
Minggu, pagi itu, Cik Melan meminta kepada salah seorang karyawannya, untuk mengantarkan ia dan Podin ke Jakarta. Ya, Cik Melan memenuhi permintaan suaminya yang sakit, yang ingin meminta didoakan oleh pendetanya. Karena Podin yakin dan percaya, kalau doa pendetanya diyakini dapat menyembuhkan penyakit yang dideritanya.
Kebaktian belum dimulai, saat mobil Podin yang disopir oleh karyawannya sampai di halaman gereja. Selanjutnya, sang sopir itu membantu Cik Melan untuk menurunkan Podin. Sebuah kursi roda di siapkan di dekat pintu mobil. Lantas Podin yang dijunjung dari dalam mobil, langsung diletakkan pada kursi roda. Beberapa jemaat laki-laki yang sudah datang ikut membantu. Lantas kursi roda yang diduduki oleh Podin, langsung didorong masuk ke dalam ruang gereja. Podin ditempatkan pada bagian depan sendiri. Tentu ditunggui oleh Cik Melan.
"Ya ampun .... Kasihan Pak Podin ...."
"Iya .... Tubuhnya habis ...."
"Sakit apa, sih ...?"
"Tidak tahu .... Dokter belum menemukan penyakitnya."
"Kok tidak di bawa ke rumah skit ...?"
__ADS_1
"Sudah .... Tapi juga tidak ada perubahan ...."
"Kasihan Cik Melan ...."
"Iya ...."
"Kok malah diotong-otong ke gereja ...? Kasihan."
"Pak Podin minta didoakan oleh Pak Pendeta ...."
"Pak Podin inginya begitu .... Katanya biar lebih dekat dengan Tuhan .... Biar doanya cepat didengar dan dikabulkan."
Acara kebaktian pun dimulai. Seperti biasa, diawali dengan puji-pujian. Tentu Podin yang duduk di kursi roda juga ikut memuji Tuhan. Meskit dengan kata-kata yang kurang jelas, dengan kalimat yang tertatih-tatih. Maklum dalam kondisi sakit yang teramat parah. Sehingga Podin memang kesulitan untuk bicara, kesulitan untuk menyanyi memuji Tuhan. Bahkan dari gerakan tangannya yang ingin bertepuk bersuka cita, terlihat sekali keinginannya memuji Tuhan yang sangat kuat. Tetapi dari gerak-geriknya sangat kelihatan sekali kalau Podin memang berniat dan antusias memuji Tuhan.
__ADS_1
Demikian juga saat mengikuti kotbah yang disampaikan oleh pendeta, Podin memerhatikan secara seksama. Terlihat sekali kalau Podin benar-benar memiliki iman pada Tuhan-nya. Da yang diyakini oleh Podin adalah bahwa sakitnya akan disembuhkan oleh Tuhan. Kebetulan sekali, kotbah yang disampauikan oleh pendeta kali ini tentang kisah Nabi Ayub, seperti yang pernah diceritakan oleh istrinya kepadanya. Maka tak heran, kalau Podin sangat antusias mendengarkannya.
"Lalu Yahweh berkata kepada Iblis, apakah engkau memperhatikan hamba-Ku Ayub, tidak ada seorang pun seperti dia di bumi, yang demikian tak bercela dan jujur, yang takut akan Tuhan dan menjauhi kejahatan?" awal kotbah pendeta tersebut.
Tentunya, begitu mendengar kata-kata "Ayub", Podin langsung teringat pada istrinya, yang pernah menceritakan tentang kisah Ayub.
Lantas kotbah sang pendeta dilanjutkan, "Lalu Iblis menjawab Yahweh, dan berkata, 'Apakah Ayub takut kepada Tuhan begitu saja tanpa mendapat apa pun? Bukankah Engkau memagari dia dan rumahnya, dan semua yang dimilikinya? Engkau memberkati segala pekerjaan tangannya, dan semua miliknya bertambah banyak di negeri itu. Tetapi coba Engkau ulurkan tangan-Mu dan sentuhlah segala yang dimilikinya, dia pasti akan mengutuki Engkau di hadapan-Mu'. Tuhan mengizinkan iblis untuk mencobai Ayub sehingga iman Ayub akan disempurnakan. Ayub itu orang yang saleh dan jujur. Ayub ia takut akan Allah dan menjauhi kejahatan. Ayub mempunyai tujuh anak laki-laki dan tiga anak perempuan. Ayub memiliki tujuh ribu ekor kambing, domba, tiga ribu ekor unta, lima ratus pasang lembu, lima ratus keledai betina dan budak-budak dalam jumlah yang sangat besar .... Sehingga orang-orang mengatakan kalau Ayub adalah orang yang terkaya dari semua orang di tanah Us. Ia sangat dihormati dan disegani oleh semua orang .... Tetapi kala itu, Tuhan mengizinkan iblis untuk mencobainya. Tuhan memberi kesempatan kepada iblis untuk menguji iman Ayub dengan menghancurkan kehidupannya. Lantas setan menaruh penyakit kulit yang mematikan pada sekujur tubuh Ayub. Sebab setan percaya bahwa dengan penyakit yang busuk dan baunya tidak sedap itu, Ayub pasti menyangkal Tuhan yang selama ini ia sembah. Ayub pun menderita sakit kulit dengan bau busuk mulai dari telapak kaki hingga ujung kepala. Pasti semua orang akan menyingkir dan menutup hidungnya jika dekat dengan Ayub. Dengan penyakit kulit yang mengerikan itu, Ayub duduk di tengah-tengah abu sambil menggosok badannya yang penuh nanah dengan sekeping beling. Semua hewan ternaknya ludes. Harta kekayaannya habis. Lantas isterinya menyuruh Ayub untuk segera mengutuk Allahnya dan segera mati. Tetapi Ayub tetap setia pada Tuhan. Ia tidak mau berpaling mengikuti iblis. Kesetiaan Ayub pada Tuhan itulah iman yang luar biasa. Akhirnya, iblis pun menyerah. Hingga ankhirnya, Tuhan mengembalikan kesembuhan pada tubuh Ayub .... Tuhan menyingkirkan semua penyakit yang menempel pada tubuhnya. Kulitnya kembali menjadi halus dan mulus. Ayub kembali sehat. Dan harta kekayaannya dikembalikan oleh Tuhan berlipat ganda." demikian kotbah yang disampaikan oleh pendeta itu.
