
Buah nanas dan mangga dibuat asinan
Rasa asam manis menjadikan nikmat
Wahai reader berikanlah author dukungan
Agar menghalu dan menulisnya lebih semangat
Reader yang memberikan dukungan, semoga rejekinya melimpah. Aamiin.
Jangan lupa bahagia.
.........
Senyum kemenangan terpancar dari salah satu hadirin, siapa lagi kalau bukan Rani. Dia bahagia karena Tara telah memilih Aryan, itu berarti ada kesempatan baginya untuk mendekati Gala. Rani tidak pernah menyadari bahwa dia tidak akan bisa memiki cinta Gala walau sedikit saja. Rani masih berpikir kelakuannya menebar fitnah tentang Tara di sosial media belum terungkap. Tentu Gala sudah mempersiapkan semuanya untuk membalas perbuatan Rani. Gala menemukan senjata ampuh untuk mengusir Rani dari hidupnya.
Acara lamaran dan pertunangan berjalan lancar penuh dengan kebahagiaan. Mungkin hanya Gala yang sedikit sedih dan menyimpan luka karena bukan dia yang memiliki Tara secara resmi. Karan dan Ahsan pun juga merasa kecewa, namun mereka harus tetap tersenyum dan mendoakan kebahagiaan Tara.
Ahsan pov: Tara, aku yakin suatu saat aku bisa mendapatkan cintamu juga, meskipun tidak seutuhnya. Harusnya aku datang ke dalam kehidupanmu sejak dulu. Aku terlambat.
Karan pov: Semoga suatu saat akan ada kesempatan bagiku untuk mendapatkan cintamu juga. Jadi yang ke-dua ataupun yang ke-tiga pun aku tidak masalah, asalkan aku bisa mendapatkan cintamu juga. Kamu membuatku gila dan hanya bisa melihatmu seorang, tidak ada wanita lain yang menarik selain kamu.
Rani menghampiri Gala dan memintanya untuk mengantarkan pulang. Gala ingin menolak, namun iya ingat akan kelakuan Rani sebelumnya, mungkin ini kesempatan Gala untuk mengorek informasi dari Rani.
"Gala, terima kasih sudah mau mengantarku." Ucap Rani membuka percakapan dengan Gala.
"Tidak perlu sungkan. Kini Tara sudah bersama Aryan jadi aku tidak perlu susah-susah mengurusnya lagi. Sekarang aku bebas." Ucap Gala memancing Rani.
"Maksudnya? Kamu senang dengan pertunangan mereka?" Rani kaget bercampur senang.
"Ya... Tentu aku senang dengan pertunangan mereka dan aku juga senang karena tidak direpotkan lagi oleh Tara." Jawab Gala.
"Wow... Aku kira kamu sedih karena Tara memilih Aryan. Bukankah kamu menolak cintaku karena Tara?" Rani memberanikan diri untuk bertanya.
"Tidak juga. Kenapa kamu berpikir seperti itu?" Gala balik bertanya.
"Bukankah kamu selalu bersama Tara? Aku kira kamu menolakku karena kamu mencintai Tara seperti yang netizen katakan bahwa Tara mendekatimu." Papar Rani.
"Aku menolakmu bukan karena Tara. Aku hanya menunggu waktu yang tepat saja. Tapi... Memang benar Tara mendekati aku."
"Betul 'kan yang aku tulis di media sosial itu bukanlah berita bohong." Rani keceplosan.
__ADS_1
"Apa maksudmu?" Sahut Gala.
"Oh... Tidak! Bukan apa-apa. Berarti benar berita di sosial media kalau Tara mendekatimu." Bohong Rani.
"Aku sih seneng-seneng aja ada yang mengunggah foto dengan caption itu. Orang-orang jadi tahu kalau bukan aku yang mendekati Tara, melainkan Tara 'lah yang mendekati aku." Jawab Gala santai namun meyakinkan Rani bahwa Gala tidak suka dianggap mendekati Tara namun Tara 'lah yang mendekati Gala.
"Aku harus mencari dan berterima kasih pada orang yang mengambil foto itu dan mengunggahnya di sosial media." Imbuh Gala.
Ponsel Gala bernyanyi tanda panggilan masuk. Gala sengaja menggunakan speaker untuk menerima panggilan Tara.
"Gala, kamu dimana? Kenapa Kamu tiba-tiba menghilang?" Tanya Tara panik. Sejak melihat Gala pergi dengan Rani, Tara merasa gelisah.
"Kamu kan sudah bersama Aryan, jadi jangan mengurusi urusanku." Jawab Gala ketus.
"Gala, apa maksudmu?" Tara terkejut.
"Sudahlah! Aku sedang bersama Rani, jadi jangan mengangguku!" Gala langsung menutup telepon agar Tara tidak bicara macam-macam.
Rani tersenyum melihat sikap Gala pada Tara. Rani yang sudah terpancing langsung merespon. "Jadi kamu benar-benar tidak suka dengan Tara karena merepotkanmu?"
