
"Ah kenapa sih, aku jadi cengeng begini." Franky segera menghapus air matanya, dengan telapak tangannya.
Dia kembali merenung ....
"Jadi, Rindi yang aku temui kemarin-kemarin itu, adalah jelmaan dari hantu Rinjani? Hem, pantas saja kelakuannya aneh setelah sembuh dari koma, dan logat bicaranya pun sangat asing, kasihan sekali Rindi, aku ingin membantu, tapi bagaimana caranya? Supaya aku bisa mengeluarkan roh Rinjani dari dalam badan Rindi? Ah ... ini sungguh di luar nalar, pusing aku memikirkan semua ini."
Franky pun membawa masuk gelas yang sudah kosong itu dan menaruhnya di dapur.
Setelah itu dia masuk ke dalam kamarnya dan mengambil laptopnya lalu kembali keluar dan duduk di teras depan rumah.
"Sekarang, aku mau buat novel apa ya? Bingung, nggak ada ide sama sekali, tapi aku harus bikin novel lagi, kalau enggak, aku nggak dapat uang, masa iya aku mau menghabiskan tabunganku," gumam Franky dalam hati.
Franky tampak berpikir keras dan seketika dia pun termenung.
"Franky ... Franky ...."
Tiba-tiba ada sosok wanita memanggil nama Franky membuat si empunya nama terhenyak seketika.
"Siapa yang panggil-panggil aku, barusan?" batinnya.
Franky menoleh ke kiri dan ke kanan dan kini di hadapannya berdirilah sosok yang tak asing di matanya.
Franky pun terkesiap.
"Rin ... Rinjani?"
Sosok Rinjani yang bersemayan di dalam jazad Rindi pun menatap intens ke arah Franky kemudian tersenyum smirk.
"Franky, saya rindu sekali dengan anda," kata Rinjani.
Franky tetap diam mematung sambil terus menatap Rinjani, dia bingung harus berkata apa.
"Franky, ayo ikut dengan saya, saya akan mengajak anda bermain-main di tempat yang indah." ajak Rinjani.
Bagai kerbau di cucuk hidungnya Fransisco pun menuruti ajakan Rinjani tanpa menolak sedikitpun.
Kini Franky dan Rinjani berada di sebuah taman yang terdapat beraneka macam bunga-bunga yang mekar.
"Fran, kapan anda akan menikahi saya? Saya sudah tak sabar ingin menjadi pendamping hidup anda," tanya Rinjani penuh harap.
"Kamu tunggu saja, Rin, nggak lama lagi, aku pasti akan menikahi kamu," jawab Franky dengan tatapan kosong.
"Tapi, kapan?" desak Rinjani.
"Secepatnya," sahut Franky singkat.
Rinjani pun tersenyum miring sedangkan dari kejauhan terlihat hantu Rindi terbang melayang-layang berkeliling di sekitar tempat itu mencari-cari sosok Franky yang hilang dan masuk ke dunia lain.
"Kemana sih si Franky? Bisa-bisanya dia masuk ke alam seperti ini," guman hantu Rindi.
__ADS_1
Setelah berkeliling kesana dan kemari hantu Rindi akhirnya menemukan sosok wanita yang berwajah mengerikan memiliki rambut panjang yang terjuntai sampai ke tanah beserta kuku-kukunya yang sangat panjang.
Namun di mata Franky sosok wanita itu terlihat seperti Franky, gadis berkebaya dan berkerudung putih yang sangat cantik jelita.
"Ternyata jin pulau itu ada di sini, dasar genit, huft."
Hantu Rindi pun segera melesat ke arah mereka berdua, dia berpikir harus menyelamatkan Franky, kalau tidak Franky bisa saja tak dapat kembali ke alam manusia karena Rinjani akan mengajak Franky ke dunia gaib.
Franky hanya diam tak bergeming ketika Rinjani mengecup bibirnya.
Dan dari belakang raut wajah hantu Rindi memancarkan api kecemburuan, hatinya panas membara.
"Kurang ajar! Berani sekali dia menyentuh Franky, dasar Jin genit, tapi Franky kenapa mau saja sih, bukankah sudah aku kasih tahu, kalau Rinjani itu adalah hantu jahat, yang ingin menyesatkan dia, tapi kenapa Franky masih saja menemui si Rinjani itu? Apa dia lupa?"
