Pria Idaman Lain

Pria Idaman Lain
Part 50_It's Killing Me and You


__ADS_3

Episode melodrama antara Gala dan Tara. 😭 Author ikut sedih karena Gala terluka.


Reader jangan lupa tinggalkan jejak dukungan ya...πŸ™πŸΌπŸ™πŸΌπŸ™πŸΌ


Reader yang memberikan dukungan, semoga rejekinya melimpah. Aamiin.


Jangan lupa bahagia.


.........


Pagi itu ketika Aryan pergi mencari Anand, Gala datang menemui Tara dengan alasan pekerjaan karena Tara tidak datang ke butik.


Tidak satupun anggota team keamanan kediaman Aryan Cakra Wangsa yang curiga terhadap Gala. Mereka juga tahu siapa Gala bagi sang empunya rumah.


"Gala..."


Tara sedikit canggung mengingat satu bulan terakhir ini mereka jarang bertemu. Tara yang semula ingin memberikan kepastian akhirnya meragu juga, betapa serakah hatinya ingin memiliki dua cinta sekaligus.


"Tara, gimana keadaanmu? Aku sengaja kesini karena kamu tidak ke butik." Gala masih khawatir dengan keadaan Tara karena kejadian kemarin.


"Aku baik-baik saja. Terima kasih kemarin kamu cepat datang untuk menolongku." Ucap Tara.


"Itu sudah tugas dan tanggung jawab ku untuk melindungi kamu." Tutur Gala.


Tatapan Gala yang penuh cinta begitu menggoyahkan keyakinan Tara. Sejenak kebisuan menyelimuti mereka berdua. Gala menguatkan hatinya untuk membuat kepastian, menentukan pilihan.


"Aku kesini karena ada yang ingin aku perjelas." Gala menghela nafas.


"Tara... Tolong jawablah dengan jujur! Apa kamu bahagia dengan mas Aryan?" Sekuat hati Gala memberanikan diri untuk mendengar jawaban Tara.


"Aku..."

__ADS_1


Tara menghela nafas, mencoba menguatkan hati untuk memberi keputusan.


"Seperti yang kamu lihat, Gala." Tara tidak mampu menjawab lebih dari itu.


"Aku tahu ini sangat berat bagiku dan mungkin juga bagimu." Gala terdiam menata hati.


Gala menghela nafas lagi, berusaha menahan tangis yang mungkin saja bisa segera menetes. "Aku pikir kamu sudah bahagia dengan mas Aryan."


"Jadi... Aku harap kita bisa saling melepaskan, aku juga ingin bahagia meski tidak denganmu."


"Tapi jangan khawatir, aku akan tetap ada untuk kamu sebagai teman, saudara, bodyguard dan juga rekan kerja." Gala meremas tangannya sendiri. Berat rasanya melepaskan orang yang dicintai bersama orang lain.


Tara menguatkan hatinya untuk tidak menangis di depan Gala. Dia harus terlihat baik-baik saja, dia menutupi kesedihan dan luka hati dengan mengingat semua cinta yang Aryan berikan padanya.


Tara masih diam membisu, dia tidak tahu harus berkata apa, semua kata yang dulu sudah dia siapkan malah menguap begitu saja.


"Tara..." Lirih Gala, tangannya memegang dadanya sendiri mencoba menguatkan hatinya yang terluka.


Tara beranjak pergi menuju kamarnya, meninggalkan Gala sendirian. Sebisa mungkin dia ingin menyembunyikan perasaannya yang juga terluka melepaskan Gala.


"Tara... Ku harap kamu tidak berubah, aku pun tidak akan berubah. Kamu harus bahagia dengan mas Aryan!" Teriak Gala.


Tara mendengar teriakan Gala, namun dia tetap berlalu pergi. Saat ini dia tidak sanggup untuk menatap Gala. Mungkin beberapa waktu ke depan dia harus menghindari Gala dulu dan berusaha menata hati dan perasaannya.


"Maafkan aku Gala. Aku harus berpura bahagia tanpamu, tersenyum tanpamu. Memang aku bahagia bersama mas Aryan, namun hatiku masih begitu serakah akan cintamu. Aku harap kamu juga menemukan kebahagiaanmu sendiri, meski hatiku akan tetap terluka jika melihatmu bersama wanita lain." Batin Tara.


Tara pov:


"We both know that I shouldn't be here. This is wrong and baby it's killing me, it's killing you. But both of us trying to be strong."


