Pulau Abadi

Pulau Abadi
Terbawa Suasana


__ADS_3

Tiba-tiba, bulu kuduk Franky meremang ....


"Kenapa aku jadi merinding begini, ya? Ah, masa iya aku terbawa suasana.


Bab satu pun selesai ditulis oleh Franky.


Kemudian Franky menutup laptopnya, dan meletakannya di atas meja dekat tempat tidurnya.


"Aku lanjutkan besok saja deh, nulis cerita horor, malah jadi merinding," batin Franky.


Franky pun merebahkan tubuhnya di atas kasur, dia memainkan ponselnya. Franky membuka aplikasi biru, dia menscroll layar dan membaca beberapa kabar berita terbaru, netranya tertuju pada sebuah status milik salah satu pengguna sosial media itu. Dari profilnya, sepertinya dia adalah author juga, sama seperti Franky.


"Saya kalau nulis cerita horor malam hari, pasti terbawa suasana, sedang fokus menulis, eh tiba-tiba saya merasa ada seseorang, yang duduk di dekat saya, dan saya jadi merinding, akhirnya saya nggak berani nulis cerita horor kalau malam, saya nulis kalau siang saja."


Begitulah Franky membaca status pengguna sosial media tersebut.


"Hah? Apa iya, kalau nulis cerita horor malam hari, kita diganggu sama hantu, yang di dalam cerita kita?" Franky bertanya dalam hati.


Dan, bulu kuduknya meremang sekali lagi.


"Hiiiyyy ...."


Franky pun menaruh ponselnya, di samping bantal yang dia pakai, kemudian dia menarik selimut, dan memejamkan matanya.


Samar-samar, Franky mendengar suara di bawah kolong tempat tidurnya.


Franky membuka matanya, dia terduduk di atas tempat tidurnya. Bau anyir, dan bau busuk menyeruak, menyengat hidung.


"Suara apa itu, ya?" tanyanya dalam hati.


Suara itu kembali terdengar, seperti sedang menepuk-nepuk lantai. Franky pun mendengarkan dengan seksama.


"Sepertinya, suara itu dari kolong tempat tidurku," batin Franky. Dia pun memberanikan diri untuk turun, membungkuk, dan mengintip ke arah kolong tempat tidurnya.


Betapa terkejutnya Franky, dia melihat sepotong tangan buntung di kolong tempat tidurnya, tangan itu berlumuran darah, sedang menepuk-nepuk lantai.


Sedang fokus memperhatikan tangan buntung itu, tiba-tiba tangan itu bergerak, mendekat ke arah Franky, dan menempel di wajah Franky.


"Aaaahhhh ....!"


Franky terbangun dari tidurnya, dan dia terduduk.


Perlahan, Franky mengucek matanya, kemudian menoleh ke kiri dan ke kanan. Tak ketinggalan, Franky pun mengintip ke kolong tempat tidurnya. Namun, Franky tak melihat apapun di sana.

__ADS_1


Franky kembali duduk di atas kasurnya. "Ah ternyata hanya mimpi saja," gumamnya lirih.


Franky melirik jam dinding, waktu menunjukan pukul dua malam.


Tiba-tiba pria itu, merasa haus pada tenggorokannya. Dia pun turun dari tempat tidurnya, dan berjalan keluar kamar menuju ke dapur. Franky mengambil gelas, dan mengisinya dengan air putih, lalu meminumnya.


Samar-samar, Franky mendengar suara seseorang yang sedang minum juga di belakangnya, terdengar jelas sekali, tegukan demi tegukan dari tenggorokannya.


Franky pun menoleh ke belakang, namun tak ada siapapun di belakangnya.


"Sepertinya, baru saja aku mendengar suara orang sedang minum juga, apa aku salah dengar ya," batin Franky.


Seketika, angin malam berhembus, menyeruak masuk ke dalam dapur, dan menerpa tubuh Franky.


"Dingin sekali, sebaiknya aku kembali ke kamar melanjutkan tidurku, lagi pula ini masih malam," batinnya.


Franky pun kembali ke dalam kamarnya, dia membaringkan tubuhnya di atas kasur, dan memejamkan matanya, hingga akhirnya tertidur pulas. Kali ini, Franky kembali mendengar suara, dari bawah kolong tempat tidurnya.


