Pulau Abadi

Pulau Abadi
Membujuk Sella


__ADS_3

Sella adalah seorang anak berusia dua belas tahun, dia tak pernah bersekolah karena keterbatasan ekonomi, kedua orang tuanya sudah lama meninggal, ketika Sella masih sangat kecil, dia tinggal dengan neneknya, orang-orang memanggilnya dengan sebutan eyang Gayatri.


Sejak lahir, Sella mempunyai sixth sence, yaitu kemampuan melihat dan merasakan kehadiran makhluk halus.


Kemampuan yang di miliki Sella itu, di turunkan oleh kakeknya, yang kini telah meninggal.


Keseharian Sella adalah, membantu neneknya berjualan kue basah setiap pagi, di depan rumahnya.


Malam itu, hantu Rindi telah berada di dalam rumah Sella, dia berjalan hilir mudik, di sekitar kamar Sella.


Hantu Rindi memang sengaja, menunggu Sella keluar dari kamar, karena dia tak mau mengganggu Sella dari tidur nyenyak nya.


Kemudian hantu Rindi berjalan ke arah dapur, dia melihat ada sebuah kursi kayu, yang terletak di dekat kamar mandi.


Hantu Rindi pun duduk di kursi tersebut.


"Ah lebih baik aku tunggu di sini saja, aku yakin sekali, pasti si Sella sebentar lagi buang air," gumamnya.


Dan benar saja, di dalam kamar, Sella berasa ingin buang air kecil, dia bangun dan turun dari tempat tidurnya, lalu keluar kamar, dan berjalan menuju ke kamar mandi.


Sampai di kamar mandi, Sella di kejutkan oleh hantu Rindi yang sedang duduk manis di dekat kamar mandi.


Sella menatap sinis ke arah hantu Rindi.


"Kamu.. beraninya masuk rumahku tanpa ijin!"


"Hey anak kecil, untuk apa aku harus ijin, aku kan bukan manusia sepertimu, nggak penting sekali," sahut hantu Rindi cuek.


Di sebelah kamar Sella, ada sebuah kamar lagi, itu adalah kamar eyang Gayatri.


Eyang Gayatri terbangun dari tidurnya, karena mendengar suara Sella, eyang Gayatri ini sudah berusia enam puluh tahun, namun pendengarannya masih sangat tajam.


"Sella sedang berbicara dengan siapa ya?" batin eyang Gayatri, yang kemudian berjalan keluar kamar.


Eyang Gayatri berjaln menuju ke kamar Sella, dia melihat pintu kamar Sella terbuka, namun dia tak mendapati Sella di dalam kamarnya.


Kemudian, eyang Gayatri berjalan menuju ke kamar mandi, di sana dia melihat Sella sedang berdiri sendiri.


"Kamu sedang berbicara sengan siapa cu?" tanya eyang Gayatri.


Sella terkesiap.


"Eh ini yang, tadi ada kucing, jadi aku suruh pergi deh, abis aku sebel sama kucing," sahut Sella berbohong.


Eyang Gayatri mengangguk, dia tak merasa curiga sedikitpun.

__ADS_1


"Eyang mau ke kamar mandi juga?" tanya Sella lagi.


"Oh enggak kok, eyang hanya ingin memastikan saja, cucu berbicara dengan siapa," jawab eyang Gayatri.


Sedangkan hantu Rindi yang sedang duduk, tersenyum smirk ke arah eyang Gayatri, kemudian hantu Rindi meniupkan sesuatu ke wajah eyang Gayatri.


Dan seketika, eyang Gayatri menguap.


"Hoahem, ya sudah lanjut cu, eyang mau tidur lagi ya."


"Iya yang," sahut Sella.


Kemudian eyang Gayatri kembali ke kamarnya.


Sella pun berkomunikasi dengan hantu Rindi lewat suara hatinya, supaya eyang Gayatri tak mendengarnya lagi.


"Katakan, apa yang kamu inginkan," kata Sella, masih dengan tatapan sinis nya.


Hantu Rindi tersenyum penuh makna.


"Kamu tunaikan dulu lah hajat kamu itu."


Sella pun masuk ke dalam kamar mandi, untuk menunaikan hajatnya, setelah itu, dia keluar, dan menghampiri hantu Rindi.


"Katakan apa tujuanmu, mengganggu waktuku?" tanya Sella, masih memakai suara hati.


"Untuk apa?"


