
Mahi pun tak tau harus bagaimana membujuk istrinya sekarang yang sedang ngambek.
Mahi pun mulai mendekati Fatin dan langsung menciumnya dengan kasar, Fatin mendorong Mahi.
"jangan menyentuhku, mas menyebalkan," kata Fatin yang sedih.
"maafkan aku, aku hampir gila saat melihat mu menjauhiku, aku tau aku salah, aku mohon maafkan aku dan jangan seperti ini sayang," kata Mahi memohon.
"tapi tidak seperti ini, kenapa hari ini kamu begitu menyebalkan mas, aku minta itu tak boleh, aku mau makan itu gak boleh, kamu sudah membenciku?" tanya Fatin sedih.
"tidak seperti itu sayang, aku hanya tak ingin melukai mu dan anak kita, kamu tau ini adalah putra pertama Kuta, dan cucu pertama kedua keluarga kita, jadi itu menjadi kekhawatiran ku saat aku melakukannya, kan kamu tau aku selalu kasar tanpa sadar saat melakukannya."
Fatin pun mengecup kening Mahi, "maafkan aku karena dari tadi terus membuat mas kesal," kata Fatin sedih.
akhirnya keduanya pun berbaikan, Mahi pun mengendong istrinya dan mulai menikmati bibir istrinya dengan lembut.
Fatin pun luluh dan menikmati setiap sentuhan suaminya, dan sekarang dia yang memimpin permainan secara halus dan perlahan.
Mahi benar-benar menikmati setiap gerakan istrinya, dan akhirnya mereka pun mencapainya secara bersamaan.
Fatin pun merebahkan tubuhnya di atas Mahi, keduanya pun tertidur sambil berpelukan karena kelelahan.
keesokan harinya semua sedang sarapan di rumah ustadz Ahmad sesuai permintaan pria itu.
pagi itu rumah yang biasanya sepi begitu ramai karena semua sedang berkumpul bersama.
mulai dari anak, menantu hingga besan mereka. Hendra dan Mela selalu terlihat begitu mesra.
sedang Hasan dan Rosita selalu saja beradu argument, sedang Dila yang selalu kalem bersama suaminya.
"Abi mau nambah lagi?" tanya Dila.
"tidak umi, sudah cukup karena Abi merasa tubuh Abi sudah mulai gemuk setelah tak ada kegiatan lagi," kata ustadz Ahmad.
"jangan bilang begitu, jika tak menikmati hidup mau apa lagi, sekarang tinggal nikmati indahnya cinta kalian di usia tua," kata hevera pada ustadz Ahmad.
__ADS_1
"ya kamu benar besan, aku akan meminta Hasan mengatur jadwal ku, dan istriku akan terus bersama ku kemana pun aku pergi mengisi pengajian, mau kan sayang?" tanya ustadz Ahmad.
"tentu Abi," jawab Dila tersenyum di balik cadarnya.
setelah makan, mereka pun mencoba main bulu tangkis bersama, Mahi dan Hasan.
sedang Husain bersama dengan dokter Rizal, keduanya pun terus saja tertawa karena tidak bisa terlalu menguasai permainan itu.
mereka pun sangat menikmati semua permainan, sedang Fatin dan Husna sibuk membuat cemilan dan minuman untuk semuanya.
hari ini Husna belajar membuat martabak mie dari YouTube, meski awalnya di tertawakan oleh Husna.
tapi nyatanya martabat buatannya sangat enak dan tak gagal, Husna pun mengakui kehebatan kakaknya dalam membuat makanan.
"sepertinya aku harus banyak belajar lagi, tapi neng akan ikut suami pindah," kata Husna sedih.
"kan ada umi, kamu bisa belajar padanya, dulu neng juga belajar pada umi untuk memasak, dan ingat kamu juga harus mulai menata kuliah mu, ingat meski kamu ibu rumah tangga, harus berpendidikan tinggi karena guru pertama anak kita adalah ibu, mengerti dek," kata Fatin memberikan wejangan.
