Pria Idaman Lain

Pria Idaman Lain
S3_perhatian Mahi


__ADS_3

meski terkenal sebagai spesialis jantung yang terkenal di usia muda, tapi Mahi tetaplah pria biasa yang begitu baik.


ya Mahi memiliki kepintaran yang menurun dari Andi yang juga terkenal hanya butuh beberapa tahun untuk menyelesaikan sekolahnya, tapi beruntung sikap playboy nya itu tidak.


setelah acara, Mahi membantu para santri berberes semua peralatan pesta, meski mereka sudah melarang tapi Mahi tetaplah Mahi.


"mbak Dila, dan ustadz Ahmad kami titip Mahi ya, meski dia seperti itu, tolong terima jangan di tolak," kata Mela yang mengenggam tangan Dila.


"bagaimana bisa kamu menolak menantu yang begitu baik itu, dan terima kasih atas kebaikannya, keluarga kalian telah menyelamatkan keluarga kami dari rasa malu," terang Dila yang sudah berpelukan dengan Mela.


"iya mbak, kalau begitu kami pamit, dan saat pendak pasar, antarkan menantu kami untuk acara sederhana di desa kami," kata Mela.


"pasti dek, beruntung Fatin memiliki mertua sebaik Kalian berdua," kata Dila tersenyum senang.


Hendra dan ustadz Ahmad juga berpelukan dengan erat, keduanya bahkan tak mengira akan jadi besan seperti ini.


Fatin memberikan hadiah pada Rosita dan juga kedua mertuanya, "selamat ulang tahun pernikahan bunda dan ayah, maaf hanya sebuah hadiah kecil," kata Fatin.


"ya Allah ... kamu ingat ya nak, terima kasih ya, Allah telah memberikan menantu yang begitu manis seperti ini," kata Mela yang langsung memeluk Fatin.


"berarti ulang tahun pernikahan ayah dan bunda, sama dong dengan mas Mahi dan neng Fatin," kata Rosita senang.


"semua sudah rencana Allah, dan setelah acara pendak pasar, Mahi menyiapkan tiket liburan bersama satu keluarga kita, maaf karena Mahi tak tau jika akan menikah, jadi tidak membeli tiket lebih untuk om dan Tante," kata Mahi merasa tak enak.


"panggil umi dan Abi, Mahi... sekarang kami juga orang tua mu," jawab ustadz Ahmad.


"gak papa bunda, uh... mimpi apa aku jadi menantu ustadz Ahmad," kata Mahi malu.


semua pun tertawa melihat tingkah Mahi, bahkan Fatin merasa nyaman di dekat Mahi.


akhirnya Hendra dan rombongan pun pulang, sedang Mahi di ajak ke kamar dari Fatin.


"maaf Abi, boleh saya menginap di kamar Husain saja, saya tau jika tak akan nyaman untuk neng Fatin satu kamar dengan saya, karena kami harus saling mengenal dan mendekat perlahan," izin Mahi saat hanya ada keluarga inti saja.


"tentu saja boleh Mahi, tapi apa kamu tak keberatan, Fatin...."


"tidak Abi, tolong jangan paksa neng Fatin karena tak baik memaksanya, terlebih saya sudah tau kondisinya, jadi saya akan berusaha untuk lebih mendekat perlahan sampai neng bisa benar-benar menerima saya," jawab Mahi dengan sopan agar tak melukai hati keluarga ustadz Ahmad.

__ADS_1


"ya Allah, kenapa bisa ada pria sebaik ini, Alhamdulillah neng Fatin mendapatkan suami yang begitu mendukung dirinya sampai seperti ini," batin Dila.


ustadz Ahmad pun tak mengira jika Mahi tumbuh dengan baik dan dengan budi pekerti yang terpuji.


bahkan pria muda itu juga memiliki wawasan agama yang cukup, "Alhamdulillah jika suami neng Fatin ini begitu baik," puji Hasan.


mereka pun segera beristirahat, tapi Mahi masih harus mengisi kuliah on-line untuk beberapa kejuruan keperawatan.


dia mencari tempat yang nyaman dan enak, dan setelah itu mulai melakukan zoom meeting.


