalu mencintaimu meskipun aku tidak tahu apakah akan ada saatnya aku bisa memilikimu. Saat ini aku tidak bisa mencintai wanita lain, aku hanya bisa mencintaimu karena sedari kecil mata ini hanya tertuju padamu." Batin Gala.
Tara sudah sampai di kediaman Maheswari, dia tidak mempedulikan beberapa ART dan team keamanan yang menyapanya. Tara berlari ke paviliun Gala, pintunya tidak dikunci dan Tara pun masuk. Namun dia harus menelan kekecewaan karena paviliun itu telah kosong dan sepertinya baru selesai dibersihkan.
.................
Kemana nih Abang Gala yang paling ganteng?
__ADS_1
Ikuti terus ceritanya ya 🙏🏼👍🏼
Yuk ditunggu jempolnya👍🏼, komentarnya dan dukungannya❤. Terima kasih telah bersedia mampir membaca.