
Ibu pemilik warung itu menjelaskan panjang lebar.
"Wah serem juga, nggak bisa dilihat orang sampai keterusan begitu," Leon bergidik ngeri.
"Betul, dan lembah itu akhirnya berubah menjadi pekarangan kosong, sedangkan para penduduk yang menjadi Dewa-Dewi tersebut selalu menampakkan dirinya kepada setiap pengunjung di tempat itu, mereka berwujud seperti manusia biasa pada umumnya."
Franky dan Leon mengangguk pertanda paham.
"Kalian beruntung, bisa selamat dan bisa keluar dari Pulau itu, sebaiknya kalian segera pulang dan jangan pernah kembali ke lembah itu sekali lagi, kalau kalian masih sayang sama nyawa kalian," perintah pemilik warung itu.
Mereka berdua pun mengangguk.
Selesai makan, Franky membayar makanan mereka, kemudian berpamitan kepada ibu pemilik warung.
"Terimakasih, sudah mampir, hati-hati di jalan," kata ibu pemilik warung.
"Kami juga terimakasih untuk infonya, Bu," kata Leon.
Franky dan Leon pun masuk ke mobil dan melanjutkan perjalanan mereka.
"Serem juga ya, Fran, cerita ibu tadi," kata Leon.
"Iya, Le," sahut Franky tapi kok sepertinya nggak masuk akal ya ceritanya?"
"Namanya juga dunia gaib, Frank, mana ada yang masuk di akal."
Franky terdiam, dia merasa sulit untuk menafsirkan kejadian-kejadian di depan mata.
Mobil terus melaju, sampai akhirnya mereka menemukan sebuah Pom bensin.
"Alhamdulillah, ketemu juga Pom bensin, sebaiknya aku isi full sekalian, supaya tenang," gumam Franky.
"Iyalah, Fran, biar nggak mogok di jalan."
Mobil melaju mendekati Pom, kemudian Franky membuka kaca mobil, dan menyuruh petugas Pom untuk mengisikan bensin.
Setelah Franky memberikan sejumlah uang kepada petugas pom, mobil pun melaju kembali.
Di tengah perjalanan, tiba tiba Franky mendengar suara anak kecil sedang tertawa terkekeh.
Franky bingung, "siapa yang tertawa ya? Sepertinya banyak anak kecil di dalam mobil ini," gumamnya lirih.
Leon yang mendengar Franky bergumam, pun menjadi heran.
"Kamu bicara apa,Fran?"
"Ini Le, kamu dengar suara anak kecil tertawa nggak?"
Leon menjadi bingung, karena dia tak mendengar suara apapun, selain suara mesin mobil yang sedang melaju.
"Ah, aku nggak dengar apa-apa tuh, Fran, mungkin kamu salah dengar."
Franky terdiam
"Sepertinya, yang mendengar suara tawa anak kecil tadi hanya aku, sebaiknya nggak perlu aku teruskan deh ceritanya, takut Leon malah jadi takut nanti," gumam Franky dalam hati.
__ADS_1
"Ya, mungkin juga aku salah dengar, Le."
"Ya sudah, Fran, fokus menyetir saja."
"Iya Le."
Franky pun melanjutkan perjalanannya.
Makin lama suara tawa itu semakin terdengar jelas, ada penampakan beberapa sosok tuyul kecil sedang duduk di belakang jok mobil yang Franky kendarai, matanya merah menyala giginya menyeringai tampak beberapa taring tajam.
Franky pun menoleh ke arah sumber suara tersebut, yang berasa dari belakang kok mobilnya, terlihat para tuyul yang tengah tertawa terkekeh itu, hendak menerkam Franky, namun Franky tak melihat apa pun.
"Siapa sih yang tertawa? Kalau di luar mobil, kenapa suaranya jelas sekali, seperti ada di dalam mobil ini," batinnya.
Seketika bulu kuduk Franky meremang, dia menjadi tak fokus dalam mengemudikan mobilnya.
Dan ketika Franky hendak menoleh kembali ke arah depan, tiba-tiba Leon melihat ada sosok anak perempuan, sedang berdiri tepat di depan mobil Franky.
"Fran! Awaaasss!!!"
Franky panik, dia tak sempat berbuat sesuatu, karena kejadiannya begitu cepat.
Ciiittt.. braaakkk!
Dan mobil pun menabrak pohon karena kehilangan keseimbangan. Orang-orang yang menyaksikan kejadian tersebut pun segera menghampiri dan berkerumun, salah seorang dari mereka menurunkan Franky dan Leon dari mobil.
"Mereka masih hidup, hanya pingsan," kata salah seorang tersebut.
"Ayo kita bawa ke Rumah Sakit terdekat" kata seorang yang lainnya.
Sementara anak kecil yang dilihat oleh Leon tadi pun sudah menghilang.
Di dalam ruang ICU....
