Pria Idaman Lain

Pria Idaman Lain
Part 19_Pangeran K W Super


__ADS_3

Yok goyang ke kiri ke kiri, ke kanan ke kanan


Joget poco-poco biar badan bugar dan sehat


Reader berikanlah author dukungan


Agar menghalu dan menulisnya lebih semangat


Reader yang memberikan dukungan, semoga rejekinya melimpah. Aamiin.


Jangan lupa bahagia.


.........


Dua minggu telah berlalu, Tara sibuk dengan promosi brand fashionnya. Gala mulai menjaga jarak dengan Tara, bahkan dia hanya diam saat melihat Karan selalu mencoba mendekati Tara.


Aryan memberi kebebasan dan tidak mengekang Tara,  dia juga tahu Tara bukan wanita yang bisa berdiam diri di dalam sangkar emas. Aryan menyibukkan diri dengan bisnisnya dan juga bisnis papanya, jika Tara berkembang maka dia pun harus berkembang karena hidup tidak cukup dengan cinta.


Gala pov: Aku hanya bisa diam memandang mu, menjagamu dan mencintaimu dari jauh. Aku sangat tersiksa dengan perasaan ini, namun aku juga tidak mampu berbuat apa-apa. Aku dapat tetap bahagia saat melihatmu bahagia bersamanya. Namun di saat aku mengingat lagi masa itu, tiba-tiba saja aku merasa terluka. Aku tidak akan mampu membencimu, karena rasa sayang ini lebih besar dari apapun. Jika kamu bahagia bersamanya aku rela, tapi saat kamu menangis olehnya, aku akan menjadi orang yang pertama menghapus air matamu. Saat ini aku tersenyum di depanmu, bukan berarti aku tidak mau terlihat rapuh, tapi aku hanya ingin kamu tenang saat melihatku.


"Ku akui ku sangat sangat menginginkan mu. Tapi kini ku sadar ku diantara kalian. Aku tak mengerti ini semua harus terjadi."


"Ku akui ku sangat sangat mengharapkan mu. Tapi kini ku sadar ku tak akan bisa. Aku tak mengerti ini semua harus terjadi."


"Lupakan aku kembali padanya. Aku bukan siapa siapa untukmu. Ku cintai mu tak berarti bahwa ku harus memilikimu selamanya."


Tara pov: Aku mencoba melepaskan kamu karena aku tidak mau membuatmu semakin terluka jika kita tetap menjalin kasih. Memang sakit untuk melepaskan, tapi akan lebih sakit lagi jika terus bertahan. Aku tidak menahan mu pergi bukan berarti tidak cinta lagi. Hanya saja, terkadang lebih baik melepaskan dari pada memaksa terus bersama. Memang harus ku akui, aku sangat merindukanmu. Dunia ini terasa begitu sepi tanpa adanya dirimu di dekatku. Kamu berhak bahagia meski bukan denganku. Suatu hari nanti, hatimu tidak akan sakit saat melihatku bersamanya.


.........


Hari minggu waktunya refreshing dan meninggalkan kesibukan pekerjaan. Tara memutuskan untuk pergi ke tempat berkuda, mungkin dengan berkuda akan membuatnya rileks sejenak dan melupakan kegelisahan hatinya. Tara diam-diam pergi bersama asisten wanitanya yang biasa jadi fotografer kehidupan sehari-harinya. Tara pergi tanpa cowok-cowok gantengnya.


Berkuda sambil mencari foto, begitulah wanita selalu saja setiap kegiatan tak lupa mengambil foto, bahkan sampai berkali-kali sampai memenuhi galeri foto.


Setiap yang melihat pasti akan terpesona dengan kecantikan dan keseksiannya. Gaun yang memadukan warna hitam dan merah, membuat siapapun yang mengenakannya terlihat cantik. Sejak lulus S2 Tara membuat ciri khas dengan stylenya, selalu berani tampil terbuka dan harus fashionable kapanpun dan di manapun.



Tara berniat istirahat sejenak dan mengedarkan pandangannya ke lapangan berkuda. Tiba-tiba Tara terpaku melihat seorang pria tampan yang bagaikan seorang pangeran, sayang sekali bukan pangeran berkuda putih. Tara berpikir apakah ada pangeran arab yang nyasar ke tempat berkuda yang kecil ini. Pria berjambang dengan jaket coklat serasi dengan sang kuda yang berwarna coklat pula.



Tanpa sadar Tara bertanya pada pria tampan itu. "Are you an Arabian prince?"


"Ha… ha… ha… Bukan! Saya bukan pangeran Arab dan saya juga bisa berbahasa Indonesia." Jawab pria itu.

__ADS_1


"Wow… Jika anda bukan pangeran Arab lalu siapa?" Tanya Tara lagi.


"Apa anda seorang aktor atau model?" Tara menebak-nebak.


"Saya hanya pria biasa."


"Sulit untuk mempercayai itu." Tara masih menatap kagum.


"Anda sendiri, apakah anda seorang putri dari suatu kerajaan?"


"Apakah anda sedang meledek saya?"


"Bukan! Anda pun cantik seperti seorang putri."


"Okay, perkenalkan saya Devi Tara, hanya seorang designer biasa yang merangkap jadi model brand sendiri."