Tentu Podin yang mendengar kotbah itu, menjadi terharu. Bahkan hingga meneteskan air mata. Ia berfikir, pasti saat ini Tuhan juga sedang menguji imannya.
Kotbah pun berakhir. Doa pun langsung dipimpin oleh Sang Pendeta. Dan jemaat yang ingin didoakan pun pada berdatangan di depan mimbar. Tak luput, Cik Melan langsung mendorong kursi roda yang diduduki oleh suaminya, ke depan, untuk meminta doa penyembuhan.
Sang pendeta langsung mengangkat dua tangannya. Ia mulai memanjatkan doa.
__ADS_1
"Ya Allah Bapa yang ada di dalam sorga, terima kasih atas segala penyertaan yang Engkau berikan ..., sehingga kami dapat berkumpul bersama di tempat dan waktu ini untuk berdoa kepada-Mu. Terima kasih pula telah memberikan berkat-Mu, berupa kesehatan yang tak ternilai harganya. Ya Bapa yang ada di dalam sorga, Allah yang Maha Pengasih ..., kami sangat prihatin karena anggota keluarga jemaat kami ada yang tengah sakit. Dalam keprihatinan ini kami ingat akan Allah Bapa .... Ingat akan Yesus, yang Kau beri kuasa untuk menyembuhkan orang-orang yang sakit. Karena percaya akan kuasa-Mu, maka kami serahkan segala kesembuhannya kepada kebijaksanaan-Mu. Dengan penuh iman dan harapan, kami memohon kepada-Mu .... Kuatkanlah dia dalam deritanya yang kritis dan parah, dampingi dia dalam kesendiriannya dan hiburlah dia dalam rasa sakitnya. Teguhkanlah dia dalam iman dan harapan untuk segera sembuh. Sudilah Engkau menyembuhkan dia dari penyakit yagn diderita. Semoga dalam menanggung sakit ini, dia tetap ingat akan Allah Bapa, Sang Putera dan Rohul Kudus, yaitu Tuhan Yesus Kristus .... Orang ini percaya kepada Yesus yang menderita sangat berat dan amat hebat, yang rela disalib demi menyelamatkan semua orang, termasuk keselamatan dari Bapak Podin yang sudah percaya kepada-Nya. Kami sadar bahwa kesehatan merupakan pemberian dari Engkau yang begitu nikmat. Maka dari itu saat ini kami merasa benar-benar sedih melihat saudara, teman, keluarga kami, Bapak Podin yang sedang terbaring menahan rasa sakit yang luar biasa. Dia adalah orang yang baik, selalu mengingatkan kami akan Engkau, selalu mengajak untuk pergi beribadah di hari Minggu, selalu memuji engkau, selalu ada di saat kami membutuhkan. Untuk itu, kami selalu berharap yang terbaik untuk kesembuhan sakitnya. Dengan segala kerendahan hati, kami mohon supaya dia diberi kekuatan untuk melewati penyakit ini. Kami yakin Engkau selalu memberi hikmah dibalik pencobaan yang diberikan, maka dari itu kami berharap agar dia selalu mengambil sisi positif dari setiap kejadian yang dialami. Jadikan apa yang dialaminya sekarang agar dia mampu lebih paham akan makna kehidupan, agar ia semakin dekat dengan Engkau, agar ia lebih percaya dengan Tuhan. Kami mohon pada-Mu, ya Allah, agar Pak Podin dapat segera sembuh, diangkat penyakitnya, dan dapat kembali ceria seperti sedia kala. Kami yakin, ya Allah .... Engkau adalah Allah yang ajaib, kami yakin bahwa Pak Podin akan kembali sehat, serta kembali bercengkerama dengan kami. Kami yakin Engkau adalah Tuhan yang baik, yang mengabulkan setiap permintaan orang yang tulus. Dalam nama Tuhan Yesus Kristus ..., kami panjatkan doa. Amin."
Aneh dan ajaib, seketika itu, Podin bisa berdiri dari kursi roda. Seketika itu, Podin memiliki kekuatan. Podin sudah dikembalikan kesehatannya oleh Allah yang maha ajaib.