
Buah semangka manis rasanya
Kalau makan dibagi-bagi dan janganlah pelit
Reader, jangan lupa berikan dukungannya
Tambahkan Pria Idaman Lain jadi favorit
Reader yang memberikan dukungan, semoga rejekinya melimpah. aamiin
Jangan lupa bahagia
...
Netizen A memberikan komentar. "Wow… Mbak Tara pakai pemikat apa sih? Jangan-jangan pakai sesuatu nih, penuh tanda tanya."
"Tanpa pemikat Tara selalu mempesona. Aku teman sekolahnya jadi saksi kalau dia cewek baik-baik. Ini yang buat berita pasti cuma ngiri sama Tara. "Netizen I membalas komentar netizen A.
Netizen B memberikan komentar. "Gila nih! Dia terlalu serakah nggak sih jadi cewek, masa semua cowok diambil semua sama dia."
"Ini pasti lagi pemotretan buat promosi, jangan berpikir negatif." Netizen C membalas komentar netizen B.
Netizen D memberikan komentar. "Awas! Nanti diserang fans fanatik Tara. Cantik sih cantik tapi jangan mempermainkan banyak pria dong!"
Netizen E memberikan komentar. "Wow… Enak ya jadi mbak Tara diperebutkan banyak pria tampan. Aku juga mau dong, ngarep.com."
Netizen F memberikan komentar. "Mbak Tara cantik banget sih, bagi tips perawatan wajah dan tips diet dong mbak."
Netizen G memberikan komentar. "Fix aku jadi fans Mbak Tara, ini pasti cuma promosi."
Netizen H memberikan komentar. "Fix yang upload dan kasih caption jelek hanya orang yang iri dengan Tara. Aku teman kuliahnya berani jamin kalau Tara bukan playgirl atau cewek gampangan."
Netizen J memberikan komentar. "Mentang-mentang cantik dan kaya nih."
...…...
Semua orang panik dengan postingan yang menyudutkan Tara, mereka sedikit lega karena masih ada yang berkomentar positif. Gala yang khawatir langsung menghampiri Tara.
Gala memegang kedua pundak Tara. "Aku akan cari cara untuk mengatasi ini semua, aku pastikan namamu dan reputasimu kembali bersih."
"Frans, cepat cek CCTV bilang aja yang minta Gala Bagaskara, mungkin saja kita bisa tahu pelakunya dari sana." Gala memerintah salah satu kru.
Tanpa sadar Tara justru memeluk Gala, semua yang menyaksikan hanya diam membisu karena mereka sadar semua itu melukai hati Tara. Hanya Aryan dan Gala yang tahu betapa sakitnya hati Tara saat ini, mengingat dulu Anand telah menghina Tara di depan umum. Gala membalas pelukan Tara mencoba memberikan ketenangan dan keamanan pada Tara.
Tara melepaskan pelukannya. "Tenanglah, Gala, berita ini justru menguntungkan kita." Tara menjawab dengan tenang dan percaya diri.
"Tara yang sekarang bukanlah Tara yang dulu waktu SMA masih rapuh."
__ADS_1
"Apa maksudmu, Tara?" Aryan mulai khawatir.
"Nanti kalian semua juga akan tahu." Tara tersenyum jahat lalu menelepon seseorang.
"Halo... Tara, tumben menghubungi aku?" Jawab Anand cepat.
"Mas Anand, lagi sibuk nggak?" Tara bertanya lembut.
Aryan dan Gala yang mendengar kaget dan heran dibuatnya, kenapa Tara tiba-tiba menghubungi Anand, orang yang telah menghinanya dengan kejam seperti kata-kata para netizen yang tidak tahu kebenaran sepenuhnya.
"Nggak terlalu sibuk, kalau buat kamu, mas akan siap kapan aja." Anand pun menjawab dengan lembut.
"Mas Anand, tahu tempat berkuda di kota ini 'kan? Mas Anand, cepat kesini ya, Tara butuh bantuan."
"Okay, 30 menit lagi Mas sampai disitu." Anand berjanji secepatnya datang ke sana.
"Okay, aku tunggu ya, terima kasih." Tara pun tidak lupa mengucapkan terima kasih padanya.
"Siap cantik, mas ke sana segera."
Panggilan pun diakhiri dan Anand bergegas pergi ke tempat Tara. Anand sudah tahu berita itu, namun dia tidak tahu ada maksud apa Tara memintanya datang.
"Tara, apa maksudmu memanggil mas Anand kemari?" Gala langsung buru-buru bertanya.
Aryan pun tak mau ketinggalan. "Iya, kenapa kamu malah memanggil Anand kemari?"
"Pemotretan." Semua serempak menjawab.
"Kalian semua bersiaplah, mas Aryan, Gala, Karan, Ahsan dan mas Anand semua ikut pemotretan." Tara memberikan instruksi.
"Maksudnya?" Aryan minta penjelasan.
"Ikuti saja kataku! Jika mau melawan musuh dalam selimut, maka harus melawan dengan elegan."
