
Pakai parfum jangan terlalu menyengat
Parfumnya pakai yang aroma vanilla
Reader, tolong berikan author semangat
Tambahkan favorit, vote, jempol, hadiah dan komentarnya
Reader yang memberikan dukungan, semoga rejekinya melimpah. Aamiin.
Jangan lupa bahagia.
.........
Tara memeluk Gala. "Kenapa harus terulang kembali, dipermalukan oleh teman sendiri. Gala, apa aku pernah tanpa sengaja menyakiti Rani?"
"Aku yang menyakiti dia, aku yang salah, Tara."
"Apa maksudmu?" Kebingungan jelas terpancar di wajah Tara.
"Aku menolak cintanya. Aku tidak bisa menerima cintanya. Kamu tahu sendiri apa alasanku 'kan?" Gala mengaku.
Tara membisu dan semakin erat memeluk Gala. Cinta terkadang memang dapat membutakan seseorang. Gala bingung kenapa tiba-tiba Tara memeluknya dengan erat, seperti orang yang takut kehilangan.
"Gala, apa aku boleh serakah dan egois?"
"Maksudnya?"
"Rani berbuat seperti itu karena kamu menolaknya, rasa cinta memang tidak bisa dipaksakan. Kalau di matanya aku yang salah biar itu jadi kenyataan."
"Kamu tidak salah Tara, aku yang salah." Gala tidak mau Tara malah menyalahkan dirinya sendiri.
"Jadi cintamu padaku juga kamu anggap sebuah kesalahan?" Tanya Tara.
"Tidak! Aku tidak pernah menyesali perasaanku padamu, meskipun aku tidak bisa memilikimu seutuhnya." Jawab Gala.
"Aku yang bersalah di mata Rani maka biarkan itu menjadi kenyataan. Aku ingin kamu hanya jadi milikku seorang." Tara telah mengambil keputusan.
Gala melepas pelukannya dan menatap Tara. "Apa kamu serius?"
"Aku serius, tapi kamu harus siap berbagi cinta dengan mas Aryan. Tapi dia yang menjadi prioritas." Tara meyakinkan Gala.
"Aku tak peduli siapa yang menjadi prioritas. Aku sudah bilang padamu sebelumnya, aku rela jadi yang kedua dan tak terlihat." Ucap Gala yakin.
"Aku sungguh beruntung mendapatkan cintamu. Apa aku seperti wanita murah-an?"
"Aku sungguh tidak bisa melepaskan kamu." Ucap Tara sedih.
"Terserah apa kata dunia, yang paling penting bagiku hanyalah cintamu." Gala balik meyakinkan Tara.
Gala menghujani wajah Tara dengan banyak kecupan, melampiaskan rasa rindu yang telah terpendam selama dua minggu ini.
"Tara, sebenarnya apa yang kamu rencanakan dengan foto kita berenam tadi?" Gala masih penasaran dengan rencana yang Tara buat.
"Tentu sesuatu yang tidak dipikirkan oleh Rani, tapi bisa terpikirkan oleh Ahsan."
"Maksudmu selir?" Gala kaget.
"Lebih tepatnya seperti wanita yang diperebutkan beberapa pria." Tara menatap Gala.
"Kamu memang layak diperebutkan. Kalau kamu jadi ratu mungkin juga akan ada banyak pria yang mengantri menjadi selirmu. Seperti diriku ini, aku pasti rela jadi selir asalkan mendapatkan cintamu."
"Apa papa mama sudah tahu perihal foto kita yang menjadi kontroversi?" Tanya Gala.
"Sudah, tapi beliau tidak mau ambil pusing. Hanya saja tante Gita tadi menelepon dan menanyakan semua itu pada papa."
"Tante Gita minta aku jaga jarak dari kamu dan harus segera tentukan pilihan. Mungkin mas Aryan belum bilang sama om dan tante soal lamaran."
"Apa kamu benar-benar akan menjaga jarak denganku?" Gala khawatir jika Tara akan menjaga jarak dan semakin jauh darinya.
"Aku bisa beralasan kalau kita harus profesional dan itu menyangkut pekerjaan. Gala tetaplah hanya milik Tara seorang."
"I love you, Tara." Bisik Gala di telinga Tara.
"I love you too... Gala. Terima kasih karena kamu selalu ada untukku."
"Sudah tugasku sebagai pengawal, lebih tepatnya pengawal hatimu."
Tara dan Gala mengambil jalan yang sulit untuk cinta mereka. Entah sampai kapan semua itu dapat disembunyikan.
.........
__ADS_1
Dua hari telah berlalu, akun sosial media Tara, Gala, Aryan, Anand, Karan dan Ahsan ramai diserbu netizen. Namun semuanya sepakat diam atas instruksi Tara, tak satupun dari mereka yang memberikan klarifikasi.
