
Pergi ke pasar untuk membeli kain
Untuk membuat seragam baju kebaya
Mohon berikan dukungan pada novel Pria Idaman Lain
Tambahkan favorit, vote, jempol dan hadiahnya
Reader yang memberikan dukungan, semoga rejekinya melimpah. Aamiin.
Jangan lupa bahagia.
.........
Suasana romantis Tara dan Gala begitu membahagiakan, menghadirkan bunga-bunga di hati mereka berdua. Gala terus tersenyum mengingat bagaimana Tara cemburu karena dia bersama Rani. Namun entah mengapa Gala merasakan kekhawatiran di saat bersamaan.
Tuan Yoga pov: Aku telah salah membiarkan Gala selalu bersama Tara. Aku sungguh tidak menyangka mereka berdua senekat itu bermain cinta di belakang Aryan. Tara tidak bisa menentukan pilihan dengan tegas. Saat ini mungkin mereka tidak kelewat batas, namun bisa saja suatu saat nanti itu berubah menjadi perselingkuhan atau perzinaan. Aku harus segera bertindak.
Tuan Yoga berniat memanggil Tara, namun Tara tidak mendengarnya. Tuan Yoga pun berniat mengejar Tara, namun Tara terlanjur jauh. Tuan Yoga curiga dan mengikuti Gala, tanpa sengaja justru melihat Tara mengendap-endap pergi ke paviliun Gala.
Kalau saja Tara tidak segera keluar dari pavilun Gala, Tuan Yoga pasti akan segera mencari cara agar Tara segera keluar. Tuan Yoga masih memikirkan reputasi dan kehormatan Tara, tidak mungkin Tuan Yoga terang-terangan menangkap basah kelakuan Tara dan Gala. Setelah Tara pergi, Tuan Yoga mendatangi Gala di paviliunnya.
Tok… tok… tok…
Tuan Yoga mengetuk pintu paviliun tempat Gala tinggal. Gala pun kaget dan bertanya-tanya siapakah yang datang ke paviliunnya tengah malam begini.
Gala membukakan pintu. "Papa..." Gala kaget dan gugup.
"Silakan masuk, pa." Gala berusah menutupi kegugupannya. Bagaiman Gala tidak gugup, padahal baru saja Tara keluar dari paviliunnya dan tiba-tiba Tuan Yoga datang.
"Papa, ada perlu apa malam-malam datang kesini? Padahal papa bisa saja meneleponku, biar aku saja yang menghadap pada papa." Gala bertanya.
"Bagaimana kamu bisa datang menghadapku, jika kamu sibuk berduaan dengan Tara." Tuan Yoga menyindir.
__ADS_1
"Astaga anak dan ayah sama-sama suka menyindirku." Batin Gala.
"Maaf, pa. Maksud papa apa?" Gala masih berusaha menutupi kedatangan Tara di paviliunnya tadi.
"Gala, tanpa harus papa jelaskan, pasti kamu sudah tahu maksud papa. Apa yang Tara lakukan malam-malam begini di paviliunmu?" Tuan Yoga to the point.
Deg… deg…deg… Detak jantung Gala tidak karuan. Dia sungguh tidak menyangka Tuan Yoga sendiri yang menangkap basah dirinya dan Tara. Gala masih diam membisu tidak mampu menjawab.
"Kenapa kamu tidak menjawab? Biasanya kamu sangat tegas dan berani, apa kamu berbuat salah?" Tuan Yoga mengintimidasi.
Gala bersimpuh di depan kaki Tuan Yoga yang sedang duduk di sofa. "Maafkan saya, pa. Saya telah mengkhianati kepercayaan papa. Saya tidak bisa menahan rasa cinta saya pada Tara. Saya sudah tidak mampu memendamnya sendirian. Harusnya saya tidak mengatakannya pada Tara, meskipun ada kesempatan."
"Apa kamu tahu bahwa perbuatanmu itu salah? Jika Tara tidak bisa menahan rasa cintanya padamu juga, kenapa tidak kamu saja yang menjauh?" Tuan Yoga bertanya sekaligus memerintah Gala untuk menjauhi Tara.
"Saya telah mencoba menjaga jarak dengan Tara, namun saya dan Tara tidak mampu saling berjauhan." Gala mempertahankan diri.
"Kalau saja kamu tidak memulainya, pasti kalian berdua tidak akan terjebak di dalam perasaan cinta kalian yang salah. Tara sudah memilih Aryan, lalu bagaimana bisa kalian bermain di belakang Aryan?" Papar Tuan Yoga.
