PULAU BERHALA

PULAU BERHALA
EPISODE 157: KEMBALI MEMANGGIL TUYUL


__ADS_3

    Menyaksikan barang dagangan yang belum komplit, melihat ruangan toko yang masih banyak yang kosong, mengetahui para pembeli yang mencari barang yang ingin dibeli namun ternyata di toko itu tidak ada, berkali-kali dua orang pelayannya menanyakan barang yang belum ada di tokonya, Podin mulai memikirkan bagaimana caranya untuk memenuhi semuanya itu. Podin tentunya ingin memberikan tambahan modal kembali kepada istrinya, agar Cik Melan bisa memenuhi tokonya itu, bisa melengkapi barang-barang dagangannya. Dan tentunya agar para pembeli yang datang, para pelanggan yang ingin membeli sesuatu di toko itu tidak kecewa karena barang yang akan dibelinya tidak ada di tokonya.


    Pastinya, Podin juga khawatir kalau setiap pembeli yang datang kecewa lantaran barang yang dicarinya tidak ada, maka ia akan kehilangan pelanggan. Pembeli itu pasti akan mencari ke tempat lain, pembeli itu pasti akan membeli barang-barang yang dicari di toko yang lainnya. Dan pastinya, itu akan membuat toko milik Podin nantinya akan ditinggalkan oleh para pelanggannya.


    Khawatir kalau sampai hal itu terjadi, maka mau tidak mau, Podin harus mencari modal untuk menambah barang dagangannya, untuk melengkapi isi tokonya. Tentunya pikiran Podin pasti akan mencari jalan pintas, jalan yang paling mudah untuk mendapatkan modal usaha. Ya, memang Podin punya jalan pintas. Podin memang memiliki akses untuk mencari uang secara cepat. Apalagi kalau bukan dengan memanggil tuyul-tuyulnya, agar peliharaannya itu, makhluk-makhluk gaib itu, arwah yang menempati peti-peti harta karunnya itu, untuk mencarikan uang kepada Podin, agar tuyul peliharaannya itu mau pergi untuk mengambil uang dari mana saja, dan memenuhi peti-peti milik Podin itu, dengan uang hasil dari para tuyul yang mencuri ke tempat para tetangganya. Hanya seperti itulah jalan pintas yang akan ditempuh oleh Podin.


    Kebetulan, malam itu istrinya, Cik Melan yang sejak siang harus mengurusi keuangan di tempat usahanya pusat hiburan karaoke, ia tidak pulang. Cik Melan tidur di Jakarta, karena memang ada pekerjaan yang harus diselesaikan dan akan berlanjut sampai esok hari. Terutama untuk mengatur keuangan di tempat hiburannya. Pastinya, Cik Melan harus bisa mengatur waktu, harus bisa menyempatkan diri untuk mengelola keuangan yang ada di Jakarta.

__ADS_1


    Tentu, kesempatan seperti itu dimanfaatkan oleh Podin untuk mencari uang, mencari tambahan modal usaha. Ya, Podin pun hanya bisa berpikir secara singkat, berpikir secara pragmatis, bagaimana caranya untuk mendapatkan uang secara cepat. Ya, malam itu, Podin akan masuk ke kamarnya, ruangan yang khusus untuk dirinya yang bisa masuk, kamar rahasia, kamar tempat menyimpan barang-barang keramat, kamar tempat menyimpan peti-peti harta karun, kamar tempat menyimpan rumah-rumah persemayaman bagi para arwah yang selalu diminta untuk mencarikan uang dan kekayaan bagi dirinya.


    Ya, Podin akan melakukan ritual. Podin bersiap untuk memanggil arwah-arwah, memanggil para tuyul, agar mau mencarikan uang untuk dibuat menjadi modal usaha bagi dirinya, tambahan modal bagi tempat usahanya, toko yang masih banyak kekurangan barang dagangan.


    Malam itu memang sangat sepi. Kebetulan bulan sedang mati. Tidak ada cahaya dari langit. Bahkan langit tampaknya juga tertutup temaram awan, sehingga bintang-bintang pun tidak ada yang terlihat berkedip. Ya, malam itu memang benar-benar malam yang sunyi. Malam itu memang malam yang cocok bagi Podin dalam rangka melakukan acara ritual memanggil makhluk-makhluk gaib peliharaannya.


