Pria Idaman Lain

Pria Idaman Lain
S3_persetujuan


__ADS_3

Hendra memilih beberapa jenis gelang yang sering di sukai wanita, tapi ustadz Ahmad bingung.


"pilih yang simpel, karena wanita seperti Dila tak suka sesuatu yang mencolok, terlebih dia berjilbab syar'i," jawab Hendra.


"baiklah, tapi kenapa kamu memilih yang sedikit rame?" heran ustadz Ahmad.


"ya, kami hidup di desa yang biasanya suka untuk pamer, jadi tak masalah terlebih istriku memang suka model seperti ini," jawab Hendra.


mereka juga tak lupa untuk para anak-anak, hendra selalu membantu ustadz Ahmad untuk memilih.


ya bagaimana pun Hendra pernah jadi nyata darat yang pintar dalam merebut hati wanita kecuali istrinya sendiri.


setelah selesai berbelanja, mereka langsung membungkus semua hadiah bersama.


setelah itu mereka memilih untuk duduk bersama menikmati waktu yang lumayan panas itu.


"oh ya besan, apa boleh aku menjodohkan Husna dengan salah satu teman mahi, ya dia sudah aku anggap seperti putra ku sendiri, meski dia bukan lajang, aku berani menjamin pria itu dengan nyawa ku, insyaallah dia bisa membahagiakan istrinya," kata Hendra mencoba melobi besannya itu.


"apa dia duda, apa memiliki anak dan berpisah karena apa?" tanya ustadz Ahmad.


"dia seorang duda, punya seorang putri yang cantik, dan dia di tinggalkan oleh istrinya karena melahirkan putrinya dalam keadaan pendarahan hebat saat itu," jawab Hendra menghela nafas.


"apa dia bisa menerima kondisi Husna, aku takut jika putriku akan terluka saat suaminya tau kondisi putriku," kata ustadz Ahmad.


"kenapa besan bilang seperti itu, putri anda sangat baik, tak mungkin dia akan di sakiti atau di sia-siakan, terlebih aku yakin pada ajaran kalian berdua," jawab Hendra.


"baiklah, tapi bolehkah aku tau siapa pria itu?" tahta ustadz Ahmad.


"ah sebentar, aku ingin menunjukkan CV nya padamu," kata Hendra mengambil ponselnya.


dia menunjukkan foto dan data diri dari dokter rizal, bahkan semua orang yang ada di keluarganya.


Mahi benar-benar tak melewatkan sedikitpun kebohongan di dalam data diri dari dokter Rizal.


ustadz Ahmad pun tak tau apa bisa dia membiarkan putrinya yang belum pernah menikah.


harus menjadi istri dan ibu dari seorang pria, yang mungkin belum pernah di kenalnya.


melihat keraguan di wajah ustadz Ahmad, Hendra harus membuat pria itu yakin akan pria yang ingin dia jodohkan dengan putrinya itu.

__ADS_1


"apa hanya karena status, jika besan keberatan tak masalah, tapi tolong pikirkan dengan baik-baik, karena jarang sekali bisa menemukan pria sebaik pria itu, ya meski waktunya memang tak banyak l, seperti halnya nahi, dia juga dokter yang penting di rumah sakit," kata Hendra.


"sebelum mengiyakan, aku ingin melihatnya atau jika tidak berbicara dengannya sekali saja," kata ustadz Ahmad.


"baiklah, aku akan menelponnya untuk mu," jawab Hendra tersenyum.


tak lama dia pun menelpon dokter Rizal, dan langsung di angkat panggilan video itu.


"assalamualaikum om Hendra? apa kabar, ya Allah yang sedang ibadah, boleh nitip untuk mendapatkan jodoh untuk ibu Syafa?" kata dokter Rizal dari sebrang telpon.


"amiin ya Allah, oh ya ini ada seseorang yang ingin berbincang dengan mu, ya siapa tau beliau bisa jadi mertua mu," kata Hendra.


ustadz Ahmad pun berbincang dengan dokter Rizal, keduanya nampak begitu akrab.


Hendra pun tersenyum setidaknya rencananya berhasil agar dokter Rizal dan ustadz Ahmad jadi dekat.


sedang di rumah, Husna sudah terlihat biasa saja saat mengawasi kegiatan di dalam yayasan maupun pondok.


