
Bikin sop buah pakai biji selasih
Makan mie ayam pakai saos tomat
Wahai reader yang terkasih
Berikan support agar author semangat
Reader yang memberikan dukungan, semoga rejekinya melimpah. Aamiin.
Jangan lupa bahagia.
.........
Acara makan malam telah ditutup dengan kesepakatan perjodohan. Ada hati yang terluka, ada hati yang gelisah dan ada hati yang berbunga-bunga.
Di sudut lain di kediaman Maheswari ada hati yang terluka. Ya, hati Gala yang terluka, bunga cinta di hatinya layu sebelum berkembang.
Potret Gala yang galau gundah gulana.
"Hatiku hancur mengenang dikau, berkeping-keping jadinya. Kini air mata jatuh bercucuran. Tiada lagi harapan. Tiada seindah waktu itu. Dunia berseri-seri, malam bagai siang, seterang hatiku penuh harapan padamu."
"Kini hancur berderai, kesedihan berantai. Kuncup di hatiku yang lama ku simpan, hancur kini sebelum berkembang."
"Mengapa ini harus terjadi di tengah kebahagiaan? Ku ingin rasakan lebih lama lagi hidup bersama denganmu."
"Tiada seindah waktu itu. Dunia berseri-seri malam bagai siang, seterang hatiku penuh harapan padamu."
"Kini hancur berderai, kesedihan berantai. Kuncup di hatiku yang lama ku simpan, hancur kini sebelum berkembang."
"Mengapa ini harus terjadi di tengah kebahagiaan? Ku ingin rasakan lebih lama lagi hidup bersama denganmu."
"Ku ingin rasakan lebih lama lagi hidup bersama denganmu."
.........
Di sudut lain di kota itu, malam itu sepulang acara makan malam. Ada hati yang bahagia dan berbunga-bunga, hati siapa lagi kalau bukan hati Aryan dan hati Tara yang berbunga-bunga.
Aryan mengirim pesan kepada Tara.
__ADS_1
"Aku mencari diriku sendiri di wajahmu. Kau telah masuk ke dalam mataku sedemikian rupa, hingga tidak ada tempat bahkan untuk mimpi. Musim hujan ini, air hujan ini.Tetes air ini hanya mencarimu. Keinginan untuk bertemu adalah keinginan lama (sejak dulu). Kisahku ini menjadi lengkap hanya karenamu."
Ting...
Handphone Tara berbunyi, pertanda ada pesan masuk. Tara deg-degan melihat pop up pesan masuk yang terlihat di layar handphonenya. Tara belum berani membuka pesan itu, karena dia bingung mau menjawab apa. Tara berguling-guling di kasur king size miliknya. Dilihatnya kembali pop up pesan dari aplikasi chatting itu, dia hanya tersenyum bahagia, wajahnya tersipu lalu bersembunyi di balik selimut.
Setelah beberapa menit berlalu, akhirnya Tara memberanikan diri untuk membalas pesan dari Aryan.
"Aku menanyakan alamatmu pada angin. Berharap kau datang dari suatu tempat saat itu. Hatiku dalam pengembaraan seperti burung. Hanya ini permintaanku, ku mohon datanglah sekali saja dan dengarkan apa yang hati ini tak bisa katakan. Ku harap kita bisa berteman lebih dekat."
Aryan tersenyum bahagia membaca balasan dari Tara, kemudian dia mengirim pesan lagi pada Tara.
"Baiklah, mari kita mulai dengan pertemanan dahulu. Mari saling menguatkan demi meraih cita-cita. Have a nice dream, Tara."
Tara senyum-senyum sendiri sambil membaca dan membalas pesan Aryan.
"Have a nice dream mas Aryan."
Mereka berdua menutup malam ini dengan senyum bahagia, tanpa tahu ada hati yang terluka karenanya.
.........
Di sudut lain di kota itu, malam itu sepulang acara makan malam. Ada hati yang gelisah, hati yang merasa bersalah. Dia menyesali, betapa kejamnya, betapa tajam lidahnya telah menghunus ke ulu hati Tara. Dia telah menghina dan menghakimi orang secara sepihak.
Ketik, hapus, ketik, hapus, ketik hapus lagi, begitu berulang kali. Anand masih merangkai kata untuk minta maaf pada Tara. Jika tidak sanggup bicara langsung, setidaknya dia harus minta maaf melalui pesan terlebih dahulu.
"Selamat malam Tara. Maaf menganggu waktu istirahat mu. Aku hanya ingin minta maaf atas semua sikapku dan perkataanku kepada mu. Aku mengakui, akulah yang salah. Aku terbawa emosi hingga tak tahu dengan siapa aku bicara. Tolong maafkan aku, jika kamu mau, aku siap untuk melakukan beberapa hal untuk menebus kesalahanku padamu. Kenyataannya yang salah bukan cuma aku, tapi teman dekatmu itu juga salah. Jadi tolong maafkan aku. Terima kasih karena kamu tidak membahas masalah kita di depan keluargaku dan keluargamu."