Mereka semua harus menjelaskan kepada keluarga mereka masing-masing, semuanya ini hanyalah kepentingan promosi semata.
Fashion magazineĀ merupakan salah satu majalah mode dan gaya hidup yang cukup terkenal di negara ini. Majalah ini terbit secara bulanan dan diterbitkan di beberapa negara sekitarnya.
Fashion magazine terbit hari ini, tepatnya dua hari setelah kontroversi foto Tara muncul. Semua orang kaget dibuatnya saat melihat cover fashion magazine edisi kali ini. Beruntung Tara memiliki kenalan editor di majalah fashion ini, hingga dia bisa minta tolong untuk membantunya, tentu semua itu juga karena latar belakang Tara yang seorang anak dari pengusaha nomor satu di kota itu.
Mereka berenam sengaja memposting ulang cover fashion magazine di akun sosial media masing-masing. Mereka tidak membubuhkan caption klarifikasi, mereka hanya menuliskan Tara Collection.
Cover kali ini berjudul boys before flower, terinspirasi dari drama Korea dan Taiwan. Netizen pun berbondong-bondong menyerbu sosial media mereka berenam.
Netizen A memberikan komentar. "Benar dugaan ku kemarin 'kan? Mereka hanya promosi. Netizen jangan gampang terhasut dengan berita-berita yang tidak jelas kebenarannya."
Netizen B memberikan komentar. "Mbak Tara cakep banget sih? Jadi pengen bawa pulang."
Netizen C memberikan komentar. "Wow... Semuanya pantas jadi model sih, cakep-cakep semua bikin iri."
Netizen D memberikan komentar. "Fix para haters makin iri dibuatnya."
Netizen E memberikan komentar. "Waduh! Beneran cuma promosi, maafkan kemarin sempat terhasut, semoga sukses mbak Tara dan kawan-kawan."
Netizen F memberikan komentar. "Baru nyadar mas @Gala_Bagaskara bodyguardnya mbak Tara ganteng banget. Siapa yang satu pemikiran nih?"
"Aku setuju kak. Love you kak @Gala_Bagaskara. Netizen G membalas komentar netizen F.
Netizen H memberikan komentar. "Mbak Tara mau pilih mas Aryan atau mas Anand? Bodyguard gantengnya @Gala_Bagaskara buat aku aja ya mbak."
Netizen I memberikan komentar. "Mbak Tara kenal pangeran @Ahsan_Ayyubi dan @Karan_Chopra dimana ya? Kok bisa sih nemu model yang ganteng maksimal gini?"
Netizen J memberikan komentar."Mau dong jadi flower-nya. Mbak Tara bikin cewek-cewek pada ngiri nih."
Netizen K memberikan komentar. "Pasti ini cuma buat nutupin kebusukannya aja nih."
"Iri bilang bos, jangan fitnah orang." Netizen F membalas komentar netizen K.
"Akun fake jangan menebar fitnah deh!" Netizen G ikut membalas komentar netizen K.
"Akunnya aja fake, pasti orangnya juga nggak jelas." Netizen D tidak ketinggalan mengomentari komentar netizen K.
"Beraninya cuma pakai akun fake, jangan banyak omong lah!" Netizen J membalas komentar netizen K.
Ternyata masih ada saja yang berkomentar buruk. Namun Tara mendapatkan begitu banyak pembelaan dari para netizen, yang sebelumnya menghujat kini beralih membela Tara.
Tara merasa lega karena tidak perlu klarifikasi lagi, semua sudah berbalik mendukungnya. Namun di lain pihak, Tara merasa kesal dengan netizen yang tiba-tiba menjadi fans Gala.
.........
Gala masuk ke ruangan Tara setelah memposting ulang cover dari fashion magazine.
"Tara, kenapa kamu malah cemberut? Kamu hebat sekali, dalam waktu singkat terpikir cara untuk mengubah serangan yang datang menjadi senjata." Puji Gala.
Tiba-tiba ponsel Tara berdering.
"Iya halo Mas Anand," Tara menjawab telepon.
"Aku mau menagih janji. Kita akan malam besok malam minggu di restoran Agra jam 19.30. Apa kamu bisa?" Tanya Anand.
"Tentu, aku tak lupa akan janjiku, besok aku akan datang."
"Kali ini biarkan aku datang menjemput kamu. Aku akan datang jam 7 tepat. Sampai bertemu besok malam minggu." Anand segera menutup sambungan telepon karena tidak ingin memberi kesempatan Tara untuk membantahnya.
Ponsel Tara berbunyi lagi.
"Iya halo, mas Aryan." Tara menjawab panggilan telepon dari Aryan.
"Kenapa tadi telepon kamu sibuk?" Tanya Aryan.
"Tadi mas Anand telepon dan nagih janji makan malam." Ujar Tara.
"Apa kamu harus pergi makan malam dengannya?" Aryan tidak suka.
