
Seberapa pun reader, like dan favoritnya, author akan tetap selalu update sampai kelar halu/khayalan di kepala author 😸
Reader jangan lupa tinggalkan jejak dukungan ya... Biar lebih semangat nulisnya. 🙏🏼🙏🏼🙏🏼
Reader yang memberikan dukungan, semoga rejekinya melimpah. Aamiin.
Jangan lupa bahagia.
.........
Sunrise melukis langit dengan warna merah jambu, sebagai tanda berawalnya kehidupan baru. Tapi kenyataannya masih banyak orang tenggelam dalam masa lalu yang kelabu.
Semalam Tara tidak bisa memejamkan matanya setelah kedatangan papa dan mama mertuanya. Pikiran Tara berkecamuk, belum kering air matanya menangisi kepergian Aryan kini dia dihadapkan dengan keadaan yang sulit. Mertuanya meminta Tara menikah dengan Anand agar anak yang dia kandung tidak kehilangan sosok papanya. Wajah Anand dan Aryan sangatlah mirip dan sulit dibedakan, anak Aryan pasti tidak akan merasa kehilangan papanya. Tara juga membutuhkan sosok suami yang bisa melindunginya, mencintainya dan menjalankan bisnis Tara dan bisnis yang Aryan tinggalkan karena tidak mungkin Tara mengurus bisnis sendirian saat hamil.
Pagi menjelang subuh Tara tertidur karena lelah dengan kesedihan hatinya, menangis sendiri terbakar kerinduan pada Aryan suaminya. Dipikir berulang kali pun, Tara tidak bisa menyukai ataupun mencintai Anand meski wajah dan perawakannya mirip Aryan.
Tara masih tertidur dan tidak ada pelayan yang berani mengusiknya. Bi Narti sedih karena tidak sengaja mendengar Tuan dan Nyonya Cakra Wangsa meminta Tara menikah dengan Anand. Rumah yang sebelumnya penuh dengan kebahagiaan karena cinta Aryan, kini berubah suram semenjak kepergiannya.
"Bi, kok Tara belum kelihatan?" Tanya Frans yang pagi-pagi sudah membawa pekerjaan untuk diperlihatkan pada Tara.
"Non Tara masih tidur, mas." Jawab Bi Narti.
"Tumben sekali jam segini belum bangun, apa Tara baik-baik saja bi?" Frans khawatir.
"Emm... Itu..." Bi Narti ragu untuk cerita.
"Katakan saja bi, ada apa. Bibi kan tahu saya orang kepercayaan Tara dan Gala."
"Semalam non Tara sepertinya tidak tidur setelah kedatangan tuan dan nyonya Cakra Wangsa."
"Apa yang dilakukan mereka, bi? Kok Tara sampai tidak bisa tidur, apa mereka berbuat jahat pada Tara?" Frans mulai curiga.
"Eh... Gimana ya, mas. Bibi takut salah ngomong." Bi Narti enggan bercerita.
"Bi, bibi tahu kan kalau saya ditugasi untuk menjaga Tara juga, jadi tolong ceritakan ada apa, mungkin saja saya bisa membantu mengatasi masalah Tara."
"Tuan dan nyonya Cakra Wangsa meminta atau lebih tepatnya menyuruh non Tara melakukan pernikahan turun ranjang. Non Tara disuruh menikah dengan tuan Anand." Bibi bercerita dengan suara pelan karena takut ada yang mendengar.
"What?"
"Dasar mertua nggak punya hati dan perasaan, tega sekali mereka memperlakukan Tara seperti itu. Apa mereka tidak memikirkan perasaan Tara?" Frans emosi.
"Apa tuan Yoga sudah tahu tentang hal ini bi?"
__ADS_1
"Bibi juga tidak tahu, mas. Bibi sedih melihat non Tara, rasanya tidak tega. Non Tara masih sering tiba-tiba menangis dan menyebut nama tuan Aryan." Bi Narti curhat.
"Apa Tara pernah menyebut Gala, bi?" Frans penasaran bagaimana perasaan Tara pada Gala.
"Setahu bibi tidak pernah menyebut mas Gala lagi. Tapi sebelum ketahuan hamil, non Tara pernah nangis-nangis sepertinya waktu mas Gala tiba-tiba menghilang." Tutur Bi Narti.
"Menurut bibi Tara cocok nggak sama Gala?" Frans iseng nyari pendukung.
"Cocok banget, mas. Daripada dengan tuan Anand, bibi lebih setuju non Tara sama mas Gala. Udah ganteng, terus baik banget sama non Tara." Bibi mendukung Tara dengan Gala.
"Tapi Tara nggak mau sama Gala lagi. Mungkin saja Tara takut kalau Gala tidak bisa menerima anaknya." Frans pesimis.
"Masa sih mas? Kalau menurut penilaian bibi yang udah cukup tua ini, mas Gala itu tulus banget sayang sama non Tara, mungkin saja mas Gala mau menerima anak non Tara dengan tuan Aryan." Angin segar bagi Frans untuk membuka jalan agar Gala dan Tara bisa bersatu.
"Kalau kita comblangin Tara sama Gala aja gimana, bi?" Tawar Frans.
"Bibi setuju-setuju aja, tapi bibi juga nggak tahu harus ngapain." Bi Narti bingung.
"Udah, urusan nyomblangin mereka biar urusan ku saja. Bibi tugasnya menjaga Tara agar tidak didekati Anand ataupun Ahsan lagi. Kalau mereka datang, bibi harus standby memantau dan kasih tahu saya atau team keamanan untuk waspada." Frans semangat sekali.
"Baik, mas. Semoga saja kalau mas Gala benar kembali, non Tara bisa balik bahagia lagi. Kasian dedek bayinya kalau non Tara sedih terus." Bibi siap membantu.
