
Seberapa pun reader, like dan favoritnya, author akan tetap selalu update sampai kelar halu/khayalan di kepala author 😸
Reader jangan lupa tinggalkan jejak dukungan ya... Biar lebih semangat nulisnya. 🙏🏼🙏🏼🙏🏼
Reader yang memberikan dukungan, semoga rejekinya melimpah. Aamiin.
Jangan lupa bahagia.
.........
Gala dan Tara belum resmi menikah, mereka pun tidak berniat untuk kumpul kebo apalagi kondisi Tara sedang hamil. Gala tetap tinggal di paviliun kediaman Aryan Cakra Wangsa dan berusaha menjadi suami siaga, meskipun belum resmi menjadi suami. Secara rahasia Gala dan Tara bertunangan dan hanya disaksikan oleh Tuan dan Nyonya Maheswari, Tuan Indra Cakra Wangsa dan tentunya juga disaksikan oleh ayah Gala yaitu Tuan Rajiman Bagaskara. Tuan Indra sengaja tidak memberitahu dan tidak mengajak Anand dan Nyonya Gita. Tuan Indra telah memberikan Anand pilihan, ingin ikut dengannya atau ingin ikut mamanya. Belajar dari kesalahan-kesalahan yang telah lalu, Anand memutuskan untuk ikut dengan papanya.
Menjadi seorang ayah bagi kebanyakan pria memang sebuah cita-cita, apalagi kelahiran anak pertama. Meskipun anak yang Tara kandung bukanlah anak Gala melainkan anak dari Aryan, Gala tetap sangat antusias. Gala sudah ribut ingin membeli perlengkapan bayi untuk bayi yang bahkan belum diketahui jenis kelaminnya. Terkadang ayah-ayah muda memang terlalu antusias. Anak mereka belum lahir tapi mereka sudah ingin membelikan ranjang tidur bayi, pakaian, hingga stok pampers untuk sebulan. Namun, para orang tua tidak memperbolehkan Gala untuk membeli perlengkapan bayi terlebih dahulu. Tara pun setuju dengan para orang tua, dia akan membeli perlengkapan bayi jika sudah mendekati kelahiran sang buah hati.
Tidak pernah terpikir oleh Gala kalau menjaga seorang ibu hamil lebih sulit dari pada menjaga diri sendiri. Kurang tidur dan pikiran terpecah menjadi rutinitas bersama. Namun, Gala sangat senang sekali ketika Tara mulai berubah manja dengannya. Gaya bicaranya, tatap matanya, dia seperti perempuan yang sedang kasmaran di saat pertama kali. Apalagi saat Tara mulai memanggilnya dengan sebutan papa Gala, rasanya da-da-nya bisa meledak karena bahagia. Meskipun terkadang panggilan itu terdengar menggelikan bagi orang lain, tapi Gala tahu maknanya sangat dalam. Apalagi seringkali Tara merengkuh tangan kanan Gala dan disuruhnya Gala mengelus perutnya yang membuncit. Itulah cinta dan logika bukanlah segalanya, logika tak mampu menjawab cinta.
Tara pun seakan ngidam lagi. Ya, sebenarnya ngidam adalah bagian dari cinta. Cinta yang ingin dibuktikan secara kekanak-kanakan oleh seorang wanita hamil. Posisi cinta jenis ini memang berada di atas logika. Tara pun ingin membuktikan seberapa besar cinta Gala padanya.
"Gala, aku sudah lama sekali tidak mendengar kamu bernyanyi. Aku ingin melihatmu bernyanyi dengan gitarmu." Pinta Tara.
"Tapi aku tidak membawa gitar ke sini." Jawab Gala.
Tara hanya manyun tidak menanggapi jawaban dari Gala dan pura-pura tidak mendengar ucapan Gala.
"Apa mas Aryan punya gitar? Apa aku boleh meminjamnya?" Ucap Gala pelan dan hati-hati, takut membuat Tara bersedih dan menangis lagi.
"Minta Bi Narti untuk mengambilkannya di ruang music punya mas Aryan." Jawab Tara santai.
Gala pun menuruti perintah Tara dan meminta Bi Narti mengambilkan gitar. Gala ke luar menuju teras tempat Tara menunggunya. Gala muncul dan langsung memainkan gitar dan bernyanyi.
__ADS_1
(Ini bang Gala ya guys, udah potong rambut biar tambah ganteng. Gimana Tara nggak klepek-klepek kalau bang Gala nyanyi sambil main gitar dengan tampilan begini.)
"You are my sunshine, my only sunshine. You make me happy when skies are gray. You'll never know, dear, how much I love you. Please don't take my sunshine away. The other night, dear, as I lay sleeping. I dreamed I held you in my arms. When I awoke, dear, I was mistaken. And I hung my head and cried. You are my sunshine, my only sunshine. You make me happy when skies are gray. You'll never know, dear, how much I love you. Please don't take my sunshine away."
