
seorang gadis sedang menangis di kamarnya, pasalnya dia baru mendengar sebuah kabar yang menyesakkan.
dia sudah berada di yayasan ini cukup lama, tapi ustadz Ahmad tak pernah melihatnya.
meski dia sudah membantu dan bersikap baik pada semua orang, tapi balasan yang di terimanya sebuah kekecewaan besar.
"jangan sedih Fafa, Mereke belum menikah bukan, kamu masih bisa merebutnya," kata Alexa yang mulai mempengaruhi temannya itu.
"tapi bagaimana caranya, kamu tak lihat jika kita itu tak akan semudah itu menyingkirkan mbak Anisa, dia itu sudah cantik, kaya dan juga agamanya juga pintar," kata Fafa begitu sedih.
"terus kenapa, ada aku yang bisa membantumu," kata Alexa tersenyum menyeringai.
"terus sekarang kita harus apa?" tanya Fafa.
"serahkan padaku,dan akan ku buat ustadz Ahmad sibuk hingga tak bisa menemui orang tua dari wanita itu," kata Alexa tertawa.
Fafa hanya menatap heran, kenapa Alexa seakan begitu membenci Dila yang bahkan tak mengenalnya.
tapi Fafa merasa terbantu karena dua sangat ingin menjadi istri dari seorang ustadz yang begitu besar.
di tempat lain, ada seseorang yang sedang marah dan menusuk bantal miliknya.
"kenapa harus dia, kenapa harus wanita busuk seperti itu, aku sudah dua tahun disini dan kamu tak melihatku, kamu buta ustadz, dulu Khadijah, saat aku berhasil menyingkirkannya, tapi sekarang ada wanita lain, kamu itu buta atau apa, aku di sini berdiri selalu di depan mu tapi kamu tak pernah melihatku!" marah wanita itu.
di tempat lain semua merasa bahagia, karena tak mengira jika akan ada kabar yang langsung bersamaan.
"aduh tadi katanya masih goyah, kok langsung mau sih," goda Arumi pada Dila.
"entahlah aku juga tak tau, Setelah mendengar panggilan dari Fatin, hatiku langsung mengiyakan," jawab Dila yang malu-malu.
"iya iya, ternyata gadis kecil ini lebih ampuh di banding sang Abi," kata Arumi.
ustadz Ahmad menelpon Arif, dan mengatakan jika insyaallah besok sore akan datang ke rumah keluarga pak Yono.
Arif pun mengiyakan karena dia juga tak ada pikiran buruk kenapa tiba-tiba ustadz Ahmad ingin ke rumah keluarga mereka.
Alexa sedang menelpon di sang mama untuk meminta wanita itu datang ke yayasan.
karena dia ingin membuat ustadz Ahmad besok sibuk, terlebih orang tua Alexa adalah seorang donatur.
ibu Salwa menelpon umi Chasanah, dan wanita itu langsung menjawabnya.
"assalamualaikum Bu Salwa, ada apa ini, tumben anda menelpon ku?" tanya umi Chasanah.
__ADS_1
"saya mau tanya, apa Alexa membuat masalah umi, soalnya dia dari tadi terus memaksa saya untuk ke yayasan," jawab wanita itu dari sebrang telpon.
"tidak kok Bu, dia baik-baik saja dan dia juga tak sedang dalam masalah karena para pengurus sangat memperhatikan para penghuni yayasan," jawab umi Chasanah.
"baiklah, kalau begitu saya tenang, mungkin besok malam saya akan berkunjung, apa boleh?"
"tentu Bu, silahkan, kalau begitu biar saya minta beberapa pengurus untuk menyiapkan kamar untuk anda," jawab umi Chasanah.
keduanya pun mengakhiri panggilan telpon, umi Chasanah merasa aneh karena tiba-tiba Alexa menelpon dan berbohong.
"ada apa umi, kenapa kok nampak khawatir seperti ini," tanya Dila yang menyuguhkan minuman di meja.
"ini loh nduk, umi kaget soalnya ibu dari Alexa telpon dan meminta dia datang, dan kenapa mendadak seperti ini, apa ada sesuatu yang terjadi?" lirih umi Chasanah.
"setahu saya tidak umi, tapi kemarin lalu, Alexa bilang ingin memiliki usaha waralaba ikut Dila, jadi mungkin masalah itu uni, jadi tolong jangan terlalu khawatir ya, biar Dila yang menanggani semua, umi harus fokus istirahat dan harus jaga kesehatan, umi pasti ingin melihat Fatin dewasa kan?" kata Dila.
