
setelah kegiatan pemberdayaan perempuan di desa, kini Dila dan Anisa pulang sambil membawa sayuran.
kebetulan tadi mereka sengaja melipir sebentar untuk belanja kebutuhan yayasan terutama bahan makanan.
Dila pun memilih pulang untuk bersiap mengajar ngaji anak-anak karena sudah waktunya.
sedang Fatin yang tidur pun di biarkan di rumah bersama dengan umi Chasanah.
sedang untuk pengajuan sore ini akan di isi oleh ustadz Yusuf yang menggantikan posisi dari ustadz Ahmad.
"assalamualaikum anak-anak?" sapa Dila dengan suara lembut.
"waalaikum salam ustadzah," jawab Semuanya.
"baiklah sekarang kita lihat hafalan kalian ya, satu-satu ustadzah panggil untuk setir bacaan," kata Dila.
mereka semua mengantri untuk menunjukkan hafalan mereka, sedang di tempat lain.
Fafa masih belum bisa menerima kenyataan jika ustadz Ahmad dan Dila sudah menikah.
"apa yang akan kita lakukan?" tanya Fafa pada Alexa.
"sekarang kita harus membuat ustadz Ahmad tak bisa menghindari mu dan pasti harus mau menikahimu, kalian harus bermalam berdua," usul Alexa
"kamu gila, kita bisa merusak semua nama baik yayasan jika sampai orang luar tau, dan bisa-bisa ustadz Ahmad masuk ke dalam penjara," jawab Fafa yang masih punya sedikit otak.
"itu terjadi jika dua tak ingin menikahimu, tapi aku pastikan pria seperti pria itu pasti akan memilih menikahimu, toh istrinya itu hanya janda yang tak secantik itu," kata Alexa.
"kamu jangan gila Alexa, jika dua mau, bagaimana jika dia memilih menjalani hukuman penjara," tanya Fafa yang tak yakin.
"maka aku pastikan yayasan ini akan berakhir dan tinggal nama saja,aku jamin itu," kata Alexa lebih keyakinan.
"baiklah atur saja, tapi kalau tak salah hari ini ustadz Ahmad pulang malam karena ceramah di luar kota," kata Fafa.
"itu bagus karena kita bisa melakukan itu saat mereka bertiga minum dan makan di kantin saat pulang malam seperti biasa," kata Alexa yang sudah menyiapkan semuanya.
tanpa keduanya sadari, sudah ada seseorang yang mendengarkan pembicaraan mereka berdua.
wanita itu memilih diam dulu dan akan melaporkan pada Dila nantinya.
setelah mengajar ngaji, Dila menuju ke area dapur yayasan untuk menyiapkan makan malam untuk semua penghuni.
wanita itu membisikkan sesuatu pada Dila, dia pun terkejut bukan main, kenapa dua gadis ini begitu berniat untuk merenggut Ahmad dan kali ini dengan cara busuk seperti ini.
sedang di tempat lain, ustadz Ilham juga sudah memberi tahu tentang rencana yang di kemukakan oleh kedua gadis itu.
"bagaimana ini ustadz, kedua gadis ini semakin berani bertindak, terlebih mereka merasa kita bodoh hingga membuat rencana seperti ini?" kata ustadz Ahmad.
"entahlah aku tak tau, aku membantu Fafa karena dua sebatang kara, tapi kenapa pertolongan ku disalah artikan seperti ini, dan mereka berusaha merusak rumah tangga ku, tak akan aku biarkan," kata ustadz Ahmad.
Ryan yang diam sejak tadi pun mengirimkan pesan pada sahabatnya yang juga di tolong oleh ustadz Ahmad.
'jika kalian ingin balas Budi lakukan sat ini, karena ustadz dan ustadzah sedang dalam bahaya,' isi pesan dari Ryan.
__ADS_1
"baik kami mengerti karena di sini juga ada bu ning dan upaya kan kita bisa mengakhirinya dalam satu serangan," jawab teman Ryan.
"siap aku kirim semuanya rencananya mengerti," kata Ryan.
