Pria Idaman Lain

Pria Idaman Lain
S3_hilang tanpa jejak


__ADS_3

Mahi terbangun di kamar mandi, tubuhnya sudah merasa tak enak menggigil.


dia pun tak bisa membuka pintu karena di kunci dari luar, terpaksa dia mengendor pintu dengan keras.


"dek, bukakan pintunya, bercandaan mu tak lucu!!" teriaknya dari dalam kamar mandi.


tapi Mahi ingat jika dia di bius seseorang dan itu bukan Fatin, karena wanita itu masih tidur di kamar, terlebih tadi masih ada beberapa orang yang membersihkan rumah.


"tidak .. tidak .. Fatin!!" teriaknya dari dalam kamar mandi.


dia tak bisa keluar, terpaksalah dia membobol kaca kamar mandi untuk meminta tolong.


kebetulan sebelah rumah Mahi adalah warung, dan terlihat rumah sebelah sudah bangun.


"tolong!!! pak aman tolong!!!" teriaknya.


pria itu meliht dari jendela dan kaget melihat Mahi yang melambai dari angin-anginan kamar mandi.


pria itu pun buru-buru keluar untuk menolong menantu dari ustadz Ahmad itu.


dia meminta tolong tiga satpam yang sedang berjaga disana, mereka msuk dengn mudah pasalnya rumah itu tak di kunci.


"pak tolong saya, saya di kamar mandi!!" teriaknya sambil menggedor pintu.


pak aman membuka pintu kamar mndi, Mahi langsung keluar dengn sedikit Sempoyongan.


"mas Mahi kenapa?" tanya para pria itu.


"tunggu sebentar pak, saya harus melihat istri saya," panik Mahi yang berlari naik ke lantai dua


dia tak menemukan Fatin di kamar, dan kamar juga rapi tanpa ada bekas perampokan.


Mahi pun turun menemui para satpam, "kalian tau kemana istriku pergi, dan kemana para cleaning servis yang tadi membersihkan rumah ini?" tanya Mahi panik.


"mereka sudah pergi dari jam sepuluh tadi, dan untuk mbak Fatin kami tak melihatnya setelah mengantarkan teman terakhir yang pamit tadi," jawab seorang satpam.


"oh ya, tapi tadi mereka membawa karpet yang akan di cuci katanya, rapi karpetnya sangat besar mas," jawab satpam yang lain


"ah... sialan, mereka menculik istri ku," kata Mahi marah.


para satpam pun langsung menghubungi semua tim keamanan untuk melihat CCTV.


sedang Mahi menghubungi polisi agar Fatin bisa di ketemukan segera.

__ADS_1


Mahi pun tak menyangka akan kejadian seperti ini, istrinya bisa di culik dan dia bahkan tak bisa melakukan apapun.


polisi datang untuk mengambil keterangan dari para saksi, ustadz Ahmad yang au ada polisi datang pun langsung menghampiri rumah putrinya itu.


"ada apa ini nak Mahi?" tanya ustadz Ahmad.


"abi... saya mohon tolong tenang dulu ya, Fatin hilang di culik oleh beberapa orang yang aku panggil untuk membersihkan rumah, dan polisi sedang mencari mereka," kata Mahi jujur tanpa menutupi sedikit pun.


"Allahuakbar..." kata ustadz Ahmad yang langsung lemas, dia tak mengira ada yang tega melakukan hal itu.


semua pun heboh, pasalnya Fatin di kenal sangat baik dan tak memiliki musuh.


tapi bagaimana bisa wanita itu di culik, terlebih kejadian itu di rumah, polisi pun segera menuju ke kantor cleaning servis yang di panggil.


ternyata para pegawai itu juga mengalami hal rumit, mereka semua di begal, semua pakaian dan mobil di minta paksa dan tak lupa mereka juga di luaki.


polisi melacak mobil yang di kenali sebagai mobil jasa itu, ternyata masuk ke daerah luar kota.


polisi pun memburu mereka agar bisa menyelamatkan Fatin, Mahi yang tau akan hal itu berangkat bersama Husain dan Hasan.


sedang ustadz Ahmad ingin ikut tapi tak di izinkan karena kondisinya yang sedang menurun.


mobil itu menuju ke daerah Nganjuk, dan saat di daerah kali Brantas, mobil itu sengaja di ceburkan ke sungai terbesar itu.


melihat mobil itu tenggelam, mhi pun merasa frustasi, pasalnya istrinya ada di dalam mobil itu.


polisi langsung memerintahkan kepada para tim SAR dan pemadam kebakaran untuk melakukan penyisiran.


sehari, dua hari, tiga hari, tak ada yang di temukan, bahkan radius pencarian juga di perluas.


tapi di hri keempat, tim penyelam menemukan bangkai mobil itu, mhi dan semua kelurga pun berharap Fatin masih hidup.


pasalnya mereka tak mengira jika ada yang tega mencelakakan gadis sebaik Fatin.


