Pria Idaman Lain

Pria Idaman Lain
Part 75_Dragostea_Love_Cinta


__ADS_3

Like dan komentar kalian membuat author semangat nulis, apalagi kalau ditambah favorit, vote dan hadiah.


Jadi, please 🙏🏼 jangan lupa like dan komentarnya, kalau berkenan tambahkan favorit juga, terus kasih vote dan hadiah.


Reader yang memberikan dukungan, semoga rejekinya melimpah. Aamiin.


Jangan lupa bahagia. Terima kasih 🙏🏼


.........


"Aw… Teriak Gala." Pura-pura sakit.


"Gala…" Tara mencubit Gala lagi.


"Kamu ya… Jangan pura-pura sakit! Mana ada bodyguard kekar gini sakit kalau dicubit." Tara terus menyerang Gala.


Tanpa sengaja Tara menyentuh da-da Gala karena asyik bercanda. Namun dia segera menarik tangannya dan berusaha menguasai dirinya.


"Kalau kamu takut khilaf, biar aku saja yang memulainya. Aku sudah menahannya sejak lama, apa aku boleh menjenguk baby Aryan?" Bisik Gala di telinga Tara.


"Gala, jangan menggodaku, aku sedang hamil." Kilah Tara.


"Aku ingin menjenguk baby Aryan, biar dia tahu dan mengenalku papa keduanya." Gala menciumi rambut Tara.


"Tapi akan bahaya bagi kesehatan baby, nanti kalau kontraksi bagaimana?" Tara khawatir meskipun sebenarnya dia juga ingin. Dia pun merindukan sentuhan kasih sayang dari seorang suami.


"Ini memang terdengar gila, tapi aku sudah mencari informasi tentang ini." Gala membuka ponselnya, memperlihatkan sebuah artikel dari dokter pada Tara.


Ber-cinta saat hamil ternyata dapat memberi banyak manfaat dan aman untuk dilakukan. Aktivitas ini bisa menjadi seperti olahraga yang membantu membakar kalori dalam tubuh ibu, sehingga ibu bisa menjaga berat badan tetap ideal selama kehamilan. Ber-cinta mampu melancarkan sirkulasi darah, mengurangi rasa nyeri, membantu tidur lebih nyenyak, serta membuat ibu merasa lebih bahagia.


Ber-cinta sebaiknya tidak dilakukan saat usia kandungannya masih muda atau trimester 1.


Ibu hamil juga tidak dianjurkan ber-cinta di usia kehamilan sekitar 37-42 minggu (8-9 bulan), kepala janin sudah memasuki rongga panggul, sehingga ber-cinta dikhawatirkan menyebabkan pendarahan atau persalinan dini.


Jika ibu ingin ber-cinta saat hamil, trimester kedua adalah waktu yang paling baik. Kandungan ibu sudah jauh lebih kuat dan ibu pun akan merasa lebih berenergi, bahkan lebih bergairah untuk ber-cinta di trimester kedua. Selain itu, rasa mual, muntah, dan pusing yang ibu alami di trimester pertama juga perlahan-lahan akan berkurang saat memasuki trimester kedua ini. Namun perlu diketahui bahwa saat ber-cinta tidak boleh dikeluarkan di dalam atau masuk ke dalam ra-him. ****** ***** suami mengandung prostaglandin yang bisa merangsang kontraksi pada otot ra-him yang dapat menyebabkan kontraksi dini.


Gala mulai memainkan gitarnya lagi dan bernyanyi untuk Tara.


"Te sun, sa-ti spun, ce simt acum. Te rog, iubirea mea primeste fericirea. Vrei se pleci, dar nu ma nu ma iei? nu ma nu ma iei? nu ma nu ma nu ma iei? Chipul tau si dragostea din te mi-amintesc de ochii tai. Mai-ia hi... Mai-ia-hu... Mai-ia-ha... Mai-ia haha." (Judul lagu dragostea din tei karya Dan Balan dari Rumania, versi Khaterina Begu)

__ADS_1


Terjemahan. "I'll call you, let me tell you, how I feel now. Please, my love receives happiness. You want to leave, but you don't take me? you don't take me? you don't take me? I remember your face and the love in your eyes. Take it... Take it... Take it again."


"Kalau ada yang lihat dan tahu, apa yang akan mereka katakan, apa kamu tidak memikirkan itu?" Tanya Tara pada Gala yang selesai menyanyikan lagu.


"Melihat apa?" Gala pura-pura tidak paham.


"Melihat... Melihat kita berduaan di kamar." Ucap Tara cepat, dia terlihat salah tingkah.


"Biasanya kamu tidak memikirkan itu, aku juga sudah sering ke kamar mu untuk mengecek keadaan kamu kalau malam. Bahkan ada yang sempet nggak mau ditinggal dan minta ditemani terus." Gala mulai menggoda Tara lagi.


"Lagian mereka juga tahu kita sudah tunangan, aku juga sudah melamar kamu secara resmi meskipun diam-diam. Tapi seisi kediaman ini, semuanya tahu itu."


"Gala, antarkan aku ke kamar. Aku ingin istirahat siang sebelum nanti sore ke dokter." Titah Tara.