"Wow… Anda seorang designer, pantas terlihat sangat cantik. Apa baju yang anda kenakan juga buatan sendiri?"


"Tentu. Apakah sekarang saya boleh tahu siapa anda?" Pinta Tara.


"Baiklah, tapi sebaiknya kita tidak bicara terlalu formal."


"Aku Ahsan Ayyubi, kamu bisa memanggilku Ahsan." Ahsan tersenyum manis.


"Aku hanya seorang karyawan di sebuah pabrik." Ahsan mengulurkan tangan mengajak berjabat tangan.


"Aku rasa kamu pun belum memperkenalkan dirimu sepenuhnya. Masih ada yang kamu sembunyikan. Apa aku benar?"


"Baiklah, aku Devi Tara Maheswari. Papaku bisa disebut pengusaha garmen dan tekstil yang cukup berhasil di kota ini." Terang Tara.


"Aku bersyukur bisa bertemu langsung dengan Tara Maheswari. Papamu pasti juga mengenalku. Aku hanya pengusaha kecil, bisnis ekspor impor karpet dan ada garmen juga." Jelas Ahsan.


"Apa kamu salah satu rekan papa? Kenapa aku tidak tahu papa punya rekan yang masih muda dan tampan." Tersenyum manis.


"Aku tersanjung karena dianggap tampan oleh wanita secantik dan sehebat kamu." Ahsan balik memuji Tara.


"Apa kita akan terus saling memuji?Bagaimana jika kita berkuda bersama?"


"Tentu, dengan senang hati." Jawab Ahsan.


"Jika aku memintamu menjadi model untuk brand fashion ku, apa kamu bersedia?" Tanya Tara.


"Tapi aku tidak pernah berfoto sebagai model. Aku takut akan mempermalukan kamu." Ahsan merendah.


"Kamu hanya berdiri diam saja sudah terlihat tampan. Aku yakin kamu akan cepat terkenal dan karya-karyaku laris di pasaran." Tara memuji.

__ADS_1


"Kamu berlebihan, Tara. Aku bersedia asalkan kita ambil foto berdua, kalau sendiri pasti akan sedikit canggung. Apa kamu bisa membantuku agar tidak canggung?"


"Kalau kamu mau, aku masih punya satu model pria lagi, dia temanku dari India, pasti dia mau duet denganmu."


"No! Aku hanya mau difoto jika bersamamu saja. Apa kamu keberatan?"


"Tidak, aku tidak keberatan sama sekali, karena kamu bagaikan pangeran-"


"Dan kamu bagaikan sang putri." Ahsan memotong kata-kata Tara.


"Okay, bagaimana kalau kita ambil tema pangeran berkuda dan tuan putri?"


"Ide yang menarik, itu akan menaikkan minat pembeli, mereka sangat suka dengan tema pangeran dan putri." Ahsan setuju.


"Kapan kamu ada waktu? Atau bisakah kamu memberikan nomor asisten atau sekretaris mu untuk mengatur jadwal pemotretan?"


"Apakah aku boleh meminjam ponselmu untuk menelepon asistenku?" Pinta Ahsan.


"Sepertinya aku meninggalkan ponselku di tas."


"Okay, ini pakai saja." Tara meminjamkan ponselnya.


Ahsan mengetik nomor di ponsel Tara lalu membuat panggilan. Terdengar suara nada dering panggilan telepon dari saku celana Ahsan.


"Kamu memanggil dirimu sendiri, bukan memanggil asisten mu." Ledek Tara.


"Ha… ha… ha… Kamu benar sekali."


"Tanpa harus begitu, aku juga akan memberikan nomor ponselku padamu."


"Habisnya... Tadi kamu malah minta nomor asistenku. Lebih baik kamu menghubungiku langsung saja."


Mereka asyik berkuda bersama dan Ahsan tidak membiarkan Tara jauh darinya. Bahkan setelah selesai berkuda mereka janjian makan siang di restoran yang ada di tempat berkuda itu. Mereka berdua berfoto bersama di roof top restoran sebagai kenang-kenangan pertemuan pertama mereka.


Ahsan memposting fotonya bersama Tara dan memberinya caption, "Ada bidadari 🥰 di tempat berkuda."


Sontak, postingan Ahsan mendapatkan begitu banyak tanggapan. Para fansnya mulai heboh dan bertanya-tanya, pasalnya Ahsan tidak pernah sekalipun memposting foto seorang wanita di sosial medianya.



Tara pun tidak ketinggalan memposting fotonya bersama Ahsan, bahkan dia membubuhkan caption, "Ku kira dia Pangeran Arab yang nyasar ke tempat berkuda, sampai jumpa dua hari lagi di pemotretan, pangeran tampan 😊."


Postingan Tara tidak kalah heboh dari postingan Ahsan. Netizen berbondong-bondong bertanya siapa pangeran tampan yang Tara maksud, padahal yang mereka tahu Tara hanya dekat dengan Gala dan saudara kembar Cakra Wangsa.


Aryan menelepon, Gala menelepon, Anand menelepon, Karan menelepon, namun tidak satupun yang dijawab. Tara tetap tidak menggubris ponselnya yang terus berdering, dia melanjutkan obrolannya dengan Ahsan.

__ADS_1


................


Yuk ditunggu jempolnya, komentarnya dan dukungannya. Terima kasih, matur suwun.


__ADS_2