
Seberapa pun reader, like dan favoritnya, author akan tetap selalu update sampai kelar halu/khayalan di kepala author 😸
Reader jangan lupa tinggalkan jejak dukungan ya... Biar lebih semangat nulisnya. 🙏🏼🙏🏼🙏🏼
Reader yang memberikan dukungan, semoga rejekinya melimpah. Aamiin.
Jangan lupa bahagia.
.........
Aryan mengirim pesan pada Gala dengan email karena Aryan juga tidak diberitahu nomor ponsel Gala yang terbaru.
"Hai, rival ku yang paling aku hormati... Aku bingung mau menghubungimu dengan cara apa, kamu pergi dan tidak mau komunikasi dengan kami lagi. Aku hanya ingin memberi kabar bahagia, tapi aku tidak bermaksud ingin menghina atau meledek dirimu. Aku juga tidak bermaksud untuk sombong atau pamer. Tara sekarang sedang mengandung anakku, buah cinta kami. Bukan maksud egois ataupun tidak memikirkan perasaanmu, namun entah mengapa aku merasa perlu meminta bantuan dari kamu untuk menjaga Tara dan anak kami. Aku sangat percaya mereka aman jika kamu yang menjaganya. Aku mengirimkan pesan ini dengan harap-harap cemas, mungkin saja kamu tidak mau membaca email dariku. Semoga perkiraan ku ini salah. Aku sangat berharap kita bisa menjadi keluarga, aku ingin seperti keluarga Maheswari yang menjadikanmu sebagai anggota keluarga mereka. Terima kasih. Best regard... Your rival ☺"
Gala telah menerima dan membaca email dari Aryan.
"Aku akan menjaga kalian, tapi tidak saat ini. Hatiku masih rapuh untuk melihat kebahagiaan kalian. Tunggu aku bisa membesarkan kantor cabang yang di sini. Tapi jika hatiku tak mampu, aku tak akan kembali." Ucap Gala.
...... ...
Tara membuka matanya lebih dulu, wajah Aryan lah yang pertama kali dia lihat. Rasanya dia enggan beranjak bangun dan ingin bermalas-malasan di atas ranjang. Ditatapnya wajah Aryan, dipandanginya satu per-satu setiap bagian wajah suaminya itu.
"Ganteng sekali sih… Papa ganteng ku ini."
Jemari Tara menelusuri wajah Aryan lalu dia mencium pipi Aryan. "Love you, papa ganteng ku."
Aryan langsung membawa Tara ke dalam pelukannya. "Love you too, mama cantik ku."
"Papa, bikin kaget nih. Papa hari ini nggak usah berangkat kerja ya." Pinta Tara seraya balik memeluk Aryan.
"Aku juga ingin menghabiskan semua waktuku denganmu." Mengecup kening Tara.
"Dengerin aku mau nyanyi nih, pa! Papa kan udah pernah nyanyi buat mama di waktu lamaran, sekarang giliran mama nyanyiin buat papa. Tapi papa jangan ketawa ya! Suara mama nggak sebagus suara papa ganteng."
"Jadi gemes deh!" Aryan memeluk Tara dengan gemas dan menciumi pipinya.
__ADS_1
Mereka pun bangun dan bersandar di sandaran tempat tidur dan Tara mulai bernyanyi.
(Papa Aryan emang hot dady banget ya guys... Author jadi baper nih, lagi bimbang yang nulis cerita 😭)
"I'm not one to stick around. One strike and you're out, baby. Don't care if I sound crazy. But you never let me down, no, no. That's why when the sun's up, I'm stayin'. Still layin' in your bed, singin' ooh, ooh, ooh, ooh. Got all this time on my hands. Might as well cancel our plans. I could stay here for a lifetime. So, lock the door and throw out the key. Can't fight this no more, It's just you and me. And there's nothin' I, nothin' I, I can do. I'm stuck with you, stuck with you. So, go ahead and drive me insane. Baby, run your mouth, I still wouldn't change. Being stuck with you, stuck with you."
Terjemah. "Aku bukan satu-satunya orang yang menetap. Satu serangan dan kau keluar kasih. Tidak peduli jika itu terdengar gila. Tapi kamu tidak pernah mengecewakanku, tidak pernah, tidak. Itu sebabnya ketika matahari terbit, aku tetap disini, aku tetap berbaring di tempat tidurmu, aku bernyanyi ouh, ouh, ouh, ouh. Manfaatkan seluruh waktu ini di atas tanganku. Mungkin kita membatalkan seluruh rencana. Aku akan tetap tinggal disini untuk sepanjang waktu. Jadi, kunci pintu dan buanglah kuncinya. Tidak bisa melawan ini secara lebih, kini hanya ada kau dan aku. Dan di sana tidak ada yang bisa aku lakukan. Aku hanya terjebak bersamamu, terjebak bersamamu. Jadi, buatlah aku gila. Kasih, teruslah bicara, aku tetap tak akan berubah. Tetap terjebak bersamamu, terjebak bersamamu."
Aryan pun meneruskan lagu yang Tara nyanyikan.
