
setelah mendapat persetujuan dari ustadz Ahmad dan Dila, Fatin dan teman-temannya mulai menyiapkan semua keperluan mereka.
terlebih mereka harus menghendel setidaknya untuk dua ratusan tamu yang akan datang, karena sudah lama acara reuni ini libur.
Dila memastikan Fatin harus izin pada Mahi, karena bagaimanapun acara itu akan di adakan di rumah keduanya.
tak butuh waktu lama, mereka pun menunggu nahi yang datang bersama Hasan setelah main voli.
Fatin yang mencium tangan Mahi, setelah itu ustadz Ahmad mengatakan apa yang tadi di bahas oleh mereka.
Mahi pun mengiyakan, pasalnya ia tak bisa menolak mertuanya, tapi Mahi sadar jika istrinya itu masih telihat kaku dan marah.
Keduanya pun berjalan saling mengikuti, Fatin sampai di rumah terlebih dahulu.
kemudian Mahi masuk dan memeluk tubuh istrinya itu, Fatin berontak, "lepaskan aku, aku tak mau kamu menyentuhku setelah kamu di sentuh wanita lain!" teriak Fatin.
"apa maksudmu?"
Fatin membalikkan tubuhnya dan mendorong Mahi, "apa maksudku, bagaimana dokter Mahi yang terhormat, setelah di gulai oleh perawat mu yang bahkan tak menganggap ku, bagaimana rasanya di peluk oleh seorang wanita muda di depan semua orang, bahkan kamu sampai membiarkan aku menunggu mu dari pagi sampai siang hari," kata Fatin menunjuk dada suaminya.
"kamu salah paham, dia sedih saat tau hasil dari tes mu tidak cocok, itulah kenapa dia memelukku," jawab Mahi memegang lengan Fatin.
"dan menurut mu aku tak sedih,aku ingin menyelamatkan Aliya, aku tau jika kemungkinannya kecil, tapi mas lebih memilih menenangkan dia di Bandung istrimu sendiri, kamu jahat, jangan menyentuhku," kata Fatin dengan air mata yang jatuh.
Mahi pun melepaskan tangannya, dia tak tau jika istrinya melihat adegan tadi,itu kesalahannya yang tak bisa menolak Nasya.
"tolong biarkan aku sendiri mas, aku mohon ..." tangis Fatin yang merasa begitu terluka.
Mahi tak mengira jika Fatin begitu merahasiakan isi hatinya, mulai dari ketidaksukaannya pada perawat Aline yang memendam rasa padanya dan sekarang di tambah Nasya.
tak terasa sudah seminggu keduanya hanya saling tegur sapa, pasalnya Fatin belum bisa jika Mahi menyentuhnya.
besok acara reuni akan di adakan, Mahi tak bisa menahan dirinya lagi, dia butuh istrinya.
Mahi masuk kedalam kamar dan menguncinya, Fatin kaget melihat Mahi yang datang dengan wajah merah padam.
__ADS_1
"mas ada apa?" kaget Fatin.
"aku tak bisa menahannya lagi, aku ingin dirimu, jadi jangan menolak diriku lagi, ingat tugas mu, karena aku punya hak untuk memintanya," jawab Mahi yang langsung memeluk Fatin erat.
Fatin dapat mencium aroma aneh dari mulut suaminya, entah aroma yang membuatnya mual.
bahkan Mahi merobek gamis Fatin dengan kasar, Fatin tak mengira jika suaminya itu bisa sekasar ini.
terlebih Mahi yang biasanya begitu lembut kini begitu brutal, bahkan saat melakukan hubungan suami istri pun Mahi begitu kasar.
Fatin merasakan sesuatu yang salah, "tolong hentikan, jangan di sana, itu bukan tempat ...AAAAA...." teriak Fatin kesakitan.
dia pun hanya bisa menangis, pasalnya Mahi benar-benar kehilangan akal sehatnya.