"Aku masih tak mengerti apa maksudmu, musuh dalam selimut?" Karan ikut bicara.
"Nanti kalian semua juga akan tahu, tunggu saja nanti!" Tara belum ingin menjelaskan pada mereka.
"Kamu membuat kami penasaran, tapi tak mengapa asalkan tak melihatmu sedih, itu sudah cukup." Gala masih mengkhawatirkan Tara, penghinaan di muka publik itu sakitnya akan dibawa seumur hidup dan bisa menimbulkan trauma. Gala tahu betul bagaimana Tara berusaha untuk selalu tegar dan bangkit lagi, jika ada yang menghujatnya hanya karena dia terlahir cantik dan dari keluarga yang kaya. Setiap orang pasti memiliki cobaannya masing-masing.
"Kenapa jadi kamu yang sedih? Gala, kita akan membuat serangan balik tanpa menurunkan harga diri kita jadi jangan khawatir." Tara kembali memeluk Gala.
"Bodyguardku ini memang hebat, pikiranku jadi tenang dan aku selalu menemukan solusi setelah bersandar padamu."
Tanpa segan Gala membalas pelukan Tara, seolah-olah ditempat itu hanya ada mereka berdua. Namun Gala masih sadar, dia tidak boleh melampaui batas. Jika saja ini tidak ditempat umum, mungkin saja Gala sudah menghujani Tara dengan ciuman.
Ahsan berbisik pada Aryan. "Apa kamu masih tak bisa membuka matamu? Lebih baik kamu mengijinkan Tara memiliki selir."
__ADS_1
"Apa maksudmu?" Aryan gusar.
"Apa kamu masih tak bisa melihat ada cinta di antara Tara dan Gala? Mereka sepertinya saling mencintai dan saling mendukung selama ini." Ahsan menjelaskan apa yang terlihat di mata Aryan, namun tak dimengerti olehnya.
"Tara sudah memilihku, dia pasti mencintai aku, bukan mencintai Gala." Aryan mencoba meyakinkan dirinya sendiri.
"Mungkin saja dia memilihmu karena terpaksa karena sudah dijodohkan, buktinya saat dia sedih dia malah bersandar pada Gala, bukan padamu." Ahsan masih terus membakar Aryan.
"Itu hanya kebetulan, aku kalah cepat karena Gala menghampiri Tara duluan." Aryan beralasan.
Ahsan menepuk bahu Aryan. "Bung! Kamu harus terima kenyataan bahwa Gala lebih mencintai dan memahami Tara dibanding kamu."
"Kamu salah menilai, mereka tak lebih dari teman dan rekan kerja. Tara dan aku sudah saling jatuh cinta sejak Tara masih SMP." Aryan masih berusaha terus menyangkal kenyataan.
"Okay, terserah bagaimana pendapat mu. Mungkin saja waktu SMP kamu hanyalah cinta monyet bagi Tara, sedangkan Gala selalu memberinya cinta setiap hari."
Pembicaraan Aryan dan Ahsan terhenti karena Tara meminta mereka bersiap dan mengganti baju mereka dengan setelan jas buatan Tara. Beruntung asisten Tara membawa beberapa jas yang bisa digunakan oleh mereka. Anand datang tepat saat semua sudah berganti kostum.
Anand menghampiri Tara tanpa mempedulikan yang lain. "Tara, kamu ingin aku membantumu apa? Katakan! Aku akan melakukan apapun untukmu."
"Berlebihan sekali, kamu tidak melihat kami semua yang ada disini?" Karan protes.
"Kami juga bisa melakukan apapun untuk Tara!" Ahsan menimpali.
"Sudah-sudah! Kalian jangan ribut dan memancing kontroversi lagi," Tara menengahi.
"Mas Anand cepat ganti kostum! Pakai jas yang sama dengan mas Aryan, sudah disiapkan oleh asistenku."
Tanpa menunggu lama mereka pun akhirnya mengambil foto bersama. Pertanyaan-pertanyaan masih tersimpan di benak mereka, sebenarnya apa yang akan dilakukan Tara dengan foto meraka berenam. Bukankah dengan foto berenam malah semakin menimbulkan kontroversi.
Karan pov:
Aku tahu apa yang Tara rencanakan. Kemungkinan dia akan membelokkan konsep pemotretan hari ini menjadi seperti konsep pemotretan sebelumnya, dimana Tara berpose dengan tiga pria sekaligus. Karan terus berpikir, mungkin saja konsepnya seperti yang Ahsan katakan, ratu dengan banyak selir.
................
Apa yang akan dilakukan Tara dengan foto mereka berenam?
Apakah mungkin mengganti konsep menjadi Ratu dengan banyak selir seperti yang Karan pikirkan?
Kalau kalian jadi Tara bakal pilih siapa nih guys?
.........
Hai reader, author memang senang mengedit foto, dengan adanya foto-foto visualisasi menambah daya halusinasi author dalam menulis naskah. Semoga kalian suka ya...
Yuk ditunggu jempolnya, komentarnya dan dukungannya. Terima kasih, matur suwun.
__ADS_1