
Warning 🔞
Reader yang memberikan dukungan, semoga rejekinya melimpah. Aamiin.
Jangan lupa bahagia.
.........
Flash back on
Satu tahun yang lalu di salah satu hotel di kota S.
Tara sedang mengikuti acara seminar internasional yang diadakan oleh kampusnya di salah satu hotel di kota S. Seminar internasional adalah salah satu bentuk tanggung jawab seorang peneliti dari apa yang sudah dicapai. Selain itu berfungsi pula dalam penyebaran hasil riset di kalangan peneliti sebagai pertukaran informasi/sharing bagi mereka yang mempunyai kesamaan bidang sehingga bisa meningkatkan kolaborasi atau kerjasama.
Seminar berlangsung dari pagi hingga sore dan Tara telah menyelesaikan presentasi hasil risetnya. Pencapaian besar seorang mahasiswa S2 sudah mampu mengikuti seminar internasional dan hasil risetnya akan dipublikasikan oleh media internasional.
Sore menjelang malam, setelah Tara beramah tamah dengan peserta seminar yang lain, Tara pun berpamitan untuk segera pulang. Hari itu Tara tidak diantar oleh Gala karena dia sedang ada tugas lain. Tara baru saja keluar dari ballroom tempat dia mengikuti seminar, namun tak disangka dia justru melihat Anand. Awalnya Tara tidak begitu peduli, namun rasa penasaran ternyata menyergap hatinya. Tara diam-diam mengikuti kemana Anand pergi karena ingin tahu apa yang dilakukan Anand di hotel itu menjelang malam seperti ini. Tara mengikuti Anand hingga sampai ke kamar hotel nomor 21.
Anand mengetuk pintu, beberapa waktu kemudian ada seorang wanita yang membukakan pintu. Wanita itu langsung mencium Anand sekilas dan kemudian memeluknya. Tara begitu kaget dibuatnya, dia yang sedari tadi memegang ponsel langsung reflek mengambil foto dan video, beruntung di acara seminar tadi ponselnya sudah di-silent jadi tidak akan ketahuan. Sayup-sayup terdengar pembicaraan Anand dengan wanita itu.
"Sayang, kenapa kamu lama sekali? Aku sudah lama nunggu dari tadi jam 5 sore." Ucap sang wanita manja.
"Sabar dong, baru nunggu 1.5 jam. Aku harus hati-hati agar tidak ketahuan." Jawab Anand.
"Kapan kamu akan mengatakan yang sebenarnya pada keluargamu? Aku sudah capek pacaran backstreet seperti ini." Protes sang wanita.
"Aku belum bisa memberimu jawaban."
"Apa kamu mulai mencintai wanita yang dijodohkan denganmu dan saudara kembar mu itu?"
"Itu tidak mungkin Indi sayang. Kamu nggak percaya sama aku?"
"Percaya dong, buktinya kamu lebih milih diam-diam menghabiskan malam denganku."
"Apa kamu akan terus menahan ku di depan pintu seperti ini? Bagaimana jika ada yang lewat?"
"Kamu sudah nggak sabar ingin masuk ke kamar? Atau pedangmu yang sudah tak sabar ingin menusukku?" Indi menggoda.
"Dua-duanya, sayang."
Mereka berdua pun segera masuk ke dalam kamar hotel, mereka tak menyadari ada orang yang telah merekam kemesraan mereka.
Tara pun shock mendengar percakapan mereka. Tara memberanikan diri duduk di depan kamar yang ditempati Anand dan pacarnya, kebetulan di depan kamar itu ada sepasang kursi dan satu meja. Kamar itu menghadap ke kolam renang yang sedang sepi. Mereka berdua yang sudah dimabuk asmara tak menyadari jika ada orang yang mendengarkan mereka dari luar kamar.
"Sayang, tanganmu nakal sekali, jadi basah nih." Ucap Indi manja.
"Aku sudah menahan rindu satu minggu, jadi malam ini kamu harus memberiku jatah dua kali lipat." Pinta Anand.
"Apa kamu kuat, sayang?" Goda Indi dengan nafas sedikit terengah-engah.
"Lihat aja... Aku akan menusuk milikmu berkali-kali hingga kamu akan susah berjalan nanti."
"Kamu tega sekali membuatku susah berjalan."
"Kamu juga tega sekali satu minggu tidak memberiku susu murni."
"Malam ini kamu harus begadang. Aku mau memerah dan minum susu murni sepuas ku."
__ADS_1
"Apalagi pedangku juga sangat rindu dengan kehangatan dalam goa milikmu."
"Ha… ha… ha… Aku juga rindu dengan pedangmu, sayang."
"Goaku sudah basah plus gatel pengen digaruk pakai pedangmu." Indi manja menggoda.
Tara sudah tak mampu mendengarkan pembicaraan mereka yang berubah menjadi desa-han yang bersahut-sahutan. Tara pun akhirnya pergi meninggalkan hotel itu. Tara segera menelpon Gala minta dijemput karena dia masih shock dengan kejadian yang baru saja dia saksikan dan dia dengar.
Dua puluh menit menunggu di restoran hotel, akhirnya Gala datang menjemput. Tara pun menceritakan apa yang dilihatnya tadi di depan kamar 21, namun Tara tidak menceritakan apa yang telah dia dengar dari dalam kamar.
