Pria Idaman Lain

Pria Idaman Lain
S3_melarikan diri


__ADS_3

Fatin masih terbaring, saat suster lupa tak memberikan obat tidur, dia terbangun dan melihat ruangan di sekitarnya.


dia ingin ke kamar mandi tapi tangannya masih terborgol di ranjang rumah sakit, "tolong lepaskan ini, aku ingin ke kamar mandi!" teriaknya.


seorang suster muda menghampiri Fatin, "maaf nyonya, tapi anda harus terus bersama ku," kata wanita itu.


"terserah kamu saja, dan katakan ini tanggal berapa?" tanya Fatin yang turun dari ranjang


"ini tanggal dua di bulan Agustus," jawab perawat itu.


Fatin kaget berarti sudah hampir tiga satu bulan dia berada di tempat itu, dan selalu terbangun hanya sekitar satu hingga dua jam.


dia sampai di kamar mandi, perawat itu pun membuka borgol dan mempersilahkan Fatin untuk masuk.


Fatin berusaha melihat situasi, dia melihat wajahnya yang sudah berubah.


dia menangis, karena perubahannya terlalu banyak, tak mungkin dia akan di kenali oleh keluarganya.


"biadab sekali, kenapa dia melakukan ini padaku, aku bahkan tak memiliki masalah dengannya," kata Fatin yang frustasi.


tapi dia harus lekas sadar, dia mulai menyadarkan dirinya, karena dia harus menerobos para penjaga dan suster yang berjaga di depan.


Fatin pun bersiap melakukan hal itu, dia mengambil sebuah pisau yang dia ambil saat berada di ruangan dokter.


dia mengambilnya dari tempat persembunyian, dia pun sudah memikirkan ini semua dengan matang.


"perawat tolong kemarilah sebentar, sepertinya aku melukai diriku," panggil Fatin.


perawat itu pun masuk tanpa curiga, Fatin bersembunyi di balik pintu dan saat perawat itu masuk, Fatin membenturkan kepala perawat itu ke dinding kamar mandi dengan keras.

__ADS_1


kemudian dia keluar memakai baju perawat itu, para pengawal sedang sibuk berbicara.


Fatin segera berjalan menuju ke area tangga darurat, ternyata juga ada pengawal di sana.


dia pun memilih masuk ke area cleaning servis dan mengganti bajunya, dan dia membawa alat untuk mengepel lantai.


tubuh Fatin belum sepenuhnya bisa di buat bergerak, dia bahkan hampir sesak nafas.


dia pun menguatkan dirinya untuk segera pergi keluar dari area rumah sakit.


tapi dia hampir menabrak sosok Wihandoko yang baru datang, "maaf tuan..." suara serak Fatin.


Wihandoko menaikan wajah Fatin, terlebih baru dia cleaning servis yang berani seperti itu, tapi seseorang memanggilnya, "tuan anda datang, mati kita ke ruangan nyonya," ajak dokter itu.


Fatin langsung pergi berlari pasalnya jantungnya seperti mau copot, meski dia membuat penampilannya sangat buruk.


tetap saja dia takut jika pria itu mengenalinya. beberapa bulan di sekap, Fatin belajar untuk bertahan dan berusaha lebih kuat.


di rumah sakit, dokter dan tuan Wihandoko kaget melihat siap uang terbaring di ranjang.


dia bukan Fatin, tuan Wihandoko langsung marah besar terlebih menjaga satu perempuan saja para pengawal tak becus


"apa ini, kalian sedang apa, menjaga satu wanita saja tak becus!" marah pria itu.


"maaf tuan, kami sedang berjaga di luar, dia adalah perawat yang datang khusus untuk nyonya," jawab para pengawal itu.


"kau pikir aku peduli, sekarang kalian semua cari dia, jika tidak dapat maka kepala kalian semua menjadi bayarannya," marah Wihandoko.


dokter pun menuju ke ruang pantai CCTV, ternyata Fatin keluar dengan berpakaian suster.

__ADS_1


tapi rekaman itu tak membantu terlebih rekaman CCTV tak ada di lorong tangga darurat.


"tunggu tuan, ada yang aneh, kenapa cleaning servis itu lari menjauhi rumah sakit?" tanya petugas keamanan rumah sakit.


"mungkin dia di suruh membeli sesuatu," jawab dokter


tuan Wihandoko kesal, dia menelpon semua anak buahnya untuk mencari wanita itu.


terlebih Fatin adalah wanita yang sudah mencuri hatinya, dia tak ingin melepaskannya sedikitpun.


Fatin berjalan dan sampai di pemukiman cukup kumuh di daerah pinggiran, dia ingat dulu pernah mengajak Husain ke sini untuk belanja.


dia sudah sangat lemah, kakinya sudah lecet dan dia sangat haus.


Feby keluar dari tempatnya bekerja untuk merokok, wanita itu tak bisa konsen karena terus kepikiran tentang ucapan dari Husain.


Fatin pun terjatuh di depan wanita itu, Feby pun kaget melihat ada wanita yang terjatuh lemas begitu saja.


"mbak sakit, kita ke rumah sakit ya," ajaknya.


"tidak perlu, tolong bawa aku bersembunyi, aku sedang di kejar orang jahat," jawab Fatin dengan lemah.


Feby pun membawa gadis itu menuju ke kamar kos miliknya di lantai tiga, karena kawasan itu milik seseorang yang juga sangat keras.


jadi tak mudah polisi atau bahkan geng preman untuk masuk dan mengacak-acak tempat itu.


Feby pun menidurkan Fatin ke kasur spon yang ada di lantai, "mbak aku tinggal dulu ya, karena aku harus bekerja, jika mbak lapar bisa makan mie atau nasi di rice cooker, oh ya tenang disini aman, jadi selama mbak gak keluar, mbak tak akan bahaya," kata Feby.


"terima kasih mbak, sudah mau menolong saya," lirih Fatin.

__ADS_1


"sama-sama mbak,kita sesama manusia kan memang wajib tolong menolong," jawab Feby sebelum pergi.


Fatin pun tertidur karena lelah, bahkan tenaganya sudah terkuras habis.


__ADS_2