"baiklah," jawab teman-temannya.
malam itu ustadz Ahmad benar-benar pulang malam, Dila masih menunggu sambil membaca Al-Qur'an, beberapa pemuda berjaga di luar.
Alexa dan Fafa keluar tapi langsung di hadang oleh penjaga yayasan, "kalian mau kemana ini sudah jam sepuluh malam, lebih baik pergi istirahat di kamar kalian,"
"maafkan kami, tapi kami ingin ke kamar mandi," jawab Alexa.
"arah kamar mandi bukan ke sana tapi ke arah timur, kalian lupa jalan ke kamar mandi," ketus salah satu dari pengawas itu.
"maaf mbak, kami lupa," jawab Fafa yang langsung menarik tangan Alexa.
mereka pun masuk kedalam kamar, sedang para pengawas masih berjaga di luar, bahkan kini terlihat bergiliran dengan para pengawas pria juga.
tak lama mobil ustadz Ahmad memasuki area yayasan, terlihat Alexa kesal, "kamu ini gimana sih, ini kesempatan bagus tau," kesalnya.
"sebenarnya kamu ini kenapa sih, aku ingin menjadi istrinya itu wajar tapi tidak dengan cara seperti ini," kata Fafa.
"tapi kamu tak ada kesempatan lagi, mengerti," kesal Alexa yang nekat keluar dari jendela belakang.
dia pun melihat ustadz Ahmad berjalan sendiri ke area rumahnya, ternyata Fafa juga mengikuti gadis itu.
"sekarang kita akan melakukan apa," tanya Fafa berbisik.
"sudah diam saja jangan banyak tanya, yang pasti akan ku buat kamu menjadi istri ustadz yang kau inginkan itu," kata Alexa yang mengambil balok kayu.
di rumah Dila mulai khawatir karena suaminya belum pulang, terlebih ini sangat telat.
"kamu kemana mas?" gumamnya sambil terus melihat ponselnya.
tak lama terdengar suara ketukan pintu, ternyata itu tuan yang mengantarkan ustadz Ahmad.
"mas, ada apa kok sampai begini?" tanya Dila khawatir.
"maaf ibu, tadi ustadz jatuh pingsan sepertinya kelelahan," jawab Ryan tersenyum.
"baiklah nak, tolong bantu aku membawanya ke kamar ya," kata Dila membantu menapak suaminya itu.
setelah itu Ryan buru-buru pamit, sedang Dila melepaskan baju ustadz Ahmad dan membersihkan wajah pria itu dengan air hangat.
Dia merasa kasihan terlebih suaminya itu terus melakukan ceramah.
"apa aku perlu mengatur jadwal mu lagi mas, aku tak ingin melihat mu sakit seperti ini," gumam Dila sedih.
akhirnya dia ikut tidur di sebelah ustadz Ahmad, Keduanya pun terlelap dalam tidur.
sedang tim pengawas menangkap dua gadis yang mencoba melukai ustadz Ahmad.
"sekarang terserah ustadz Yusuf mau bagaimana, toh ustadz Ilham juga sudah tau," tanya Ryan yang baru kembali.
__ADS_1
"seharusnya kalian harus di keluarkan dari yayasan ini, tapi besok kita harus melakukan hukum secara umum, sebagai pelajaran untuk semua orang."
di sisi lain seorang wanita juga tak bisa menahannya lagi, dia tak bisa melihat Dila yang bermesraan dengan ustadz Ahmad.
besok dia memutuskan untuk pergi saja dari yayasan ini karena cukup dia tak bisa melihat kebahagiaan dari ustadz Ahmad dan Dila, "kalian sudah bahagia, dan aku tak pantas mencintai pria milik wanita lain,"
keesokan harinya, semua sudah berjalan seperti biasa, tapi kali ini ada dua yang di ikat dan di bawa ke tengah lapangan.
ustadz Ahmad datang bersama Dila, sedang umi di minta untuk tetap di rumah bersama Fatin.
"ada apa ini?" tanya ustadz Ahmad.
fafa sudah ketakutan, pasalnya dia akan segera di usir dari tempat yang menerima dirinya dan melindunginya selama ini.
sedang Alexa masih tertawa melihat ke arah Dila yang berdiri di samping ustadz Ahmad.