"iya nak, ya Allah aku merasa senang sekali, karena aku merasa memiliki putri lagi setelah kamu datang kesini nak," jawab umi mengusap wajah cantik Dila.
Dila pun mencium tangan umi Chasanah, bahkan ustadz Ahmad yang melihat pun merasa bahagia.
ustadz Yusuf menepuk bahu kakaknya itu, "Alhamdulillah ya mas, kamu bisa menemukan wanita yang baik, dan bisa menyayangi putrimu, dan tugas mu untuk membahagiakan dirinya, dan tetap berusaha ya untuk segera bisa menaklukkan hati wanita itu sepenuhnya,"
"iya tau," jawab ustadz Ahmad memukul kepala ustadz Yusuf sambil tertawa.
bagaimana pun ustadz Ahmad sangat menyayangi adiknya, meski belum menikah ustadz Yusuf masih tetap setia menunggu kekasihnya.
saat makan malam, Dila memasak di dapur bersama Anisa, dan tak lama semua pun selesai, "mbak tolong bantu kami menyediakan semuanya ke depan ya," kata Dila.
"baik mbak Dila," jawab beberapa wanita yang membantu di sana.
Dila mencari sosok Ayas yang tak terlihat dari pagi, tapi Dila tak boleh berprasangka buruk.
"mbak tolong bagikan juga makanan pada para pengurus ya," kata Anisa.
"baik mbak Anisa,"
mereka pun makan malam bersama, terlihat kehangatan yang terasa di ruangan itu.
bahkan karena ulah dari ustadz Ahmad, Dila harus menjaga Fatin yang terbangun dari tidurnya, tapi beruntung gadis kecil itu sangat tenang.
...*******...
halo para pembaca setia, mohon ada sedikit pengumuman nih, untuk para pembaca sambil nunggu up, bisa mampir ke novel author the best.
__ADS_1
GADIS JERAWAT ISTRI SANG CASANOVA
Eps 14. Dijebak
Syakir yang mulai hilang kendali dengan tubuhnya yang terbakar akan gairah segera membuka pakaiannya. Pria itu terlihat sangat tidak sabaran. Kemudian dia juga melepaskan robekan lingerie itu dan melemparnya ke sembarang arah.
Tangannya dengan lihai bergerak kesana kemari. Memberikan sensasi yang begitu seksi dengan diiringi kecupan-kecupan manja di beberapa tempat yang sangat ia sukai.
"Punyamu sedikit lebih kecil, Sayang. Apa kau sudah rajin olahraga?" tanya Syakir saat kedua tangannya bermain di dua gunung dengan begitu lihainya.
Syakir yang memang sudah tak sabar. Langsung membuka kedua kaki wanitanya. Dia menempatkan senjata miliknya tepat di depan goa indah tanpa rawa-rawa tersebut.
"Kau benar-benar masih perawan, Sayang. Milikmu begitu sempit dan mencengkram milikku!" kata Syakir berbisik di telinga Rachel. "Tahanlah sebentar yah. Aku akan memaksanya masuk!"
🌴🌴🌴
Di tempat lain, terlihat enam orang anak manusia sedang tertawa riang di sebuah apartemen. Mereka sedang menikmati malam indah nan panjang dalam hidup mereka.
"Apakah Kekasihmu si Syakir, sudah membuka segelnya?" tanya seorang wanita yang saat ini sedang menenggak minuman di tangannya.
"Pasti. Aku yakin kekasih uangku itu sudah melakukannya berulang kali," balas wanita dengan pakaian seksi yang sedang duduk.
"Apa kau tak cemburu, Sayang?" bisik pria yang tangannya memegang gelas berisi minuman alkohol.
"Cemburu?" ulang Rachel dengan menyusupkan wajahnya ke leher pria yang sedang memeluknya. "Tak ada dalam kamusku."
Rachel terkekeh. Dia menjauhkan kepalanya lalu menatap ke arah dua sahabatnya yang juga bersama pasangannya.
"Aku yakin Syakir berpikir bahwa akulah yang ada dibawahnya. Aku yakin dia melakukannya dengan gila," kata Rachel mengingat apa saja yang sudah dia lakukan pada seseorang.
"Lalu apa rencanamu selanjutnya?" tanya temannya yang lain dengan posisi duduk di pangkuan sang kekasih.
"Aku akan menendang Humaira jauh dari kampus kita," balas Rachel dengan mata berbinar.
.
.
.
.
__ADS_1
.
jangan lupa like, komen dan vote ya... terima kasih