Pria Idaman Lain

Pria Idaman Lain
S3_pengganti untuk Fatin.


__ADS_3

"om tolong jangan panik, tarik nafas, keluarkan, tolong obat ustadz Ahmad!" teriak nahi panik.


"kenapa harus Fatin ...."lirih ustadz Ahmad menangis.


Mahi memberikan obat pada ustadz Ahmad dan kemudian memeluknya agar pria itu tenang.


"jadi dia tak bisa menikah, karena aku dan istrinya tak mengizinkannya, dan Haris jangan buat aku menghabisi mu, karena tentu kamu tau siapa aku," kata pria itu yang kemudian memerintahkan anak buahnya membawa harus pergi.


"assalamualaikum... apa ada Dila disini?" panggil Farhan dan Farah yang datang.


mendengar itu, Dila segera keluar dan menitipkan Fatin pada Mela. "mas Farhan ada apa ini?"


"itulah kenyataannya, pria yang kalian anggap baik nyatanya, pria busuk yang menghamili seorang wanita dengan iming-iming skripsi yang akan di permudah, ya siapa yang tak kenal dosen paling kejam itu, tapi dia tak akan menyangka jika gadis itu adalah putri dari seorang pria yang memiliki kedudukan bahkan kalian saja bukan tandingannya," kata Farhan.


"ini tak bisa terjadi, aku harus memintanya bertanggung jawab," marah ustadz Yusuf.


"itu tak bisa terjadi, jika kamu melakukannya, aku jamin besok semua ini akan runtuh dan tinggal nama, karena pria itu lebih kejam dan tak segan membunuh demi putrinya, jadi tolong gunakan otak mu dengan dingin," kata Farhan menghentikan langkah ustadz Yusuf.


"sudahlah, ini salah ku, ini salah ku... maafkan Abi, Fatin..." kata ustadz Ahmad yang hampir jatuh pingsan.


terdengar beberapa orang mengatakan hal yang menjelekkan Fatin.


"sekarang kita harus bagaimana, pernikahan ini sudah tak bisa di lanjutkan," kata Dila yang syok.


Mela hanya bisa menenangkan Fatin yang terisak, gadis itu sangat terpuruk ternyata pria yang dia cintai sudah beristri dan merahasiakannya.


"aduh gak nyangka ya, putri seorang terkenal seperti ustadz Ahmad ini ternyata wanita yang berani mau merebut suami orang," kata beberapa tamu yang datang.

__ADS_1


ustadz Ahmad berjalan dengan menundukkan kepalanya, pria yang selama ini begitu berwibawa, kini nampak sangat terpukul.


keinginannya yang sederhana kini telah menghancurkan Semuanya, Hasan dan Husain memapah sang Abi.


semua orang berani menatap dan merendahkan keluarga ustadz Ahmad yang selama ini selalu di agung-agungkan.


kini harus menunduk malu di depan orang lain, ustadz Yusuf Danyang lain pun tak bisa melakukan apapun.


"pak penghulu, bisa anda menikahkan saya dan Fatin, karena saya mencintai wanita itu dan meminta ustadz Ahmad yang terhormat untuk mau menjadi wali dan mengizinkan saya untuk memperistri putri pertama anda, Fatin Shidqia Sulaiman Ahmad," kata Mahi di depan semua orang.


ustadz Ahmad dan seluruh tamu undangan kaget, begitupun dengan Fatin yang refleks melihat Mela.


"kenapa, kamu gadis baik dan Sholehah, jadi tak ada cela untuk ku menolak mu, dan aku setuju nahi ingin menikahimu," kata Mela.


"apa kamu yakin Mahi, ini bukan sekedar lelucon," kata ustadz Yusuf.


"kenapa anda meragukan aku, aku memang tak sebaik dan Sholeh, tapi aku pastikan jika aku sangat mencintai neng Fatin, dari pertama aku melihat senyumnya, jadi ustadz Ahmad selaku orang tua dan walinya, saya mohon..."


"terserah pada Fatin," jawab ustadz Ahmad.


Fatin tak bisa melihat keluarganya malu, "aku menerimanya Abi," jawab Fatin.


"Alhamdulillah..."


akhirnya mereka pun kembali duduk, dan kini Mahi yang duduk untuk melakukan ijab Kabul.


ustadz Ahmad menjadi wali untuk putri kandungnya, dan dengan satu tarikan nafas, Mahi mengucapkan ijab qobul dengan fasih.

__ADS_1


akhirnya pernikahan pun selesai dan semuanya mengucapkan kata sah, dan Mahi sangat merasa bahagia.


kini Dila dan Mela mengantarkan Fatin untuk bertemu suami sahnya, saat di depan Mahi, Fatin sebenarnya ketakutan dan gugup karena dia masih belum bisa sepenuhnya menyentuh pria.


apalagi dari awal adalah Haris, tapi sekarang malah Mahi yang jadi suaminya.


tapi Mahi sudah tau segalanya, saat Fatin mengulurkan tangannya, Mahi mendekat dan memberikan tangannya.


tapi saat Fatin berusaha untuk bisa mencium tangan Mahi, setelah itu giliran Mahi yang mencium tangan Fatin.


Mela tersenyum dan memukul putranya itu, "Mahi... berdoa untuk istrimu nak,"


Mahi pun menyentuh kepala Fatin dan mulai berdoa, setelah itu mereka pun melakukan resepsi pernikahan.


Mahi beberapa kali melihat ke arah ustadz Ahmad, memastikan mertuanya itu baik-baik saja.


"Abi jika lelah istirahat, jangan sampai anda terlalu lelah, Husain tolong..." panggil Mahi.


setelah semua tamu mengucapkan salam, Rosita mengambilkan tas kerja milik kakaknya.


Mahi segera memeriksa kondisi dari ustadz Ahmad, setelah memastikan bahwa kondisi ustadz Ahmad baik-baik saja.


baru dia merasa tenang, Fatin baru melihat Mahi yang begitu cemas, bahkan sangat perhatian pada ayahnya.


Fatin mengambilkan minuman untuk kedua pria yang sedang berbincang itu.


"Abi dan mas Mahi minum dulu," kata Fatin memberikan teh.

__ADS_1


"aduh neng, mendengar mu memanggilku mas seperti ini sudah membuatku meleleh," kata Mahi tersenyum malu


"aduh... menantu jangan seperti ini, kamu membuat kami malu," kata ustadz Ahmad yang tau jika Hendra jika kaget melihat putranya.


__ADS_2