    Malam itu, Podin memastikan semua pintu rumahnya tertutup rapat. Semua pintu rumahnya terkunci. Dan Podin memastikan tidak ada seorangpun yang bisa masuk ke rumahnya. Ya, tentu Podin tidak ingin terganggu oleh siapapun saat melakukan ritual mencari harta kekayaan.

__ADS_1


    Podin sudah mulai membuka bungkusan kembang sesaji. Bahkan juga sudah mulai membakar kemenyan. Dan mulut Podin pun mulai komat-kamit membaca rapalan mantra-mantra untuk memanggil arwah orok mungil yang ada di dalam peti keramat itu. Mata Podin tidak berkedip sama sekali. Ia terus memandangi tutup peti-peti keramat itu. Podin sudah bersiap untuk menyaksikan bagaimana arwah bocah kecil yang gundul dan telanjang tanpa pakaian itu akan membuka tutup peti, kemudian keluar dari dalam peti itu. Dan selanjutnya, tuyul itu akan menuruti kata-kata Podin, kemudian dia akan pergi mencari uang, untuk mengisi peti itu, memberikan harta kekayaan kepada tuannya.


    Podin yang sudah konsentrasi penuh, yang sudah merapal mantra-mantra saktinya, yang sudah menanti kehadiran munculnya tuyul kecil itu, tentu dengan penuh harap si tuyul akan segera keluar. Dan memang benar. Peti keramat yang disayangi oleh Podin itu, peti keramat yang pernah dibeli oleh Bang Kohar itu, dan juga pernah ia curi dari tempatnya Bang Kohar itu, ternyata memang benar-benar peti yang sangat ajaib. Peti keramat yang sangat sakti. Peti keramat yang penuh dengan keajaiban.


    Ya, setelah beberapa saat Podin mebaca mantra-mantramya, tutup peti itu pun tiba-tiba terbuka, dan keluarlah bayi kecil kesayangannya. Bayi kecil yang selalu diusapi dengan minyak wangi di tempatnya itu. Lantas Podin pun kembali mengucapkan mantra. Podin kembali komat-kamit, menyuruh tuyul kecil itu untuk mencari uang, untuk memenuhi peti-peti yang ada di hadapannya itu.


    Tuyul kesayangannya itu pun langsung pergi, tentunya memenuhi perintah Podin. Dan dalam waktu sekejap uang mulai bertaburan. Uang mulai terlihat berterbangan. Lembaran-lembaran uang seakan-akan jatuh dari langit, dan masuk ke dalam dua buah peti yang ada di hadapan Podin. Ya, uang-uang itu terus mengalir. Uang-uang itu terus berterbangan. Uang-uang itu terus berjatuhan dan mengisi peti-peti yang dihadapi oleh Podin.

__ADS_1


    Hingga akhirnya, dua buah peti itupun penuh dengan lembaran-lembaran uang yang sangat banyak jumlahnya. Dan sebentar kemudian, setelah peti itu penuh dengan uang, tutup peti itu pun kembali mengantup kembali. Peti itu pun tertutup rapat. Itu adalah pertanda bahwa proses pencarian uang yang dilakukan oleh tuyul kesayangannya itu sudah selesai. Itu menandakan bahwa pekerjaan yang dilakukan oleh tuyul itu sudah dilaksanakan dengan baik. Ya, buktinya adalah dua buah peti keramat tempat tinggal si tuyul itu sudah penuh dengan uang dan kembali tertutup untuk menyimpan uang di dalamnya.


    Podin tersenyum senang. Podin gembira. Bahkan Podin langsung memeluk dan menciumi peti-peti itu. Tentunya Podin puas, karena dia sebentar lagi akan memberikan uang itu kepada istrinya, untuk digunakan berbelanja, untuk memenuhi barang-barang dagangan yang ada di tokonya. Sebentar lagi toko sembako milik Podin akan penuh dengan barang dagangan. Sebentar lagi toko sembako milik Podin, akan menjadi toko yang terlengkap dan terbesar di Parung. Tidak ada lagi pelanggan yang datang kecewa karena barang yang dicarinya tidak ada. Dan pelanggan-pelangganannya, semua akan terlayani. Semuanya akan mendapatkan barang yang dicari.


__ADS_2