"Tentu." Gala belum menyelesaikan ucapannya, tiba-tiba ponselnya bernyanyi lagi. Tara meneleponnya lagi, namun Gala tidak menjawabnya.
"Bukankah tadi sudah aku katakan. Aku harus mencari dan berterima kasih dengan orang yang mengunggah foto itu. Caption itu menunjukkan bahwa bukan aku yang mengejar Tara, tapi Tara 'lah yang menggodaku." Jelas Gala.
"Maksudnya?"
"Aku yang mengambil foto itu dan mengunggahnya." Jawab Rani spontan.
"Wow... Berarti aku harus berterima kasih padamu." Gala masih stay cool.
"Tidak perlu berterima kasih. Aku kira kamu bakal marah dengan berita itu." Rani mulai percaya bahwa Gala pun tidak menyukai Tara.
"Bagaimana bisa kamu mendapatkan foto itu? Sepertinya kamu cocok jadi wartawan." Ucap Gala santai.
"Ha... ha... ha... Aku mengambil foto itu karena tidak sengaja melihat kalian di sana." Terang Rani.
"Aku kira kamu mengikuti aku karena masih menyukaiku." Gala melemparkan umpan.
"Iya, aku masih menyukaimu." Jawab Rani.
Tidak terasa mereka sudah sampai di depan rumah Rani. Bukannya turun Rani justru memegang tangan Gala, padahal saat ini sudah jam 11.00 malam.
__ADS_1
"Gala, saat ini Tara sudah bersama Aryan. Seperti yang kamu katakan tadi, kamu menolakku bukan karena Tara. Perasaanku masih sama, aku mencintaimu, Gala. Apa sekarang kamu akan memberikan aku kesempatan?" Pinta Rani.
Gala mendekati Rani dan membuatnya salah paham. Rani mengira Gala akan menciumnya, namun dia harus menelan pil pahit kenyataan bahwa Gala tidak akan pernah mencintainya.
"Aku sudah lama tahu kamu yang menyebarkan ujaran kebencian dan berusaha merusak reputasi Tara." Gala menjeda ucapannya.
Deg... Rani kaget dengan ucapan Gala.
"Harusnya kamu tahu bahwa kamu tidak bisa dibandingkan dengan Tara. Sekali pun Tara memilih Aryan, bukan berarti aku akan memilih kamu." Imbuh Gala.
Gala kembali merapikan duduknya di belakang kemudi. "Sebaiknya kamu segera turun dan ingatlah aku punya bukti kejahatanmu. Aku bisa menuntutmu dengan undang-undang IT atau pasal pencemaran nama baik."
"Bukankah kamu tidak menyukai Tara, lalu kenapa kamu tiba-tiba berubah lagi?" Sanggah Rani.
"Kamu harus gunakan otakmu untuk berpikir, bukan untuk sekedar iri dengan hidup orang lain. Apa kamu pikir aku benar-benar tidak suka direpotkan oleh Tara?"
"Ha... ha... ha... Kamu terlalu gegabah dan keburu senang." Ujar Gala.
"Apa maksudmu? Kamu membohongiku?" Rani kaget.
"Ha... ha... ha... Cepat turun! Tara sudah menungguku. Kalau kamu berani berbuat jahat pada Tara lagi, aku pastikan kamu akan merasakan dinginnya dibalik jeruji besi."
Rani turun dengan raut wajah yang kalut. Dia tidak menyangka Gala memiliki bukti ujaran kebenciannya.
"Satu lagi yang perlu kamu ingat! Tara mengetahui kelakuan busukmu, tapi dia tidak mengijinkanku memberimu pelajaran." Imbuh Gala, sebelum Rani benar-benar keluar dari mobilnya.
Ponsel Gala terus berbunyi, Tara mencoba meneleponnya lagi.
"Iya, halo..." Jawab Gala cepat.
"Apa maksud kata-katamu tadi? Kamu membuatku khawatir. Apa kamu sekarang bersama Rani untuk membalasku karena aku memilih mas Aryan?" Cecar Tara.
"Tenanglah! Aku akan segera pulang." Jawab Gala santai.
"Jelaskan dulu!" Perintah Tara.
"Sabarlah! Jangan ribut! Bye..." Gala menutup telepon dan segera melajukan mobilnya ke arah kediaman Maheswari.
Tara merasa kesal sekaligus khawatir karena Gala. Acara sudah selesai dan kini dia berguling-guling di kasur memikirkan apa yang terjadi antara Gala dan Rani. Harusnya Tara bahagia acara lamaran dan tunangannya dengan Aryan berjalan lancar dan romantis. Namun Tara tak berhenti gelisah karena sikap Gala.
Gala pov: Umpan telah dimakan, ikan terpancing dengan cepat. Bukti tambahan sudah terkumpul, aku mendapatkan senjata untuk menjauhkan Rani dari hidupku. Tara pasti khawatir dan bingung dengan kelakuanku tadi. Biarlah, aku akan memberikan kejutan untuk Tara.
__ADS_1
.................
Yuk ditunggu jempolnya, komentarnya dan dukungannya. Terima kasih, matur suwun.