Pria Idaman Lain

Pria Idaman Lain
S3_ saling mengenal dahulu


__ADS_3

Dila pun merasa bersyukur, dia bahkan langsung memeluk Fatin yang sudah tenang setelah minum obat.


"Alhamdulillah sayang, akhirnya nak Haris mau menikah dengan mu," kata Dila.


Fatin kaget, pasalnya dia bukan wanita sempurna, meski dia mencintai Haris tapi dua sadar diri.


"umi, apa mas harus tau tentang masa lalu ku, jika tidak tau tolong tolak umi, aku tak mau membohonginya setelah menikah nantinya," Jawab Fatin dengan sedih


"tebang nak, Haris sudah tau tentang kesedihan mu, dan dia juga? menerimanya dengan baik, kalian bisa saling mengenal dulu, sebelum menikah," kata ustadz Ahmad mengusap jilbab putrinya itu.


"tapi apa aku pantas mendampinginya, aku merasa lebih buruk dan tak pantas," lirih Fatin.


"jangan merasa rendah diri neng, karena kamu adalah wanita yang baik dan ku percaya jika kamu bisa mendampingi serta menjadi istri yang Sholehah," kata Haris dari balik pintu.


"insyaallah..." jawab Fatin yang merasa terharu.


akhirnya mereka pun saling mengucapkan Alhamdulillah, Haris dan Fatin akan menikah beberapa hari lagi atas permintaan dari ustadz Ahmad.


sedang untuk Husna dan Abdul akan menunggu setelah lulus baru menikah.


Fatin pun melakukan sujud syukur, pasalnya doanya terkabul, Nana yang selalu di sebutnya itu kini akan segera menjadi suaminya.


Haris pun menghubungi ustadz Ilham dan Anisa yang sudah di anggapnya seperti keluarganya sendiri.


karena Haris tak mengerti apa yang harus di beli untuk kelengkapan hantaran.


Mahi sedang pulang ke desanya, pasalnya dua hari ini harus mengikuti acara di rumahnya.


Hendra heran melihat putranya yang selalu diam seperti memikirkan sesuatu, "ada apa mas?"


"ayah, tidak ada apa-apa ya, mas hanya sedang melamun saja, apa acaranya belum selesai juga?" tanya Mahi.


"ya beginilah kalau pernikahan di desa, kamu bosan ya, padahal nanti jika kamu menikah, ayah akan mengadakan acara tujuh hati tujuh malam, pasalnya putra pertama juragan tahu menikah, apalagi kamu juga dokter," kata Hendra dengan sombong.


"sayang uangnya yah, mending uangnya kasih ke anak panti asuhan saja, dari pada di hambur-hambur buat pesta gak jelas," kata Mahi.


"kamu memang beda, oh ya apa sudah punya calon? atau setidaknya Wanita yang jamu cintai?" tanya Hendra penasaran.

__ADS_1


pasalnya putranya itu selalu menyimpan rahasia, terlebih masalah gadis yang di suka.


"sebenarnya ada ayah, tapi aku belum mengutarakannya, terlebih aku merasa tak pantas bersanding dengannya," jawab Mahi lirih


"hei... putra ayah gak boleh lesu begini, kamu pria harus berani, coba ungkapkan cinta kamu, dan ayah yakin pasti gadis itu mau dengan mu," kata Hendra memberikan semangat.


Mela hanya melihat keakraban dari suami dan putranya itu sudah membuatnya bahagia.


terlebih dia juga sudah memiliki putri bersama Hendra juga, Mela ingin menghampiri keduanya.


tapi ponselnya berbunyi dan ada nama Dila di layar ponsel itu, "assalamualaikum mbak, ada apa ini kok tumbenan nelpon?"


"waalaikum salam dek, kok rame banget to, aku cuma mau memberitahu jika lusa Fatin menikah dengan nak Haris, oh ya tolong datang bersama dengan mas Hendra dan anak-anak ya," kata Dila dengan suara ceria.


"baiklah mbak, insyaallah ya," jawab Mela.


setelah berbincang, Mela duduk di antara dua pria yang begitu dia sayangi, Hendra tak terkejut dengan tingkah istrinya itu.


"ini bunda kenapa sih," protes Mahi.


"kenapa sih, bunda Vina mau duduk doang,kamu kok sewot, ini nih yang buat kamu tak punya pacar, oh ya ayah kita sekeluarga dapat undangan pernikahan dadakan loh," terang Mela.


"Fatin dan Haris, mereka menikah lusa," jawab Mela dengan senang hati.


"apa!"


Hendra langsung tersedak mendengarnya, Fatin menikah dengan pria seperti Haris, "ini kopi aneh," kesal Hendra.


