Pria Idaman Lain

Pria Idaman Lain
Part 42_Bahagia dan Derita


__ADS_3

Bumbu ayam bakar pakai kecap asin


Jangan lupa dikurangi garamnya


Mohon berikan dukungan pada novel Pria Idaman Lain


Tambahkan favorit, vote, jempol dan hadiahnya


Reader yang memberikan dukungan, semoga rejekinya melimpah. Aamiin.


Jangan lupa bahagia.


.........


Tara pov: Aku bahagia kamu sangat perhatian dan romantis mas. Aku janji akan lebih perhatian dan lebih mencintaimu daripada kemarin. Semoga Gala bisa mengikhlaskan aku denganmu mas. Aku tidak bisa jika harus mengkhianatimu, banyak cinta yang telah kamu berikan padaku.


Aryan dan Tara berencana tinggal di resort 5 hari. Selain beristirahat dari pekerjaan, tentunya mereka juga memerlukan quality time berdua saja. Pengantin baru biasanya baru semangat-semangatnya bermesraan.


Saat ini Tara hanya fokus pada Aryan, meskipun dia masih mencintai Gala. Sejak persiapan pernikahan Gala sudah jarang berinteraksi dengan Tara, kalaupun bertemu hanya untuk urusan pekerjaan. Sesuai janjinya pada Tuan Yoga, Gala mulai sedikit demi sedikit menjauh dari Tara. Itu semua juga karena Aryan yang berusaha keras untuk mengalihkan perhatian Tara.


.........


Bermandikan sinar matahari, cuaca hari ini begitu cerah secerah wajah Aryan dan Tara yang sedang bahagia. Aryan turun ke pantai dan Tara hanya menunggunya di tepi pantai saja. Tanpa sadar Tara melamun memandangi Aryan yang sedang menuju ke arahnya dalam kondisi topless.



"Sayang… Kenapa kamu melamun? Apa kamu tidak sabar menunggu seranganku?" Tiba-tiba Aryan sudah di dekat Tara dan membuyarkan lamunannya.


"Eh… Apa mas?" Tara kaget.


"Apa kamu sedang menggodaku? Pose-mu itu bikin pengen bawa kamu ke ranjang."


"Maaas... Siang-siang gini kenapa mikirin itu mulu?" Protes Tara.


"Bukannya kamu juga sedang memikirkannya? Kamu menatapku sampai tidak sadar aku sudah di dekatmu." Jelas Aryan.


"Emm… Itu cuma perasaanmu aja kali, mas! Tadi aku tidak sedang menatapmu." Kilah Tara.


"Apa kamu malah kepikiran orang lain saat bersamaku? Padahal kita baru saja menikah." Tanya Aryan sendu.


Alih-alih menjawab pertanyaan Aryan, Tara justru bangkit lalu mendekat dan mencium bibir Aryan. Ciuman yang ringan dan tak berlangsung lama.


"Jangan berpikir aneh-aneh, mas! Aku sudah memilihmu, itu berarti aku lebih mencintaimu."


"Sekalipun kamu lebih mencintaiku, aku masih takut jika kamu masih memikirnya dan akan kembali dekat lagi dengannya." Aryan menerawang menatap lautan lepas.


Tara memeluk Aryan dan bersandar pada dadanya yang bidang. "Aku hanya akan setia padamu, meskipun kadang terpikir tentangnya. Maaf karena sebelumnya aku sedikit goyah."


Aryan membalas pelukan Tara dan mencium puncak kepalanya. "Aku akan sedikit over protektif. Apa kamu akan tahan?"


"Aku akan berusaha menjaga perasaanmu, mas. Aku akan kerja secara professional, tapi jangan terlalu posesif ya?"


"Aku nggak janji ya… Tergantung nanti kedepannya kamu gimana."


Tara memainkan jemarinya di dada Aryan.

__ADS_1


"Kamu masih tidak mau ngaku? Dari tadi bukannya kamu menatapku dan membayangkan apa yang ku bayangkan juga."


Tara hanya diam dan masih memainkan jemarinya di dada Aryan.


"Sayang, kenapa kamu malah mencoba membangunkan sesuatu yang sedang tertidur." Aryan memejamkan mata.


"Maksudnya?" Tara tidak tahu apa yang Aryan maksud.


"Jemarimu, sayang. Kalau tidak kamu hentikan, bisa-bisa aku akan membawamu ke kamar sekarang"


Karena gemas, jemari Tara justru menelusuri roti sobek suaminya yang sungguh menggoda baginya. Aryan yang tidak tahan akhirnya mengendong Tara ala bridal style, dia berniat membawa Tara kembali ke kamar.


"Mas, turunin! Kita mau kemana?" Tara bingung.


"Kamu sudah menggodaku, jadi kamu harus terima akibatnya."


Tara meronta. "Mas, turunin! Aku nggak mau digendong gini, aku malu."


"Terus maunya digendong yang kaya gimana? Mau aku panggul kaya ngangkut karung beras?" Aryan menggoda.


"Jahat banget sih! Gendong belakang aja deh, sekalian foto dulu ya?" Minta persetujuan.


"As u wish, my queen." Mengiyakan permintaan sang istri.


Aryan menurunkan Tara lalu menggendongnya di belakang. Tara yang bahagia karena permintaannya dituruti langsung mencium pipi Aryan.


