Pria Idaman Lain

Pria Idaman Lain
Part 11_Lawan Bertambah


__ADS_3

Agar sehat perbanyak minum air putih


Yang manis-manis harus dikurangi


Reader yang terhormat dan terkasih


Jangan lupa mampir disini dua hari lagi


Reader yang memberikan dukungan, semoga rejekinya melimpah. Aamiin.


Jangan lupa bahagia.


...


Perjalanan yang cukup jauh untuk menuju pantai, kurang lebih dua jam lamanya. Sepanjang perjalanan hati Anand dan Aryan berkecambuk, mereka sibuk memikirkan apa yang sebenarnya Tara inginkan. Dua kakak beradik itu mulai menyadari bahwa Tara ingin selalu bersama Gala. Aryan mulai khawatir, apakah dia sudah kalah dengan sang bodyguard, apakah perasaan Tara perlahan mulai berubah karena terlalu sering bersama Gala. Namun tidak seharusnya berputus asa selama janur kuning belum melengkung dan akad belum terucap, apalagi Gala bukan kandidat calon suami Tara.


Gala dan Tara seperti biasanya mereka selalu asyik ngobrol berdua, bahkan mereka lupa jika di belakang mereka ada mobil Anand yang selalu mengejar agar tidak tertinggal. Gala mengemudikan mobilnya dengan lihai, sesekali menaikkan kecepatan saat jalanan tidak terlalu ramai. Dalam hati Gala bertanya-tanya mengapa Tara justru malah memilih dengannya, bukan bersama dua calon jodohnya itu. Gala merasa tidak enak hati dengan perkataan tuan Yoga saat bersiap tadi pagi, namun di lain pihak dia juga bahagia bisa terus bersama Tara.


...…...


Mentari bersinar cerah, debur ombak berkejar-kejaran seakan tiada letihnya. Langit biru berpadu dengan hamparan laut seperti memancarkan cahaya kedamaian, memanjakan setiap insan yang datang mencari ketenangan.


Hari ini pantai terlihat lebih sepi karena week day, hanya beberapa pengunjung saja yang datang. Di sudut sebelah timur pantai terlihat beberapa kru fotografer sedang berkumpul dengan berbagai perlengkapan fotografi, sepertinya sedang ada pemotretan.


Sebelum turun ke pantai, mereka berempat memutuskan untuk sekedar mampir ngopi dulu di café pinggir pantai. Tara melangkahkan kakinya ke dalam café, dia dibuat kaget oleh keberadaan sang model yang sedang menunggu sesi pemotretan. Meskipun sering melihat pria tampan, Tara tetap terpesona dengan model satu ini, style-nya mirip dengan Gala, bahkan Tara pikir ada dua Gala disini. Namun Tara tetap menguasai ekspresinya dan tampil tenang tanpa menunjukkan sebuah kekaguman. Tara duduk di salah satu meja dan diikuti ketiga cowok gantengnya.



Semua mata memandang ke arah meja sang model dan meja Tara yang memang berdekatan, hanya terhalang satu meja saja. Kehadiran Tara dan ketiga cowok gantengnya membuat orang salah paham, beberapa orang mengira kalau mereka berempat juga akan ikut pemotretan. Sang model pun akhirnya mendekat ke meja Tara karena merasa penasaran.


"Hai, pagi… Apa aku boleh ikut bergabung dengan kalian?" Sapa sang model.


"Perkenalkan namaku Karan, Karan Chopra." Sang model memperkenalkan diri.


"Maaf, bukankah kita belum mengenal sebelumnya?" Jawab Tara.


"Bukankah kalian juga akan ikut pemotretan kali ini? Aku kira kalian tidak jadi datang." Jawab Karan.


"No! Kami hanya pergi berlibur saja. Kami juga bukan model." Jelas Tara.


"Wow, tapi kalian berempat terlihat seperti model. Meskipun begitu, apakah aku boleh bergabung dengan kalian?" Pinta Karan sekali lagi.


"Boleh, tak masalah. Apakah kalian keberatan?" Tara bertanya pada ketiga cowok gantengnya.

__ADS_1


Mereka hanya menggelengkan kepala, tidak enak jika menolak dan membuat Tara malu. Kara pun ikut duduk bersama mereka.


"Kamu model dari mana? Sepertinya aku belum pernah melihatmu." Tara mulai kepo.


"Baiklah, sebaiknya kita berkenalan dulu nona cantik." Karan tersenyum dan mengulurkan tangan.


Tara pun menerima uluran tangan Karan, tiada di sangka Karan mencium tangannya. Tara yang kaget tidak sempat menolak dan membuat ketiga pria disampingnya mulai menatap tajam pada Karan.


"Namaku Karan Chopra, panggil saja Karan. Aku belum lama kembali ke Indonesia jadi belum banyak yang mengenalku." Terang Karan.


"Oh... Aku Devi Tara dan mereka bertiga ini adalah teman-temanku." Tara menunjuk ketiga cowok gantengnya.


