
Seberapa pun reader, like dan favoritnya, author akan tetap selalu update sampai kelar halu/khayalan di kepala author 😸
Reader jangan lupa tinggalkan jejak dukungan ya... Biar lebih semangat nulisnya. 🙏🏼🙏🏼🙏🏼
Reader yang memberikan dukungan, semoga rejekinya melimpah. Aamiin.
Jangan lupa bahagia.
.........
Di luar kamar Tara, Nyonya Lita sedang berbicara dengan suaminya.
"Pa, sepertinya kita harus memanggil Gala pulang. Tara butuh Gala, pa!" Usul Nyonya Lita.
"Kita tidak boleh egois. Gala sedang mencari kebahagiannya sendiri." Tidak setuju.
"Gala pasti marah jika tidak kita beri tahu!"
"Gala mencintai Tara, tapi saat Tara masih seorang diri. Kini Tara mengandung anak Aryan, Gala belum tentu mau menerimanya."
"Kita hanya perlu memberitahunya saja, terserah apakah Gala mau pulang atau tidak. Mama rasa cinta Gala pada Tara tidak sesederhana itu. Mama yakin Gala akan selalu mencintai Tara, terlepas bagaimanapun kondisi Tara." Terang Nyonya Gita.
"Tara juga belum tentu setuju, ma. Tara masih bersedih akan kepergian Aryan. Biarkan dia tenang dulu. Kita orang tuanya, jadi kita 'lah yang harus menjaga Tara dan calon cucu kita."
"Tapi, pa… Mama rasa, Tara membutuhkan Gala untuk menjaga dan menghiburnya. Hanya Gala yang bisa menenangkan Tara, pa."
"Dengarkan papa, ma! Lebih baik kita tidak mengabari Gala dulu. Jika Gala benar-benar pulang dan selalu mendampingi Tara, apa kata dunia ini nantinya?"
"Tara kita pasti akan dihujat oleh dunia, mulut dan ketikan para netizen sangat kejam. Papa tidak mau orang-orang justru berspekulasi jika kematian Aryan adalah cara Gala untuk merebut Tara kembali."
"Aku tidak sanggup menyakiti Gala lagi, dia sudah terluka saat aku memintanya menjauh dari Tara."
"Maksud, papa?" Nyonya Lita kaget.
"Tara dan Gala saling mencintai, mereka saling berhubungan di belakang Aryan saat Tara belum menikah. Bahkan Gala rela menjadi yang kedua bagi Tara, meskipun hanya luka yang Gala dapatkan."
__ADS_1
"Baiklah, lebih baik kita beritahu Gala jika kita sudah bisa mengungkap kebenaran tentang kematian Aryan. Mama sungguh curiga dengan Nyonya Gita dan Aryan." Nyonya Lita mengatakan dugaannya pada sang suami.
"Kamu menuduh ibu dan saudara kembar Aryan?" Tuan Yoga kaget.
"Hanya mereka yang memiliki motif yang paling kuat untuk membunuh Aryan. Diam-diam aku juga tahu kalau Gita sangat mencintai Anand dan menginginkan Annad yang menjadi CEO Cakra Wangsa Group. Anand pun juga mencintai Tara, bahkan dia sempat menyamar menjadi Aryan untuk mendekati Tara." Terang Nyonya Lita.
"Bagaimana kamu tahu semua hal itu dan tidak mengatakannya padaku?"
"Gala dan Aryan sudah menanganinya, mama pikir tidak perlu memberitahu papa."
"Papa lihat Anand sangat mengkhawatirkan Aryan dan Tara, mungkin saja dia sudah berubah. Kita tidak bisa menuduh sembarangan tanpa bukti yang jelas. Sebaiknya kita tunggu hasil penyelidikan dari polisi, tapi aku juga tidak akan tinggal diam." Tuan Yoga menutup pembicaraan.
...…...
"Taraaa…" Teriak Gala yang terbangun dari mimpinya di tengah malam.
"Kenapa kamu menangis, Tara? Apakah kamu baik-baik saja?" Gala bermonolog.
"Sepertinya kamu sedang tidak baik-baik saja. Dadaku terasa sesak, perasaanku sungguh tidak enak. Aku takut sesuatu yang buruk sedang menimpamu." Gala bersedih mengingat Tara.
"Ah… Mungkin saja hanya karena aku kepikiran dengan email dari Aryan, makanya aku sampai memimpikannya." Gala mencoba positif thinking.
Gala terlalu sibuk dengan pekerjaannya hingga dia tidak melihat berita kematian Aryan yang berseliweran di social media. Keluarga Maheswari dan keluarga Bagaskara sengaja tidak memberitahu berita kematian Aryan pada Gala.
...…...
Berita di media massa online maupun offline heboh dengan kabar kematian Aryan Cakra Wangsa kandidat terkuat penerus Cakra Wangsa Group. Banyak asumsi dan banyak tuduhan yang mengarah kepada Anand Cakra Wangsa kembaran Aryan. Apalagi Aryan tiada karena diracun, orang yang memiliki motif paling kuat untuk membunuh Aryan pastilah Anand yang ingin menduduki posisi CEO Cakra Wangsa Group.