Flash back off
.........
"Tara, Tara... Kenapa kamu malah melamun?" Ucap Aryan mengagetkan Tara.
"Oh... Maaf, mas, iya ini Tara mau makan." Jawab Tara panik.
"Kamu kenapa? Gara-gara tadi membicarakan Anand, kamu jadi tidak fokus.”
"Lebih baik kamu segera ceritakan saja apa yang Anand lakukan hingga membuatmu tidak fokus seperti ini." Aryan mendesak Tara untuk bercerita.
"Berjanjilah dulu, mas Aryan tidak akan marah-marah atau menghajar mas Anand."
"Kan aku sudah bilang, jika Anand tidak menyakitimu, aku tidak akan kejam terhadap dia."
"Mungkin mas Aryan harusnya senang." Tara tersenyum.
"Kau cepat sekali berubah, habis melamun malah terus tersenyum manis begitu." Aryan bingung dibuatnya.
"What?" Aryan menghentikan makannya.
"Kaget ‘kan? Pasti Mas Aryan nggak akan menyangka."
"Berita dari mana itu? Aku rasa itu berita hoax aja."
"Ha… ha… ha… Aku melihatnya sendiri."
"Kamu melihatnya sendiri? Bagaimana bisa?"
"Jelas-jelas dia masih berusaha mengikuti perjodohan ini."
"Mas Aryan, jangan ditutupi lagi. Aku sudah tahu semuanya."
"Bukankah mas Aryan juga tahu kalau mas Anand punya pacar?"
"Maaf... Memang aku tahu dia punya pacar, tapi ku kira dia hanya main-main saja."
"Apa mas Aryan juga main-main dengan yang namanya pacaran?"
"No! Aku mempersiapkan finansial agar pantas menjadi menantu papamu."
"Kalau kamu tidak percaya, kamu bisa tanya asistenku atau datanglah ke kediaman Cakra Wangsa, di kamarku hanya penuh dengan fotomu." tiba-tiba Aryan menutup mulutnya dengan tangannya.
"Oh, jadi ada yang diam-diam menyimpan fotoku di kamar." Tara senyum-senyum sendiri.
"Nggak! Eh… Iya…" Aryan menjadi gugup karena keceplosan.
__ADS_1
"Ha… ha… ha… Aku senang Mas Aryan tidak pernah goyah."
"Sejak aku melihat mas Anand dan pacarnya di hotel waktu itu, aku menyuruh seseorang untuk mengawasi mas Aryan dan ternyata mas Aryan masih lurus-lurus aja."
"Wow… Aku kira hanya aku yang mengirim orang untuk mengawasi mu."
"Jadi mas Aryan juga mengawasi ku? Jadi apa yang mas dapat?" Tara khawatir.
"Nihil. Kamu aman bersama Gala, tidak ada pria yang berani mendekatimu karena bodyguard mu itu."
"Ha… ha… ha… Dia memang bisa diandalkan, papa tidak salah milih bodyguard ganteng."
"Jadi Gala ganteng?"
"Iya ganteng, mas Aryan juga ganteng, cuma mas Anand yang jelek, ha… ha… ha…."
"Jangan cemburu, mas! Bagaimanapun juga Gala telah menjagaku dengan baik."
"Iya, aku paham, tapi kadang cemburu itu datang tanpa permisi."
"Apa mas Aryan senang? Sekarang saingan mas Aryan sudah tidak ada."
"Apa benar-benar sudah tidak ada? Bagaimana jika Anand putus dengan pacarnya lalu mengejar kamu?"
"Aku tidak akan pernah memilihnya, mas Aryan jangan khawatir!"
"Kenapa kamu begitu yakin?"
"Aku masih menyimpan foto dan video bukti mereka pacaran di hotel. Di hotel, mas, mereka pacaran di hotel!" Tara menekankan.
"Maksudmu mereka kebablasan?"
"Pikir aja sendiri, mas!" Tara malas membahas Anand terus menerus.
"Mas Aryan masih khawatir?"
"Nggak, aku akan segera mempersiapkan lamaran resmi nanti di depan papa mamamu, agar kamu tidak berubah pikiran."
"Mungkin mas Aryan harus menunda dulu karena satu bulan ini aku dan Gala akan sibuk promosi bersama Karan."
"Kamu membuatku bahagia lalu menamparku lagi dengan kenyataan."
"Aku akan ikut pergi bersamamu. Aku tak mau mati cemburu melihat kalian bertiga bekerja bersama."
"Kamu harus tetap hidup dan tidak boleh mati, mas, jika masih ingin melamarku."
"Aaah... Kamu memang beda dengan wanita lain."
"Bersabarlah, mas. Kelak aku juga akan jadi milikmu seorang." Tara tersenyum dan memegang tangan Aryan.
"Aku akan sabar nunggu sebulan lagi, setelah itu kamu tidak boleh membuatku menunggu lagi."
Setelah makan siang selesai, Aryan mengantarkan Tara ke kediaman Maheswari.
...............
Yuk ditunggu jempolnya, komentarnya dan dukungannya. Terima kasih, matur suwun.
__ADS_1