Pria Idaman Lain

Pria Idaman Lain
S3_pernikahan Husna


__ADS_3

dokter Rizal membicarakan tentang pernikahan yang bisa di lakukan secepatnya, karena dia tak ingin ada masalah di kemudian hari.


"apa tidak terlalu cepat untuk pernikahan jika di lakukan seminggu kemudian?" tanya ustadz Ahmad.


"kebetulan karena bulan depan adalah peresmian rumah sakit milik dokter Mahi, jadi aku ingin kita bisa pergi dalam satu mobil tanpa takut atas hubungan kami," Jawab dokter Rizal.


"ya baiklah, tapi aku akan bertanya pada Husna dahulu, apa dia mau menikah secepat ini?" kata ustadz Ahmad.


Husna pun datang membawa minuman, dan tak lama keluarga inti dari dokter Rizal datang membawa baby Syafa.


"assalamualaikum..." sapa kedua orang tua itu.


"waalaikum salam, iya mati silahkan masuk," kata ustadz Ahmad.


"maaf kami baru sempat datang, karena tadi masih ada acara keluarga," kata ayah dari dokter Rizal.


"iya pak tidak masalah, kalau boleh tau ada masalah apa?" tanya ustadz Ahmad.


"sebenarnya karena tadi Rizal mengatakan jika keluarga pihak wanita setuju, kami begitu bahagia jadi setelah acara kami langsung datang kesini," jawab ayah dokter Rizal.


"iya bapak, saya hanya terkejut karena keluarga langsung datang bersama-sama," kata ustadz Ahmad tersenyum bingung.


"sudah Abi, lebih cepat lebih baik, dari pada akan terjadi yang tak diinginkan," kata Mahi.


"baiklah jika kamu mengatakannya, tapi tak mudah akan jadi ibu sambung untuk seorang anak Mahi," jawab ustadz Ahmad.


tak di duga baby Syafa yang melihat Husna langsung berdiri dan berjalan pelan sambil tersenyum ceria.


"ma..." kata bocah kecil itu.

__ADS_1


setelah itu baby Syafa langsung memeluk Husna dan menciumnya, "halo sayang..." bisik Husna.


"ma..." celoteh bocah itu.


Dila pun tersenyum, ustadz Ahmad pun makin yakin, tapi dia menjewer telinga dari Mahi.


dia sadar jika sepertinya ini karena menantunya yang menjodohkan keduanya.


terlebih bocah perempuan itu tak mungkin bisa dekat jika bertemu pertama kali.


Mahi hanya tersenyum, begitupun dengan Fatin yang menangkupkan tangannya memohon maaf.


ustadz Ahmad pun tersenyum, mungkin mereka terpaksa melakukan ini karena takut jika bicara secara langsung dia tak akan setuju.


akhirnya malam itu di putuskan seminggu lagi pernikahan Husna akan di laksanakan.


kebetulan dokter Rizal juga sedang off jadi pernikahan bisa di lakukan dengan tenang.


terlebih dokter Rizal juga belum meminta mereka membereskan segalanya.


karena rumah mahi juga belum selesai di bangun, karena setidaknya butuh sebulan lagi baru bisa di tempati.


karena dia harus menjelaskan semuanya kepada orang tua dokter Rizal, karena mereka yang tak mengizinkan dulu dokter Rizal meninggalkan rumah.


hingga membuat istri dokter Rizal meninggal dunia saat melahirkan, terlebih karena stres.


tak terasa hari ini adalah acara wisuda pasca sarjana dari Fatin, mahi sudah siap dengan setelan jas.


sedang Fatin tetap terlihat cantik dengan gamis brokat untuk wisuda, ustadz Ahmad, Dila dan semua adik-adiknya juga datang.

__ADS_1


akhirnya wisuda pun berjalan baik, bahkan Fatin mendapatkan beberapa penghargaan dari universitas.


ustadz Ahmad terus di buat bangga oleh putrinya itu, dan setelah acara selesai, mereka semua makan bersama untuk merayakannya.


mereka pun melakukan beberapa kali foto bersama Fatin, bahkan Mahi akan memajang foto bersama istrinya itu di rumah baru mereka.


Fatin setelah hamil sangat suka makan hingga membuatnya kebaikan berat badan.


"Husna katanya akan fitting baju pengantin? kapan, pernikahan mu sudah tinggal lima hari lagi loh," kata Husain.


"aku tak mau melakukan itu, aku masih takut untuk pergi melakukan hal itu," kata Husna.


"tenang, dokte Rizal sudah menyiapkan seorang penjahit dan nanti akan datang ke rumah untuk mengukir tubuh mu Husna, jadi kamu tak perlu bingung," jawab Mahi yang tau semuanya.


setelah makan-makan mereka pun langsung menuju ke rumah untuk menemui penjahit baju itu.


sesampainya di rumah, ternyata benar ada beberapa orang yang datang.


Husna memilih beberapa jenis model baju pengantin syar'i, meski terlihat simpel tapi juga akan nanti di buat mewah.


ternyata semua orang mendapat bagian untuk di ukur badan karena mendapat jatah baju.


Fatin meminta penjahit untuk mengukur lebih dua sentimeter karena takut dia makin gemuk.


sedang Mahi tertawa melihat hal itu, pasalnya meski makan begitu banyak meski sedikit naik berat badan tapi tak mempengaruhi bentuk tubuh istrinya.


setelah selesai, Fatin menyuguhkan minuman dan cemilan untuk para penjahit itu.


tak terasa sudah semakin sore suasana rumah makin rame karena ada beberapa orang yang datang untuk membahas pernikahan.

__ADS_1


Fatin yang sudah lelah pun mengajak Mahi pulang untuk istirahat, terlebih dia juga sedang hamil muda.


__ADS_2