"Ha… Ha… Ha… Apa aku bilang? Mereka semua pasti mengkambing hitamkan Nyonya Gita dan Anand. Tenang saja! Pasti kita tidak akan ketahuan." Ucap sang pria.
"Tapi aku ingin memberi pelajaran pada Anand dan Nyonya Gita, bukan Aryan! Dia tidak bersalah padaku." Sanggah sang wanita.
"Nasi sudah menjadi bubur, siapa sangka racun itu malah salah sasaran." Ucap pria itu dengan entengnya.
"Bukankah katamu obat ini hanya seperti pencahar saja? Lalu kenapa Aryan meninggal?" Wanita itu takut dan merasa bersalah karena telah menyebabkan orang yang tidak salah terbunuh karena salah sasaran.
__ADS_1
"Tenanglah! Meskipun salah sasaran, setidaknya Anand yang menjadi kambing hitam. Aku yakin dia tidak berani menghadapi dunia." Sinis pria itu.
"Tapi, Aryam tidak bersalah." Wanita itu cemas karena dihantui rasa bersalah.
"Diamlah! Menyesal sekarang pun tidak ada gunanya. Kamu hanya perlu diam, selama tidak ada barang bukti, maka kita akan tetap aman."
Semenjak kematian Aryan, Tara dan anggota keluarga Cakra Wangsa tidak ada yang keluar rumah. Semuanya masih menangisi kepergian Aryan. Tuan Indra dan Tuan Yoga mengerahkan teamnya untuk membantu polisi menyelidiki sebab kematian Aryan.
Satu minggu setelah kepergian Aryan, satu minggu penyelidikan. Akhirnya polisi dengan cepat menemukan pelaku yang mengirimkan makanan mematikan yang telah menewaskan Aryan Cakra Wangsa. Pria dan wanita otak dari kejahatan itu sungguh tidak menyangka jika kejahatan mereka akan terbongkar, padahal mereka sudah melakukannya serapi mungkin.
Semua orang kaget saat menemui dua orang pelaku dan dua orang saksi di kantor polisi. Tuan Indra langsung memukul Anand membabi buta, dia juga sayang pada Anand, namun dia lebih sayang pada Aryan.
"Kamu lihat, mereka berdua adalah musuhmu!" Menuding kedua tersangka.
"Kamu yang menyebabkan Aryan ku meninggal, kamu yang membunuh Aryan ku!" Teriak Tuan Indra, kalut.
Polisi menghentikan Tuan Indra. "Ingat pak, ini kantor polisi! Jangan membuat keributan di sini!"
"Kami akan menjelaskan hasil BAP (berita acara pemeriksaan) dari kedua saksi dan kedua tersangka."
Polisi pun memaparkan detail kronologi makanan beracun itu. Sang tersangka wanita membeli obat di market place online, polisi sudah mengecek ponselnya. Sang tersangka wanita mendapatkan ide itu dari sang tersangka pria. Mereka berdua sama-sama memiliki dendam terhadap Anand dan juga Nyonya Gita. Sang wanita mengaku bahwa dia tidak menyangka obat itu menyebabkan kematian, padahal sang pria mengatakan jika obat itu hanya seperti obat pencahar saja.
Dua orang saksi adalah sang penjual makanan dan driver online serta offline. Polisi telah mengecek dan menyelidiki bahwa sang penjual makanan memanglah bersih. Sedangkan sang driver hanya menerima pesanan untuk mengantar makanan saja. Tersangka pria sengaja mengaku bahwa dia adalah Anand sehingga penerima paket makanan tidak curiga dan mau menerima paket makanan tersebut.
Awalnya polisi tidak bisa mencari tahu siapa yang memesan makanan itu, karena pemesanan dilakukan secara offline. Namun polisi tidak ingin kalah pintar dari penjahat, apalagi ada bantuan dari keluarga Maheswari dan Cakra Wangsa. Meskipun kedua tersangka memakai masker saat melakukan tindak kejahatan, akhirnya tetap tertangkap juga. Beruntung team penyidik bergerak cepat dan berhasil mengamankan barang bukti CCTV yang memperlihatkan pelaku saat memesan makanan.
"Aku tidak bermaksud membunuh Aryan, dia orang baik. Harusnya yang sakit adalah nyonya Gita dan Anand anak kesayangannya menjadi tersangkanya." Ucap tersangka wanita.
Semua orang yang ada di situ kaget mendengar pengakuan wanita itu.
.................
Siapa yang telah mengirim makanan beracun?
Ikuti terus ceritanya ya 🙏🏼👍🏼
__ADS_1
Yuk ditunggu jempolnya👍🏼, komentarnya dan dukungannya❤. Terima kasih telah bersedia mampir membaca.