Fatin yang keluar karena ingin mengambil buku tugas dari beberapa mahasiswanya.


dia terkejut melihat Mahi yang sedang mengisi mata kuliah, di sudut sepi di rumah itu.


Fatin membuatkan teh dan membawa cemilan, "mas..." kata Fatin lirih sambil menaruh minuman dan cemilan itu.


Mahi tersenyum sambil terus menerangkan beberapa penanganan untuk serangan jantung awal.


Fatin duduk di sekitar Mahi sambil memeriksa semua tugas dari mahasiswanya, dan tanpa terasa Fatin malah ketiduran karena lelah.


Mahi yang baru selesai memberikan kuliah, langsung menggendong isterinya itu dan menidurkannya di kamar.


Husain keluar dari kamar sudah dengan pakaian baju Koko dan sarung, "adik ipar anter ke rumah yuk, aku harus mengambil baju," ajak Mahi.


"boleh saja, tapi ada uang bensinnya ya, lumayan jauh ini," kata Husain memberikan penawaran


"gampang, yang penting antar aku ke rumah dulu, karena aku tak nyaman jika tak ganti baju,"


Keduanya pun pergi meninggalkan kawasan pondok dan yayasan, saat keluar semua santri menyapa Husain dan Mahi.


mereka sampai di rumah milik Mahi setelah lima belas menit berkendara, ternyata Mela sudah menyiapkan baju putranya itu.


"loh bunda mau mengusirku? kenapa bawa tas sebesar itu?" tanya Mahi.


"tidak begitu, habis kamu tak mungkin bisa libur meski sudah menikah, jadi bunda menyiapkan semua kemeja, baju dinas dan juga baju santai, oh ya untuk berjas atau apapun itu ambil sendiri ya, Husain ayo masuk nak," panggil Mela


"iya Tante," jawab pria muda itu.

__ADS_1


Rosita sedang bermain game bersama Hendra, pria itu selalu tertawa bahagia bersama putri kesayangannya itu.


"ayah..." panggil Mahi.


"ada apa nak? Rosi jangan curang!" teriak Hendra melihat aksi putrinya.


"ayah yang curang, itu kakak mau bicara, sudah mengalah saja," protes Rosita pada Hendra.


"dasar gadis ini, ada apa Mahi?" tanya Hendra yang memilih bangun dari tempat duduknya.


"apa om Farhan yang membongkar semua hingga membuat pernikahan dari neng Fatin dengan mas Haris batal?" tanya Mahi melihat ayahnya.


"iya, ayah tak ingin melihat Fatin salah mencari jodoh, akhirnya ayah meminta bantuan Fathan dan Tante Farah, terlebih mereka juga sahabat umi dari Fatin bukan," jawab Hendra yang duduk di sofa.


"tapi kenapa om?" tanya Husain yang penasaran.


"karena Abi kalian terlalu mudah percaya dengan orang asing, bahkan tak menyelidiki dan langsung mau menjodohkan putri-putrinya, mungkin Abdul tak ada masalah, tapi Haris tak sebaik yang kalian tau," jawab Hendra.


"tapi apa ayah tak perlu menjelaskan pada Abi dan umi, aku takut suatu saat akan terjadi kerancuan ayah," kata Mahi.


"tidak perlu nak, aku yakin Farhan sudah menjelaskannya pada Dila," jawab Hendra yakin.


akhirnya mereka pun memilih untuk kembali ke rumah, bawaan mereka cukup banyak saat sampai.


terlihat Haris yang datang dengan mobil, tapi pria itu tak berani turun, dan saat melihat Mahi serta Husain, pria itu langsung pergi begitu saja.


"dasar pria prik, untuk neng Fatin tak jadi menikah dengannya," kesal Husain.


...*********...


halo semuanya hati ini author up cuma dikit ya, karena sedang sibuk merayakan lebaran kupat di desa...


jago mohon maaf lahir batin ya semuanya... jangan lupa mampir ke novel author yang lain.


tinggal klik foto dan nama author pasti muncul semuanya


bye, bye love you....

__ADS_1




__ADS_2