Pria Idaman Lain

Pria Idaman Lain
Part 79_Gala dan Tara


__ADS_3

Terima kasih atas dukungannya selama ini. Mohon maaf karena novel ini akan dipersingkat dan tamat lebih awal.


Reader yang memberikan dukungan, semoga rejekinya melimpah. Aamiin.


Jangan lupa bahagia. Terima kasih 🙏🏼


.........


Artha dan Arga kini sudah berusia 1 tahun dan Gala masih setia menunggu Tara bersedia melangsungkan pernikahan. Artha dan Arga cepat sekali bertumbuh, bahkan kini mereka sudah bisa berjalan sedikit-sedikit dan mulai bisa memanggil papa dan mama. Momen-momen indah baby twin, merangkak, berjalan dan mulai berbicara. Semua dilalui dengan keberadaan Gala yang berperan sebagai papa mereka, bahkan mereka lebih senang bermain bersama Gala. Semesta telah mendukung, kini tinggal menunggu hari H pernikahan Gala dan Tara. Tiada alasan bagi Tuan dan Nyonya Maheswari serta Tuan Rajiman untuk tidak merestui pernikahan Tara dan Gala. Fakta telah membuktikan bahwa Gala benar-benar mencintai baby twin dan Tara dengan tulus.



Akhirnya pernikahan Gala dan Tara pun digelar secara sederhana dan hanya disaksikan keluarga besar saja. Tara ingin mengelar pernikahan yang mewah seperti saat dia menikah dengan Aryan, namun Gala tidak berkenan. Akan lebih baik jika pernikahan itu hanya keluarga yang menyaksikan. Gala pun sudah menyiapkan rumah baru untuk Tara dan kedua putranya, sedangkan rumah Aryan hanya akan digunakan saat weekend atau saat libur saja. Rumah itu akan dirawat dan kelak akan menjadi milik Artha dan Arga. Di rumah itu ada kenangan Aryan dan Tara meskipun cuma sebentar, sebenarnya Tara juga enggan pergi dari rumah itu, namun dia harus ikut bersama Gala. Tara harus menjaga perasaan Gala juga karena dia telah melakukan banyak hal untuk Tara. Cinta memang harus saling pengertian.

__ADS_1


"Apa kamu ingat waktu kita SD dulu? Saat kita baru kelas 1." Tanya Gala pada Tara.


"Mengingat tentang apa? Tentang pertemuan pertama kita?" Tebak Tara.


"Lebih tepatnya waktu itu kamu yang datang menghampiri ku, memperhatikan ku dan mau berteman dengan ku yang cukup nakal."


"Memang kamu nakal." Tara mencubit perut Gala.


"Hmmm... Lanjutkan ceritanya."


"Aku tenggelam dalam kesedihan dan kerinduan pada ibuku. Kamu datang padaku dan memberikan semua cinta yang ku butuhkan, saat orang lain tidak begitu peduli padaku. Mungkin orang lain hanya sebatas iba dengan keadaan ku yang ditinggalkan ibuku."


"Berdoalah, ibumu pasti bahagia di atas sana, melihat anaknya sekarang sudah bahagia dan hidup dengan baik." Hibur Tara.

__ADS_1


"Tentu, aku selalu berdoa untuk ibuku. Aku mencintaimu sejak dulu, kamu adalah dunia ku. Karena kamu, aku merasakan kasih sayang dari papa dan mama Maheswari. Aku pikir aku mencintaimu sebagai saudara, tapi ternyata aku mencintaimu lebih dari itu. Aku bersyukur Tuhan memberiku kesempatan ke dua untuk mencintaimu dan memiliki mu. Terima kasih karena kamu telah hadir dalam hidupku."


"Mungkin benar takdir Tuhan yang menyatukan kita. Aku tidak mampu berkata apa-apa lagi. Aku mencintaimu Gala." Memelukku Gala dengan erat.


"Aku sangat mencintaimu, Tara. Aku harap kita bisa saling mendukung, menguatkan, mengingatkan dan mencintai tanpa batas. Semoga kita bisa menjadi orang tua yang baik untuk anak-anak kita dan anak yang baik untuk orang tua kita. Seumur hidup aku hanya ingin denganmu saja. Rasa cintaku dan waktuku sudah habis ku gunakan untuk mencintaimu dan keluarga kecil kita."


"Aku tidak meminta mu berjanji setia dan aku juga tidak bisa berjanji setia. Kita hanya mampu berusaha, semoga Tuhan memberikan kita kekuatan dan selalu menyatukan kita sampai akhir hayat. Aamiin."


Akhirnya Gala dan Tara bersatu, mengarungi bahtera rumah tangga bersama. Pasang surut rasa cinta mungkin saja ada, tapi kepercayaan dan memupuk rasa cinta setiap waktu, selalu mengingat perjuangan bagaimana susahnya bersatu dengan cinta sejati, itu semua bisa dijadikan upaya untuk teguh dalam satu hubungan💏.


Sekian. Terima kasih.


TAMAT

__ADS_1


__ADS_2