"Kamu kenal dengan Rinjani, kan?" tanya Rindi.


Sella tampak berpikir dan mengingat sesuatu.


"Apakah hantu yang tempo hari, membuat onar di tempat ini, bersama bidadari itu?" ujar Sella.


"Bidadari?" Hantu Rindi mengerutkan keningnya.


"Ah rupanya kau hantu baru ya, jadi ketinggalan info," kelakar Sella.


Hantu Rindi terdiam.


"Ya sudah nggak perlu di bahas, nggak penting, sekarang katakan, apa sebenarnya tujuan kau menemui aku?" tanya Sella.


"Begini, kamu juga kenal dengan Franky, bukan?" tanya hantu Rindi lagi.


"Franky novelis terkenal itu? Dan sekaligus pacar kamu?" tanya Sella.

__ADS_1


"Benar sekali," sahut hantu Rindi.


"Dia tetangga sebelah, memangnya, ada apa sama dia?"


"Dia itu kan pernah ke pulau abadi, untuk mencari inspirasi, demi merilis karyanya, nah sepulang dari pulau itu, Franky diikuti sama si Rinjani itu, dan sejak itu, Franky dan temannya selalu mengalami kejadian-kejadian aneh," ungkap hantu Rindi.


"Bukan hanya itu, tapi masyarakat sini pun kena dampaknya," sela Sella.


"Nah maka dari itu, aku akan mengajak kamu, kita ke pulau abadi, memusnahkan Rinjani beserta rakyatnya, dengan begitu, pulau abadi kembali aman, tak ada lagi yang menjadi tumbal, dan si Franky pun bisa hidup normal lagi," kata hantu Rindi.


"Kamu sudah gila ya, aku mana boleh bepergian jauh, sendiri juga, pasti nenekku akan curiga."


Rindi terdiam sejenak...


"Benar juga ya, kamu kan masih anak kecil."


"Kamu ajak saja si Joko, pertapa sakti itu, aku yakin, dia pasti bisa membantu kau mengatasi semua nya," sambung Sella.


"Ah kamu benar, ya sudah kalau kamu nggak bisa, aku akan coba berkomunikasi dengan Joko."


"Tapi, sepertinya Joko sedang nggak ada di rumah, dia sedang bertapa, kau susul saja dia," kata Sella.


"Baiklah, dia sedang bertapa di gunung S, aku akan kesana, ya sudah, maaf ya kalau aku sudah mengganggumu," kata hantu Rindi.


"Nggak masalah, semoga kamu bisa memusnahkan Rinjani beserta rakyatnya yang kamu bilang tadi, biar desa ini juga kembali aman," kata Sella.


"Oke," sahut hantu Rindi, kemudian menghilang dari hadapan Sella.


Sella pun berjalan kembali ke kamarnya, dia melanjutkan tidurnya di malam yang masih tersisa.


Hantu Rindi kini telah berada di depan rumah Franky


"Ah sebaiknya aku disini dulu, malas nyusul Joko, dia pasti sedang fokus sekarang ini, mungkin besok siang saja, aku ke gunung S, dia pasti sedang jeda," gumamnya.


Hantu Rindi menembus masuk ke dalam rumah Franky, dia melayang ke arah kamar pria itu, dan menembus pintu kamarnya. Kini hantu Rindi telah berada, dia atas kasur, di mana Franky telah tertidur pulas di sampingnya. Hantu Rindi menatap lekat wajah Franky yang tengah tertidur itu.


Tak terasa, bulir bening menetes di pipinya.


"Angga, aku sangat mencintaimu, tapi apalah daya, kita sudah berbeda alam, semoga kamu menemukan perempuan yang juga tulus mencintaimu, dan bisa membuatmu bahagia, sekarang ini, aku akan membantumu, supaya hidupmu kembali normal lagi," gumam Rindi, sambil terus menatap wajah Franky.


Tiba-tiba, Franky merasa kedinginan, dan dia pun terbangun dari tidurnya, hendak menyelimuti tubuhnya. Pria itupun terkejut, mendapati hantu Rindi di sampingnya.


"Kamu ini Rin, bisa nggak sih, nggak mengagetkanku, datang dan pergi seenaknya saja, jantungku bisa lepas lama-lama," gerutu Franky.


"Hihihihi," hantu Rindi terkekeh.

__ADS_1


"Yeee, malah tertawa lagi," gumam Franky kesal.


__ADS_2