Terjemahan. "Kamu adalah cahaya matahariku satu-satunya cahaya matahariku. Kamu membuatku bahagia saat langit kelabu. Kamu tidak akan pernah tahu, sayang, betapa aku mencintaimu. Tolong jangan ambil sinar matahariku. Malam itu, sayang, saat aku berbaring tidur. Aku bermimpi aku memelukmu dalam pelukanku. Ketika saya bangun, sayang, saya salah. Dan aku menundukkan kepalaku dan menangis. Kamu adalah cahaya matahariku satu-satunya cahaya matahariku. Kamu membuatku bahagia saat langit kelabu. Kamu tidak akan pernah tahu, sayang, betapa aku mencintaimu. Tolong jangan ambil sinar matahariku."
Mata Tara berkaca-kaca, antara bahagia dan sedih. Di satu sisi dia kehilangan suami yang dia cintai. Di sisi lain dia bisa bersatu dengan Gala, pria yang dulu juga dia cintai.
"Tara, kenapa kamu malah menangis? Maaf kalau lagunya membuatmu malah bersedih, hanya saja lagu ini mengungkapkan perasaanku saat jauh darimu." Gala mencoba menjelaskan.
"Aku hanya menangis karena bahagia, mas Aryan sangat memikirkan dan mementingkan kebahagiaanku. Seminggu terakhir sebelum kepergiannya, mas Aryan mengerjakan semua pekerjaan kantornya di rumah dan selalu meladeni sikap manjaku. Aku rasa sampai kapanpun aku tidak bisa melupakannya moment-moment bersama mas Aryan." Matanya menerawang jauh, mengingat kembali kenangan-kenangannya bersama Aryan.
"Dia memanglah pria yang baik dan aku tidak bisa menjadi sama seperti dia. Aku mencintaimu dengan caraku sendiri. Bukankah aku sudah katakan padamu? Aku tidak memintamu melupakan mas Aryan." Berlutut di depan Tara.
"Aku bersedia walaupun terkadang aku cemburu. Itu lebih baik daripada aku makin sakit hati dan terlarut dalam kesedihan karena tidak bisa bersamamu. Aku melewati hari-hari yang sulit tanpa dirimu. Kita tumbuh bersama, setiap hari aku bersamamu. Aku merasa kosong dan hidup ku tak berarti jika tanpa dirimu. Mungkin ini terdengar seperti kata-kata bullshit atau seperti rayuan gombal. Tapi hidupku seakan benar-benar tidak bergairah tanpa dirimu." Gala memegangi jemari Tara seakan ingin mentransfer rasa cintanya.
"Aku memang serakah karena mencintai dua pria sekaligus. Bahkan aku sempat tidak bisa melepaskan kamu di detik-detik terakhir saat aku akan menikah dengan mas Aryan hingga kamu memutuskan untuk pergi." Tara menyalahkan dirinya sendiri.
"Ini bukanlah salahmu, mama sayang. Akulah yang datang di tengah kalian berdua hingga membuatmu goyah. Yang penting sekarang adalah baby Aryan, kita akan mengurusnya bersama dan memberinya banyak cinta. Mungkin itulah caraku untuk membalas kebaikan mas Aryan dan juga meminta maaf padanya karena aku menggantikan tempatnya di sisimu." Gala mengusap sisa air mata Tara.
"Bukankah nanti sore jadwal ke dokter dan sekalian USG? Aku sudah tidak sabar ingin tahu baby Aryan akan jadi baby twin apa nggak. Kalau nanti lahir perempuan pasti cantik seperti mamanya, kalau lahir laki-laki pasti ganteng gabungan antara mama dan papanya." Ucap Gala antusias.
"Kamu ini! Apa kamu tidak suka kalau bayi laki-laki mirip mas Aryan?" Tara memukul pundak Gala.
"Pokoknya harus ada kamu-nya." Gala nyengir.
"Kiss me, please." Ucap Tara tiba-tiba.
__ADS_1
Gala sempat terbengong mendengar permintaan Tara.
"Gala?" Lirih Tara.
Gala pun beranjak dari duduknya, menatap penuh cinta pada Tara lalu menci-um bibir Tara dengan lembut.
"I love you endlessly. Jangan berpikir macam-macam, yang perlu kamu ingat hanya aku yang mencintaimu." Bisik Gala.
"Apa kamu sudah memikirkan nama anak kita nanti?" Gala duduk di samping Tara.
"Ck… Kamu lebih antusias dari pada aku mamanya. Nanti kalau sudah tahu jenis kelaminnya, baru kita pikirkan nama." Tara mencubit lengan Gala.
"Aw… Teriak Gala." Pura-pura sakit.
"Gala…" Tara mencubit Gala lagi.
"Kamu ya… Jangan pura-pura sakit! Mana ada bodyguard kekar gini sakit kalau dicubit." Tara terus menyerang Gala.
Tanpa sengaja Tara menyentuh da-da Gala karena asyik bercanda. Namun dia segera menarik tangannya dan berusaha menguasai dirinya.
"Kalau kamu takut khilaf, biar aku saja yang memulainya. Aku sudah menahannya sejak lama, apa aku boleh menjenguk baby Aryan?" Bisik Gala di telinga Tara.
.................
Apa yang akan terjadi reader...?
Ikuti terus ceritanya ya 🙏🏼👍🏼
Yuk ditunggu jempolnya👍🏼, komentarnya dan dukungannya❤. Terima kasih telah bersedia mampir membaca.
__ADS_1