PULAU BERHALA

PULAU BERHALA
EPISODE 171: NASEHAT PENDETA


__ADS_3

    "Pak Podin .... Kita ini sudah menjadi anak-anak Tuhan .... Tidak boleh menyekutukan diri kita dengan berhala. Jjangan meminta apapun kepada setan .... Tetapi memintalah kepada Tuhan. Tuhan itu Maha Pemurah. Tuhan kita Maha Baik. Jadi ..., apapun yang kita minta kepada Tuhan pasti akan dikabulkan. Jangan khawatir Pak Podin. Jangan bersekutu dengan setan .... Bahaya, Pak Podin .... Itu semua akibatnya nanti ada di belakang .... Mungkin hari ini kita bisa mendapatkan apa yang kita inginkan, kita diberi sesuatu oleh berhala-berhala itu, tetapi nanti kita akan dituntut mengembalikan apa yang sudah mereka berikan. Bahkan lebih dari itu, kita sudah dianggap jadi pengikutnya, kita harus menyerahkan nyawa kepada para berhala itu. Perbuatan seperti itu bahaya, Pak Podin .... Karena nanti hidup kita tidak akan selamat .... Nanti kita akan masuk neraka .... Kita dijauhkan dari surga .... Dan kita dibenci oleh Tuhan. Ya, Pak Podin .... Tolong Pak Podin yang sudah percaya kepada Tuhan, yang sudah menjadi anak-anak Tuhan ..., jangan sekali-sekali bersekutu dengan setan." begitu kata Pak Pendeta yang menasehati Podin di rumahnya.


    Ya, kala itu memang Cik Melan memanggil orang-orang gereja, meminta tolong kepada Pak Pendeta dan jemaat-jemaat gerejanya, untuk mendoakan suaminya, untuk mendoakan keluarganya, agar mereka diselamatkan oleh Tuhan, agar mereka terhindar dari bahaya api neraka.


    Kata-kata Pak Pendeta itu pastinya sangat menusuk ke dalam hati Podin. Tentunya Podin juga takut dengan yang namanya neraka. Podin juga takut dengan yang namanya pembalasan di hari kiamat. Podin juga takut dengan yang namanya siksaan di akhir zaman nanti.


    Namun tentunya hal itu bagi Podin tidaklah mudah untuk menyingkirkan barang-barang yang sudah ia keramatkan itu. Tentunya sangat sulit bagi Podin, karena memang benda-benda itulah yang sudah membuat dirinya menjadi kaya raya, benda-benda itulah yang sudah memberikan harta kekayaan kepada dirinya, benda-benda itulah yang sudah memberikan kehidupan yang lebih mapan sebagai orang kaya.


    Memang, kalau Podin mengingat kehidupan di masa lalu, dia hanyalah orang miskin, orang papa yang selalu dihina oleh para tetangganya, yang selalu diejek oleh bakul-bakul yang tidak boleh dihutangi oleh istrinya. Bahkan kehidupan keluarganya sangat menderita. Ya, kalau Podin akhirnya bisa menjadi kaya raya, itu semua karena Podin yang bertemu dengan pengemis tua, yang memberikan uang kepadanya, dan memberi petunjuk kepada Podin, jika menghendaki untuk mendapat harta kekayaan yang berlebih, si kakek tua itu menunjukkan arah jalan kepada Podin. Dan kala itu, Podin menuruti kata-kata orang tua yang dipandangnya sebagai pengemis, tetapi justru memberikan uang emas kepada dirinya. Podin pun berjalan menyusuri arah yang ditunjukkan, dan akhirnya, ia sampai di Pulau Berhala. Di Pulau Berhala inilah yang akhirnya Podin bisa mendapatkan peti-peti harta karun itu, peti-peti yang berisi dengan perhiasan-perhiasan, emas dan intan permata.


    Ya, Podin pastinya sangat-sangat merasa berat jika harus membuang barang-barang itu. Apalagi ketika dirinya sudah tahu rahasia dari peti-peti itu, benda-benda yang ia keramatkan itu, dimana dari dalam peti itu bisa keluar malu-makhluk yang bisa mendatangkan uang, arwah-arwah yang bisa memberikan kekayaan kepada dirinya, tuyul-tuyul yang mengisi peti-peti itu penuh dengan uang, tanpa harus bersusah payah, tanpa harus bekerja, tanpa harus mencari kesana kemari, tanpa harus mengeluarkan keringat.


    Memang, kehidupan Podin saat itu sangat tergantung dengan peti-peti keramat itu. Bahkan tanpa sepengetahuan istrinya, untuk membuka usahanya pun Podin harus meminta bantuan makhluk-makhluk tuyul yang ada di dalam peti itu. Dan jika saat ini, ia harus membuang semua peti harta karun miliknya, harus menyingkirkan semua benda-benda keramat yang sudah memberikan kenikmatan dalam hidupnya, meninggalkan kehidupannya yang selama ini sudah enak dan mapan, selalu bisa terpenuhi dengan berharap kepada benda-benda keramat yang dipercayainya, memang sangat berat untuk menyingkirkan itu semua. Tetapi ia juga takut, kalau yang dikatakan oleh Pak Pendeta itu nanti, di hari akhir, di hari kiamat, di hari kematian, Podin tidak akan diselamatkan. Bahkan mungkin akan disiksa di dalam api neraka.

