Pria Idaman Lain

Pria Idaman Lain
S3_menunggu keajaiban.


__ADS_3

Hasan dan Husain mengantarkan jenazah Abdul untuk segera di terbangkan menuju ke kota kelahirannya.


mereka memberikan penghormatan terakhir, sedang di pondok, ustadz Yusuf memimpin shalat ghaib.


sedang di rumah sakit Dila menunggui suaminya yang juga sedang tak sehat.


terlebih Husna masih di ICU jadi tak boleh sembarang orang yang bisa masuk keruangan itu.


Mahi terus memantau keadaan dari dua keluarganya itu, Husna mengalami syok dan luka di kepalanya yang sekarang menjadi kekhawatiran.


sedang ustadz Ahmad yang juga terkena serangan jantung beruntung bisa selamat.


"assalamualaikum Abi, umi ... bagaimana keadaannya?" tanya Mahi yang visit ke ruangan mertuanya itu.


"Alhamdulillah baik nak, bagaimana kondisi Husna?" tanya ustadz Ahmad.


"masih belum ada perkembangan Abi, tapi tim dokter sedang mengusahakan memanggil ahli saraf dari Surabaya, agar bisa menangani kondisi Husna," jawab Mahi


"terima kasih ya nak,kamu begitu melindungi dan membantu keluarga kami," kata Dila pada Mahi.


"umi ini bicara apa, bagaimana pun, aku juga putra dari keluarga ini, meski istri ku telah tiada, tapi umi dan Abi tetap orang tuaku," jawab Mahi tersenyum.


Mahi pun pamit karena masih harus memeriksa beberapa pasien lagi, sedang di rumah sakit lain.


seorang wanita sedang berusaha berontak karena dia tak ingin di tahan seperti ini.

__ADS_1


berulang kali dia mencoba bunuh diri tapi selalu gagal, terlebih yang membuatnya terluka.


wajahnya telah di ubah tanpa persetujuannya, dan sekarang hidupnya benar-benar hancur.


"lepaskan aku!!!" teriaknya dengan keras.


"tenang nyonya, kondisi anda sedang tak baik, jika terus seperti ini,luka operasi anda bisa infeksi," kata dokter yang datang.


"kenapa kalian cuma seperti itu, beri dia obat penenang," bentak tuan Wihandoko.


akhirnya wanita itu pun tenang dan kemudian para perawat mulai merapikan Semuanya.


dokter tak berani bertanya atau mengatakan apapun pada pria itu, tugasnya hanya membuat wanita itu sembuh.


terlebih bekas operasi plastik yang baru saja selesai di jalankan. "bagaimana tugas mu yang lain?"


"bagus, buat dia mati perlahan tanpa ada yang tau dia mati karena apa, kamu paham," bisik Wihandoko.


"baik tuan," jawab dokter itu.


pria yang selalu dapat apa yang dia inginkan, termasuk wanita yang kini sedang terbaring itu.


awalnya dia membenci sosok wanita itu karena telah membuat Gazali begitu tergila-gila, tapi saat dia mengetahui lebih dalam.


tanpa sadar dia menaruh hati Padanya, "aku tak akan memaksa mu, aku yakin kamu akan takluk suatu saat, karena suamimu itu tak akan pernah tau jika istrinya masih hidup," katanya sambil mengusap kepala wanita itu.

__ADS_1


ya... dia adalah Fatin yang di culik dan di bawa ke rumah sakit, Wihandoko juga melakukan perubahan wajah wanita itu.


dia juga menukar mayat yang di temukan oleh para polisi, dan tak hanya itu bahkan dia rela mengelontorkan uang besar untuk menyuap para tim yang melakukan otopsi.


dia sangat sabar menghadapi Fatin,terlebih wanita itu memiliki tubuh yang begitu indah, di tunjang dengan kulit yang putih bersih.


bahkan selama di rumah persembunyian mereka, Fatin tak di izinkan untuk mengenakan pakaian yang pantas.


dia hanya diberikan pakaian lingerie seksi, dan kakinya juga di ikat dengan sebuah rantai besi.


itulah kenapa Fatin tak bisa kabur, dan itu perlahan membuat wanita itu depresi.


tapi Wihandoko tak kurang akal, dia membuat Fatin meminum obat yang perlahan membuatnya lupa segalanya.


Hasan datang ke rumah sakit sambil membawa makanan. dia juga memanggil Mahi untuk makan di ruangan ustadz Ahmad.


ustadz Ahmad sedikit merasa senang, setidaknya dia bisa melihat semua putranya berkumpul.


"apa ini hukuman atas semua perbuatan umi dulu, hingga Allah memberikan semua ujian berat ini pada kedua putri ku," kata Dila dengan sedih.


"umi bilang apa, musibah tidak ada yang tau, kita hanya bisa berdoa, dan tolong jangan putus asa ya sayang, dan Hasan Nana adik mu Husain?" tanya ustadz Ahmad.


"dia sedang keluar untuk mengurus beberapa berkas ke dinas, ya Abi tau kan jika yayasan kita akan di resmikan secara hukum, karena ini sudah terlalu lama, jadi dia pergi untuk kembali mengurusnya," jawab Hasan.


"baiklah,kalian bertiga ini memang benar-benar putra kebanggaan Abi," jawab ustadz Ahmad.

__ADS_1


mereka pun makan bersama, Dila di suapi oleh Hasan sedang Mahi membantu sang ayah mertua.


__ADS_2