Pria Idaman Lain

Pria Idaman Lain
Part 9_Api Mulai Membakar


__ADS_3

Burung Irian burung cendrawasih


Jangan diburu tapi harus dilindungi


Wahai reader yang terkasih


Jangan lupa mampir disini dua hari lagi


Reader yang memberikan dukungan, semoga rejekinya melimpah. Aamiin.


Jangan lupa bahagia.


.........


Gala dan Tara sedang asyik berdansa tanpa peduli dengan apa yang akan orang katakan tentang mereka. Tara hanya tahu bahwa Gala adalah teman terbaiknya yang merangkap menjadi bodyguard gantengnya, yang sudah seperti saudara sendiri.


Tiba-tiba Aryan datang mendekat.


"Tara…"


"Maaf Gala, apa aku boleh berdansa dengan Tara?"


Pertanyaan Aryan sedikit membuat Gala menjadi canggung karena merasa bersalah. Namun Gala berusaha tetap tersenyum dan mempersilakan Aryan untuk berdansa dengan Tara.


"Silakan, mungkin kamu yang akan terpilih nantinya atau mungkin akan terjadi sesuatu yang tidak akan kau bayangkan!" Gala memberikan peringatan, lalu dia pergi meninggalkan Tara dan Aryan dengan menyimpan kekecewaan dan rasa cemburu.


Tara bingung dengan apa yang dikatakan oleh Gala, mungkin dia akan menanyakan nanti jika acara sudah selesai. Suara merdu dari sang penyanyi mulai terdengar kembali.


"*The day we met, frozen I held my breath, right from the start. I knew that I'd found a home for my heart, beats fast, colors and promises. How to be brave? How can I love when I'm afraid to fall. But watching you stand alone? All of my doubt suddenly goes away somehow."


"One step closer. I have died everyday waiting for you. Darling don't be afraid I have loved you for a thousand years. I'll love you for a thousand more.

__ADS_1


"Time stands still beauty in all she is. I will be brave. I will not let anything take away. What's standing in front of me. Every breath, every hour has come to this."


"One step closer. I have died everyday waiting for you. Darling don't be afraid I have loved you. For a thousand years, I'll love you for a thousand more."


"And all along I believed I would find you. Time has brought your heart to me. I have loved you for a thousand years. I'll love you for a thousand more. I'll love you for a thousand more."


"Ohh, one step closer. I have died everyday waiting for you. Darling don't be afraid I have loved you. For a thousand years, I'll love you for a thousand more. And all along I believed I would find you. Time has brought your heart to me. I have loved you for a thousand years. I'll love you for a thousand more*."


Saat berdansa Aryan berbisik pada Tara. "Aku tak tahu dari mana api ini mulai membakar. Aku katakan keadaan hatiku atau aku hanya akan diam. Jika aku diam, lalu bagaimana aku menanggung rasa sakit yang manis ini?"


Tara tertawa. "Kenapa tiba-tiba mas Aryan jadi puitis begini? Apa tadi kamu salah makan atau belum minum obat?"


Aryan pura-pura cemberut. "No! Aku nggak sedang sakit atau salah obat, memang ini sudah waktunya."


"Seperti bukan mas Aryan, tiba-tiba merayu," Tara tersenyum.


Dari jauh Anand dan Gala menatap Tara yang tertawa bahagia saat berdansa dengan Aryan. Api membesar dan membakar dua hati sekaligus.


"Perang?" Tara kaget mendengarnya.


"Ya, perang antar saudara untuk memperebutkan cinta sang putri." Aryan tersenyum.


"Ha... ha... ha... Mas Aryan bisa aja," Tara tertawa senang.


Anand merasakan sesuatu membakar hatinya. Dia tak pernah merasa sesakit ini meski melihat Indi pacarnya sedang tertawa dengan teman prianya. Anand ingin berdansa dengan Tara, tapi dia takut ditolak. Jika benar-benar ditolak, dia akan kehilangan muka di depan para tamu, apalagi banyak wartawan yang siap menggoreng berita.


Ternyata seorang Anand pun tak tahan terbakar api cemburu yang tidak dia sadari. Di tengah-tengah lagu yang masih dilantunkan sang penyanyi, Anand mendekati Aryan dan Tara yang masih berdansa.


"Aryan, bolehkah aku berdansa dengan Tara? Aku tak mau para wartawan akan menulis yang tidak-tidak tentangku." Pinta Anand.


"Tentu boleh jika Tara mengijinkan," Aryan tak rela.

__ADS_1


Tara sebenarnya malas berdansa dengan Anand, namun dia juga tidak mau kalau muncul berita yang tidak sedap, jika dia tidak mau berdansa dengan Anand.


"Tara, apa aku boleh berdansa denganmu? Ku harap kamu mau bekerja sama." Anand mengulurkan tangannya pada Tara


"Maaf mas Aryan," Tara beralih ke Anand.


Tara dan Anand kini berdansa bersama, menghilangkan kasak-kusuk para tamu undangan. Semuanya masih penuh teka-teki, siapakah yang akan dipilih oleh Tara. Apakah Tara akan memilih 1 dari 3 cowok ganteng yang ada di pesta itu, ataukah akan ada kejutan yang lainnya. Dalamnya lautan bisa diukur, dalamnya hati siapa yang tahu. Hati masih bisa berubah-ubah setiap waktu. Mungkin saat ini mencintainya, bisa jadi esok hari akan berpaling ke cinta yang lain.


Beberapa tamu undangan kini ikut berdansa. Rani pun inisiatif memberanikan diri mengajak Gala untuk berdansa.


"Gala, mau nggak berdansa denganku?" Pinta Rani.


"Maaf Rani, aku tidak berselera lagi untuk berdansa." Tolak Gala.


"Setidaknya dengan berdansa denganku, kau bisa mengawasi Tara dari dekat. Mungkin kau bisa mendengar apa yang mereka bicarakan." Rani berdalih.


Gala menerima ajakan Rani karena tidak bisa menolak alasan yang Rani berikan. Mereka sengaja berdansa di dekat Anand dan Tara. Rani pun sengaja lebih mendekat pada Gala, mengurangi jarak diantara mereka. Rani bahagia bisa berdansa dengan Gala, meskipun bukan karena kemauan Gala sendiri.


Tara yang semula hanya diam menikmati alunan lagu, kini merasakan hal yang harusnya tidak boleh dia rasakan. Dadanya tiba-tiba terasa sesak, moodnya tiba-tiba berubah. Dia mencoba mengalihkan pandangannya dari Gala, namun dia tidak bisa. Tara bingung, apa yang terjadi dengannya, kenapa dia begitu tidak terima melihat Gala dengan wanita lain.


Tanpa disadari Tara menyandarkan kepalanya pada pundak Anand dan memejamkan matanya. Sikap tara membuat semua orang salah paham. Wartawan siap memotret Tara yang bersandar pada Anand, tentu ini akan menjadi berita yang paling dicari esok hari. Beberapa orang bertanya-tanya dan berspekulasi, apakah Anand yang terpilih. Tidak akan ada yang menyadari apa yang sebenarnya Tara rasakan. Semua karena kecemburuan yang tidak dia sadari, cemburu yang hadir karena melihat Gala dan Rani yang begitu dekat.


................


Siapa yang sebenarnya Tara cintai Bagaimana Tara menyelesaikan salah paham yang terjadi?


Tunggu dua hari lagi 👍 author update 2 hari sekali.


.................


Yuk ditunggu jempolnya, komentarnya dan dukungannya. Terima kasih, matur suwun.

__ADS_1


__ADS_2