Pria Idaman Lain

Pria Idaman Lain
Part 52_Let Me Down Slowly


__ADS_3

Reader jangan lupa tinggalkan jejak dukungan ya... πŸ™πŸΌπŸ™πŸΌπŸ™πŸΌ


Reader yang memberikan dukungan, semoga rejekinya melimpah. Aamiin.


Jangan lupa bahagia.


.........


Gala tertegun melihat foto yang Tara unggah di sosial medianya. Tara mengunggah fotonya yang sedang dibonceng oleh Aryan.


"Aku cemburu dengan caramu. Aku cemburu karena kamu bahagia tanpa aku. Aku cemburu karena bukan aku yang membuatmu bahagia. Aku cemburu karena aku bukan lagi orang yang akan selalu kamu cari, bukan orang pertama yang akan kamu mintai bantuan. Aku terbiasa denganmu namun sekarang aku harus terbiasa tanpa dirimu. Let me down slowly."


"Could you find a way to let me down slowly? A little sympathy, I hope you can show me. If you wanna go then I'll be so lonely. If you're leaving baby let me down slowly. Don't cut me down, throw me out, leave me here to waste. I once was a man with dignity and grace. Now I'm slipping through the cracks of your cold embrace. So please, please. And I can't stop myself from falling down."


Terjemahan. "Bisakah kau menemukan cara untuk menjatuhkan aku secara perlahan? Sedikit simpati, ku harap kau dapat tunjukkan padaku. Jika kau pergi aku akan sangat kesepian. Jika kau meninggalkan, biarkan aku jatuh perlahan. Jangan putuskan aku, jangan buang aku, jangan sia sia kan ku. Aku dulu adalah seorang pria dengan martabat dan rahmat. Sekarang aku menyelinap melalui celah-celah pelukanmu yang dingin. Jadi tolong, aku mohon. Dan aku tak bisa menahan diri untuk tidak jatuh."


...…...


Anand pun kini sedang memandangi foto yang diunggah oleh Tara di sosial medianya. Rasa cemburu menyeruak, namun kini dia tidak tahu harus berbuat apa.


"Aku pikir kalian akan bertengkar karena aku mengirimkan bunga, ternyata kalian justru tampil mesra. Aku cemburu. Aku belum ikhlas kamu bersama Aryan. Aku masih berharap akan ada kesempatan bagiku untuk memilikimu. Namun sekarang hatiku benar-benar sakit, benar-benar terluka melihat kebahagiaan kalian. Let me down slowly."


Anand melihat lagi beranda sosial medianya, melihat foto kebersamaannya dengan Aryan dan mamanya.



(Foto hanya pemanis cerita aja ya guys... Sebenarnya di dunia nyata mereka adalah model kembar yang selalu akur.)


Beberapa foto menunjukkan kedekatan Anand dengan mamanya. Melihat foto-foto itu membuat Anand makin tersadar kalau dirinya begitu disayang oleh mamanya, dialah yang lebih dekat dengan mamanya.


"Aryan tidak pernah mengeluh tentangku, bahkan dia masih mau menutupi kesalahanku. Sampai sekarang papa juga tidak memanggilku menghadap. Aku pikir Aryan akan langsung lapor ke papa karena masalah dengan Tara kemarin. Sepertinya memang aku yang salah menilai dia." Batin Anand.


__ADS_1


Anand juga melihat foto kebersamaannya dengan Aryan. Ada saat mereka tampil begitu mirip hingga membuat orang lain tidak bisa membedakan mereka berdua.


"Maaf karena aku terlalu egois dan hanya memikirkan deritaku sendiri tanpa memikirkan deritamu. Tapi aku harus tetap mendapatkan maaf dari Tara bagaimanapun caranya."


Sudah seminggu ini setiap pagi Anand selalu mengirimkan bunga permintaan maaf untuk Tara. Namun Tara hanya diam dan tidak ingin menanggapi Anand. Sudah cukup luka dan rasa malu yang disebabkan oleh Anand.


Aryan masih berusaha sabar atas permintaan Tara. Namun ini sudah seminggu Anand terus-terusan mengirimkan bunga. Rasanya dada Aryan ingin meledak menahan amarah. Aryan memutuskan untuk menemui Anand tanpa sepengetahuan Tara.


Anand sedang bermain basket sendirian saat Aryan datang ke kediaman Cakra Wangsa. Aryan masih mencoba bersabar, apalagi kedua orang tuanya sedang ada di rumah juga.


"Nand...! " Panggil Aryan, tegas namun tanpa tekanan.


"Aryan..." Anand sedikit kaget karena sedari tadi dia tidak menyadari kedatangan Aryan.


