Pria Idaman Lain

Pria Idaman Lain
S2_undangan pernikahan


__ADS_3

Dila dan ustadz Ahmad sedang sarapan bersama Fatin, bayi cantik itu sedang belajar makan di suapi oleh Dila.


"aduh gadis cantik Abi kok cemong semua nak," kata ustadz Ahmad membantu Dila.


"tak apa-apa mas, karena itu demi dirinya, oh ya mas nanti ada jadwal ceramah apa tidak, aku belum lihat jadwal mas lagi," kata Dila mengambil piring kotor.


"Alhamdulillah ada dek, meski tak seintens dulu, karena sekarang aku punya istri dan putri yang harus aku jaga dan temani," jawab ustadz Ahmad.


"baiklah," jawab Dila yang baru selesai cuci piring.


tak di sangka nomor Vivi tertera di layar ponsel Dila, "sayang ada telpon!" panggil ustadz Ahmad.


"iya mas, tunggu sebentar," jawab Dila yang keluar dengan atribut yang akan di gunakan selama di yayasan.


Dila menjawab dan menekan tombol loud speaker pada ponselnya, "iya assalamualaikum..."


"waalaikum salam... sayang ku Dila, uh aku rindu kamu hilang kemana sih Dila, kenapa sulit sekali di temuin?" tanya Vivi langsung tanpa nafas dan jeda.


"Alhamdulillah ada kok, aku baru saja berduka kehilangan bapak ku jadi aku sedikit menenangkan diri, dan ada apa ini? bukankah kamu pernah bilang akan menghubungiku jika ingin menikah?" tanya Dila.


"apa, maaf aku tak tau turut berduka ya," kata Vivi yang langsung nampak sedih.

__ADS_1


"tak apa-apa, jadi sekarang sudah taubat dan mau menikah?" tanya Dila lagi dari sebrang telpon.


"iya sayang ku, datang ya, aku menikah di Mojokerto kok, dan asal kamu tau aku juga berhasil mengundang ustadz idaman ku untuk memberikan ceramah di pernikahan ku," kata Vivi dengan senang.


"siapa nih calonnya, dan lagi siapa tuh ustadz idamannya, kok aku tak pernah tau?" tanya Dila.


"dengan mas Ridwan, dan ustadz itu namanya ustadz Sulaiman Ahmad," jawab Vivi


ustadz Ahmad yang mendengar pun terbatuk-batuk pasalnya dia tak tau jika di idamkan oleh teman istrinya.


sedang Dila kaget, "kamu yakin siap menerima konsekuensinya, kamu tau kan pekerjaan mas Ridwan dan pekerjaan sampingannya," tanya Dila yang tak ingin Vivi berakhir sepertinya.


"kamu gimana sih, kamu lebih tau dong, dia itu seorang manajer bagian produksi, dan masa depannya sudah pasti terjamin," jawab Vivi.


"dia bilang call boy, pria yang menemani minum, apa ada yang salah ya meski aku tau jika pekerjaan itu tak sepenuhnya baik," kata Vivi.


"tapi-"


"sudah ya, aku mau ke salon, ingat Minggu depan datang ya, dan kamu harus lihat ustadz idaman iim, beh dia bahkan menggilai ustadz Ahmad tau," kata Vivi yang langsung mematikan telponnya.


"tapi dia sudah milikku, dan pekerjaan sampingan calon suamimu adalah, g*gol*," kata Dila.

__ADS_1


ustadz Ahmad kaget mendengar ucapan istrinya, "maksud mu sayang, dia pekerja s** versi pria?"


Dila mengangguk lemah, "karena dia dulu adalah satu tempat pekerjaan dengan mantan suamiku, bahkan dulu Tante kesepian mereka pernah terang-terangan menantang aku dan membenciku karena aku istri dari pria simpanannya," jawab Dila dengan sedih.


ustadz Ahmad langsung memeluk Dila, "yang sabar dek, itu ujian mu dulu, sekarang aku berjanji sekarang kamu adalah satu-satunya wanita di hidupku selain anak dan orang tuaku, dan juga mantan istriku," jawab ustadz Ahmad menenangkan istrinya.


"tapi aku harus bagaimana, dia sepertinya belum tau mas, Asia aku dosa, tapi kalau aku yang memberitahu takutnya Vivi tak akan percaya, dan dia akan membenciku selamanya," kata Dila sedih.


"sholat istikharah dek jika kamu bimbang, dan yakin dan percaya dengan semua kata hatimu, kamu tak ingin sahabat atau teman mu terluka bukan, jadi pikirkan ini baik-baik, dan jangan membebani dirimu sendiri," kata ustadz Ahmad.


"iya mas, terima kasih atas sarannya, kalau begitu ayo kita ke yayasan, pasti semua sudah mulai bekerja, karena hari ini aku ada tim konseling lagi bersama beberapa pasien di yayasan," kata Dila yang sedikit bisa mengendalikan moodnya.


"Alhamdulillah kamu memang jodoh kiriman Allah dek, ayo kita berangkat dan Fatin cah ayu, sekarang ikut Abi, soalnya sore nanti Abi berangkat ke Jombang untuk memberikan tausiah," kata ustadz Ahmad mengendong Fatin dan mengandeng Dila.


mereka pun berjalan bersama menuju kantor yayasan, ternyata Alexa sedang berbincang dengan sang ibu.


Dila hanya sekedar menegur sopan saja, dan bergegas pergi karena jadwalnya hari ini full kegiatan.


karena Dila mengantikan umi Chasanah yang juga sedang kurang enak badan, sedang Fatin akan di bantu menjaga oleh mbak Anisa dan buk Ning juga.


Dila sekarang mengerakkan ibu-ibu di sekitar yayasan untuk produktif agar bisa mencari dana tambahan rumah tangga.

__ADS_1


dan berkat kegiatan yang di cetus Dila dan umi Chasanah banyak keluarga yang terbantu, terlebih Dila memakai dana pribadi dari kantongnya untuk membiayai Semuanya.


__ADS_2