"Baiklah." Ucap Gala sedikit kecewa.


Gala memapah Tara menuju kamarnya dengan perlahan. Kehamilan Tara sudah masuk bulan ke 6, Tara pun pindah ke kamar utama yang di lantai 1 agar tidak capek naik turun tangga dan demi keamanan serta keselamatan Tara. Meskipun baru masuk bulan ke 6, perut Tara sudah terlihat lebih besar dan semakin membuncit. Mereka berdua telah sampai di kamar Tara dan tiba-tiba Tara mengunci pintu kamarnya padahal Gala masih disitu.


"Tara...?" Wajah Gala tampak kebingungan.


"Apa kamu masih per-jaka?" Tara melemparkan pertanyaan yang tidak terduga.


"Hey... Apa kamu meragukan aku?"


"Eh... Aku pernah menyentuh wanita lain, mama Lita kan selalu memelukku kalau sedang gemas. Kemarin waktu pulang dari Pakistan, mama Lita juga memeluk dan menciumiku." Mendadak polos.


Tara memukul lengan Gala. "Apa mama Lita menciummu seperti saat aku menciummu?"


"Hey... Tentu tidak! Bisa-bisa aku dicincang sama papa Yoga. Papa kan bucin banget sama mama."


Tara sudah duduk di ranjangnya, dia pun segera menarik Gala sampai terduduk di sampingnya.


"Kamu masih per-jaka, tapi kenapa malah memilih ku seorang janda yang sedang hamil?"


Tangan Gala memegang belakang kepala Tara dan memaksanya untuk saling bersitatap dengannya.


"Tara, sajna... Jangan pernah rendah diri. Tidak ada yang salah dengan janda. Aku mencintaimu, selalu mencintaimu. Aku tidak bisa mencintai wanita lain. Ini bukan rayuan, sajna." Tatap mata mereka saling bertemu. (Sajna\=Sayang, yang mengikuti dari awal pasti sudah tahu)


"Bolehkah aku menci-ummu?" Gala minta ijin, takut jika Tara tidak suka dengan tindakannya.

__ADS_1


"Apakah aku harus mengajarimu bagaimana caranya?" Tara balik bertanya.


Gala menjawabnya dengan ciu-man yang lembut dan penuh kasih, mereka berdua menghayati setiap ciu-man itu, berharap dengan begitu mereka bisa saling mentransfer cinta mereka berdua, mentransfer kerinduan yang telah lama terpendam. Lama kelamaan ciu-man yang lembut berubah menjadi ciu-man yang menuntut lebih.


"Sajna, aku ingin lebih dari ini. Jangan hanya menggodaku lagi." Pinta Tara.


"Are you sure?" Bisik Gala.


"I want you." Jawab Tara tidak sabar.


"Lakukan dengan perlahan, apa kamu tahu caranya?" Tidak yakin karena yang dihadapinya sekarang adalah seorang per-jaka yang belum berpengalaman.


"Aku tahu, sajna. Aku pria normal yang kadang ingin melihat film seperti itu."


Gala mulai tidak sabar dan ingin segera unboxing. Kini Tara malu-malu karena tidak memakai penutup apapun di depan temannya sedari SD. Ya, teman yang dia cintai. Gala terpesona dengan pemandangan indah di depan matanya. Gala reflek mengelus perut Tara dengan perlahan.


"Baby, maafin papa ya sayang, papa cuma ingin kamu lebih mengenal papa." Gala menge-cup perut Tara yang membuncit.


"Tapi papa juga mau mengobati rasa rindu papa pada mama. Tolong jangan nakal ya, sayang. Semoga sehat selalu dan bisa keluar dengan lancar, menjadi kebahagiaan untuk mama dan papa." Gala menci-umi perut Tara dengan lembut hingga membuat Tara semakin terlena.


"Sajna, kamu rebahan miring aja. Biarkan aku yang bekerja."


Gala meminta Tara miring memunggunginya. Selain posisi itu aman untuk ibu hamil, Gala juga ingin Tara tidak terlalu canggung karena ini benar-benar yang pertama bagi Gala. Bi-birnya sibuk menelusuri pundak dan leher Tara dari belakang. Gala pun tidak lupa dengan aktifitas memerah su-su murni. Dua su-su murni yang nantinya akan segera menjadi milik baby Aryan. Tara mulai merasakan ada yang menganjal di balik bamper belakangnya.


"Sajna, apakah aku boleh masuk?" Lirih Gala, menahan gelora membara yang belum pernah dia rasakan.


"Masuk lah! Aku milikmu." Lirih Tara.


Gala pun masuk dengan perlahan, menari-nari di dalam sana dengan perlahan, penuh kelembutan dan kehati-hatian.


"I love you endlessly, sajna." Bisik Gala.


"I love you too, sajna. Jawab Tara.


Dunia serasa milik mereka berdua, siang yang panas semakin panas. Bukan lagi first night, tapi first afternoon.


.................


Apakah mereka akan sampai ke pernikahan?

__ADS_1


Ikuti terus ceritanya ya 🙏🏼👍🏼


Yuk ditunggu jempolnya👍🏼, komentarnya dan dukungannya❤. Terima kasih telah bersedia mampir membaca.


__ADS_2