Pulau Abadi

Pulau Abadi
Jangan Menyapu Malam Hari


__ADS_3

Franky mulai menyapu halaman belakang rumahnya, saat itu langit sudah mulai gelap, dan suasana di sekitar rumah Franky sudah sepi. hanya terdengar suara hewan malam.


Saat Franky tengah asik menyapu, samar-samar dia melihat sosok wanita berbaju putih lusuh, berdiri di hadapan Franky membuat Franky terhenyak.


"Siapa Kamu?" tanya Franky sedikit cemas.


Sosok wanita itu pun tersenyum menyeringai, memamerkan gigi taringnya yang panjang. Kemudian sosok itu menghilang ....


"Lho, kok hilang? Siapa dia? Aneh sekali," batin Franky.


Franky pun melanjutkan aktifitasnya, dia terus menyapu. Selesai menyapu, Franky pun terkejut, karena sampah yang sudah disapu bersih olehnya, kini kembali berserakan.


"Kenapa sampahnya bisa ada lagi? Bukannya sudah aku sapu barusan?"


Kemudian, Franky kembali menyapu sampah yang berserakan itu, dan lagi-lagi sampah-sampah yang sudah di sapu itu, kembali berserakan. Franky menjadi kesal, dia merasa di permainkan.


Dengan kesal, Franky pun melempar sapu yang dia pegang, kemudian dia berjalan ke rumah Joko. Sesampainya, Franky mengetuk pintu rumah Joko, tak lama pintu pun terbuka.


"Lho, kamu, Frank? Masuk yuk."


Franky masuk dan langsung duduk di kursi yang tersedia.


"Ada apa, Fran?" tanya Joko heran.


Feanky segera menceritakan kejadian yang baru saja dia alami.


"Hah? Masa sih?" Joko mengerutkan keningnya.


"Iya, Jok, beneran." Franky berusaha meyakinkan Joko.


"Mungkin, karna kamu nyapu malam-malam, Fran."


"Ah, ini kan belum malam."


"Iya, Fran, tapi kan sama saja, sudah masuk malam, pokoknya habis maghrib itu ya sudah termasuk malam."


"Memangnya kenapa, kalau nyapu malam-malam?"


"Yah, ini sih menurut mitos ya, nggak tahu benar apa enggak nya, katanya kalau nyapu malam-malam, itu artinya sama saja kita memanggil kuntilanak."


"Apa? Hiiiyyy, apa mungkin perempuan yang tadi aku lihat itu, kuntilanak ya? Dia itu, datang tiba-tiba, dan hilang tiba-tiba juga."


"Ya bisa jadi, Fran, aku juga kurang paham sih, tapi aku pernah dengar gitu sih."


"Kok ada-ada saja sih, huft."


"Lagian, kamu ngapain juga sih, nyapu malam-malam?"


"Ya maksud aku biar bersih saja, Jok, tadi kan kita makan singkong bakar, tempatnya jadi kotor."


Seketika, Joko merasa bersalah. "Duh, maaf ya, Fran, gara-gara aku, rumah kamu jadi kotor ya."


"Eh, nggak gitu kok, Jok, aku kan hanya bilang, ya maaf deh, kalau omonganku menyinggung perasaan kamu."

__ADS_1


"Duh, ya sudah, kamu di sini dulu, Fran, nanti kalau kamu mau istirahat, biar aku antar."


"Ah aku jadi ganggu kamu ya?"


"Ganggu apa sih, Fran? Kita kan sama, tiap hari sendiri terus, sama-sama jomblo juga hehe."


"Ya sudah deh, aku di sini dulu."


"Oke, tapi rumah ku nggak ada tivi nya, Fran, nggak ada hiburan jadinya."


"Ah, tivi itu nggak terlalu penting bagiku, itu kan kalau aku sedang suntuk saja, jadi ya nonton tivi buat hiburan."


"Oh gitu, eh Fran, kamu lapar nggak?"


"Ah aku sudah kenyang, Jok, tadi makan singkong bakar."


"Ya sama, Fran, aku juga masih kenyang, maksud aku, kalau kamu lapar itu aku ada nasi sama telur, hehe, kamu jangan kaget, aku tiap hari makannya hanya pakai telur."


"Nggak masalah, Jok, telur justru bergizi, disyukuri saja, apa yang kita punya, yang penting bisa makan tiap hari."


"Hehe, iya, Fran."


Franky dan Joko pun asik mengobrol, hingga malam telah larut.


"Ya sudah, Jok, aku pulang dulu, tapi antar ya ... hehe." Franky berpamitan sambil terkekeh.


"Iya ayo, aku antar sampai rumah."