"Aku tidak mau Tara menjadi seorang pengkhianat, aku tidak mau jika Tara berselingkuh. Dunia ini pasti akan menghujat Tara tanpa ampun. Apa aku yang salah mendidiknya?" Tuan Yoga tertunduk sedih.
"Jika kalian tidak berjauhan, pasti kalian akan kembali bersama." Tebak Tuan Yoga.
"Bukankah kalian sudah mencoba, namun tidak bisa. Itu karena kalian masih sering bertemu di rumah dan di tempat kerja. Waktu Tara lebih banyak dihabiskan bersamamu. Apa kamu tidak kasian dengan papamu ini?" Papar Tuan Yoga.
"Ayahmu pasti juga akan kecewa jika mengetahui hal ini." Imbuh Tuan Yoga.
"Saya akan meminta mas Aryan untuk selalu bersama Tara, pa. Saya akan berusaha menyibukkan diri dengan perkerjaan dan mengurangi intensitas bertemu dengan Tara. Saya yakin cinta mas Aryan akan membuat Tara lupa dengan saya, jika saya jarang bertemu dengan Tara."
"Aku harap kamu tidak mengecewakanku dua kali." Pinta Tuan Yoga.
"Saya tidak akan mengecewakan papa dan ayah. Saya tulus mencintai Tara, saya akan berusaha yang terbaik untuk kebaikan dan kebahagiaan Tara." Gala berjanji.
"Seharusnya dulu aku tidak menjodohkan Tara dengan pria lain. Kamu benar-benar calon menantu idaman. Maafkan papa." Ucap Tuan Yoga sedih.
__ADS_1
"Tidak! Pa. Papa tidak salah menjodohkan Tara dengan mas Aryan karena dia juga mencintai Tara dengan tulus, mungkin cinta mas Aryan juga lebih besar daripada cinta saya pada Tara. Saya ikhlas jika Tara bersama mas Aryan dan saya percaya mas Aryan mampu menjaga dan mebahagiakan Tara." Terang Gala.
"Terima kasih telah mencintai Taraku dengan tulus. Terima kasih karena selalu menjaga Taraku dengan baik. Aku percayakan semua padamu, aku tahu kamu pasti akan melakukan yang terbaik untuk Tara." Tuan Yoga mengelus kepala Gala, bagaimanapun juga Gala sudah seperti anak laki-lakinya sendiri.
"Terima kasih karena masih mempercayai saya, pa. Terima kasih karena masih memberikan saya kesempatan untuk selalu menjaga Tara. Saya pasti akan melakukan yang terbaik untuk Tara." Janji Gala.
"Baiklah, aku akan pergi sekarang. Jika suatu saat ada kesempatan, aku pasti akan menjadikan kamu sebagai menantuku." Sejenak Tuan Yoga memeluk Gala lalu pergi meninggalkan Gala sendirian termenung di paviliunnya.
Tanpa sadar Gala menitikkan air mata, bagaimanapun juga pasti berat mengikhlaskan orang yang dicintai bersama orang lain.
Gala duduk telungkup sambil memegangi kedua kakinya. Gala tidak mampu menahan tangisnya lagi. Gala mengucapkan janji pada Tara dan dirinya sendiri disela-sela isak tangisnya.
"Tara, aku tidak bisa memilikimu, namun ku pastikan aku akan selalu menjaga dan membuatmu bahagia."
Seorang pria yang menangisi wanitanya, bukanlah pria yang lemah dan menyedihkan. Gala menangis karena cintanya yang besar pada Tara. Jika Gala tidak tulus mencintai Tara, tidak mungkin dia masih akan berjuang untuk kebahagiaan Tara.
Lagu sedih mengalun perlahan membuat Gala semakin tenggelam dalam kesedihannya. Malam ini akan menjadi malam panjang baginya.
"Walau hati ini t'rus menangis menahan kesakitan ini. Tapi ku lakukan semua demi cinta."
"Akhirnya juga harus kurelakan kehilangan cinta sejatiku. Segalanya t'lah ku berikan, juga semua kekuranganku."
"Jika memang ini yang terbaik untuk diriku dan dirinya, 'kan ku t'rima semua demi cinta."
"Jujur… Aku tak kuasa, saat terakhir ku genggam tanganmu. Namun yang pasti terjadi, kita mungkin tak bersama lagi."
"Bila nanti esok hari ku temukan dirimu bahagia. Ijinkan aku titipkan kisah cinta kita selamanya."
.................
Apakah Gala akan terus terang pada Tara bahwa Tuan Yoga telah mengetahui hubungan mereka?
Tunggu episode selanjutnya 👍
__ADS_1
Yuk ditunggu jempolnya, komentarnya dan dukungannya. Terima kasih telah bersedia mampir membaca.