"Katanya mau foto dulu, kok malah mancing-mancing?"


"Emang mas Aryan sekarang berubah jadi ikan?" Ledek Tara.


"Nyupang bahasa apa sih mas?"


"Ah... Kamu gitu aja nggak tahu. Entar searching aja." Aryan tidak mau menjelaskan.


Kehidupan ini selalu ada dua sisi, hitam-putih, baik-buruk, bahagia-derita. Satu sisi Aryan dan Tara sedang bahagia, di sisi lainnya ada Gala yang menderita. Mereka tidak menyadari, sedari tadi Gala melihat kemesraan mereka dari jauh.


"Kenapa ada derita? Bila bahagia tercipta. Kenapa ada sang hitam? bila putih menyenangkan. Aku pulang tanpa dendam. Ku terima kekalahanku. Semoga kalian selalu bahagia." Bisik Gala.


"Mas, kamu ngerasa ada yang sedang perhatiin kita nggak sih?" Tara melihat sekeliling.


"Kita sudah booking area sebelah sini, mana mungkin ada orang lain kesini. Kalaupun ada itu asisten atau bodyguard kamu." Papar Aryan.


"Bodyguard?" Tara kepikiran Gala.


"Maksudku team keamanan keluarga Maheswari. Dia sudah tidak ada disini, sudah pulang tadi pagi, sama seperti Anand." Aryan malas menyebutkan nama Gala.


Tara menyandarkan kepalanya di bahu Aryan, sengaja sekali dia mencium leher Aryan.


"Sayaaang... langsung ke kamar aja ya?" Aryan tidak tahan dengan godaan Tara.


"Tapi kan belum jadi foto, maaas." Ucap Tara lembut.


"Baiklah cepat panggil asistenmu! Minta dia untuk mengambil foto kita." Titah Aryan.


Tara menelepon asistennya dan memintanya untuk datang mendekat dan mengambil foto mereka. Tidak butuh waktu lama, asisten Tara datang dan mulai mengambil foto sesuai permintaan Tara.

__ADS_1


"Maaf non, tadi saya diam-diam telah mengambil foto anda. Nanti saya kirim ke nona." Ucap Vania asisten Tara.


"Baiklah segera kirimkan, biar aku lihat. Aku mau posting satu yang bagus." Jawab Tara.


Foto telah dikirimkan dan Tara sangat puas dengan foto yang asistennya ambil tanpa sepengetahuannya.


"Fotonya bagus sekali, di momen yang pas. Terima kasih ya... Aku akan mengunggahnya di sosial media." Tara mengacungkan dua jempol.


"Saya senang non, saya kira nona akan marah."


"Tidak, ini bagus. Yang penting kamu tidak menyebarkannya atau mengunggahnya sembarangan."


"Siap, nona. Saya pamit undur diri, selamat menikmati honeymoon ☺." Vania tersenyum menggoda Tara.


"Isshh... Kamu ini..."


Vania meninggalkan Tara berduaan lagi dengan Aryan. Terlihat Aryan yang mulai cemberut karena lama menunggu.


"Sayaaang, ke kamar yuuuk? 'Kan fotonya sudah." Aryan merajuk.


"Sabar mas gantengku. Aku mau upload dulu." Tara minta waktu lagi.


Aryan memainkan rambut Tara yang hitam panjang dan sedikit bergelombang, sedangkan Tara sibuk dengan sosial medianya.



(Ilustrasinya gitu ya guys. Maaf tidak ada foto yang pas.)


Tara membubuhkan caption. "Pasienku yang semakin manja, tapi aku suka. Love you mas gantengku 🥰😘."


Tidak lupa Tara mention akun sosial media Aryan. "Mas, coba lihat sosial media kamu."


Aryan mengambil ponselnya lalu membuka sosial medianya. Senyumnya mengembang dan mengomentari unggahan Tara. "Love you to my queen 🥰😘."


Para netizen heboh dengan unggahan Tara dan komentar Aryan. Anand pun melihat foto keromantisan Aryan dan Tara.


"Aaaaaaaaahhhhh..."


Anand melemparkan ponselnya ke sembarang arah hingga membuat ponselnya hancur. Dia kesal, marah dan cemburu.


"Kenapa Aryan yang mendapatkan semuat? Kenapaaaaaa...?


Anand melampiaskan kekesalannya dengan memporak-porandakan kamarnya.


"Wajahku dan wajahnya sama, tapi mengapa Tara cuma menyukai Aryan?"


"Aku juga memiliki bisnis, aku juga berusaha perhatian padanya, namun dia selalu menolakku." Anand terduduk lesu di tepi ranjangnya.


Indi mencoba menghubungi Anand namun tidak bisa. Indi kesal dan marah karena tidak bisa bersama Anand lagi. Sia-sia sudah usahanya selama ini untuk mengikat Anand.


"Awas aja kamu mas Anand! Kalau aku tidak bisa mendapatkanmu,maka aku akan membuatmu menderita. Aku akan membalas perlakuan keluargamu." Indi mendendam.


...………....


Apa yang akan dilakukan Indi (mantan Anand)?

__ADS_1


Yuk ditunggu jempolnya, komentarnya dan dukungannya. Terima kasih telah bersedia mampir membaca.


__ADS_2