"dasar wanita munafik kamu Dila! kamu pasti senang bukan, karena bisa menguasai semua pria, kamu itu wanita murahan setelah menikah pun kau tak ingin melepaskan mantan suamiku, bahkan kamu bersikap sok suci, setelah kamu membuang mas Hendra," kata Alexa melihat Dila.
"apa maksudmu Alexa, aku sudah mengubur semua masa laluku,karena itu hal yang sangat menyakitiku," jawab Dila kaget.
"mengubur apa, kamu masih sering menghantuinya, kamu bahkan tak membiarkan dia menjalankan hidupnya, karena dirimu aku yang menyukainya pun tak pernah di lihat olehnya, dan dia terus menyebut nama mu, kau itu wanita murahan, pel*cur dan tak ku sangka kamu juga berhasil menggoda ustadz Ahmad yang terlalu baik dan bodoh itu," hina Alexa makin menjadi-jadi.
"hei!!!" teriak semua santri
ustadz Ahmad memberikan perintah untuk mengamankan semua orang agar tak main hakim sendiri, terlebih Alexa memiliki emosi yang tak stabil.
"aku tak pernah memintanya asal kamu tau, kamu kembali mengorek luka terdalam ku," lirih Dila.
"kenapa, bukankah kau yang menceraikannya, kau yang meninggalkan dirinya, tapi kenapa seolah kamu sebagai korban, kenapa bukankah kamu yang berselingkuh darinya, kamu itu murahan Dila!" kata Alexa yang terus menyerang emosi dari Dila.
"apa kamu kira bahagia jadi istri seorang gig*Lo!!!" teriak Dila tanpa sadar.
Alexa dan semua orang diam, Dila pun terduduk lemas di tanah, dia pun menangis sesenggukan.
"aku mendapatkan ancaman pembunuhan setiap hari, aku bahkan mendapatkan perlakuan kasar, aku lelah dan keluargaku bahkan tak ingin menerima ku saat aku memutuskan meninggalkannya, apa kamu pikir itu bahagia yang seperti kamu katakan itu!!" tangis Dila yang mengeluarkan semua kesedihan dan amarahnya.
"jika aku bisa aku akan membunuh diriku sendiri setelah dia menyentuhku malam itu, dan aku merasa jijik dengan diriku sendiri saat tau jika suamiku memiliki pekerjaan seperti itu, kamu bisa membunuhku itu yang kamu mau bukan, lakukanlah!!!" teriak Dila yang kembali histeris.
ustadz Ahmad langsung memeluk sang istri yang tak bisa mengendalikan emosinya.
"tenang dek ..." bisik ustadz Ahmad.
"aku kotor mas, aku tak pantas untuk siapapun, aku tak pernah mau memiliki takdir hidup seperti ini, aku kotor ..." tangis Dila hingga pingsan di pelukan ustadz Ahmad.
"Dila bangun dek!" kaget ustadz Ahmad yang langsung mengendong Dila.
"Yusuf, bereskan Semuanya, aku tak pernah bisa memaafkan atau melihat wanita yang aku cintai terluka, jadi sebelum amarahku makin besar, silahkan buat mereka pergi dari hadapan ku," perintah ustadz Ahmad.
"tidak ustadz, jangan lakukan itu, aku mencintaimu ustadz, maafkan aku!!" teriak Fafa yang langsung membuat semua orang berbisik.
"di hidupku hanya akan ada istriku, dan tak akan pernah ada wanita lain yang pantas," jawab ustadz Ahmad.
Ryan dan semua tim pengawas membawa Fafa dan Alexa, dua gadis itu akan di pulangkan secara paksa karena telah melanggar semua peraturan dan berbuat kriminal.
__ADS_1
semua orang pun masih tak percaya dengan apa yang mereka dengar kali ini, gadis yang selalu ceria dan begitu baik memiliki takdir hidup yang begitu buruk.
ustadz Ahmad menidurkan Dila di ranjang kamar mereka, Fatin menangis melihat kondisi dari ibu sambungnya itu.