
Reader yang memberikan dukungan, semoga rejekinya melimpah. Aamiin.
Jangan lupa bahagia.
.........
Atasan putih dipadu dengan jeans warna biru navy dan ditambah dengan topi, style Gala dan Tara sangat serasi buat jalan-jalan di pantai.
Tara berlari sembari mengandeng tangan Gala, tanpa terasa mereka sudah sampai ke ujung barat pantai yang masih sepi dari pengunjung.
"Tara, kenapa kamu berlari sejauh ini dari mereka?" Gala bertanya dengan sedikit nafas yang masih berkejaran karena berlari.
"Ini harusnya menjadi liburan kita berdua, tapi mas Aryan dan Anand seperti tidak suka." Terang Tara.
"Jelas mereka tidak suka melihat calon jodohnya berduaan dengan pria lain." Ucap Gala.
"Apa kamu bisa dianggap orang lain?" Tara melirik Gala.
"Entahlah..." Gala ragu untuk menjawab.
"Apa kamu tahu? Sebenarnya malam itu Aku tidak sakit ataupun lapar." Tara membuka topik.
"Maksudmu? Kamu memang ingin bersandar dan lebih dekat dengan pria yang pernah menghina dan merendahkan kamu? Apa kamu masih waras Tara?" Gala tidak terima.
"Apa kamu kira aku akan semudah itu memaafkan orang yang telah mempermalukan aku di depan umum?" Tara balik bertanya.
"Lalu! Kenapa kamu malah bersandar padanya dan membuat semua orang salah paham?" Gala lebih mendekat pada Tara.
"Apa kamu marah kalau aku memilih mas Anand?"
"Tentu aku marah dan tidak setuju." Jawab Gala dengan tegas.
"Lalu, apa kamu akan marah juga jika aku memilih mas Aryan?"
"Aku... Aku tidak berhak marah Tara, sudah semestinya kamu memilih salah satu dari mereka." Gala tertunduk lesu. Dia masih mengingat pesan tuan Yoga tadi pagi.
Tara memberanikan diri mengalungkan tangannya di leher Gala, mendekatkan wajahnya pada wajah Gala.
"Entah kenapa aku juga tidak suka melihatmu berdansa bersama Rani."
"Rani yang meminta berdansa denganku, sebenarnya aku juga nggak mau." Jelas Gala.
"Lagipula kamu malah bersandar pada pria nggak jelas itu, jelas itu membuatku kesal." Sinar kebencian jelas terlihat di mata Gala.
"Aku nggak sengaja bersandar, aku hanya nggak suka melihatmu bersama Rani."
"Aku egois sekali, aku nggak suka kamu bersama wanita lain selain aku."
"Maaf, maaf karena Aku terlalu egois dan serakah." Ada guratan kesedihan di wajah Tara.
__ADS_1
Gala menunduk dan nekat mencium bibir Tara, dua detik pertama Tara hanya diam hingga Gala menghentikan ciumannya. Gala menempelkan keningnya ke kening Tara.
"Aku rela kalaupun kamu egois. Setidaknya ada sedikit waktu untuk aku merasakan bahwa cintaku berbalas." Gala mengungkapkan perasaannya.
Gala mencium bibir Tara kembali dan Tara membalas ciumannya. Gala menarik pinggang Tara dan mempererat pelukannya, mengikis jarak yang selama ini menghalangi mereka. Tara pun tak segan mempererat tautan tangannya, serasa pantai ini hanya milik mereka berdua.
Satu menit berlalu, bukannya menghentikan ciumannya, Gala justru memperdalam ciumannya. Setelah sekian lama akhirnya dia bisa menunjukkan perasaannya pada Tara. Ciuman berakhir saat Gala mulai tersadar, apa yang dia lakukan ini salah. Gala mengkhianati kepercayaan tuan Yoga.
"Tara, maaf... Harusnya aku tak melakukan ini." Gala mengurai pelukannya pada Tara.
"Apa yang akan papamu lakukan jika tahu hal ini? Aku tak sanggup membayangkannya. Perasaan ini salah, maafkan ku." Gala menyadari kesalahannya.
"Aku juga salah, bukan hanya lamu yang salah. Maaf karena aku egois, sebaiknya lita lupakan kejadian ini." Tara sedih dan bingung dengan perasaannya.
"Apa kau akan membenciku?" Gala khawatir.
"Aku nggak pernah bisa membencimu, bodyguardku yang ganteng." Tara bercanda untuk mencairkan suasana.
"Aku akan minta mas Aryan kesini. Aku nggak mau kalau mereka mengadu pada tuan Yoga nantinya." Gala masih mengendalikan detak jantungnya yang tidak karuan.
"Lebih baik menahan diri daripada nanti aku akan dipaksa pergi dari sampingmu." Ucap Gala sedih.
"Aku egois karena menginginkan Kamu dan mas Aryan yang berada di sampingku. Tapi... Sungguh aku nggak bisa melihat kamu dengan yang lain." Tara kembali bersedih.
"Aku akan selalu ada untukmu, aku janji, Tara." Gala memeluk Tara dengan erat, seakan takut mereka akan terpisah.
"Meskipun aku harus pilih mas Aryan?" Tara menatap Gala.
