
Sakit flu dan batuk bikin bersin-bersin
Jangan lupa beli obat atau ke dokter saja
Mohon berikan dukungan pada novel Pria Idaman Lain
Tambahkan favorit, vote, jempol dan hadiahnya
Reader yang memberikan dukungan, semoga rejekinya melimpah. Aamiin.
Jangan lupa bahagia.
.........
Resepsi pernikahan berjalan lancar, kebahagian Tara dan Aryan menular ke seluruh hadirin. Meskipun begitu, tetap saja masih ada yang tidak suka dengan kebahagian mereka berdua. Tiga pria patah hati dan satu pria kecewa karena merasa kalah. Siapa lagi kalau bukan Gala, Karan, Ahsan dan Anand.
Gala pov: Mengapa kita bertemu? Bila akhirnya dipisahkan. Mengapa kita berjumpa? Tapi akhirnya di jauhkan. Aku hancur, ku terluka, namun engkaulah nafasku. Kau cintaku, meski aku bukan di benakmu lagi dan ku beruntung sempat memilikimu.
Karan pov: Andai engkau tahu betapa ku mencinta. Ku pasrahkan hatiku, takdir kan menjawabnya. Jika aku bukan jalanmu, ku berhenti mengharapkanmu. Semoga kamu selalu bahagia bersama Aryan.
Ahsan pov: Inikah namanya cinta diam-diam. Hanya Tuhan, engkau dan aku yang tahu. Biarkanlah ragamu ini jadi miliknya. Aku pasrah, aku hanya mampu mendoakan yang terbaik untukmu. Aku terlambat datang ke dalam kehidupanmu.
Anand pov: Bukan maksudku dan bukan inginku melukaimu. Sadarkah kau? Disini aku pun terluka, melupakanmu dan menepikanmu. Aku telah kalah sejak awal, aku telah salah sejak awal. Harta dan Tara, keduanya tidak ku dapatkan.
...…...
Malam bertabur bintang memberikan kehangatan, perjamuan makan malam di lakukan di tepi pantai resort. Tamu undangan khusus hanya keluarga dan teman dekat saja. Jamuan makan malam akan diadakan pukul 20.00 lalu dilanjutkan dengan hiburan sekalian untuk menyambut tahun baru.
(Kira-kira seperti itu ya guys, tempat untuk jamuan makan malam dan rayain tahun baru bersama.)
Keakraban terjalin antar anggota keluarga dan teman-teman dekat dari kedua keluarga besar. Saat ini tepat pukul 22.00 dan acara sudah masuk ke acara hiburan, snack dan minuman pun sudah dipersiapkan. Aura kebahagian terpancar dari segala arah, bahagia menyambut tahun baru dan harapan baru.
Kedua keluarga benar-benar sangat pengertian, mereka memberikan waktu untuk Tara dan Aryan untuk merayakan tahun baru romantis. Aryan pun pamit undur diri dari acara hingga membuat para anggota keluarga dan teman-teman bersorak sorai menggoda sang pengantin baru. Aryan dan Tara tersipu malu dibuatnya.
"Cieee… Pengantin baru! Sudah tidak sabar untuk berduaan." Ucap beberapa sepupu Tara.
__ADS_1
"Jamunya jangan lupa diminum ya! Biar kuat." Ucap Eyang Hamida, eyangnya Aryan menggoda.
"Pengantin baru bikin iri nih!" Ucap Karan.
"Daripada iri, sebaiknya kamu menikah saja." Seloroh Aryan.
"Calonnya sudah kamu ambil duluan, jadi masih butuh waktu lama untuk cari calon lagi. Ha… ha… ha…" Karan bercanda dan sedikit curcol.
"Enak aja! Tara hanya milik Aryan seorang. Iya kan sayang?" Aryan memeluk Tara dari belakang dan mencium pipi Tara, lalu dia menyandarkan kepalanya di bahu Tara.
"Sepertinya kita akan segera punya cucu, pa." Nyonya Lita ikut menggoda.
"Doakan saja ya ma." Mohon Aryan.
"Pasti kami semua akan mendoakan kalian, tapi tergantung usaha kalian berdua juga." Nyonya Lita tersenyum mengoda Tara.
"Tentu kami akan berusaha dengan giat. Iya 'kan Tara?" Aryan meminta persetujuan.
"Dasar bucin! Mengumbar kemesraan di depan umum." Karan menyahut, sedangkan Tara hanya tersenyum malu.
"Ah… Kalian sirik aja sama kebahagian orang." Aryan balik meledek.
"Bucin…! Bucin…!" Karan terus meledek Aryan.
Tara hanya tersenyum melihat tingkah mereka. Tepat pukul 23.00 akhirnya Tara dan Aryan berhasil meninggalkan acara setelah meladeni beberapa candaan dari teman dan saudara.
...…...
Kamar pengantin baru telah dihias, diterangi pendaran lilin aroma terapi dan taburan bunga mawar di atas tempat tidur. Dekorasi kamar yang sangat romantis, apalagi di tambah dengan pemandangan pantai yang menyejukkan mata.
Aryan dan Tara menikmati acara pergantian tahun dengan berbincang hangat, ditemani secangkir capuccino. Aryan sengaja hanya minta disiapkan secangkir saja agar dia bisa berbagi cangkir atau berbagi ciuman secara tidak langsung dengan Tara. Aryan memeluk Tara dari belakang sesekali diciumnya puncak kepala Tara.