Fatin pun akhirnya pingsan setelah merasakan sakit di bagian belakang tubuhnya itu.
sedang Mahi masih bergerak untuk meraih kepuasannya, setelah itu dia pun melanjutkan kegiatannya tanpa perduli dengan istrinya.
keesokan harinya, semua sudah datang, Fatin pun bersikap biasa, meski tadi pagi dia merasakan sakit di sekujur tubuhnya.
tapi dua bersikap normal, Vivin dan alena datang membawa kue dan cemilan, sedang catering untuk acara juga sudah datang.
meski sudah lama, itu adalah pelarian Mahi saat marah dan tak bisa melampiaskannya.
dia pun melihat keadaan kamarnya yang acak-acakan, "sebenarnya apa yang terjadi, aku tak mengingat apapun," gumamnya
dia pun memilih mandi, setelah itu dia melihat Fatin yang masuk dan membereskan semua kekacauan itu.
"sayang kamu masih marah,"kata Mahi memeluk istrinya itu
"mas jangan aku mohon, semalam kamu sudah begitu kasar, terlebih saat ini di bawah ada semua teman ku datang untuk reuni, jika kamu sudah ingat tolong turunlah," mohon Fatin tanpa mau melihat wajah Mahi.
dia Masih belum siap melihat suaminya lagi, pasalnya rasa hina kemarin malam masih sangat membekas di dirinya.
Mahi memukul kepalanya agar bisa ingat kejadian semalam, tapi dia benar-benar lupa, karena kebanyakan minum.
__ADS_1
acara pun di mulai, nahi berkumpul dengan yang lain, mulai acara ramah tamah, hingga acara saling bergurau dan di akhiri dengan ceramah dan doa dari ustadz Ahmad.
setelah Semuanya pulang, Vivin dan Alena tak menyangka jika hampir semua teman mereka datang bersama keluarga mereka.
mereka semua tak lupa foto-foto sebagai kenang-kenangan, terlebih belum tentu satu tahun lagi bisa ketemu.
Mahi masih berupaya untuk tau apa yang terjadi hingga membuat istrinya marah.
"sayang jika kemarin aku kasar maaf, karena sedang suntuk dan banyak pikiran aku minum di dalam mobil, sampai mabuk," jawab Mahi menghentikan Fatin yang sedang mengambil baju ganti.
"semalam mas minum, jadi perlakuan kasar kemarin karena terpengaruh alkohol, mas kamu keterlaluan, semalam kamu begitu menyakitiku, mulai memaksaku dengan kasar melakukan an*l s**, kamu keterlaluan mas...." tangis Fatin yang menjatuhkan dirinya di depan kaki Mahi.
mendengar ucapan dari Fatin,Mahi seakan ingat kembali, bagaimana dia memaksa Fatin untuk melakukan hal buruk itu.
"maafkan aku dek, seharusnya aku tak mabuk, kenapa aku bisa lepas kendali seperti semalam, karena aku yang merasa frustasi karena tidak bisa dekat dengan mu," kata Mahi sedih
"berjanjilah padaku untuk tidak minum lagi mas, aku sakit mas... aku sakit ..."
Mahi pun memeluk tubuh Fatin dengan erat, keduanya menangis bersama.
setelah itu Mahi mengendong istrinya untuk mandi bersama, sedang lantai bawah masih di bersihkan oleh tenaga ahli yang di panggil oleh Mahi.
terlebih tadi saat reuni ada beberapa kejadian yang tak terduga, seperti makanan yang tumpah mengenai tembok karena ulah putra dari anak-anak tamu undangan. ataupun yang lainnya.
setelah itu, Fatin beristirahat karena kelelahan, sedang Mahi turun untuk membuat kopi, dan masih melihat beberapa orang yang belum selesai membersihkan ruangan itu.
tiba-tiba, tubuh Mahi melemah setelah salah seorang membekap mulut Mahi dengan sapu tangan yang sudah di beri obat bius.
sedang ada empat orang baik untuk mencari Fatin, mereka juga menempelkan sapu tangan yang sudah di beri obat pada wanita itu.
akhirnya keduanya pun pingsan, Fatin di masukkan ke sebuah karpet dan menggulungnya hingga tak menimbulkan kecurigaan.
sedang Mahi di seret ke kamar mandi untuk di kunci dari luar, para pekerja cleaning servis itu pergi dengan mudah.
pasalnya para satpam rak curiga karena mereka bilang, karpet itu kotor dan perlu di cuci.
__ADS_1
penculikan itu begitu rapi, bahkan tak ada satu orang pun yang curiga para komplotan itu, "bos kami berhasil," lapor mereka.
"bawa ke rumah tersembunyi," jawab pria yang menyuruh mereka semua.