"Siap, bi. Semoga saja Gala bisa segera kembali sebelum semuanya terlambat."
"Saya titip berkas-berkas ini dulu ya, bi. Nanti kalau Tara sudah bangun dan keadaannya sudah mendingan, tolong berkasnya dikasihkan ke Tara." Frans memberi pesan.
"Ya udah, bi. Saya balik dulu."
Sepulang dari kediaman Aryan Cakra Wangsa, Frans segera ke butik untuk mengecek pekerjaan yang di sana. Beruntung sekali ada Frans yang bisa menggantikan pekerjaan Gala yang dahulu, meskipun tidak bisa sehebat Gala. Frans memutuskan untuk video call dengan Gala.
"Halo... " Jawab Gala malas.
"Hey... Kenapa kamu malas begitu menjawab video call dariku? Apa kamu sudah tidak butuh aku untuk memberi kabar tentang Tara?" Cecar Frans.
"Kamu tidak punya uang buat potong rambut?" Ledek Frans.
"Tak ada gunanya potong rambut, penampilan begini juga lumayan. Tetap ganteng 'kan?" Gala malas.
"Ha... Ha... Ha... Mentang-mentang di situ tidak ada Tara, makanya kamu seperti itu, jadi malas merawat diri karena tidak dilihat oleh Tara." Frans tertawa senang.
"Ck... Tara juga suka kok kalau rambut ku gondrong. Tapi apalah artinya itu semua. Aku juga sudah tahu kabar tentang Tara. Bukankah dia sedang bahagia karena telah mengandung anak dari Aryan?"
__ADS_1
"Kamu sudah tahu apa yang terjadi pada Tara? Lalu kenapa kamu tidak pulang? Apa kamu sudah tidak mencintai Tara karena Tara jadi janda yang sedang hamil?" Frans kesal kenapa Gala tidak pulang.
"Apa kamu bilang?" Teriak Gala.
"Janda? Siapa yang jadi janda?" Gala belum yakin dengan apa yang dia dengar.
"Apa kamu tidak tahu 3 bulan lalu Aryan meninggal karena diracun mantannya Anand? Bahkan sekarang Tara makin terpuruk karena tuan Yoga dan nyonya Gita menyuruh Tara nikah sama Anand." Frans menjelaskan.
"Bodoh... Kenapa kamu tidak memberitahu aku saat Aryan meninggal? Kalau aku tahu, pasti aku sudah pulang. Tara ku pasti sangat menderita." Tanpa terasa Gala menitikkan air mata.
"Aku kira ayahmu sudah mengatakannya padamu. Aku juga sangat sibuk sekali dengan pekerjaan yang di sini. Aku harus membantu Tara menghandel banyak pekerjaan. Kalau saja ada kamu, pekerjaanku tidak akan seberat ini." Frans membela diri.
"Bodoh... Harusnya kamu memberitahu aku jika Tara tidak baik-baik saja. Ayahku tidak mengatakan apapun padaku, beliau bilang di situ aman-aman saja." Gala masih emosi dan membentak Frans.
"Tara sangat kehilangan dirimu. Dia menangis saat kamu pergi tanpa pamitan padanya, dia berlarian mencari mu di kantor Maheswari dan di paviliun mu. Meskipun Aryan membuatnya bahagia, aku rasa dia masih mencintaimu."
"Saat ini Tara bertekad membesarkan anaknya sendiri, dia takut memanggilmu. Dia tidak mau egois dan membuatmu terluka karenanya. Dia takut jika kamu sudah tidak mencintainya lagi dengan kondisinya saat ini." Frans menceritakan detail tentang perasaan Tara.
"Aku pasti akan kembali secepatnya. Tara bodoh sekali, apa dia meragukan cinta dan kesetiaan ku?"
"Pantas saja dia ragu, karena dia pikir kamu pergi untuk mencari kebahagiaan mu sendiri. Pasti Tara juga ingin kamu bahagia." Tutur Frans.
"Kebahagiaan ku adalah dia. Aku juga tidak tahu kalau Aryan akan meninggalkan Tara secepat ini. Harusnya aku tidak pergi." Gala menyesali keputusannya pergi jauh dari Tara.
"Ini bukan salahmu juga. Cepatlah kembali atau kamu akan terlambat dan melihat Tara menikah dengan Anand."
"Shittt... Apa kamu pikir Tara akan menurut dan mau menikah dengan Anand?" Gala marah.
"Demi anaknya dan demi bisnis yang Aryan tinggalkan, mungkin saja Tara mau menikah dengan Anand."
"Ini pasti ulah nyonya Gita yang gila harta itu. Pasti dia ingin menjadikan Anand penguasa dan pewaris tunggal Cakra Wangsa." Gala kesal dan penuh dendam terhadap Nyonya Gita.
"Aku tidak akan membiarkan Tara menikah dengan Anand. Tara milikku, Aryan yang memintaku melindungi Tara dan anaknya."
"Cepatlah kembali. Aku akan berusaha mencegah Tara menerima pernikahannya dengan Anand." Janji Frans.
"Kamu memang sahabat terbaik. Aku janji 1 hari ini aku akan menyiapkan kepulangan ku. Aku tidak sanggup membiarkan Tara menghadapi semua ini sendiri."
.................
Akankah Tara menerima Gala kembali?
Apakah Gala akan tiba tepat waktu sebelum Tara memutuskan menikah dengan Anand?
__ADS_1
Ikuti terus ceritanya ya 🙏🏼👍🏼
Yuk ditunggu jempolnya👍🏼, komentarnya dan dukungannya❤. Terima kasih telah bersedia mampir membaca.