
Kalau jantung kamu lepas, dilem saja, kan nanti nempel lagi," kelakar hantu Rindi.
"Ah nggak lucu bercandanya," cetus Franky.
"Ya kamu sih, aneh-aneh saja," kata hantu Rindi.
"Aneh bagaimana?" tanya Franky.
"Namanya juga hantu, ya datang dan pergi seenak jidat, itu wajar, nah kalau manusia, datang dan pergi seenaknya itu namanya PHP."
"Apa itu PHP, Rin?" Kening Franky berkerut.
"Pemberi harapan palsu, eaaa!" Hantu Rindi kembali terkekeh.
"Huuu, kamu ini, sudah mati saja masih lebay," cibir Franky.
"Memang hanya manusia saja yang boleh lebay? Hihihi." hantu Rindi kembali terkekeh.
Franky hanya menggeleng, gemas dengan tingkah Rindi.
"Ya sudah, kamu tidur lagi Ngga, aku akan jaga kamu di luar," kata hantu Rindi.
"Kenapa harus di luar? Di sini saja nggak masalah," sahut Franky.
"Nanti kamu terganggu, dan nggak bisa tidur," kata Rindi.
"Ya enggaklah, Rin, tadi aku cuma kaget saja, lagian, aku sudah nggak bisa tidur lagi," ujar Franky.
"Ini masih malam, kalau nggak tidur, besok badan kamu lemas, dan nggak bisa beraktifitas," ujar hantu Rindi.
"Tapi aku sudah cukup tidur siang tadi, dan sekarang aku ingin mengobrol sama kamu," kata Franky.
Hantu Rindi tersenyum. "Ya sudah, aku akan temani kamu mengobrol malam ini."
"Tapi kamu janji, Rin."
"Janji apa, Fran?"
"Jangan mendadak hilang."
Hantu Rindi terus terkekeh, mengeluarkan suaranya yang mengerikan, dan memperlihatkan taringnya yang tajam.
"Bisa nggak sih, kalau tertawa tuh yang merdu, jangan serem begitu," kata Franky, sambil menggembungkan kedua pipinya.
"Kalau mau suara merdu, silahkan kamu cari penyanyi, namanya juga hantu, ya seperti ini suaranya hihihi."
"Stop! Bisakah kamu berhenti tertawa, telingaku sakit Rin, huft."
Hantu Rindi pun menghentikan tawanya.
__ADS_1
Franky pun menatap Rindi, yang kini duduk di sampingnya.
Perlahan, Franky mendekatkan tengannya, ke kepala hantu Rindi, dia bermaksud hendak membelai surai milik hantu Rindi, namun ketika tangan Franky melekat di kepala hantu Rindi, alangkah terkejutnya Franky, karna tangannya menembus kepala hantu Rindi.
"Huh?"
"Kamu itu lupa, atau pura-pura lupa sih, Fran? Aku ini hantu, bukan manusia, jadi kamu nggak bisa memegang anggota badan aku."
Franky menepuk keningnya. "Astaga!"
Franky pun kembali menatap lekat ke arah hantu Rindi.
"Rin, apakah manusia dan hantu bisa berpacaran?"
Rindi mengerutkan keningnya. "Maksud kamu apa, Fran?"
"Ya, aku kan sudah sangat cinta sama kamu, apa kita bisa tetap pacaran walaupun kamu sudah jadi hantu?"
Hantu Rindi kembali tertawa, tawanya menggelegar, membuat telinga Franky merasa sakit. Pria itupun menutup telinganya.
"Hey, bisakah kamu berhenti tertawa?" ujar Franky, yang merasa sudah tak tahan lagi.
Hantu Rindi pun menghentikan tawanya. "Habis pertanyaan kamu itu lucu."
"Bagaimana? Apakah kita bisa menjalin kasih, seperti lelaki dan perempuan pada umumnya?" Franky memastikan kembali.
"Bisa saja, tapi itu akan sangat aneh, Fran," sahut hantu Rindi.
"Ya iyalah, kan kita beda alam, masa iya kita pacaran, sepertinya lucu deh."
"Ah buktinya, aku dengar dari pak kiyai, kalau ada jin yang menyukai manusia, dan mereka berpacaran seperti manusia pada umumnya."
"Ya memang benar, tapi itu artinya, aku harus menjelma menjadi manusia, kalau wujudku tetap seperti ini, nanti semua manusia heran melihat kamu."
"Heran kenapa, Rin?"