Setelah detik-detik pergantian tahun baru berlalu, mereka berdua masuk ke dalam kamar dan menutup pintu teras. Tara menyuruh Aryan mengganti pakaian terlebih dahulu, sedangkan dia harus menghapus make up-nya. Aryan tidak mengganti pakaiannya melainkan menanggalkan pakaiannya. Kini dia tampil topless dan hanya mengenakan celana pendek saja, kebiasaan kalau di rumah selalu begitu.
Aryan membuka pintu kamar mandi lalu keluar. Bunyi pintu terbuka membuat Tara langsung mengarahkan pandangannya kearah pintu kamar mandi. Tara menatap Aryan kaget, padahal dia juga sudah pernah melihat Aryan topless waktu di pantai. Namun keadaan saat ini berbeda dengan kala itu. Tara tidak berhenti menatap dada bidang Aryan yang terpampang sempurna di depan matanya.
__ADS_1
"Sayang, jangan hanya menatapnya! Sekarang kamu sudah boleh menyentuhnya karena kita sudah sah." Goda Aryan.
Tara tersenyum malu dan mengalihkan pandangannya ke kaca. "Harusnya aku yang bilang seperti itu, mas! Aku mau ganti baju dulu." Suara sedikit bergetar karena gugup.
Aryan mendekati Tara dan brdiri di belakangnya. "Tidak usah ganti, sayang! Toh nanti juga dilepas semua. Apa sudah siap di-unboxing?" Bisik Aryan di telinga Tara.
"Mas Aryan mulai mesum nih!" Tara gugup.
"Ini pertama kalinya aku mesum, itu pun dengan istriku sendiri, jadi aku tidak salah dong! Bukankah kamu mau membayar lunas berikut bunganya?" Tagih Aryan.
"Aku mandi dulu ya, mas?" Tara minta izin.
"Ini sudah malam, sayang. Nanti kamu kedinginan. Kalau nunggu air hangat entar kelamaan." Tolak Aryan.
"Tapi mas-"
Tara belum sempat menyelesaikan kalimatnya, bibir Aryan menyambar bibir Tara. Ciuman mereka berdua semakin dalam dan intens. Aryan membimbing Tara kearah ranjang dan tangannya telah berhasil melepaskan gaun Tara. Tangan Tara bergerak reflek menutupi bagian atas tubuhnya yang topless.
Saling memandang dengan tersipu malu, rasa puas, rasa rindu, rasa cinta dan penasaran serta degup jantung yang berdetak makin keras. Aryan pun mendekati Tara dan tak butuh waktu lama mereka sudah saling berpelukan tanpa sehelai busana.
"Sayang, apa aku sudah boleh masuk dan mengambil hakku sepenuhnya?" Bisik Aryan di telinga Tara.
"Aku milikmu, mas Aryanku." Tara memberi izin.
Akhirnya malam itu tepat tanggal 1 Januari 2021, Devi Tara Maheswari sepenuhnya menjadi milik Aryan Cakra Wangsa. Kini Tara sudah bukan gadis lagi. Mereka tidur berpelukan setelah menyelesaikan satu kali pertempuran, sadar diri karena mereka sudah lelah, begitu banyak hal yang harus dikerjakan selama persiapan pernikahan.
Tara pov: Malam ini malam pertama dan pertama kalinya pula bagiku. Aku masih teringat saat aku dengan berani mencium mas Aryan duluan. Sekarang aku merasa gugup, keberanianku menghilang, namun aku berusaha untuk menutup kegugupanku itu. Tatkala mas Aryan beranjak masuk semakin dalam aku pun meringis dan memejamkan mata. Mas Aryan pun bertanya apakah aku merasa sakit, sampai kurang lebih 30 menit, hanya pertanyaan itulah yang muncul dari mulutnya. Aku bahagia mampu menjaga milikku hingga aku menikah. Bahagia dan haru bersatu padu karena mas Aryan lah yang pertama menembus dinding pertahananku hingga aku meringis kesakitan. Sedikit sakit awalnya, namun tidak begitu menyakitkan karena mas Aryan sangat hati-hati, dia begitu sabar hingga semuanya berubah menjadi surga dunia. I love you mas Aryan.
Aryan pov: Malam ini malam pertama dan pertama kalinya pula bagiku. Aku sempat kepikiran dengan perkataan Gala. Aku mengira Gala mengatakan yang sebenarnya, ternyata dia hanya mengujiku saja. Aku tersadar saat aku kesulitan memasukimu, segelmu masih utuh, bahkan kamu meringis kesakitan karena ulahku. Aku takut menyakitimu, hingga aku menurunkan egoku dan dengan perlahan menembus pertahananmu. Aku bahagia, kamu mempersembahkan kesucianmu hanya untukku. Aku berjanji akan selalu membahagiakanmu, I love you Tara.
.................
Selamat tahun baru reader 😀🎉🎉, semoga rejeki lancar, sehat-sehat selalu. Semoga tahun depan lebih baik lagi. Aamiin.
Hadiah tahun baru, dikasih part unboxing. 🤭🤭🤭
Yuk ditunggu jempolnya, komentarnya dan dukungannya. Terima kasih telah bersedia mampir membaca.
__ADS_1