
Franky tak sengaja menoleh ke belakang. "Buset, kamu lapar atau hobi makan, Le?" seloroh Franky di antara senyum dan gelengan kepalanya.
"Hehe, kalo nggak lapar, ngapain juga aku makan nih roti," kekeh Leon.
"Habiskan, Le, biar kuat sampai di pulau abadi ... haha," tawa Joko.
"Hah? Gila kamu, Jok, roti segini mana awet, nanti satu jam sudah lapar lagi," sahut Leon dengan mulut penuh roti.
Franky dan Joko saling berpandangan, mereka berdua menahan tawa.
"Kamu itu, nggak makan sehari saja sudah bingung, Le," ledek Joko.
"Ya gimana lagi, kalau gak makan kan lemes, Jok, hehe."
Joko hanya menggeleng, kemudian melanjutkan perjalanannya. Setelah menghabiskan dua bungkus roti, Leon pun mengambil air mineral, kemudian meneguknya beberapa kali.
Sayup-sayup, Leon mendengar suara.
"Tolooooong ...."
"Hah? Siapa yang berteriak minta tolong, ya? Seperti suara perempuan ...." Leon celingukan ke kanan dan ke kiri.
"Siapa sih? Nggak ada orang, eh Ngga, Jok, apa kamu dengar suara?"
Namun Leon tak mendengar jawaban dari Franky maupun Joko.
"Ye, di tanya malah pada diam," batinnya.
Leon hendak mencolek Franky, namun tiba-tiba netranya mengarah ke sebuah sosok wanita di luar mobil. Seorang perempuan memakai pakaian serba kuning sedang melintas.
"Siapa itu? Cantik sekali, apa dia yang tadi minta tolong ya?" batin Leon, lalu tanpa sadar dia membuka pintu mobil kemudian turun, hendak menghampiri sosok wanita yang baru saja dilihatnya.
Sosok wanita itu terus berjalan, dan Leon mengikutinya dari kejauhan.
"Hey, tunggu! Kamu ini siapa, dan mau ke mana?" tanya Leon.
Namun, sosok wanita itu tak menghiraukan ucapan Leon, dia terus berjalan lurus tanpa berbelok. Dan, Leon pun terus mengikuti kemana sosok itu pergi.
Leon tak sadar, bahwa langkah kakinya kini telah jauh, dan di depannya sosok itu terus berjalan, hingga akhirnya Leon melihat sosok itu berhenti.
Dan di hadapannya terdapat sebuah air terjun yang mengalir dengan derasnya, sosok wanita itu pun menceburkan diri di dalam air terjun tersebut. Leon pun terbelalak, dia berlari menghampiri sosok wanita itu, setelah dekat dengan air terjun, wanita itu sudah tak terlihat lagi.
"Ya ampun, cantik-cantik kok bunuh diri sih," gumamnya dalam hati.
Leon mengamati air terjun itu, dengan seksama. Tiba-tiba, muncullah sebuah tangan dari balik aliran air terjun itu. Leon terkesiap, namun tangan itu lebih dahulu menaruk lengan Leon, hingga Leon terseret masuk ke dalam aliran air terjun itu.
"Aaaaaarrrrgggghhhh!"
"Le, bangun, bangun, Le ...."
Perlahan, Leon membuka matanya, ternyata dia hanya bermimpi.
"Kamu kenapa, Le? Kok teriak-teriak nggak jelas gitu?" tanya Franky.
__ADS_1
Leon pun menceritakan mimpinya kepada Franky dan Joko.
"Hahaha! Kamu pasti sudah kebelet ya, ingin punya pacar?" Ledek Joko.
"Dih apaan sih, orang mimpi serem malah dibilang kebelet." Leon menggembungkan kedua pipinya.
"Dia bukan kebelet, Jok, tapi efek lapar, kan dia belum makan nasi." Franky menimpali, dengan senyum tertahan.
"Ah kamu lagi, Fran, ikut-ikutan mengejek aku."
Franky dan Joko pun sudah tak dapat menahan tawanya lagi.
"Ya sudah, kita cari makan saja, Fran, kasihan dia, sampai kebawa mimpi," tutur Joko.
"Iya, Jok, mungkin yang dia lihat tadi fatamorgana, kulit pisang dikira perempuan berbaju kuning," ujar Franky.
"Hahaha! Kamu ada-ada saja, Fran," kata Joko.
"Bercanda, Le, jangan dimasukan hati," seloroh Franky.
"Hem, iya, iya," kata Leon dengan nada datar."
Beberapa saat kemudian, Joko melihat sebuah warung makan sederhana, di pinggir jalan.