Kemudian Hantu Rindi memperhatikan Franky dengan seksama, mendadak hantu Rindi menjadi curiga manakala Franky hanya diam tak bergeming sedikit pun.
"Ternyata jin genit itu sudah menyihir Franky. Pantas saja Franky hanya diam mematung, awas kau jin genit."
Hantu Rindi pun hendak menerkam Rinjani namun dia mengurungkan niatnya.
"Kalau aku menyerang jin genit itu, sama saja aku melukai tubuhku sendiri, sebaiknya aku kurung dia saja di suatu tempat, supaya nggak bisa berkeliaran seenaknya."
Hantu Rindi terlihat sedang berpikir, dia memutar otaknya sambil berjalan menjauh dari Franky dan Rinjani.
"Sebaiknya, aku kurung di mana ya, jin genit itu?" hantu Rindi masih terus berpikir.
Sementara itu Franky dan Rindi masih menikmati kemesraan mereka.
Franky mengangguk namun masih dengan tatapan kosongnya.
"Kalau begitu, cepat nikahi saya." Rinjani bersikeras.
Franky menatap kosong ke arah Rinjani.
"Sabarlah sebentar, aku pasti akan menikahi kamu, kamu nggak perlu khawatir, begitu surat ceraiku turun, aku akan segera menikahimu," ujar Franky.
"Memang kalau nggak ada surat cerai, kita nggak bisa menikah?" tanya lagi.
"Ya nggak bisalah, Rin, semua sudah ada rulesnya masing-masing."
"Tapi berapa lama lagi, Fran?"
"Sabarlah, Rin, nggak lama lagi kok," sahut Franky.
"Ya sudah, tapi janji ya, jangan bohong, nanti dosa lho."
"Dih, hantu kok tahu dosa segala," ucap Franky.
"Ya jelas tahulah, memangnya manusia saja yang tahu dosa," kelakar Rinjani.
__ADS_1
Franky hanya terdiam.
"Hey, kenapa diam?"
"Eh, iya Rin, aku nggak bohong, aku akan segera menikahimu secepatnya," sahut Franky.
Dan mereka berdua pun mengobrol dengan mesra.
Sementara hantu Rindi terlihat sedang berjalan sambil terus memutar otaknya.
Tiba-tiba tak disengaja kakinya menendang sebuah benda keras.
Hantu Rindi menghentikan langkahnya.
"Apa itu tadi, yang aku tendang?"
Hantu Rindi pun mengarahkan pandangannya ke bawah dan seketika netranya mengarah ke sebuah botol berukuran kecil.
Seketika ide cemerlang terbesit dalam benaknya, dia pun tersenyum smirk.
"Lebih baik aku masukan jin genit itu ke dalam botol ini, dengan begitu, dia nggak akan bisa berkeliaran dan mengganggu Franky lagi," gumam hantu Rindi.
Hantu Rindi pun berbalik arah hendak kembali ke tempat di mana Franky dan Rinjani berada.
Ketika dia berjalan melangkahkah kakinya tanpa sengaja botol yang di pegangnya jatuh dari genggaman tangannya.
"Sial, kenapa harus jatuh sih?"
Dan botol itu menggelinding hingga jauh.
Hantu Rindi merasa kesal karena dia harus berbalik arah lagi untuk mengambil botol itu.
Hantu Rindi pun berjalan ke arah botol itu berada dan mengambilnya lalu menggenggamnya dengan erat setelah itu dia segera bergegas menuju ke tempat Franky dan Rinjani.
Sementara Franky dan Rinjani saat itu masih asik mengobrol dengan Franky.
"Tapi kalau anda sudah menikah dengan saya nanti, anda harus ikut dengan saya," kata Rinjani.
"Kemana?" tanya Franky masih dengan tatapan kosongnya.
"Ya ke rumah saya, karna saya tak mau tinggal di tempat anda ... bagaimana? Apakah anda bersedia ikut dengan saya, setelah menikah nanti?" Rinjani memastikan.
"Iya, saya mau," sahut Franky dengan nada datarnya.
"Bagus," gumam Rinjani sambil terkekeh.
Mereka berdua tak menyadari bahwa hantu Rindi kini telah tiba di belakang mereka.
Dan ternyata Rindi telah mendengar percakapan Franky dan Rinjani.
__ADS_1
"Cih! Jangan mimpi kamu, jin genit, sampai kapan pun, kamu nggak akan pernah bisa bersatu dengan Franky," gumam Rindi.