__ADS_1


    Memang sebenarnya Podin sudah melihat sendiri, sudah menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri, kalau dirinya sudah pernah berhadipan dengan makhluk menyeramkan penguasa Pulau Berhala. Makhluk raksasa dengan sayap seperti kelelawar, dengan kepala seperti naga yang ada tanduknya, matanya besar dan merah membara. Dari mulutnya keluar api, serta ekornya yang tajam seperti nak panah. Dan di tangannya yang membawa tombak trisula yang siap menusukkan tombaknya itu kepada para pengikutnya yang memberontak, mengancam  kepada pengikut-pengikutnya yang tidak lagi memberikan persembahan kepadanya. Makhluk yang berasal dari lubang neraka itu, makhluk yang sudah melemparkan tubuh Podin, hanya dengan mengibaskan ekornya saja, dan kenyataannya Podin terlempar jauh dari Pulau Berhala dan terjatuh di pucuk pohon. Tentu hal itu sudah membuat Podin ketakutan. Dan nanti, kalau Podin tidak memenuhi permintaan si penguasa Pulau berhala tersebut, pasti makhluk menyeramkan itu akan ******* tubuhnya, akan membawa tubuh Podin masuk ke dalam api neraka.


    "Tapi ..., Pak Pendeta .... Bagaimana saya bisa ikut Tuhan ...? Bagaimana saya bisa diselamatkan oleh Tuhan ...?" tanya Podin yang tentu masih bingung dan masih ketakutan dengan makhluk yang sudah pernah dia temui makhluk penguasa Pulau Berhala itu. Karena Podin sudah diancam oleh makhluk itu, jika dirinya tidak melakukan persembahan, tidak memberikan korban, maka makhluk jelmaan iblis itu pasti akan menyeretnya ke dalam neraka.


    "Tenang, Pak Podin .... Tidak usah khawatir .... Tuhan kita itu Tuhan yang baik .... Tuhan kita itu Tuhan yang selalu menolong umatnya, Pak Podin .... Kita tinggal percaya dan berserah diri, pasti Tuhan akan membantu semua persoalan yang dihadapi oleh Pak Podin." kata pendeta itu yang memberikan penghiburan kepada Podin.


    Namun Demikian, Podin masih ragu-ragu, karena ia memang sudah mengikat perjanjian, masih punya hutang dan ditagih oleh penguasa Pulau Berhala. Tentu hal itu masih menjadi beban dalam pikirannya.


    "Tapi ...." Podin terlihat bingung.


    "Ada apa, Pak Podin ...? Katakan saja .... Jangan khawatir, Tuhan pasti akan menolong." begitu kata pendeta itu lagi, yang tentunya ingin tahu persoalan yang dihadapi oleh jemaat barunya itu.


    Podin yang didampingi oleh istrinya, masih bingung dengan keadaannya, masih takut untuk berterus terang, masih takut ingin menyampaikan permasalahannya.

__ADS_1


    "Pah ..., katakan saja .... Sebenarnya ada apa? Biar kita semua nanti membantu doa, biar Papah selamat .... Papah tidak menderita seperti ini terus .... Sakit Papah juga biar segera sembuh ...." begitu kata Cik Melan memberi saran kepada suaminya.


    "Mah ..., saya takut ...." kata Podin, yang tentu langsung mengkerutkan wajah karena masih diliputi oleh rasa ketakutan.


    "Iya ..., Pah .... Takut kenapa ...? Ada apa ...?" tanya Cik Melan sambil memijit-pijit lengan suaminya.


    "Ada makhluk menyeramkan yang mengancam saya ...." kata Podin yang ketakutan.


    "Jangan takut, Pak Podin .... Tuhan kita adalah Tuhan yang baik .... Tuhan kita Maha Perkasa .... Kalau Pak Podin yakin, Pak Podin beriman, makhluk yang menyeramkan itu pasti dikalahkan." kata pendeta itu yang kembali memotivasi Podin.


    "Iya, Pah .... Jangan takut .... Tuhan nanti akan memberi kekuatan kepada kita .... Tuhan pasti akan memberi kemenangan Papah ...." tambah Cik Melan yang tentu sambil memijit-pijit suaminya.


    Podin kembali diam. Ia kembali bimbang. Antara percaya dengan kata-kata pendeta itu, tetapi juga masih khawatir dengn ancaman makhluk jahat penguasa Pulau Berhala.

__ADS_1


    "Mari kita doakan Pak Podin, agar Tuhan menjamah tubuhnya, menyingkirkan semua kekuatan jahat yang mengganggunya." kata sang pendeta mengajak para jemaatnya mendoakan Podin.


    Mereka pun berdoa dengan tata cara dan keyakinan yang dianutnya. Namun tentu tujuannya adalah memohon pertolongan Tuhan, agar memberi kekuatan kepada Podin.


__ADS_2