"There's nowhere we need to be. No, no, no. I'ma get to know you better. Kinda hope we're here forever. There's nobody on these streets. If you told me that the world's endin'. Ain't no other way that I can spend it. Ooh, ooh, ooh, ooh. Got all this time on my hands. Might as well cancel our plans. I could stay here forever. So, lock the door and throw out the key. Can't fight this no more, It's just you and me. And there's nothin' I, nothin' I, I can do. I'm stuck with you, stuck with you."
Terjemahan. "Di sana tidak ada tempat yang kita butuhkan, tidak ada, tidak, tidak. Aku mengenalmu lebih baik. Aku berharap kita disini selamanya. Tidak ada seorang pun di jalanan ini. Jika kau berkata padaku ini adalah akhir dunia. Maka tidak ada cara lain untuk menghabiskannya. Ouh, ouh, ouh, ouh. Manfaatkan seluruh waktu ini di atas tanganku. Mungkin kita membatalkan seluruh rencana. Aku akan tetap tinggal disini selamanya. Jadi, kunci pintu dan buanglah kuncinya. Tidak bisa melawan ini secara lebih, kini hanya ada kau dan aku. Dan di sana tidak ada yang bisa aku lakukan. Aku hanya terjebak bersamamu, terjebak bersamamu."
"So sweet banget sih papa…" Tara memeluk Aryan lagi.
"Hari ini nggak usah kerja ya, di rumah aja temenin mama ya…!" Rengek Tara.
"Kemarin kan udah libur sehari, mama sayang." Ucap Aryan lembut.
"Ya udah, nanti kalau ada hal penting biar asistenku ke sini aja." Aryan mengalah.
"Bener, pa?" Tara semangat lagi.
"Bener, mama sayang."
"Kalau sampai Minggu di rumah terus bisa nggak, pa? Mama nggak mau ditinggal, nanti kalau tiba-tiba kram lagi gimana?" Sebenarnya Tara merasa ingin selalu bermesraan dengan suaminya.
Aryan menyingkap baju tidur Tara dan menc*um perut Tara. "Ini pasti anak papa nih yang nggak mau ditinggal, iya 'kan?"
Kelakuan Aryan membuat Tara tidak tahan dan menginginkan lebih, entah mengapa sepertinya semenjak hamil gairahnya justru meningkat.
"Paaa…" Ucap Tara sambil membelai kepala Aryan yang sedang menc*um perutnya.
Aryan pun paham yang Tara inginkan hingga dia memulai lebih dulu. Aryan tidak mau Tara merasa malu karena menginginkan lebih dulu, karena biasanya selalu pria yang menginginkan lebih dulu.
__ADS_1
For your information. Pada trimester pertama saat kehamilan hormon estrogen, progesteron, kortisol dan testosteron ternyata ikut mengalami peningkatan. Hormon-hormon tersebut yang berpotensi meningkatkan sensitivitas dan respons s*ksual pada ibu hamil. Perubahan fisik juga menyebabkan adanya peningkatan gairah pada ibu hamil.
.........
"Apa benar obat ini hanya akan membuatnya sakit perut?" Ucap seorang wanita tidak yakin.
"Iya, percayalah padaku. Campurkan sedikit saja ke makanan atau minuman, nanti efeknya cuma seperti obat pencahar." Ucap seorang pria yang merupakan partner dari sang wanita.
"Yakin tidak ada efek samping yang lain?" Wanita itu masih ragu.
"Kalau kamu ragu dan tidak berani, ya sudah tidak usah dilakukan!" Ketus sang pria.
"Bukannya aku ragu, aku hanya memastikan saja. Apa benar obat ini hanya berefek seperti pencahar, jika ada efek samping bisa bahaya. Aku hanya ingin memberinya sedikit pelajaran." Terang sang wanita.
"Jangan bilang kamu tidak tega!" Sindir sang pria.
"Hah...! Mereka berdua tega padaku, jadi untuk apa aku kasihan pada mereka berdua." Sang wanita mulai terhasut.
"Mereka berdua pantas untuk mendapatkan sedikit pelajaran. Jangan takut!"
"Kamu tahu sendiri kasus yang kemarin saja mereka tidak bisa memecahkannya. Akhirnya mereka hanya bisa menganggap itu hanya kecelakaan yang tidak disengaja." Sang pria meyakinkan.
"Iya, kamu benar juga. Kita lebih pintar dari mereka, kali ini pasti mereka juga tidak bisa mengungkap kasus yang akan kita buat. Tapi bagaimana kalau mereka sekarang lebih hati-hati?"
"Tenang saja! Aku sudah menyusun skenario sebaik mungkin agar mereka tidak curiga pada kita. Justru orang lain yang akan jadi kambing hitam." Sang pria sangat percaya diri.
"Kapan kita akan melakukannya?" Tanya sang wanita tidak sabar.
"Minggu... Berdasarkan keterangan darimu tentang kebiasaannya, sepertinya hari itu paling tepat."
................
Siapa wanita dan pria ini?
Apa yang mereka rencanakan?
Ikuti terus ceritanya ya 🙏🏼👍🏼
__ADS_1
Yuk ditunggu jempolnya👍🏼, komentarnya dan dukungannya❤. Terima kasih telah bersedia mampir membaca.