Franky membuka mata, perlahan dia mengerjap, dia terlihat kebingungan.
"Ada di mana aku?" tanyanya.
Seorang pria muda yang membawa Franky mendekatinya dan berkata, "kamu ada di Rumah Sakit, tadi kami melihat mobilmu menabrak pohon mas," kata pria tersebut.
"Oh begitu ya, saya sungguh tidak ingat apa apa," kata Franky.
"Tidak apa-apa, mas, beristirahatlah, lain kali kalau menyetir mobil hati-hati ya, oh iya mobilmu di bawa ke bengkel oleh temanku, biar diperbaiki karena sepertinya rusaknya cukup parah."
"Eh, iya mas terimakasih."
"Sama-sama, mas, sebentar saya panggilkan dokter karena kamu sudah sadar," kata pria tadi sambil keluar meninggalkan Franky.
Kini, di dalam kamar tersebut, hanyalah Franky seorang diri.
"Leon di mana ya? Apa dia baik-baik saja?" batinnya.
Tiba tiba terdengar suara air mengalir begitu deras dari arah kamar mandi.
"Siapa yang menyalakan keran air ya, perasaan nggak ada orang lain selain aku?" gumam Franky lalu turun dari tempat tidurnya dan menuju ke kamar mandi hendak memeriksanya.
__ADS_1
Franky membuka pintu kamar mandi, dia nampak terkejut karena tidak ada orang sama sekali dan suara keran air pun tidak terdengar lagi.
"Aneh, apa aku salah dengar ya?" ujar Franky lagi.
Kemudian Franky kembali ke tempat tidurnya, ketika hendak naik ke tempat tidur dia mendengar suara keran air lagi, bahkan kali ini di iringi suara orang mandi.
Byuuurr...
Franky yang rasa penasarannya besar, segera menghampiri kamar mandi itu.
"Siapa di kamar mandi?"
Tidak ada jawaban, namun tiba tiba pintu terbuka sendiri, Franky melangkahkan kakinya sekali lagi, hingga tepat di depan pintu kamar mandi itu, dia pun memiringkan kepalanya, hendak mengintip siapa yang ada di dalam kamar mandi itu.
Sebuah kepala bermuka rata yang menghadap ke lantai bawah, kaki di atas dengan rambut yang terjuntai ke bawah, dan terdengar suara tawa terkekeh mengerikan, dari makhluk tersebut.
Namun Franky tak melihatnya, dia hanya melihat kalau kamar mandi itu kosong dan tak ada seorang pun di dalamnya.
"Hihihi..."
Bulu kuduk Franky meremang, dia hanya bisa mendengar suara tawa dari makhluk tak kasat mata itu.
"Sekarang, aku dengar suara orang tertawa lagi, tapi kali ini, suaranya seperti orang dewasa," batinnya.
Kemudian Franky berjalan menjauhi kamar mandi tersebut.
Tak lama, pria yang membawa Franky dan Leon tadi, pun masuk ke dalam kamar itu, bersama seorang Dokter.
Franky memilih tidak menceritakan apa yang baru saja dia rasakan, karena dia yakin mereka pasti tidak mungkin percaya.
"Selamat siang, Mas, saya akan memeriksa anda," sapa dokter itu.
Franky mengangguk, kemudian dokter itu segera memeriksa Franky.
"Tidak ada yang perlu di khawatirkan, Mas, anda sudah bisa pulang. Nanti saya kasih resep vitaminnya, silahkan ambil di apotek sebelah dan jangan lupa untuk menyelesaikan biaya administrasi nya," kata dokter tadi.
"Baik, Dok, oh iya Dok, teman saya mana ya?" tanya Franky.
"Teman anda, ada di kamar sebelah, dia baru selesai saya periksa, kondisinya pun baik-baik saja, kalian hari ini sudah bisa pulang."
Franky mengangguk dan mengucapkan termakasih kepada dokter itu.
"Ya sudah, saya tinggal dulu, masih banyak pasien yang mengantri."
Dokter itu pun segera keluar dari kamar Franky.
Hari itu juga Franky segera melunasi biaya Rumah Sakit, kemudian dia menghampiri kamar Leon, di ikuti pria yang mengantar Franky ke rumah sakit itu.
"Hay, Le, bagaimana keadaan kamu?" tanya Franky.
"Baik kok, Frank," jawab Leon.
Kemudian Franky mengajak Leon pulang bersama
Pria yang mengantar Franky dan Leon ke rumah sakit, kini dia mengantarkan mereka berdua ke bengkel mobil, dan kebetulan, mobil Franky pun sudah selesai di servis.
__ADS_1
Franky dan Leon berpamitan, dan mengucapkan terimakasih kepada pria yang telah menolongnya.
Franky pun mengemudikan mobilnya, melanjutkan perjalanannya ke tempat tujuan.