Anand, Aryan dan Gala bergantian berkenalan dengan Karan. Mereka memasang tampang tidak bersahabat karena kesal Karan telah berani mencium tangan Tara, masih untung karena tidak cium pipi kanan kiri. Sensor di mata meraka mampu membaca bahwa Karan adalah semacam ancaman bagi posisi mereka bertiga di hati Tara. Apalagi Tara tidak memperkenalkan Aryan dan Anand sebagai salah satu calon jodohnya. Aryan merasa sangat tidak nyaman dengan suasana saat ini.


"Style kita sama loh! Mungkin kita berjodoh, Tara." Karan mulai menggoda.


"Kamu tidak li-" Gala ingin menyela, namun dihentikan oleh Tara.


"Iya, style kita tidak sengaja sama, Gala juga. Mungkin saja kamu berjodoh dengan Gala." Tara tersenyum jahat.


Gala reflek mengacak-acak topi dan rambut Tara. "Tara… Aku masih normal ya, apa kamu butuh bukti?"


"Ha… ha… ha… No! Kamu 'kan nggak pernah dekat sama cewek, berarti kamu nggak normal." Tara tertawa senang.


"Ha… ha… ha… Kamu juga nggak normal dong! Kamu juga nggak pernah dekat sama cowok.” Gala balik menyerang Tara.


"Mas Aryan, bantuin Tara dong! Gala nakal nih." Tara memeluk lengan Aryan.


Seketika Gala sadar dan berhenti becanda. "Sekarang kamu beraninya sembunyi di balik mas Aryan." Gala menghilangkan rasa canggung.


Tara hanya tertawa senang karena sudah menang dari Gala. Aryan yang dipeluk hanya tenang-tenang saja.


"Ha… ha… Kamu jodoh kali sama Karan, kalau Tara sih jodohnya sama Aku." Aryan memamerkan senyum kemenangan.


"Mimpi... Tara belum pilih kali…!" Anand menyela.


"Ah, si kembar malah berantem. Tara buat aku aja." Gala ikut berebut.


"Ye… Aku bukan barang yang bisa dipilih-pilih sesuka hati. Terserah aku mau pilih siapa." Tara ngambek.


"Bentar-bentar, jadi di antara kalian bertiga, siapa pacar Tara sebenarnya?" Karan bingung dengan kelakuan mereka berempat.


Anand, Aryan dan Gala serentak menjawab, “Aku.”

__ADS_1


Mereka bingung dan saling melihat satu sama lain, sedangkan Tara malah tertawa dan pasang tampang tak berdosa. Karan menjadi bingung dibuatnya.


"Stop! Bercandanya udahan ya. Karan, jangan dianggap ya omongan mereka!” Tara memberi jawaban atas kebingungan Karan.


"Kalau begitu bolehkah aku berteman dengan kalian? Sepertinya kalian sangat seru sekali, kalau boleh minta nomor HP kalian juga. Pinta Karan.


"Tentu, nggak masalah. Kami senang dapat teman baru, tapi jangan coba-coba untuk mendekati Tara!" Aryan mengancam.


"Iya, kalau berani kamu lawan kami bertiga." Anand ikut mengancam.


"Ha… ha… Okay, aku paham. Bagaimana kalau kalian ikut pemotretan? Soal bayaran gampang 'lah." Ajak Karan.


"Boleh juga, nanti kalau aku butuh model buat design baju-baju pria, bolehlah kontak kamu. Tapi jangan mahal-mahal ya!” Tara senang dapat partner model.


"Oh tentu, dengan senang hati, nggak dibayar juga nggak apa-apa kalau buat Tara." Karan mulai merayu lagi.


"Mendingan kami bertiga aja yang jadi model kamu, Tara!" Aryan protes.


"Mas Aryan, ini professional, jadi jangan begitu dong!" Tara mengingatkan Aryan.


"Apalagi Karan sepertinya ada keturunan India, bakal laris di sini." Tara memberi pengertian.


"Wow... Kau jeli juga Tara. Aku memang keturunan India, waktu kecil sempat tinggal di sini makanya bisa bahasa Indonesia." Cerita Karan.


Salah satu kru datang memanggil Karan untuk segera pemotretan di pantai, Karan pun berdiskusi dengan para kru untuk melibatkan Tara dan kawan-kawan di pemotretan kali ini. Pemotretan berjalan lancar, mereka semua sangat fotogenik. Setelah pemotretan selesai, diam-diam Tara pergi berdua dengan Gala.


Tara mengirim pesan ke Aryan. "Mas, maaf aku pergi nggak bilang-bilang. Aku mau beli sesuatu, mas nggak perlu khawatir karena aku dianterin Gala. Mungkin 30 menit atau 1 jam lagi aku baru kembali.”


Sambil menunggu Tara dan Gala, Aryan dan Anand pun berfoto-foto. Anand masih setia dengan jambangnya, sesuai dengan selera Tara.



...………....


Apa yang sebenarnya Gala dan Tara lakukan?


a. Makan berdua


b. Kencan berdua


c. Berenang berdua


Yuk ditunggu jempolnya, komentarnya dan dukungannya. Terima kasih, matur suwun.

__ADS_1


__ADS_2