"Apa kamu mau main one on one denganku?" Usul Aryan.


Aryan meraih bola yang Anand pegang dan segera mendribel bola tanpa menunggu persetujuan dari Anand. Sedetik Anand sempat hilang fokus namun akhirnya dia mengikuti permainan Aryan. Persaingan poin yang ketat membuat Aryan dan Anand mati-matian mencetak poin agar menang. Setelah 15 menit bermain akhirnya Aryan memenangkan pertandingan dadakan one on one dengan Anand. Mereka berdua jongkok dengan nafas terengah-engah, kehabisan nafas karena pertandingan yang begitu tinggi atmosfernya, mereka berdua sama-sama ingin menang.


"Apakah yang kemarin masih belum cukup untuk menghentikan kamu?" Sindir Aryan.


"Aku ingin berhenti, namun rasa cintaku pada Tara membuatku tidak bisa berhenti. Setidaknya aku ingin mendapatkan maaf dari Tara." Papar Anand.


"Jika kamu bukan saudaraku, aku ingin memenjarakan kamu atas tuduhan pelecehan. Atau paling parah aku akan membiarkan Gala yang akan menghajar kamu." Ujar Aryan.


"Maaf..." Lirih Anand.


"Aku tidak butuh kata maaf!" Sahut Aryan.


"Setidaknya berilah aku kesempatan untuk mendapatkan maaf dari Tara." Pinta Anand.


"Tindakanmu memberinya bunga setiap pagi itu bukanlah tindakan yang benar, Tara sudah bersuami. Andai saja suami Tara bukan aku. Apakah kamu juga akan bertindak seperti itu?" Tegas Aryan.


"Aku tahu aku salah. Aku tidak bisa mengendalikan diriku sendiri hingga tindakanku justru selalu membuat Tara semakin membenciku. Semua karena keegoisanku." Sesal Anand.

__ADS_1


"Aku sungguh tidak tahu malu. Kalau bisa tolong berikan aku kesempatan minta maaf pada Tara." Mohon Anand.


"Aku tidak bisa memberimu kesempatan jika Tara sendiri tidak ingin." Aryan mulai sedikit kesal.


"Menjauh'lah dari hidup Tara, pasti dia akan memaafkan kamu. Bukankah itu yang dari dulu Tara minta darimu?" Saran Aryan.


"Kamu sudah mendapatkan semua yang terbaik. Apakah kamu tidak bisa jika hanya memberikan aku sedikit waktu untuk meminta maaf pada Tara?" Anand sudah mulai mengusik hati Aryan dengan meminta belas kasih. Mungkin lebih tepatnya Anand playing victim, mental korban merasa paling menderita.


"Aku sudah sering memberimu kesempatan, berulang kali menutupi kesalahanmu. Kini aku tidak bisa lagi mentolerir semua kelakuanmu karena ini menyangkut Tara." Aryan tidak ingin lemah lagi di depan saudara kembarnya. Sudah cukup selama ini dia sering mengalah.


"Tara, istriku!" Aryan menekankan.


"Bagaimanapun caranya aku akan berusaha mendapatkan maaf dari, Tara. Entah kamu akan memberiku kesempatan lagi atau tidak." Anand kekeh dengan pendiriannya.


"Baiklah... Kamu yang mengibarkan bendera peperangan. Aku tidak akan sungkan lagi." Ucap Aryan tegas.


"Aku hanya ingin minta maaf pada Tara, bukan untuk menyakiti dia lagi." Sanggah Anand.


"Let me down slowly. Kalau aku terjatuh, setidaknya biarkan aku terjatuh perlahan. Aku tahu Tara benci padaku, tapi aku akan tetap berusaha mendapatkan maaf darinya."


"Kita lihat saja nanti! Jika kamu mencoba menyakiti Tara atau mengusik kebahagiaan kami, aku pastikan kamu akan menderita." Aryan berlalu pergi.


Anand sedih dan mengambil ponselnya, membuka galeri dan melihat foto kebersamaannya dengan Aryan waktu mereka sering main basket bersama.



"Apa aku salah kalau hanya ingin mendapatkan maafnya?"


"Aku sangat merindukan saat-saat kita masih baik-baik saja, Aryan. Namun aku tidak bisa menghentikan rasa cintaku pada Tara dan kali ini aku benar-benar harus mendapatkan maaf darinya. Aku tidak ingin salah langkah lagi dan membuat Tara semakin membenci aku."


.................


Yuk ditunggu jempolnya, komentarnya dan dukungannya. Terima kasih telah bersedia mampir membaca.

__ADS_1


__ADS_2