"iya neng, aku mengerti, aku juga sudah membahasnya dengan mas Rizal, dan dia menganjurkan aku memilih jurusan yang aku sukai seperti jurusan bisnis atau ekonomi," jawab Husna.
"ah aku mengerti, itulah kenapa mas Mahi begitu tergila-gila pada neng," kata Husna yang di angguki oleh Fatin.
pasalnya dulu dia juga diajari oleh Dila tentang hal itu, itulah kenapa dia bisa memanjakan atau di manjakan.
ustadz Ahmad tak mengira jika dua putrinya sudah berumah tangga, dan untuk kedua putranya dia tak ada permintaan khusus.
terlebih keduanya sudah sangat mapan, dan beruntung Husain mau menggantikan posisinya sebagai orang terpenting di yayasan.
karena baginya hanya keturunannya uang boleh sesuai pesan dan wasiat dari Abi-nya terdahulu.
Dila pun tak menyangka jika setelah semua yang dia alami selama perjalanan hidupnya, kini dia memiliki keluarga yang begitu sempurna.
terlebih suami dan anak-anak yang begitu mengemaskan serta membanggakan.
meski tak Semuanya mengikuti jejak ayah mereka untuk jadi pendakwah, seperti Hasan yang memilih jalannya sebagai seorang pebisnis.
__ADS_1
dia tau jika takdir orang sudah di tentukan, tapi dia tak mengira jika perjalanannya menuju takdir itu sangat berliku.
mulai dari bertemu Hendra dan menjadi istri yang teraniaya, bersama Andri dan melakukan perzinahan yang tak berakhir bahagia.
tapi ada satu saat yang sangat di syukuri oleh Dila adalah pertemuannya dengan gadis kecil yang mengubah dirinya.
gadis yang selalu menempel dan tak bisa jauh darinya, bahkan hanya dengan keberadaan gadis kecil itu Dila bisa sembuh dari depresinya.
dan sekarang dia sudah melihat gadis kecil itu sudah tumbuh dewasa, dan sebentar lagi dia juga akan jadi seorang ibu.
Dila percaya jika Putrinya itu akan jadi ibu yang baik untuk anak-anaknya nanti.
dan sekarang hanya perlu dia menemani suaminya,suami yang bisa menerima dirinya yang begitu buruk di masa lalu.
entah jika tidak ada ustadz Ahmad entah apa yang akan terjadi pada dirinya.
mungkin dia akan bisa berakhir menjadi wanita yang menjajakan cinta mungkin karena pergaulan yang salah.
"umi sedang memikirkan apa? kenapa sepertinya seperti bengong begitu?" tanya ustadz Ahmad.
"iya Abi, umi hanya tak mengira jika aku akan memiliki keluarga sesempurna ini, terlebih Abi tau benar cerita hidupku," kata Dila tersenyum.
"ini sudah jalan Allah umi, jika tidak seperti itu, tak mungkin kita bisa bertemu seperti ini, dan jarang loh mantan suami jadi besan begini," kata ustadz Ahmad.
"hei... ustadz, aku dari tadi diam masih kena serempet juga ternyata, dan untuk mu Dila, maafkan kelakuan buruk Ki dulu yang sangat menyakiti mu," kata Hendra.
"sudahlah mas Hendra, itu sudah masa lalu dan lebih baik kita kubur, karena kita sudah bahagia bersama pasangan masing-masing," jawab Dila sambil tersenyum.
mereka pun tertawa bersama, Mahi melihat kedua orang tua mereka tertawa bahagia.
hatinya menjadi hangat tak mengira jika mereka dulu punya masalalu yang sangat rumit, kini bisa duduk bersama sebagai satu keluarga yang utuh.
...***********tamat***********...
terima kasih atas semua dukungannya, dan dukung terus novel milik otor ya, tinggal klik dan pilih novel yang ingin di baca karena banyak novel tamat.
__ADS_1
love you semuanya....