Akhirnya Anand mengirim pesan yang sudah berulang kali dia edit. Harap-harap cemas apakah Tara sudi memaafkannya atau sekedar membaca dan membalas pesan yang dia kirimkan.
Anand terus menunggu balasan atas pesannya, namun hingga tengah malam pesan itu hanya dibaca tanpa dibalas oleh Tara.
Keesokan harinya, Anand mencoba untuk menelepon, namun tidak diangkat oleh Tara. Anand tak putus asa, sore hari dia menelepon Tara lagi, sampai berulang kali hingga akhirnya di-reject.
Tiga hari telah berlalu, beberapa pesan telah dikirim oleh Anand, berulang kali pula dia mencoba menelepon. Pesan balasan dari Tara tak kunjung datang, telepon juga tak pernah diangkat, akhirnya Anand memutuskan untuk meluangkan waktu minta maaf secara langsung.
.........
Sore itu Anand datang berkunjung ke kediaman keluarga Maheswari. Satpam sudah membuka gerbang, mobil Anand telah dipersilakan masuk. Namun ketika bel dibunyikan, Bi Tarti yang membukakan pintu, padahal Anand berharap Tara yang membukakan pintu.
"Selamat sore tuan muda, maaf mau bertemu dengan siapa?" Sapa Bi Tarti.
__ADS_1
"Selamat sore bi, saya Anand mau bertemu dengan Tara, apa Tara ada?" Anand menyampaikan keperluannya
"Maaf tuan muda, non Tara sedang tidak di rumah, hanya ada nyonya Lita saja. Apa mau saya panggilkan?" Bi Tarti menawarkan.
"Tidak perlu dipanggilkan, saya ada perlu sama Tara. Kira-kira Tara pulang jam berapa ya, bi?" Tanya Anand.
"Maaf, kalau itu bibi tidak tahu." Bi Tarti menjawab sesuai instruksi Tara.
"Baiklah, bi, ini titip bunga sama coklat buat Tara. Sampaikan kalau saya kesini ingin bertemu dan berbicara berdua dengannya." Anand menitipkan hadiah dan pesan untuk Tara.
"Baik, tuan muda, akan saya sampaikan nanti kalau non Tara sudah pulang."
"Terima kasih bi, kalau begitu saya pulang dulu." Anand berlalu pergi.
Sebelumnya Gala telah melihat kedatangan Anand, Gala pun langsung bergegas memberi tahu Tara. Karena masih sakit hati dan malas bertemu, akhirnya Tara meminta Bi Tarti mengatakan pada Anand bahwa dia belum pulang.
Gala dan Tara sedang tertawa di balkon, menertawakan Anand yan berhasil mereka bohongi. Mereka sengaja ngobrol di balkon yang terlihat dari jalan depan rumah, Anand pasti akan melihat mereka saat keluar gerbang.
Anand tahu bahwa dia telah dibodohi, dia melihat Gala dan Tara yang ada di balkon, namun dia tidak bisa memaksa masuk lagi.
Ting...
Tiba-tiba HP Anand berbunyi tanda pesan masuk.
"Bagaimana rasanya kalau tak dianggap, itu masih belum sesakit dan belum memalukan seperti apa yang aku rasakan." Pesan dari Tara.
Anand menepikan mobilnya dan segera membalas pesan Tara.
"Aku tahu aku bersalah padamu, makanya aku datang untuk minta maaf. Anand membalas pesan Tara.
"Tidak semudah itu Anand Cakra Wangsa. Aku bukanlah fans-mu yang rela kamu perlakuan semau kamu. Aku juga bukan pacarmu, yang akan memaafkan kamu hanya karena seikat bunga dan sekotak coklat. Semua kata yang telah kau ucap tidak akan bisa kau tarik kembali. Oke, aku bisa memaafkan kamu, tapi luka ini, aku tak akan pernah lupa." Tara membalas pesan Anand lagi.
"Apa yang dapat aku lakukan agar kamu benar-benar memaafkan aku?" Tanya Anand.
"Tidak ada yang dapat kamu lakukan, karena aku tak membutuhkan apapun darimu. Cukup jangan muncul di hadapanku untuk beberapa waktu, karena aku sudah tak sanggup menahan emosi jika melihatmu di waktu dekat ini." Tara menjelaskan.
"Baiklah, terima kasih karena telah memaafkan aku, semoga kelak kamu bisa benar-benar memaafkan aku. Ku harap kita masih bisa berteman." Anand masih berharap Tara benar-benar memaafkannya.
...Flashback off...
......................
__ADS_1
Next part, lanjut perjodohan setelah wisuda ya. Masih butuh beberapa part untuk masuk ke bagian Harem Sang Janda Kaya.
Yuk ditunggu jempolnya, komentarnya dan dukungannya. Terima kasih, matur suwun.