"Ya ampun, Fran, kamu kan tahu, aku ini nggak bisa dilihat sama manusia biasa, nah kalau kita lagi jalan bersama, terus kita ngobrol, pasti orang-orang akan mengira, kalau kamu bicara sendiri, dan bisa jadi mereka menganggap kamu gila."
"Ya kamu menjelma jadi manusia cukup di sini sajalah, Rin, nggak perlu di depan umum, lagian, nanti kamu juga yang repot, aku hanya butuh kamu kalau malam saja, untuk menemani kesepianku, dan juga menghangatkan kedinginanku."
Hantu Rindi terlena mendengar rayuan maut Franky.
"Ah berarti aku hanya untuk pelampiasan kamu saja, Fran?"
"Ya enggaklah, Rin, kalau kamu berpikir, aku menjadikan kamu sebagai pelampiasanku, aku pasti punya perempuan lain, dan kamu aku jadikan cadangan saja, nah kenyataannya nggak begitu, kan?"
"Betul juga, ya sudah aku bersedia menjadi kekasih gaibmu," kata hantu Rindi.
Mata Franky berbinar, dia sangat senang sekali. "Benarkah, Rin?"
__ADS_1
Hantu Rindi mengangguk, dan tanpa sadar Franky memeluk Rindi, namun pria itu tak menyangka, kalau tubuhnya menembus tubuh hantu Rindi.
"Kamu itu, semangat sekali, Fran, tunggulah sebentar, aku akan menjelma menjadi manusia dulu."
Dalam sekejap, kini di hadapan Franky berdirilah sosok wanita yang cantik jelita, jelmaan dari hantu Rundi. Wajahnya bersih, dan rambutnya panjang, tertata rapi, hantu Rindi tersenyum kepada Franky.
Franky benar-benar terpana okeh kecantikan hantu Rindi.
Perlahan, Franky mendekati hantu Rindi, dia meraba wajahnya, namun Franky merasa lega, karena kali ini dia dapat menyentuh wajah hantu Rindi, tanpa takut menembusnya lagi.
"Rindi, aku kangen sekali sama kamu," bisik Franky.
Hantu Rindi tersenyum smirk.
Perlahan, Franky mendekatkan bibirnya ke bibir milik hantu Rindi. Setelah itu, Franky memagut lembut bibir hantu Rindi, dan hantu Rindi pun tampak menikmatinya.
Lama Franky dan hantu Rindi saling berpagutan, akhirnya Franky tak dapat lagi menahan hasrat kelakiannya. Dia segera membopong tubuh hantu Rindi, dan membaringkannya di atas kasur.
Perlahan, Franky melucuti satu persatu pakaian Rindi, hingga kini tak sehelai benang pun yang melekat di tubuh hantu Rindi. Franky mengecupi semua bagian tubuh hantu Rindi.
"Ahhh ...."
Terdengar ******* lembut dari mulut hantu Rindi.
Franky bertambah antusias.
Dan dalam sekejap, pusaka milik Franky mengeras, karena tak tahan, dia pun memasukannya ke dalam sana, yang menjadi milik hantu Rindi.
"Ahhh ...."
Lagi-lagi hantu Rindi mendesah, merasakan kenikmatan yang luar biasa.
Kini, tubuh Franky sudah berada di atas tubuh hantu Rindi. Serangan demi serangan di berikan kepada Franky. Hingga akhirnya, pertarungan seru itu pun selesai. Franky dan hantu Rindi terkulai tak berdaya di atas kasur.
Erlangga tersenyum puas, ke arah hantu Rindi.
"Rin," bisiknya.
"Ada apa, Fran?"
"Kamu begitu menggairahkan," ujar Franky masih setengah berbisik.
Rindi hanya tersenyum, tanpa bisa berkata-kata.
Tiba-tiba, perut Franky merasa mual, dia pun segera turun dari tempat tidurnya, dan setengah berlari menuju ke kamar mandi.
Di dalam kamar mandi, Franky memuntahkan sesuatu dari mulutnya. Pria itu sangat terkejut, begitu melihat apa yang dia keluarkan dari mulutnya. Beberapa ekor belatung, menggeliat di lantai kamar mandi itu. Franky segera menyiramnya dengan air.
Kemudian Franky kembali masuk ke dalam kamarnya, dan hantu Rindi sudah tak terlihat lagi, di kamar itu.
__ADS_1
"Dasar hantu, kebiasaan, datang dan pergi sesuka hati, huft," batinnya.
Dan bersamaan dengan itu, adzan subuh pun berkumandang. Franky melanjutkan kembali tidurnya, karena dia merasakan kantuk yang sangat dahsyat.