Fatin juga membantu Husna untuk menjalankan tugasnya, karena dia tinggal menunggu wisuda yang akan di lakukan sebulan lagi.


saat sedang mengawasi Fatin melihat ada buah mangga mengkel yang ada di dapur, "mbak Kom, ini milik siapa?" tanya Fatin pada orang yang bertugas di dapur.


"itu neng, punya neng Husna tadi geli saat di pasar, katanya mau di buat sambal," jawab wanita yang sedang menyiapkan makan siang untuk para santri.


"dek, kemarilah sebentar," panggil Fatin.


"iya neng, ada apa?" tanya Husna.


Fatin menunjukkan mangga di tangannya, Husna pun terkejut pasalnya kakaknya itu tak pernah suka dengan mangga seperti itu.


terlebih mangga muda yang mampu menaikkan asam lambung dengan sangat cepat


"aku mau ini apa boleh?" tanya Fatin nampak bahagia dan senang.


"tentu saja boleh loh, tapi jika nanti mas nahi marah jangan menyebutku ya neng, karena mas Mahi sangat seram kalau marah," kata Husna.


"baiklah, mudah di atur,terima kasih ya," kata Fatin tertawa dan membawa buah itu pulang.


husna hanya geleng-geleng melihat kakak pertamanya itu, Fatin langsung mengambil gula Jawa dan segera membuat sambal rujak manis.

__ADS_1


setelah siap dia pun langsung memakannya sambil menonton acara idol Korea.


bahkan Fatin sangat menyukai para pria yang sedang bermain melawan zombie itu.


setelah habis dia pun mencari acara seperti itu lagi, Husna yang khawatir pun menghampiri Fatin.


"assalamualaikum... neng Fatin sedang apa, mau titip makan gak?" tanya Husna.


"waalaikum salam dek, lagi nonton acara ini, siapa nama group itu, aku tak tau tau mereka sangat tampan, terutama yang badannya paling tinggi dan kekar itu, sangat pintar meski ceroboh," jawab Fatin sambil fokus ke tv dan tertawa.


"itu adalah BTS neng, yang neng maksud ceroboh itu adalah leader dan punya IQ paling tinggi, dan sangat fasih dalam bahasa Inggris," jawab Husna.


"ah... aku suka yang kembar itu, mereka begitu lucu," jawab Fatin.


husna hanya mengangguk saja, terlebih mereka tertawa melihat acara run BTS itu.


tiba-tiba perut Fatin berbunyi karena lapar, "ning lapar?" tanya Husna.


"iya dek, tapi neng ingin makan bakso, kamu tau kan mas nahi tak mengizinkannya?" kata Fatin.


"kita buat saja sendiri, neng punya daging sapi, ayam atau udang, atau jika mungkin babi juga gak papa," kata Husna.


"kamu cari mati ngomong begitu, adanya daging manusia mau?" kesal Fatin mendengar pertanyaan dari adiknya itu.


Husna tertawa saja, keduanya pun membuat bakso sesuai resep dari YouTube.


setelah satu jam heboh, akhirnya selesai juga dan mereka pun makan bakso siang itu.


sedang bakso yang lain di simpan di dalam freezer, karena sekarang Fatin sering lapar saat malam.


Mahi mengajak dokter Rizal makan siang, dan nampak pria itu sedang bahagia.


"wah... ada apa ini, kenapa wajahnya kok begitu senang, apa habis dapat lotre?" tanya Mahi


"apa ini semua ulah mu, terima kasih ya untuk semua bantuannya ya," kata Rizal yang langsung memeluk Mahi.


"ya Allah tolong aku, aku masih normal jangan bersikap seperti ini!" teriak Mahi mendorong dokter Rizal.


mereka pun makan bersama, dokter Rizal terus-terusan tersenyum, "berhenti memasang wajah begitu senang karena itu sangat menyebalkan, asal kamu tau jika kamu jadi dengannya, berarti kamu harus memanggilku kakak ipar, apa sanggup?" ledek Mahi.

__ADS_1


"tak masalah, yang penting istriku lebih muda dari istrimu," kata dokter Rizal.


"sialan," maki Mahi.


__ADS_2