Pulau Abadi

Pulau Abadi
Snack Ginjal Manusia


__ADS_3

Baru beberapa langkah, Franky kembali lagi masuk ke dalam rumah.


"Lho, apa yang ketinggalan, Mas?" tanya Via yang sedang asik menonton televisi.


"Nggak ada," sahut Franky.


"Terus?"


"Nabrak."


"Dih, kamu itu, Mas, nyebelin."


"Nyebelin tapi kamu suka, kan?"


"Huuu ...." Via memonyongkan bibirnya.


"Hahaha ... begini, Vi, tiba-tiba aku penasaran, jadi ingin bertanya sesuatu."


"Apa itu, Mas?"


"Apalagi informasi yang kamu ketahui tentang Anton si pemilik salon itu?"


"Oh, dia itu mencari donor ginjal, untuk dia jadikan bahan snack kering."


"Hah? Snack kering?" Franky merasa bingung.


"Iya, makanan kering, bisa berbentuk kue kering, jajanan kering gitu, tapi dijualnya di luar negeri."


"Memang kenapa, Vi, sampai di jual ke luar negeri segala?"


"Karna menurut informasi yang aku dengar, makanan itu komposisinya mengandung ginjal manusia."


Franky pun membelalakan matanya. "Kok aku jadi tambah bingung."


"Jadi gini, Mas, Anton itu memproduksi makanan yang dipercaya bisa membuat awet muda yang memakannya, mereka tetap kelihatan cantik dan muda, apabila makan makanan itu."


"Tapi bagaimana bisa?"


"Di dunia ini, apa sih yang nggak bisa dilakukan oleh manusia."


"Iya juga sih, tapi Vi, aku masih penasaran dengan ginjal para pendonor, yang dijadikan makanan itu."


"Ya, mungkin ginjal itu diolah menjadi makanan kering gitu, aku juga nggak begitu paham, kan aku nggak pernah masuk salonnya."


"Jadi ... maksud kamu, dia mencari orang yang mau mendonorkan ginjalnya, untuk bisnis ilegal?"


"Benar sekali, karna dia memanfaatkan organ tubuh manusia untuk kepentingannya sendiri, dan tentu saja banyak korban berjatuhan, karna dia membunuh para pendonor yang telah mendonorkan ginjalnya, sudah pasti itu perbuatan yang keji, dan sudah melanggar norma kesusilaan."


"Tunggu, lantas siapa yang melakukan pengoperasian ginjal itu?"


"Oh iya, aku lupa bilang, dia menyewa dokter gadungan untuk melakukannya."


Franky mengelus dadanya. "Ya Tuhan, kenapa ada orang sekejam dia."

__ADS_1


"Ya, kita juga bisa apa, Mas."


"Ini nggak bisa dibiarkan, kita harus lapor polisi."


"Mas, kamu yang tenang ya, jangan gegabah."


"Iya Vi, aku akan membicarakan hal ini sama Joko."


"Iya Mas, yang tenang, aku nggak mau kamu itu sampai salah langkah, bisa-bisa kamu malah yang jadi korban."


"Huft, aku pikir dia cari donor ginjal untuk dijual ke rumah sakit atau didonorkan ke orang yang benar-benar membutuhkan, eh ... ternyata dia menyalahgunakan organ manusia untuk keuntungannya sendiri, dasar biadab."


"Sabar Mas."


"Ya sudah, aku lanjut dulu ya, maaf sudah mengganggu."


"Ah nggak ganggu kok Mas, inikan rumah kamu, masa iya ganggu orang di rumah sendiri, ada-ada saja kamu Mas."


Franky terkekeh, kemudian keluar rumah, dan melangkahkan kakinya menuju ke rumah Joko, dia tetap membawa laptopnya, namun lagi-lagi dia mengurungkan niatnya untuk menulis.


****


Di sebuah salon milik Anton, terdengar percakapan antara Anton dan anak buahnya ....


"Sepertinya bulan ini kita kebanjiran orderan dari luar negri Bos," kata Toto, nama salah satu anak buah Anton.


"Ya bagus itu," sahut Anton.


"Tapi ...."


"Kita kekurangan bahan baku, Bos."


"Memang pendonor ginjal sudah berkurang?"


"Benar Bos, dan sepertinya kita harus mencari kebih banyak agen, agar bisa mengumpulkan ginjal manusia sebanyak mungkin."


