Pria Idaman Lain

Pria Idaman Lain
S3_beraktifitas kembali


__ADS_3

Fatin dan Mahi, menata semua perlengkapan milik mereka, sebenarnya tinggal menata baju-baju saja.


bahkan ruang kerja Mahi dan Fatin jadi satu, Mahi ingin terus melihat istrinya itu.


Fatin merapikan semua kemeja, jas, serta semua milik mahi di ruangan khusus.


ya rumah itu meski terlihat kecil di luar, tapi di dalam sangat luas, bahkan lantai dua khusus di jadikan tempat istirahat untuk keduanya.


kamar yang memiliki kamar mandi yang luas, bahkan sebuah walking closed.


Mahi benar-benar tak ingin melupakan rumah impiannya, di belakang rumah ada taman dan kolam kecil juga.


setelah selesai menata barang, Fatin turun untuk membuat makan malam, tapi Mahi menahannya.


"mau kemana sayang, disini saja dengan ku," bisik Mahi pada Fatin.


"tunggu dulu mas, aku harus turun untuk membuat makan malam, ini sudah habis isya' tapi kita belum makan loh," jawab Fatin mencoba melepaskan dirinya.


"aku kenyang kok dengan memakan mu," kata Mahi tersenyum melihat Fatin.


"aku yang bisa mati kemas karena mu, ayolah kita makan dulu ya, setelah itu terserah mas mau apa," jawab Fatin memohon.


"baiklah, kalau begitu sekarang kita makan di luar saja, mas kebetulan pingin makan sate kambing muda, biar kuat," kata Mahi menggoda istrinya


"ha-ha-ha.. tanpa makan itu pun mas Mahi sudah sangat kuat, baiklah mari kita keluar," jawab Fatin.


mereka pun menuju ke sebuah tempat puja Sera yang sering di gunakan para anak muda untuk nongkrong.


setelah memesan makanan, mereka menunggu di tempat yang tak jauh dari sana.


"ah aku mau beli kue itu dulu ya mas," pamit Fatin


"kamu mau beli apa dek?"

__ADS_1


"tunggu sebentar saja," jawab Fatin.


Mahi hanya bisa melihat istrinya itu dari kejauhan, dan setelah mengantri, tak sengaja Fatin menabrak seseorang saat ingin kembali ke tempat duduk suaminya.


"ah.. maaf saya tak sengaja," kata Fatin yang kaget.


"sengaja juga tak apa-apa kok neng asdos, kamu makin cantik sekarang," busuk pria itu.


Fatin menoleh ternyata itu adalah Gazali, murid paling menyebalkan di kampus.


"minggir Gazali, aku sudah di tunggu orang," ketus Fatin.


"siapa sih yang menunggu, oh ya... aku lupa jika asisten dosen yang satu ini sudah menikah, aku penasaran setua apa sih suamimu itu," ledek Gazali.


"tak usah penasaran, memang apa pedulinya padamu, minggir aku mau lewat," kata Fatin yang langsung menerobos Gazali.


tanpa di duga Gazali menahan tangan Fatin, "lepaskan tangan ku, kamu jangan kurang ajar!" bentak Fatin.


"aku bukan kurang ajar, aku hanya ingin melihat gadis cantik di depan ku ini," kata Mahi.


"dia suamimu, wah berondong ya ibu asisten dosen, pantas kamu buru-buru mengundurkan diri, asal mas tau istrimu itu sudah tak-"


sebuah pukulan mendarat di wajah Gazali, "sudah ku bilang tutup mulut mu dan berhenti menganggu istriku, jika kamu memang muridnya, seharusnya kamu bisa bersikap sopan, apa orang tuamu tak pernah mengajarimu," marah Mahi yang memancing orang untuk melihat keributan itu.


"mas sudahlah dia memang begitu..." bisik Fatin mencoba melerai.


"ha-ha-ha orang tuaku sudah ku anggap mati, asal kau tau dia itu selalu menempel dengan dosen Haris, tapi dia menikahimu, dasar wanita tak tau malu," kata Gazali.


"tutup mulutmu, atau aku akan merobeknya, kamu kira aku akan diam kamu terus menghina istriku," marah Mahi.


"sudah hentikan, aku mohon, Danu dan Sapta bawa Gazali pergi, ayo mas kita pulang, aku mohon.... aku tak nyaman disini ...." bisik Fatin yang sedikit ketakutan.


terlebih Mahi yang selalu lepas kendali saat marah, Mahi memeluk Fatin di depan semua orang.

__ADS_1


Fatin masih terisak, Mahi pun pergi,setelah membayar makanannya, keduanya pun pergi.


"sudah Gazali ayo pulang, kamu membuat keributan disini," kata Sapta


"diam, dan lepaskan tangan kalian, aku benci wanita itu!!" kata Gazali membentak.


Sapta dan Danu bingung, pasalnya baru kali ini, keduanya melihat Gazali yang begitu marah.


terlebih pria itu sering cuek terhadap apapun di sekitarnya, tapi kenapa selalu lepas kontrol saat menghadapi Fatin.


"dasar wanita sial, kenapa kamu menikah dengan pria itu, argh.!!!!!!!" teriak Gazali di dalam mobil.


Fatin masih terisak di dalam mobil, Mahi memberhentikan mobilnya di pinggir jalan.


"maafkan aku dek, seharusnya aku tak marah di depan mu tadi," kata Mahi yang merasa bersalah.


"itu bukan kesalahan mas Mahi, tapi tolong lain kali jangan seperti tadi," mohon Fatin.


"baiklah aku Janji dan sekarang ayo pulang,kasihan itu sate di anggurin dari tadi ya," kata Mahi tersenyum.


Fatin pun mengangguk, perkelahian antara Mahi dan Gazali sampai pada orang tua pemuda itu.


orang kepercayaan dari orang tua Gazali langsung melaporkan semuanya, terlebih Gazali adalah putra tunggal seorang pengusaha paling berkuasa di kita itu.


"cari tau siapa dokter itu,dan kenapa bisa mereka bertengkar karena gadis yang bahkan sepertinya tak cantik itu," kata pak Wihandoko.


"baik pak, saya pamit dulu permisi," kata pengawal pria itu.


seorang sekertaris yang berpenampilan seksi pun masuk kedalam ruangan pria itu.


"pak madam baru saja telpon ingin bertemu dengan anda, apa anda mau memberikan waktu satu jam saja untuknya," tanya wanita itu dengan genit.


"berikan saja, dan aku ingin tau apa ya g akan di katakan oleh wanita sok suci itu?" jawab Wihandoko tersenyum sambil mencubit paha putih sekretarisnya.

__ADS_1


sedang wanita itu hanya tersenyum saja, pasalnya Wihandoko selaku loyal memberikan apapun, asal dia juga loyal dan mau memberikan permintaan Wihandoko.


__ADS_2