Pria Idaman Lain

Pria Idaman Lain
S2_nama baby twins


__ADS_3

mereka pun masuk dengan di sambut semua keluarga inti, kedua bayi itu nampak tidur pulas di keranjang bayi.


mereka pun saling menyapa, Mela langsung masuk kedalam kamar dan menemui Dila untuk mengucapkan selamat.


Dila dan Mela berpelukan, begitupun dengan Bu Eka yang juga mengucapkan selamat.


"sebelum kita ke acara pengajian, lebih baik semua makan dulu yuk, ayo Semuanya," kata Bu Wati mempersilahkan.


mereka pun bersama-sama pergi ke area dapur rumah itu, sedang Bu Eka masih di kamar bersama Dila.


"ibu ada apa? ibu jangan sedih dong, sebentar lagi ibu juga memiliki cucu, sebenarnya aku juga sudah memberikan resep obat dari dokter untuk memulihkan kondisi dari mas Hendra, jadi saat mereka berdua sudah saling menerima, ibu bisa memiliki cucu yang banyak," terang Dila mencium tangan ibu Eka.


"ya Allah, kenapa dulu kami melukai wanita sebaik dirimu nak, terima kasih ya, ibu yakin Hendra dan Mela juga pasti bisa bahagia," terang Bu Eka


"amiin Bu," jawab Dila tersenyum teduh.


Bu Eka memakaikan gelang dan kalung yang tadi dia beli, awalnya Dila menolak tapi Bu Eka terus membujuknya.


Bu Eka pun berkumpul bersama yang lain untuk ikut makan siang, ustadz Ahmad masuk kedalam kamarnya.


"sayang makan dulu yuk, dan aku penasaran siapa nama yang akan kita berikan untuk Putra-putra kita?" tanya ustadz Ahmad.


"Abi punyak hak untuk memberikan nama yang baik sebagai doa untuk keduanya," jawab Dila memasrahkan semuanya pada suaminya.


"Amer dan Amin atau Hasan dan Husain?" tanya ustadz Ahmad.


"Hasan dan Husain bagus, nama cucu Rasulullah," jawab Dila.


"pilihan kita sana, Hasan Abdurrahman Sulaiman Ahmad, dan Husain Abdullah Sulaiman Ahmad," kata ustadz Ahmad.


"nama yang indah," jawab Dila yang terharu


"sudah umi, sekarang makan dulu ya," kata ustadz Ahmad menghapus air mata istrinya itu.

__ADS_1


keduanya pun tertawa bersama, sedang Fatin seakan tak terusik dengan semua keramaian yang ada.


terlebih gadis itu selalu tenang di sekitar Dila. "lihatlah gadis kita yang seakan tak terganggu, kamu punya sihir apa hingga membuatnya begitu tenang?" tanya ustadz Ahmad melihat putrinya.


"entahlah dia memang begitu manis saat tidur," jawab Dila.


tak terasa acara sudah di mulai, dan Dila mengikuti pengajian melalui siaran langsung dari YouTube.


bahkan dia ditemani Bu Wati dan umi Chasanah karena keduanya tak tega meninggalkan Dila bersama tiga anaknya.


pertama pembacaan Al-Qur'an oleh ustadz Rasyid, yang kedua sambutan dari ustadz Yusuf selaku pimpinan pondok pesantren, serta pembacaan tahlil dan Yasin yang di pimpin oleh ustadz Ilham, baru ceramah yang di berikan oleh ustadz Sulaiman Ahmad.


acara cukup lancar dan terakhir di tutup dengan doa yang di pimpin ustadz Ilyas.