"Mas, lebih baik mas siapin acara lamarannya, terus segera konfirmasi ke om dan tante."
"Okay... Kali ini aku relakan kamu makan malam dengan Anand." Aryan pun mengalah dan lebih memilih menyiapkan lamaran.
"Terima kasih mas, aku kan harus menepati janji."
"Iya, kamu hebat bisa menyelesaikan masalah dalam sekejap, aku bangga padamu." Puji Aryan.
__ADS_1
"Semuanya juga karena bantuan teman-teman dan bantuan mas Aryan juga." Tara merendah.
"Ya sudah, selamat bekerja sayang." Aryan memberanikan diri memanggil Tara dengan sebutan sayang.
"Okay, mas." Jawab Tara kaku.
"Aku ingin mendengar kamu juga memanggilku sayang, please..." Pinta Aryan.
"Lain kali aja ya mas." Tara menolak.
"Aku maunya sekarang. Ya..." Aryan terus meminta.
"Okay, sayang, selamat bekerja juga." Ucap Tara sambil menatap Gala, lalu dia mematikan sambungan teleponnya
"Iya, sayang." Gala tersenyum dan memegang tangan Tara. Namun Tara langsung melepaskan tangannya.
"Kenapa Tara?" tanya Gala bingung.
"Apa kamu cemberut karena mas Anand?"
"Nggak tahu, pikir aja sendiri!" Jawab Tara ketus.
"Loh, kok tiba-tiba marah? Apa ada yang salah denganku?"
"Pikir aja sendiri!" Tara masih ngambek.
Gala mengecek ponselnya yang terus berbunyi karena banyak mention dan komentar di akun sosial media miliknya. Gala membaca komentar-komentar netizen yang rata-rata adalah cewek-cewek yang tiba-tiba jadi fansnya.
Gala meletakkan ponselnya di meja. "Jadi ada yang sedang cemburu?"
"Nggak! Siapa juga yang cemburu sama kamu?"
"Kan aku nggak bilang kamu cemburu karena aku. Ku kira kamu cemburu karena mas Anand dan mas Aryan." Goda Gala.
"Nggak tahu! pikir aja sendiri!" Tara malu mengaku cemburu.
"Kalau benar tidak cemburu, aku mau bales direct message yang pada nanyain aku masih jomblo apa nggak." Gala masih ingin menggoda Tara.
"Baiknya aku jawab jomblo kali ya?" Gala tersenyum pada Tara.
Tara langsung merebut ponsel Gala yang tadi diletakkan di mejanya. Sedangkan Gala berjalan ke belakang kursi Tara lalu memeluk Tara dari belakang dan meletakkan dagunya di pundak Tara.
"Aku cemburu banyak netizen pria yang memuji kecantikan kamu." Gala mengecup pipi Tara.
"Tapi mereka hanya bisa jadi fansmu, tidak seberuntung aku yang memiliki cintamu."
"Aku... Aku juga cemburu banyak netizen wanita yang menyukai dan menanyakan kamu." Tara pun mengaku.
"Tapi yang penting, kamu hanya milikku," Tara tersenyum malu.
Gala beranjak berdiri dan kembali ke posisi semula, takutnya ada yang tiba-tiba masuk ke ruangan Tara.
"Apa kamu akan pergi sendirian untuk makan malam dengan mas Anand?"
"Apa kamu sudah pensiun?"
"Ha... ha... ha... tentu tidak sayang. Aku tidak rela kamu berduaan dengan pria brengsek itu." Gala beranikan diri memanggil Tara dengan sebutan sayang, sama seperti yang Aryan lakukan.
"Sayang?" Tara kaget.
"Apa mas Aryan saja yang boleh panggil kamu begitu?" Gala merajuk.
"Tidak! asalkan yang lain tidak mendengar kamu memanggilku begitu." Tara memperbolehkan.
"Okay, apa aku boleh mendengar kamu memanggilku sayang juga." Pinta Gala.
Tara tersipu dan ragu-ragu untuk mengucapkannya.
"Aku tak sabar menunggumu memanggilku sayang." Gala mulai tak sabar.
"Sebaiknya kamu kembali kerja sana! Aku juga masih ada kerjaan," Tara mengusir.
Gala pun beranjak pergi, saat sampai di depan pintu dia berhenti lagi. "Aku ingin mendengarnya dulu, please."
"Iya Gala sayang..." Tara menutup wajah dengan jemarinya, namun masih terlihat wajahnya yang merona dari sela-sela jemarinya.
"I love you..." Gala berbisik dan memberikan simbol love dengan jarinya.
"Love you too..." Tara pun memberikan simbol love dengan jarinya.
Mereka pun kembali bekerja dengan hati yang berbunga-bunga.
__ADS_1
...............
Yuk ditunggu jempolnya, komentarnya dan dukungannya. Terima kasih, matur suwun.