Franky terbangun, dan penasaran. "Suara apa lagi sih?"


Franky pun turun dari tempat tidurnya, dan mengintip ke kolong tempat tidurnya.


Lagi-lagi, dia melihat sepotong tangan buntung berlumuran darah, tangan itu menepuk-nepuk lantai.


Franky memperhatikan dengan seksama.


Lama Franky termenung, akhirnya dia berencana, akan menggali lantai di bawah tempat tidurnya itu. Franky pun keluar dari kamar, dan mencari cangkul, dia menemukannya di dekat kamar mandi.


Franky kembali ke kamar dengan membawa cangkul. Dia menggeser tempat tidurnya, dan mulai menggali lantai itu.


Lama Franky menggali hingga dalam, tiba-tiba dia menemukan mayat seorang perempuan, di dalam tanah yang baru saja dia gali, dengan potongan tangan di atas tubuhnya.


Franky terbelalak. "Mayat siapa ini?"


Franky segera menuju ke rumah ketua RT, dia menceritakan kejadian yang dia alami, ketua RT pun menuju ke rumah Franky.


Dan benar saja, ketua RT itu melihat mayat yang baru saja ditemukan oleh Franky.


Singkat cerita, ketua RT pun memanggil warga, untuk segera mengurus pemakaman mayat perempuan itu.


Setelah dimandikan dan dikafani serta didoakan, mayat perempuan itu dikubur dengan layak oleh warga setempat.


Ketua RT mengucapkan terimakasih kepada Franky. Konon menurut cerita, mayat itu adalah korban pemerkosaan pada jaman dahulu, di rumah yang kini ditinggali oleh Franky.

__ADS_1


Jaman dahulu, ada seorang wanita, yang hidup sendiri di sebuah rumah.


Singkat cerita, wanita itu menjalin kisah asmara, dengan seorang lelaki.


Dan wanita itu, sering membawa sang kekasih ke rumahnya. Suatu hari, tiba-tiba wanita itu menghilang tanpa jejak. Berbulan-bulan, para warga mencari, namun tak kunjung bertemu dengan wanita itu.


Begitulah cerita dari ketua RT tersebut.


Dan menurut kabar, wanita itu dibunuh oleh sang kekasih, dan jasadnya dikubur di bawah tempat tidur.


"Saya pulang dulu, Fran, terimakasih, karna kamu sudah membantu menemukan mayat perempuan itu," kata ketua RT dan beberapa warga, pun berpamitan pulang.


Franky kembali melirik jam dindingnya.


Kali ini waktu sudah menunjukkan pukul tiga dini hari. "Ah masih malam, sebaiknya aku tidur lagi."


Franky berjalan masuk ke dalam kamarnya. Dia merebahkan tubuhnya di atas kasur, dan tiba-tiba di dalam kamar, tercium aroma melati.


"Hah? Kok bau melati, perasaan aku nggak pakai parfum ini," batin Franky.


Dan seketika, muncullah wanita yang wajahnya mirip dengan mayat yang ditemukan Franky


Wanita itu tersenyum ke arah Franky, sambil melambaikan tangannya, seolah hendak mengucapkan terimakasih kepada pria itu, karena dia telah menemukan jasadnya, dan menguburkannya dengan layak.


Franky merasa penasaran, dia pun turun dari tempat tidurnya, dengan maksud hendak menghampiri wanita tersebut.


Namun, ketika Franky hendak melangkahkan kakinya, dia tak sengaja menginjak kulit pisang yang ada di kamarnya, seketika Franky terpeleset dan ....


Bugh!


Franky pun terjatuh, dan bersamaan dengan hal itu juga, Franky terbangun dari tidurnya.


Franky merasa heran, dia mengerutkan keningnya.


"Aku mimpi apa ya, barusan?" gumamnya.


Franky mencoba mengingat-ingat kembali, mimpinya itu.


"Ah aku ingat, aku mimpi melihat tangan buntung di kolong tempat tidurku, eh tunggu deh, kok inti mimpinya sama seperti cerita yang sedang aku tulis?"


"Aha, aku punya ide, sebaiknya aku membuat cerita, sesuai dengan mimpiku itu, sepertinya nyambung."


Dan Franky pun kembali melirik jam dinding.

__ADS_1


"Sudah jam enam pagi."


Franky senyum-senyum sendiri.


__ADS_2