
Lari pagi keliling bendungan
Berolahraga mencari keringat
Reader berikanlah author dukungan
Agar menghalu dan menulisnya lebih semangat
Reader yang memberikan dukungan, semoga rejekinya melimpah. Aamiin.
Jangan lupa bahagia.
.........
Pagi ini diwarnai dengan hiruk pikuk para kru fotografer Tara Collection yang sedang menyiapkan sesi pemotretan. Setelah empat hari libur untuk acara wisuda dan refreshing, kini Tara kembali disibukkan dengan usaha fashionnya. Pemotretan kali ini Tara tidak menyewa model wanita, tapi dia akan menjadi model untuk brandnya sendiri, sudah tiba waktunya untuk Tara show off akan karya dan talentanya.
Pertemuan dengan Karan waktu di pantai memunculkan ide marketing untuk Tara. Pemotretan kali mengusung tema "Independent woman" yang mana semua busana yang akan ditampilkan dalam pemotretan kali ini semuanya adalah karya Tara sendiri. Tara ingin menunjukkan bahwa wanita tidak boleh bergantung pada pria, wanita manapun patut untuk mencintai dan dicintai, ini semua menjadi pembuktian Tara pada Anand.
Wanita Independen adalah seorang wanita yang membayar tagihannya sendiri, membeli barang-barangnya sendiri, dan tidak mengizinkan seorang pria mempengaruhi stabilitas atau kepercayaan dirinya. Pria dan wanita harusnya diciptakan untuk saling melengkapi dan menguatkan, bukan untuk saling merendahkan atau hanya saling memanfaatkan demi kepentingan atau keuntungan pribadi semata.
Karan sangat berperan kali ini, dia membawa teman-teman modelnya untuk membantu Tara. Tentu di balik itu semua Karan ingin mendekati Tara. Konsep pemotretannya adalah jadilah ratu yang tak tergoyahkan eksistensinya. Berpikir seperti seorang ratu yang tidak takut gagal, kegagalan adalah batu loncatan menuju kebesaran. Jangan salah memaknai arti wanita independen atau kuat. Wanita yang kuat bukanlah wanita yang dingin dan kejam, wanita kuat hanya ingin dihormati, menolak untuk dianiaya atau dianggap remeh.
Karan datang dengan percaya diri, mencoba menebar pesonanya pada Tara. Alih-alih mendapat perhatian dari Tara, Karan malah mendapat sorotan tajam dari Gala.
"Pasti kamu sengaja melakukan ini semua untuk mendapat perhatian Tara 'kan?" sergah Gala.
"No! Aku melakukannya karena memang ingin membantu Tara." Karan menyanggah meskipun dalam hati dia mengiyakan pertanyaan Gala.
"Jangan coba-coba mendekati Tara! Model pria sepertimu pastilah punya banyak teman kencan wanita dimana-mana." Gala memberi peringatan.
"Wow... Jangan khawatir teman! Aku bukanlah pemain wanita."
"Meskipun begitu, kamu jangan macam-macam karena Tara sebentar lagi juga menikah!" Gala masih memperingatkan Karan.
"Apakah kamu calonnya?" Sindir Karan.
"Bukan, bukan aku." Jawab Gala getir.
"Kalau begitu buat apa kamu khawatir? Selama belum menikah masih ada kesempatan." Karan tersenyum nakal dan berlalu pergi untuk bersiap-siap.
__ADS_1
Pemotretan pun dimulai, scene pertama Tara berpose dengan tiga model pria sekaligus. Tara bagaikan ratu dengan para selirnya. Layaknya model internasional yang sudah profesional, foto-foto Tara layak go internasional. Kerjasama dengan Karan tidak sebatas menjadi model, Karan siap membawa brand fashion Tara ke India dan memasarkannya di kalangan artis. Selain ke India, Karan juga akan memasarkannya ke rekan artis di Pakistan.
Sesi kedua Tara hanya berfoto dengan Karan, terlihat sangat intim dan seperti sebuah poster film romantis. Gala begitu pusing melihatnya, api cemburu membakar perlahan di hatinya. Gala ingin protes pun tidak bisa, semuanya harus profesional dalam bekerja.
Aryan datang ke studio untuk mengunjungi Tara, tentu karena ingin memberikan support dan mengobati rasa kangennya. Aryan sempat melihat ketika Tara berpose dengan Karan, betapa kagetnya Aryan melihat Tara berpose begitu mesra dengan Karan.
"Gala, sebenarnya apa yang kamu lakukan disini?" Tanya Aryan gusar.
"Kamu nggak mencegah Tara berpose begitu mesra dengan Karan?"