"Bagaimana kalau kau ubah strategi, coba kau ke pasar-pasar tradisional, kau dekati ibu-ibu penjual sayur, terutama yang kurang mampu, beri mereka iming-iming yang yang besar, agar mereka mau mendonorkan ginjalnya."


"Siap, Bos."


Anton pun memasuki ruangan yang mirip laboratorium, dan memeriksa stok makanan ringan yang selesai diproses.


"Kalau penjualan makanan ringan ku ini laku keras, aku bisa kaya raya, dan bisa membeli apa saja yang aku mau, bahkan membeli wanita manapun yang aku suka," batin Anton.


"Bos, ada yang mau bertemu," ucap Toto membuyarkan lamunan Anton.


Anton menoleh ke anak buahnya. "Siapa?"


"Tidak tahu Bos, dia perempuan, ya sekitar umur tiga puluh tahunan."


Anton keluar dari ruangan itu, dan menemui wanita yang dimaksud.


"Selamat siang Pak," sapa wanita itu.

__ADS_1


"Siang, ada yang bisa saya bantu?"


"Maaf, nama saya Linda, saya mendengar informasi mengenai donor ginjal itu?"


"Oh, begitu, apa anda ingin mendonorkan ginjal anda?"


"Bukan saya Pak, tapi saya akan kasih tahu bapak, panti asuhan anak yatim piatu, mungkin bapak bisa mencari pendonor di sana."


"Panti asuhan anak yatim piatu? Wah masih anak-anak rupanya? Boleh juga, tentu saja ginjal muda lebih ampuh khasiatnya," batin Anton.


"Bagaimana? Apa bapak bersedia, kalau iya, ini kartu nama panti itu," Linda menyodorkan sebuah kartu nama kepada Anton, dan Anton pun menerimanya.


"Baik, ini uang komisi buat anda."


Linda menerima uang pemberian Anton dengan senang hati, kemudian pamit pulang.


"Ya sudah, aku akan berangkat ke panti itu, kamu jaga salon ini, jangan sampai ada penyusup lagi."


"Siap Bos."


Anton pun berjalan menuju ke mobilnya.


"Selamat siang bapak Anton," sampai di panti asuhan, Anton disambut dengan ramah, oleh pengurus panti itu.


"Siang."


"Begini, setelah saya mendengar iklan donor ginjal dari anak buah bapak, saya sengaja mengumpulkan anak-anak di jalanan, karna mereka juga tidak ada yang mengurus."


"Memang ada berapa anak?"


"Lumayan banyak, ada dua ratus anak lebih, karna setiap hari kita bertemu anak-anak yatim di jalan, ada yang sedang mengamen, ada yang minta-minta. Ya kami pikir, dari pada berkeliaran di jalanan, ya lebih baik kami ajak kemari."


"Wah, lumayan nih, pasti bisnis ku bakal maju pesat, dengan begitu aku bisa menguasai pasar asia," batin Anton."


"Jadi, bapak mau melakukan hari ini?" tanya pengurus panti itu.


"Iya, lebih cepat lebih baik, ya sudah, anda kumpulkan anak-anak itu, ini ada uang, tolong anda belikan makanan yang enak-enak, suruh mereka makan dulu, biar kuat nantinya, saya akan menelpon dokter yang akan melakukan operasi transplantasi organ."


"Baik pak," pengurus panti itu beranjak dari duduknya dia keluar membeli sejumlah besar nasi box, dan menyuruh anak-anak panti itu untuk makan bersama.


Selesai makan, bertepatan dengan itu, datanglah seorang dokter beserta karyawannya.


"Bagaimana? Apa bisa kita mulai?"


"Ya dok, silahkan," kata Anton.


Dokter dan karyawannya masuk ke dalam ruang yang telah disediakan, dan pengurus panti mengumpulkan semua anak-anak. Dan tak lama, dokter mulai melakukan transplantasi.


Sementara itu, Anton mengambil satu bungkus sampel kue kering, yang dia bawa.


"Aku yakin, dengan makan kue kering yang terbuat dari ginjal manusia ini, orang-orang akan menjadi awet muda," batin Anton dengan menyunggingkan senyumnya.


"Bos, ada yang meninggal, setelah mendonorkan ginjalnya," kata karyawan dari dokter itu.

__ADS_1


Anton bergegas menuju ke ruangan khusus, di mana anak-anak sedang melakukan transplantasi, dia melihat beberapa anak terlihat pucat, ada yang muntah-muntah, dan ada pula beberapa yang meninggal di tempat.


__ADS_2