"yey ayah mah fokus dong, itu kopi baik-baik saja, terus ini juga Mahi main teriak di kuping bunda," protes Mela.


"bunda yakin Fatin mau menikah dengan Haris?" tanya Hendra.


"iya ayah, orang mbak Dila sendiri yang ngabarin, jadi kita sekeluarga harus kesana oke," kata Mela.


Hendra melihat perubahan raut wajah Mahi yang terlihat marah dan sedih, "ada apa Mahi,"


"ayah cintaku juga belum tumbuh tapi sudah kandas," jawab Mahi yang kemudian pergi dari pesta itu.

__ADS_1


Mela tak mengerti, sedang Hendra terkejut karena gadis yang di cintai Mahi adalah Fatin.


"tidak boleh, aku tak mau melihat putra ku terpuruk," gumam Hendra yang kemudian pergi juga.


"hei kalian berdua, kenapa malah ninggalin bunda sih," kesal Mela pada anak dan suaminya itu.


Mahi mengendarai motor miliknya tanpa tujuan, saat di tengah sawah Mahi berhenti di sana.


"ya Allah kenapa!!! apa salah aku mencintainya, kenapa Engkau tidak pernah mendengar doaku, aku hanya ingin bersamanya, tapi Engkau mengambilnya dariku, aku mencintainya ya Allah!! kenapa aku tak bisa memilikimu, katanya Engkau adalah akan mendengar semua doa hamba-Nya tapi kenapa aku merasa jika doaku sia-sia, tunjukkan kebesaran mu ya Allah..." marah Mahi yang kini menangis tersedu-sedu.


dia terluka, gadis yang dia cintai akan jadi milik orang, dia tau jika dia hanya lahir dari kesalahan tapi apa dia tak bisa bahagia.


"mbak Fatin .... saat semua orang menghina ku, hanya kamu yang mengulurkan tangan dan memberikan senyuman tulus, aku mencintaimu tapi kenapa..." gumam Mahi frustasi.


...***********...


sambil nunggu author up, yuk mampir ke cerita temen otor yuk...



"Hei, OB kau becus gak sih kerja, gara-gara lo, gue jatuh tahu gak!" hardik Sharon.


"Anda yang jatuh bukan salah saya, sepertinya anda tidak melihat peringatan itu, bahwa lantai ini sedang di bersihkan," bantah Meisie. Karena tak terima di salahkan Sharon pun melepas paksa masker yang Meisie gunakan untuk menutup codetnya. Sharon begitu terkejut ketika melihat wajah Meisie yang mengerikan, begitu pun dengan karyawan yang lain, mereka semua saling berbisik.


"Jadi, masker ini untuk menutupi wajah burukmu, dasar gadis buruk rupa." Ucap Sharon, yang tersenyum sinis. Meisie hanya diam, tapi Sharon terus menghinanya tanpa henti.


"Hey, lihatlah wajahnya begitu menyeramkan, untuk apa kau tutupi pakai masker ini, tetap saja wajahmu terlihat," ejek Sharon, seraya menginjak masker Meisie dengan kakinya.


"Ada apa ini?" ucapan seseorang mengejutkannya, dan mampu membuat diam semua orang yang saling berbisik. Siapa lagi kalau bukan Elo, pria dingin dan cuek yang di takuti semua orang.


Elo, melirik ke arah Meisie yang terus menunduk, namun Sharon dengan sengaja mencengkram dagunya, dan menariknya ke atas membuat Meisie mendongak, dan Elo, harus melihat codet di wajahnya.


"Elo, lihatlah wajahnya apa kau tidak malu memperkerjakan gadis cacat seperti dia," cibir Sharon, berharap Meisie dapat hinaan dari Elo.


"Siapapun boleh bekerja disini, fisik bagi saya tidak penting, yang penting adalah orang itu punya kemampuan dan bekerja dengan baik. Seharusnya kamu yang malu, kau orang terpelajar tapi tingkah mu seperti tidak berpendidikan," Telgas Elo, namun menusuk di hati Sharon. Sharon pun langsung melepaskan cengkraman tangannya, wajahnya begitu merah karena menahan malu, akhirnya Sharon pun pergi.


"Bubar kalian semua, kembali bekerja." Tegas Elo pada semua karyawannya. Elo kembali menatap Meisie, Elo terus menatap luka codetnya, entah kenapa Elo, teringat seseorang di masa kecilnya. Meisie hanya menunduk hormat pada Elo. Elo pun akhirnya melangkah pergi.

__ADS_1


****


Meisie Callia, seorang gadis buruk rupa karena codet di wajahnya. Yang selalu di hina dan d ejek. Namun kehidupannya berubah setelah menemukan sebuah brush ajaib.


__ADS_2