"Kalau kamu bisa, kenapa tidak kamu aja yang mencegahnya?" Gala meledek.
"Bersikaplah profesional, jangan terlalu erat menggenggam setangkai mawar atau tanganmu akan terluka." Saran Gala pada Aryan.
"Kamu ini pandai sekali berbicara, padahal kamu juga tidak suka Karan mendekati Tara."
"Kalau kamu mau mengamankan posisimu, jangan minta bantuan dariku. Kalau bisa buatlah Tara sendiri yang ingin tinggal di sisimu." Gala tidak bisa bersikap biasa lagi terhadap Aryan.
"Semakin kamu genggam erat, semakin dia akan pergi jauh darimu. Dia wanita independen yang tidak mau dikekang."
"Aku tidak menakut-menakuti, itu kenyataan yang perlu kamu tahu. Aku sangat mengenal Tara, yang jelas lebih dari kamu. Aku yang bersamanya sejak kecil."
"Tidak seperti seseorang yang dekat dengan Tara cuma karena dijodohkan." Sinis Gala.
"Kamu berubah, biasanya kamu tidak bersikap seperti ini padaku." Aryan bingung melihat perubahan Gala.
"Ha... ha... Kamu merasa aku berubah, padahal aku hanya ingin memberi tahu mu tentang Tara." Gala menutupi perasaan tidak sukanya pada Aryan.
Tiba-tiba Tara mendekati mereka berdua, "Mas Aryan ada di sini?"
"Iya, cantik," Aryan menatap Tara.
"Jangan ditatap terus, tatapan mu bisa membuat wajah Tara berlubang." Gala sewot.
"Kamu ini merusak suasana saja!" Aryan memarahi Gala dan memukul pelan lengannya.
"Gala, aku lapar, habis ini kita makan seperti biasanya ya?" Pinta Tara.
__ADS_1
"Tapi sekarang kamu harus bantu aku menghindari Karan dulu."
"Kan ada aku, Tara! Lebih baik makan siang denganku saja ya? Biar Gala yang menahan Karan." Aryan mendahului Gala.
"Okay, aku ganti baju dulu mas. Tunggu di parkiran aja, nanti aku diam-diam nyusul ke sana." Tara menyetujui ajakan Aryan.
"Okay kalau begitu, aku tunggu di parkiran." Aryan berlalu pergi.
"Kamu jangan cemberut, ayo bicara di ruangan ku dulu." Tara menggandeng Gala yang masih masam karena cemburu.
Sesampainya di ruangan Tara, Gala sengaja mengunci pintunya. Gala langsung memeluk Tara dari belakang dan mengecup lehernya dengan lembut.
"Aku cemburu karena tak bisa menjadi Karan yang berpose mesra denganmu." Gala mengungkapkan kecemburuannya.
Tara memejamkan matanya menikmati perlakuan Gala. "Kamu tahu 'kan kalau kamu akan terus tersakiti karena mencintaiku?"
"Aku tahu, tapi aku gila dan tak peduli itu." Ucap Gala.
Gala membalikkan badan Tara agar berhadapan dengannya. "Apa aku boleh cemburu?"
Tara tersenyum dan memeluk Gala. "Kamu boleh cemburu, tapi kamu tidak boleh melewati batasannya. Kamu tahu 'kan?"
"Iya, aku tahu. Jika kamu mau, aku bersedia meski jadi yang kedua dan tidak terlihat."
"Kamu serius? Aku tidak mau melukai hatimu. Kenapa kamu tidak mencoba mencintai wanita lain?"
"Apa sekarang kamu sedang mengusirku?" Gala melepaskan pelukannya dan menatap Tara.
"Tidak, aku tidak ingin mengusir mu. Tapi sepertinya itu lebih baik buat kamu. Aku tidak mau kamu terluka karena keegoisanku."
"Bagaimana kalau aku bersikeras untuk tetap tinggal?"
"Jagalah rahasia ini, aku pun ingin kamu tetap tinggal." Tara tak mampu memungkiri perasaannya yang telah bercabang.
Gala mencium bibir Tara yang sedari tadi membuat dia tergoda, namun tiba-tiba dia menghentikannya. "Pergilah, aku tidak mau Aryan curiga. Aku akan mengatasi Karan."
"Kamu sangat cantik, selalu menjadi paling cantik di hatiku." Gala mengecup kening Tara, lalu pergi dari ruangan Tara.
Akhirnya Tara makan siang berdua dengan Aryan. Karan yang gagal mengajak Tara makan siang akhirnya makan siang bersama Gala, para kru dan teman-teman modelnya.
................
__ADS_1
Yuk ditunggu jempolnya, komentarnya dan dukungannya. Terima kasih, matur suwun.