"Tentu, aku tetap akan selalu ada untukmu." Janji Gala.
"Yang penting aku bisa selalu di sampingmu dan memastikan kamu bahagia." Tutur Gala.
"Jangan bersedih lagi. Aku sudah kirim pesan pada mas Aryan, sebentar lagi dia pasti sampai di sini."
"Okay, sebaiknya kita ambil foto berdua dulu sebelum mereka datang." Ajak Tara.
"Lalu siapa yang akan memfoto?" Gala bingung karena memang mereka dari tadi hanya berdua.
"Itu ada orang lewat, kita minta tolong aja sebentar." Saran Tara.
Mereka pun berfoto bersama sebelum yang lain datang menyusul.
Tara tadi sudah berganti pakaian ya, setelah sesi pemotretan.
Tara pov: Aku tak bisa menahan diri, perasaan ini bercabang dua. Aku tak bisa melepas kamu, tapi Aku juga tak mampu menahan kamu Gala. My first love yang tak pernah aku sadari dan menjadi first kiss juga. Bagaimana aku bisa melepaskan kamu kalau seperti ini. Aku selalu mengira mas Aryan adalah cinta pertama ku, tapi ternyata kau cinta pertama yang selalu ada di sisiku namun tak pernah aku sadari.
Gala pov: Aku bahagia meskipun tak bisa miliki kamu seutuhnya Tara. Setidaknya kita saling tahu bahwa kita saling mencintai. Aku juga tidak bisa menahan kamu, namun akan aku pastikan aku akan selalu ada untuk kamu.
Tiba-tiba Aryan dan Anand datang saat mereka sedang berfoto.
__ADS_1
"Jadi kalian pergi berdua untuk mencari waktu foto berdua?" Sinis Anand.
"Jangan marah-marah, mas! Daripada marah mendingan foto bareng." jawab Tara dengan santainya.
Tara terlebih dulu menarik Aryan untuk foto bersama.
Tara yang tidak mau berfoto berdua dengan Anand, memilih foto berempat.
"Bagaimana kalian bisa lepas dari si model ngeselin itu? Sepertinya dia ingin mengambil alih Tara dari kita." Tanya Gala.
"Tara kita? Tara hanya milik Aryan seorang." Aryan sinis.
"No! Tara bukan milik siapa- siapa karena dia belum memilih." Anand tidak mau mengalah.
"Tara, apa kamu tidak bisa lebih cepat memilih?" Aryan menggenggam tangan Tara.
"Mas Aryan, ini belum waktunya, please... Lebih baik kita nikmati liburan ini berempat." Tara memohon.
"Okay, sesuai dengan permintaanmu sang ratu." Aryan membungkuk memberi hormat pada Tara.
Tara tersenyum dan mulai berlari ke air untuk mulai berenang di tepian pantai. Tiga cowok ganteng berlari mengejar Tara dan mulai bermain air bersama.
Tara mulai menyerang Aryan, menyibak air dan menyiramkannya ke arah tubuh Aryan. Kelakuan Tara membuat Aryan gemas dan menyerang balik, Tara pun berlari karena tak mau disiram balik. Tara dan Aryan kejar-kejaran dan saling melempar dengan pasir pantai. Gala dan Anand terpaku melihat mereka berdua.
"Gala, jangan diam aja, cepat bantu serang mas Aryan." Teriak Tara.
Gala pun mengikuti perintah Tara dan mulai ikut menyerang Aryan. Begitu pun Anand mulai ikut menyerang Aryan.
"Hey, Anand, kenapa kau di pihak mereka?" Aryan protes.
"Sorry, kami membela sang ratu, ha... ha... ha... "
Akhirnya Aryan mengalah dan merebahkan badannya di pasir. Anand, Gala dan Tara ikut merebahkan badan mereka di samping Aryan dan tertawa bersama. Setelah istirahat sejenak karena lelah kejar-kejaran mereka memutuskan untuk berenang kembali. Menjelang siang mereka membersihkan diri dan mencari makan siang untuk mengisi perut yang sudah mulai berbunyi.
Aryan mengajak Tara membeli suvenir, namun keributan tetap mengikuti. Anand dan Gala tak mau ketinggalan, mereka berdua juga ingin membelikan suvenir untuk Tara. Setalah sedikit keributan akhirnya mereka memutuskan untuk membeli suvenir bersama-sama.
Akhirnya Tara mendapatkan tiga macam tas kecil dari ketiga cowok gantengnya. Liburan kali ini memang menyenangkan, Tara meminta pada Anand dan Gala, perjalanan pulang Tara ingin satu mobil dengan Aryan.
"Gala, mas Anand, aku minta jangan ribut ya! Aku mau semobil sama mas Aryan aja untuk pulang nanti." Tara memberitahu keinginannya pada mereka semua.
"Aku harap kalian tidak keberatan. Ada yang ingin aku bicarakan dengan mas Aryan." pinta Tara pada Anand dan Gala.
"Tapi... " Anand dan Gala menjawab serentak.
"Tidak ada tapi. Pokoknya aku pulang bareng mas Aryan titik." Tara menegaskan.
__ADS_1
................
Lanjut next part ya... Terima kasih bagi yang sudah mengikuti cerita ini dan juga memberikan support 🙏🙏🙏👍👍👍