"sebelum kita memanjatkan doa, saya ingin meminta hadiah satu alfatihah untuk kedua putra ustadz Ahmad yang baru lahir, Hasan Abdurrahman Sulaiman Ahmad dan Husain Abdullah Sulaiman Ahmad, semoga menjadi putra-putra yang Sholeh, berbakti pada orang tua dan agama, pintar dan sehat, serta berguna bagi Nusa bangsa dan negara .... alfatihah..,"


semua pun membaca surat itu dan menghadiahkan pada kedua bayi yang baru lahir.


setelah itu baru di lanjutkan dengan pembacaan doa,semua nampak begitu khusyuk terlebih mereka juga mengirimkan doa untuk almarhumah Khadijah.


baru kemudian semua jamaah ada yang pulang atau sekedar menikmati acara dan para penjual yang ada di sekitar pondok dan yayasan.


ustadz Ahmad memilih pulang untuk melihat keluarga kecilnya, dan setelah pupak pusar, akan di adakan acara aqiqah dan santunan anak yatim piatu.


keluarga mereka begitu bahagia, sedang di penjara Hendra juga sudah tau tentang kabar tentang dila.


"kamu sudah bahagia ya Dila, sekarang aku juga harus bahagia kan, aku sudah memiliki Mela dan calon anak di kandungannya, meski aku yakin itu milik Andi, tapi setidaknya itu juga karena kesalahan ku juga,"gumam Hendra.


dia pun mulai melakukan olahraga di dalam sel miliknya, tubuh Hendra makin atletis selama di penjara.


dan tak terduga, Hendra dapat masa potongan penjara karena membayar denda.


jadi sekitar satu tahun lagi dia akan bisa keluar dan menghirup udara bebas di luar penjara.

__ADS_1


rombongan dari desa Mela pun pulang mengunakan dua truk, sedang rombongan Ridwan mengikuti dari belakang.


sesampainya di rumah, Mela langsung mandi dan beristirahat karena tubuhnya terasa begitu lelah.


Bu Eka memberikan susu khusus ibu hamil untuk kesehatan Mela dan bayinya.


"sudah nak, lebih baik tidur jangan terus bekerja seperti ini, tak baik untuk mu," tegur Bu Eka pelan.


"tapi pesanan dan juga kas kan hari ini belum aku bukukan Bu, karena acara tadi sore, jika tidak akan menumpuk besok," jawab Mela.


"besok ibu bisa bantu loh, sudah ayo tidur, apa perlu ibu ceritakan cerita rakyat untuk ku?" tanya Bu Eka.


"sebenarnya aku penasaran, apa bapak mertua sudah tidak ada?" tanya Mela lirih.


"belum nak, bapak dari Hendra masih hidup, dan sekarang dia tinggal bersama istri mudanya, kami pergi dari rumah itu karena cukup melihat Hendra terluka, dan adik Hendra juga ikut suaminya di Banjarmasin, dan katanya beberapa bulan lagi mau pulang, apa kamu tak keberatan jika mereka tinggal disini?" tanya Bu Eka.


"tentu saja tidak Bu, karena mereka juga keluarga ku, jadi ini juga rumahnya, lagipula rumah ini sangat besar Bu," jawab Mela.


Bu Eka pun tersenyum, dia hanya meminta Laila berkunjung, jika dia ingin menetap Bu Eka dengan tegas menyuruhnya untuk membeli rumah sendiri.


terlebih Hendra yang tak akan suka jika tau mereka tinggal di rumah yang di beli oleh Mela, karena Hendra tak ingin wanita itu terusik saat kondisinya sedang hamil.


Hendra selalu memantau perkembangan dan kesehatan dari Mela melalui Ridwan.


meski awalnya pria itu menolak, tapi dengan Hendra memohon dan mengatasnamakan persahabatan mereka, akhirnya Ridwan luluh.


bahkan pria itu sebisa mungkin membuat para wanita yang dulu selalu mencari mereka berhenti.


Weni sudah pergi keluar negeri, sedang Wina sudah menghilang bak di telan bumi.


keesokan harinya, Mela sedang sarapan sendiri karena Bu Eka sudah berangkat duluan ke pabrik tahu yang cukup jauh.


sedang Mela akan menjaga pabrik yang ada di belakang rumah, setelah sarapan selesai.

__ADS_1


Mela bergegas untuk masuk kebelakang untuk mengawasi, tapi baru juga keluar rumah dia kaget melihat ada seorang wanita yang datang membawa seorang bocah kecil.


"maaf anda mencari siapa ya?" tanya Mela dengan sopan.


__ADS_2