"I've got somewhere else to be. Promises to keep someone else who loves me and trusted me fast asleep. I've made up my mind. There is no turning back. He's been good to me and he deserves better than that."

__ADS_1


"It's the hardest thing, I'll ever have to do. To look you in the eye and tell you I don't love you. It's the hardest thing. I'll ever have to lie. To show no emotion. When you start to cry. I can't let you see. What you mean to me. When my hands are tied. And my hearts not free. We're not meant to be. It's the hardest thing. I'll ever have to do. To turn around and walk away. Pretending I don't love you."


"Kita berdua tahu harusnya aku tak di sini. Ini salah dan sayang ini membunuhku, ini membunuhmu. Tapi kita berdua berusaha tuk tabah."


"Aku harus berada di tempat lain. Ada janji-janji yang harus ku tepati. Ada seseorang yang mencintaiku dan sangat percaya padaku. T'lah ku putuskan tak ada jalan kembali. Dia t'lah begitu baik padaku dan dia layak dapatkan yang lebih baik dari itu."


"Ini hal tersulit yang harus ku lakukan. Menatap matamu dan bilang padamu aku tak mencintaimu. Ini hal tersulit yang harus ku tutupi. Sembunyikan emosi saat kau mulai menangis. Aku tak boleh biarkan mu tahu arti dirimu bagiku. Saat tanganku terikat dan hatiku tak leluasa, kita tak ditakdirkan. Ini hal tersulit yang harus kulakukan. Berpaling dan melangkah pergi. Berpura-pura aku tak mencintaimu."


Hati Gala begitu pedih setelah mengambil keputusan itu. Namun dia harus bisa mengikhlaskan Tara dengan Aryan. Gala mengingat janjinya pada Tuan Yoga ayah Tara. Gala tidak ingin mengecewakan Tuan Yoga yang sudah seperti ayahnya sendiri.


"Aku sungguh cemburu karena kamu bahagia tanpaku. Aku terus berpura tersenyum dan bahagia untukmu. Sebenarnya hatiku hancur, Tara. Cinta ini membunuhku." Ucap Gala dalam hati.


Gala pov:


"I'm jealous of the rain that falls upon your skin. It's closer than my hands have been. I'm jealous of the rain. I'm jealous of the wind, that ripples through your clothes. It's closer than your shadow. Oh, I'm jealous of the wind."


"Aku iri pada hujan yang jatuh di kulitmu. Lebih dekat dari tanganku. Aku iri pada hujan. Aku iri pada angin yang mengoyak bajumu. Lebih dekat dari bayanganmu. Oh aku iri pada angin."


"I wished you the best of. All this world could give. And I told you when you left me, there's nothing to forgive. But I always thought you'd come back, tell me all you found was heartbreak and misery. It's hard for me to say, I'm jealous of the way you're happy without me."


"Ku berharap yang terbaik untukmu. Segala hal dunia ini dapat memberimu. Dan ku beritahu kau saat kau meninggalkan aku, tak ada yang perlu dimaafkan. Tapi ku selalu berpikir kau akan kembali, katakan padaku semua yang telah kau temukan adalah kehancuran dan kesedihan. Sulit kukatakan, aku iri dengan caramu yang bahagia tanpaku."


"I'm jealous of the nights that I don't spend with you. I'm wondering who you lay next to. I'm jealous of the nights. I'm jealous of the love. Love that was in here. Gone for someone else to share. I'm jealous of the love."


"Ku iri pada malam yang tak ku habiskan denganmu. Ku ingin tahu siapa yang berbaring di sampingmu. Aku iri pada malam. Aku iri pada cinta. Cinta yang tak ada di sini. Pergi ke orang lain untuk dibagikan. Aku iri pada cinta."


"As I sink in the sand, watch you slip through my hands. As I die here another day, cause all I do is cry behind this smile. It's hard for me to say, I'm jealous of the way, you're happy without me."


"Saat aku tenggelam dalam pasir, melihatmu pergi dariku. Saat aku mati di sini suatu saat nanti, karena yang ku lakukan adalah menangis di balik senyuman ini. Sulit ku katakan, ku iri dengan caramu yang bahagia tanpaku."


.................

__ADS_1


Yuk ditunggu jempolnya, komentarnya dan dukungannya. Terima kasih telah bersedia mampir membaca.


__ADS_2