Mela dan Hendra menenangkan Mahi yang sudah empat hari ini drop dan seperti orang gila yang mencari istrinya.


bangkai mobil itu di angkat dengan alat berat, tenyata di bagian depan sudah kosong.


tapi mereka membuka bagian belakang mobil box itu yang sudah penyok.


saat terbuka, tercium aroma busuk, dan ada karpet yang tergulung. tubuh Mahi dan ustadz Ahmad lemah, bahkan Dila sudah pingsan melihat hal itu.


polisi pun meminta para tim forensik melihat karpet itu, ternyata membungkus sebuah tubuh wanita yang sudah membengkak.

__ADS_1


bahkan wajahnya sudah hancur begitupun tubuhnya karena terkena bahan kimia yang da di dalam mobil box itu.


tapi dari pakaian yang di pakai terakhir, Mahi pun hanya bisa menangis melihat itu, pasalnya itu baju tidur terakhir yang di kenakan oleh Fatin.


"Fatin...." teriaknya dengan pilu.


ustadz Ahmad tekena serangan jantung, pasalnya dia juga syok melihat jasad itu.


polisi pun segera meminta kepada seluruh tim untuk membawa jasad itu ke rumah sakit terdekat.


sedang polisi mencari bukti untuk menemukan siapa pelakunya, dan tak sengaja di temukan sebuah ponsel yang terjatuh di dalam mobil box itu.


"bawa ke tim IT untuk di lacak, agar ketahuan siapa otak dari perencanaan pembunuhan ini," kata tim Kapolres.


saat di lakukan otopsi, baru di ketahui jika jasad itu sudah pernah di perkosa bahkan di v*g*n*nya juga rusak parah.


Mahi makin hancur mendengar semua itu, dia tak mengira jika istrinya akan berakhir dengan buruk seburuk-buruknya.


bahkan dia pun lemas saat melakukan sah terima jenazah yang sudah rapi di dalam peti itu.


semua yayasn berduka, bahkan saat jenazah datang banyak para santriwati yang histeris dan pingsan, karena mereka yang dekat dengan Fatin.


bahkan Husna tak mengira jika neng kesayangannya bisa pergi secepat itu, husna pun hanya bisa menangis melihat peti mati itu.


Mahi bahkan sudah seperti orang tak waras yang cuma diam tanpa mau melepas peti mati istrinya.


begitupun dengan ustadz Ahmad yang memaksa pulang karena ingin mengantarkan kepergian terakhir putrinya.


secara bergiliran semua santri melakukan sholat jenazah, siang itu jenazah pun di makamkan di samping makam dari ibunya.


ustadz Ahmad tak mengira jika dia akan di dahului oleh putrinya dengan cara seperti ini.


bahkan cara yang tak pernah di bayangkan oleh siapapun di dunia ini, dia aja bisa mendoakan putrinya dengan suara gemetar.


di yayasan terus mengirimkan doa dan melakukan sholat ghaib untuk jenazah Fatin.


Mahi tak ingin pulang dari makam, dia terus ingin bersama Fatin di sana, sedang hendra langsung menarik putranya itu untuk pulang secara paksa.


"Mahi... jika kmu seperti ini,dia akan sedih, nak ikhlaskan nak," kata Hendra yang juga sedih menyaksikan semuanya.


"tapi ayah, dia sendirian, dia buruhku ayah, dia takut sendiri ayah tau pasti gelap, dia itu juga phobia terhadap gelap ayah," kata Mahi berontak.


"dengarkan ayah, dia sudah tenang di sana, kamu juga harus tenang, lihat kondisimu, lihat keluarga mu Mahi, mertuamu membutuhkan mu,kamu lihat kondisi ustadz Ahmad yang jug begitu lemah, hanya kmu yang bisa menjaganya, jika kamu benar-benar menyayangi Fatin," kata Hendra menyadarkan putranya.

__ADS_1


__ADS_2