"Eh, itu ada warung makan, bagaimana? Kamu mau makan di sana nggak, Le?" tanya Joko.
"Nggak apa-apa, Jok, yang penting perut ada isinya," sahut Leon sembari menoleh ke arah tempat yang dimaksud.
"Bukannya perut kamu sudah diisi, Le?" sambung Franky.
Franky hanya menggeleng.
Joko pun mengemudikan mobilnya, dan berhenti tepat di warung makan yang di maksud. Mereka bertiga pun turun, namun betapa terkejutnya mereka, karena warung makan yang baru saja mereka lihat kini telah tiada, dan berubah menjadi tanah kosong.
"Hah? Bukannya tadi ada warung makan, ya? Kok sekarang nggak ada sih?" ujar Franky.
"Iya, Fran, aku juga lihat tadi, aneh ya, kok tiba-tiba hilang," sambung Leon.
Joko pun menerawang tempat itu ....
"Kenapa di tempat seperti ini, ada fatamorgana? Bukankah fatamorgana itu kebanyakan adanya di daerah padang pasir ya," gumam Joko.
"Fatamorgana?" ucap Franky dan Leon secara bersamaan.
"Iya, ya sudah yuk kita lanjut lagi, kamu tahan dulu, Le, nanti kalau ada warung lagi, tapi di tempat keramaian, baru kita singgah. Tempat ini terlalu sepi, jadi bisa saja kita mengalami delusi."
"Apa itu delusi Jok?" tanya Leon.
"Kamu nggak akan paham, kalau aku jelaskan, Le, ya semacam fatamorgana gitu, seperti ada, padahal nggak ada." Joko menjelaskan.
Leon dan Franky pun mengangguk, kemudian mereka kembali masuk ke dalam mobilnya, dan Joko pun kembali mengemudikan mobilnya.
"Ini pasti karna kamu terlalu memikirkan makanan, Le, jadi kita ikut mengalami fatamorgana," tutur Franky.
__ADS_1
"Hem, iya deh, aku puasa saja setengah hari, hehe," kata Leon sambil terkekeh.
"Seperti anak kecil saja, puasa setengah hari," sambung Joko.
"Memang aku masih anak kecil, Jok," kelakar Leon.
"Kecil apanya, Le?" tanya Franky sambil mengerutkan keningnya.
"Ya perutnya, kalau belum diisi," sahut Leon.
Seketika itu juga, meledaklah tawa Franky dan Joko, mereka benar-benar geli dengan tingkah Leon.
Joko terus melajukan mobilnya. "Kamu jangan tidur lagi, Le."
"Memangnya kenapa, Jok?"
"Ya, takutnya mimpi lihat kulit pisang lagi, nanti dikira perempuan cantik sedang memakai baju kuning."
"Huuu, kamu itu, Jok."
"Hehehe..." Joko terkekeh.
Mobil pun terus melaju, di sepanjang perjalanan itu sangatlah sepi, sangat jarang ada manusia, atau kendaraan lain yang melintas di jalan itu, hanya beberapa saja.
"Eh Jok, kamu merasa aneh nggak sih?" tanya Franky.
"Iya juga ya, Fran, apa sudah mau sampai di pulau abadi ya? Kan jalan ke pulau abadi memang sepi," gumam Joko.
"Ah nggak mungkin, Jok, pulau abadi itu jauh sekali, dan kita keluar dari rumah baru sebentar, sekitar satu jam lebih sedikit, dan menurut perkiraanku kita sampai di pulau itu kalau nggak nanti siang, ya sore," papar Franky.
"Em, iya juga sih, tapi ini sampai mana ya, kok sepi sekali."
"Aku juga nggak tahu, Jok, ya sudah terus saja jalan, hati-hati."
"Iya, Fran."
"Eh, si Leon kok diam-diam saja," tutur Franky sambil memutar kepalanya ke belakang.
"Ck, ck, ck ...." Franky berdecak.
"Kenapa, Fran?" tanya Joko.
"Itu, si Leon, sudah melayang lagi di alam mimpi," sahut Franky.
"Dia tidur lagi?"
"Iya Jok."
"Memang orang gendut itu cepat lapar, dan cepat ngantuk juga ya?"
"Ya mungkin saja, Jok, aku juga kurang paham, kan aku nggak pernah gendut hehe."
"Ya mungkin, karna mereka kelebihan berat badan, jadi bawaannya malas, maunya makan sama tidur terus," ujar Joko.
__ADS_1
"Ya bisa jadi, Jok."
Mobilpun terus melaju, perlahan tapi pasti.