Joko pun mengantar Franky pulang. Sesampainya, Joko menyuruh Franky masuk. Franky pun masuk ke dalam rumahnya, dan menutup pintu.


"Hey, lelembut, keluarlah!" seru Joko.


Dan tak lama, sosok wanita berbaju putih lusuh, dan bersurai hitam panjang sebagian menutupi wajah, pun berdiri di hadapan Joko.


"Ada perlu apa kau memanggilku, anak muda?" tanya sosok tersebut.


"Kenapa kamu membuat kekacauan?"


"Kekacauan bagaimana?"


"Ini tempat sudah disapu, kenapa kamu buat berantakan lagi?"


"Dia sudah menggangguku."


"Mengganggu bagaimana?"


"Dengan dia menyapu malam-malam, itu artinya dia sudah mengganggu istirahatku."


"Cih, mana ada hantu malam-malam istirahat? Yang ada, justru berkeliaran ke mana-mana, mengganggu manusia."


"Iya, tapi tadi aku sedang beristirahat."


"Ya sudah, sekarang kamu bereskan sampah-sampah ini."

__ADS_1


"Enak saja, kamu bersihkan saja sendiri."


"Jadi, kamu nggak mau membereskan?"


"Enggak lah aku capek, mau istirahat."


"Hem, hantu bisa capek juga ternyata," ledek Joko.


"Memang manusia saja, yang bisa capek."


"Manusia capek ya wajar, karna mereka tiap hari bekerja. Nah, kalau hantu, capek ngapain Kerjaannya saja mengganggu manusia," kelakar Joko.


Sosok wanita itu pun terdiam.


"Ya sudah, sebaiknya kamu pergi saja, dan mulai besok, jangan ganggu manusia ini lagi, kalau kamu masih ingin bebas berkeliaran," ancam Joko.


"Maksud kamu?" sosok wanita itu penasaran.


"Kalau kamu masih mengganggu manusia, aku akan musnahkan kamu sekarang juga."


Kemudian, sosok wanita itu menghilang dari hadapan Joko.


Joko pun berjalan kembali, hendak pulang ke rumahnya. Sampai di rumah, Joko masuk dan merebahkan dirinya di kursi panjang di depan kamarnya itu.


"Huft, kalau di lpikir-pikir, benar juga ya, sejak Franky pulang dari pulau itu, selalu ada kejadian aneh. Dan aku juga baru sadar, kalau aku sendiri sering bertemu lelembut, apa ini juga salah satu dampaknya ya?" Joko bergumam dalam hati.


"Ini semua gara-gara Rinjani, jin genit itu ... lihat saja, besok aku akan menuntaskan semua persoalan di pulau itu."


Tiba-tiba, perut Joko terasa lapar, dia pun berjalan ke dapur, dan memakan makanan yang sudah ada di meja makan itu, tak peduli makanan itu sudah dingin.


Joko melahap makanan itu dengan nikmat


Setelah selesai makan, Joko kembali merebahkan tubuhnya di kursi panjang itu, karena perutnya sudah kenyang. Tak lama, dia pun mengantuk, dan akhirnya terlelap dalam tidurnya.


Di sisi lain, Franky sedang merebahkan diri di atas kasur di dalam kamarnya, malam itu, dia merasa sulit memejamkan matanya.


"Huft, kenapa aku nggak bisa tidur ya, apa karna tadi siang aku sudah tidur?" Franky pun termenung di dalam kamarnya.


"Besok, aku akan nulis cerita apa ya? Kalau romance, sepertinya aku sedang nggak ada ide, kenapa tiba-tiba aku ingin sekali bikin novel horor lagi, entah kenapa, atau mungkin aku benar-benar terinspirasi sama kejadian-kejadian aneh, yang menimpaku selama ini."


Kemudian, Franky mengambil ponselnya, dan mengirim pesan kepada Leon.


"Sedang apa kamu, Le? Sudah tidur atau belum? Oh iya, dua hari lagi, kita berangkat ke pulau abadi, kamu beneran mau ikut? Sudah mantap kan?"


Begitulah isi pesan dari Franky.


Namun, setelah beberapa saat, Franky tak kunjung mendapatkan balasan pesan dari Leon.


"Mungkin dia sudah tidur, dia kan muka bantal, ya sudah lah, besok juga pasti dibalas."


Kini Franky terduduk, dia mengambil laptopnya, kemudian membuka layarnya, dan mengutak atik benda itu.


Lalu Franky menutup kembali laptop itu, dia meletakkannya di samping bantal.

__ADS_1


"Bosan juga ya, hidupku monoton sekali."


__ADS_2